Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 31


__ADS_3

***Guys like and komen or votenya dong kan gratis 😍❤ biar rame nih...Author biar semangat up ya🥰🥰.


Arindra dan Catatan Hati Seorang Istri


juga menanti kalian. Semangat 💪💪👍👍


##########


Setelah mendengarkan apa saran-saran dari Paman Jamil. Semuanya menatap Andrean, bagaimanapun Andreanlah yang putra Tuan Jared.


"Aku akan mengikuti apa kata Guru Drean, aku akan menjadi pengikut setiamu". Ucap Sakti


"Aku juga ikuti kata Ayah Jamil Kak, aku akan membantumu meski ini tak mudah". Shaina angkat bicara.


"Akan sangat menguntungkan jika kita bisa membawa nama Tuan Jared. Setidaknya kekuatan kita akan seimbang dengan Tuan Jadit dan Samir. Aku pasti ikut, tapi semua tergantung padamu Andrean.


Aku hanya menyarankan saja sebagai orang luar, kebencian yang ada padamu itu bisa hilang seiring kau membuktikan dirimu yang bisa berguna untuk Ayahmu". Clara ikut bersuara.


"Kak Drean, apa yang dikatakan Paman Jamil benar, saat ini kita tak punya pilihan lain. Waktu kita tak banyak, aku takut jika Tuan Jadit dan Samir akan segera menemukan kita di sini saat kita belum mendapatkan tempat yang aman.


Mau sampai kapan juga kita akan sembunyi, kau terlahir bukan untuk menjadi pengecut Kak. Aku mencintaimu dan akan selalu mendukungmu, anak kita juga butuh tempat yang aman, dan hidup tenang.


Aku yakin selama masih ada Tuan Jadit dan Samir yang penuh kuasa itu, kita takkan pernah bisa aman. Lalu bagaimana nasib anak kita nanti, apakah dia juga harus bersembunyi atau bahkan tak sempat melihat dunia. Itu yang kutakutkan Kak".


"Jasmine sayang jangan berkata seperti itu, anak kita Insyaa Allah akan lahir ke dunia, sehat, kuat dan cerdas. Baiklah, aku ikuti saran Paman Jamil, tapi aku tak menjamin bisa menjadi anak yang baik buat Ayahku sendiri".


"Baiklah kalau begitu, Shaina segera hubungi Paman jika kita sudah setuju pendapatnya".


Shainapun menelpon Ayahnya dan mengabarkan tentang persetujuan mereka.


Paman Jamil pun meluncur pergi menemui Tuan Jared.


#########


Di tempat lain, Samir telah sadar dari pengaruh obat bius. Ketika kesadarannya sudah penuh, Samir mendatangi Papanya.


Dengan marah ia membuka pintu dengan kasar, saat Tuan Jadit sedang makan.


"Pa, dimana Jasmine?". Bentak Samir pada Papanya.


"Jangan membentakku Samir, kau akan menyesal jika sekali lagi kau lakukan itu padaku". Marah Tuan Jadit.


"Aku hanya bertanya di mana Jasmine, aku tidak peduli Papa mau membunuhku sekarang atau nanti. Aku hanya mau Jasmine, Jasmine Pa".


"Plakk, Plak, buk, buk".


Tuan Jadit menampar wajah Samir, memukul perutnya dan menendang kaki anaknya itu.

__ADS_1


"Shitt".


Samir hendak membalas, tapi sepuluh pengawal Papanya sudah menodongkan senjata padanya.


"Mau membalasku hah, anak keparat. Bahkan kau tak bisa menghasilkan apa-apa tapi kau berani sekali membentak dan mengancamku heh".


"Buk, buk".


Tuan Jadit memukuli Samir, lalu dia menarik rambut anaknya itu dan memperlihatkan wajahnya padanya.


"Dengar, lima bulan kau sudah bermain-main dengan yang namanya Jasmine. Aku biarkan, kufikir kau akan cepat bosan pada satu wanita seperti sebelumnya, tapi ternyata perkiraanku salah.


Kau gunakan hatimu untuk wanita yang justru menjadi musuhmu. Kau benar-benar tak tau diuntung, kau cerdas tapi mengapa sekarang hanya karena wanita itu kau menjadi bodoh.


Di mana otak pintarmu itu Hah, gara-gara kau, aku dipermalukan oleh si brengsek Jared. Sekarang tugasmu adalah membantuku melenyapkan Jared dan wanita itu paham".


"Jadi di mana Jasmine sekarang Pa?".


"Wanita itu diculik oleh dokter sialan Clara, bahkan Jared memaki-maki aku karena menuduhku menculik wanita itu. Tugasmu sekarang mencari dokter sialan itu dan orang-orang yang membantunya". Geram Tuan Jadit.


Ia mengingat semalam Jared menelponnya dan marah-marah, bahkan vidio kejahatannya sempat terbit di media beruntung Tuan Jadit langsung bertindak cepat dengan memerintahkan anak buahnya menekan orang-orang yang terlibat dalam penerbitan itu. Bahkan Tuan Jadit tak segan-segan membunuh mereka.


"Andrean Pa, Andrean dibantu oleh seorang wanita dan seorang laki-laki pada saat di pelabuhan. Ia bertarung melawan anak buahku". Samir ingat wajah Andrean, yang tiba-tiba menyerang anak buahnya saat itu.


"Kau yakin, bukankah anak itu sudah mati, jikapun tidak mati bukankah dia gila".


"Baiklah, selidiki Clara apakah punya hubungan dengan mereka atau tidak. Jika benar, maka mereka buruan kita selanjutnya selain Jared".


"Aku pergi dulu Pa".


"Ingat Samir, jangan pernah kembali jika kau tak berhasil. Aku hanya tau kau menang bukan gagal, apapun caranya wanita itu dan Andrean harus mati".


Samir mengangguk lalu pergi meninggalkan Papanya. Ia menghubungi orang-orangnya untuk menyelidiki Clara dan mencari tau keberadaan Jasmine.


"*Papa, aku tak pernah takut padamu, meski kematian akan menjemputku. Aku hanya takut kehilangan wanitaku, dan gara-gara kau aku berpisah dengannya saat ini.


Suatu hari, kau akan rasakan pembalasanku setelah semua yang kau miliki berada di bawah kendaliku*".


Samir melajukan mobilnya menuju suatu tempat rahasianya.


########


Paman Jamil kini sedang berhadapan dengan Tuan Jared.


"Apa yang membuatmu menemuiku Jamil, apakah kau ingin mengabarkan tentang kematian anak tak berguna itu. Itu bukan berita penting bagiku, pergilah. Aku sudah tak ada lagi urusan denganmu".


Tuan Jared hendak pergi meninggalkan Paman Jamil.

__ADS_1


"Tunggu Tuan Besar, ini bukan berita di mana Tuan Muda meninggal dunia. Tapi kabar yang baik tentang Tuan Muda dan Nona Jasmine".


Tuan Jared menoleh dan menatap tajam pada Paman Jamil.


"Apa maksudmu Jamil, jangan coba-coba bermain denganku. Kau tau saat ini aku sedang mencari Jasmineku".


"Tuan, Jasmine saat ini sedang bersama Tuan Muda. Mereka semua sehat dan Tuan Muda juga sudah sembuh Tuan".


"Jadi maksudmu, yang mengambil Jasmineku semalam adalah Andrean begitu".


"Benar Tuan, saat ini saya datang ingin mengabarkan itu. Saya yakin anda tau jika Tuan Jadit dan Samir pasti sedang memburu mereka.


Mereka sedang di tempat persembunyian, saat ini mereka butuh bantuan Tuan untuk membantu dari kejaran Tuan Jadit dan Samir".


"Bodoh, jika mereka ingin bantuanku mengapa mereka mengambil Jasmine dan bukannya datang baik-baik. Bahkan salah satu dari mereka memukulku".


"Maafkan saya Tuan, tapi sepertinya Tuan muda tak mempercayai Anda sehingga Tuan Muda melakukan itu pada Anda Tuan".


"Maksudmu, jangan berbelit-belit Jamil".


"Maksud saya Tuan, bukankah selama ini Tuan mengasingkan Tuan Muda, bahkan saat Tuan Muda kritis sikap Anda maaf, tak peduli padanya. Mungkin alasan itulah yang membuat Tuan Muda tak mempercayai Anda".


"Lalu kenapa sekarang mereka mau minta bantuanku jika tak mempercayaiku?".


"Nona Jasmine mempercayai Anda Tuan, sehingga ia bisa membujuk Tuan Muda untuk mengikuti sarannya".


"Hemm baiklah, di mana mereka saat ini berada?".


"Apakah Tuan bersedia membantu mereka Tuan?".


"Tentu saja, karena di sana ada cucuku".


"Baiklah Tuan, jika Tuan bersedia malam ini kita bisa menjemput mereka di tempat persembunyiannya".


"Baiklah".


Tuan Jared menghubungi Dito dan memintanya mengumpulkan orang-orangnya untuk melakukan penjemputan pada Andrean dan Jasmine.


###########


Alhamdulillah Chapter 31 done


Poin and Share dong 😄😄✌


Follow juga Lesta Lestari ya


semangat

__ADS_1


__ADS_2