Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 34


__ADS_3

Guys like and komen or votenya dong kan gratis wkwk ❤😍😍


Biar rame nih...Author biar semangat up ya🥰🥰. Author sayang kalian semua 😍😍😍


Arindra dan Catatan Hati Seorang Istri


juga menanti kalian. Semangat 💪💪👍👍


#########


Tuan Jared melihat Andrean yang wajahnya babak belur, seketika semua hening melihat reaksi antara Ayah dan anak itu.


"Kau benar sudah sembuh anak gila?". Tanya Tuan Jared tenang membuat semua yang mendengarnya terperangah.


"Aku berharap masih gila sampai detik ini, hingga aku bisa melupakan sosok Ayah yang tega menginginkan kematian putranya sendiri". Jawab Andrean kesal.


"Kau benar, bukankah kau sudah membalasnya dengan meninju pria tua ini".


"Itu tak seberapa daripada luka yang anda torehkan padaku Tuan".


"Baiklah, kalau begitu kau boleh pergi bersaka teman-temanmu itu. Aku hanya butuh Jasmine dan cucuku saja".


"Tidak Opa, Jasmine mohon jangan pisahkan lagi Mine dengan Kak Drean. Aku dan anak yang kukandung sangat membutuhkan Ayahnya, tolong Opa?".


Jasmine memohon pada Tuan Jared dengan menangkupkan ke dua tangannya.


"Tak perlu memohon padanya Jasmine, dia manusia yang tak punya hati". Ujar Andrean menarik tangan Jasmine lalu menggenggamnya.


"Jadi kau tak butuh bantuanku Andrean?".


"Bukan aku yang membutuhkan Anda Tuan, tapi Andalah yang membutuhkan kami".


"Hahaha, kau sekarang pandai bermain kata rupanya. Baiklah sebutkan apa yang membuatmu yakin jika aku membutuhkanmu".


"Aku bukan seorang Ayah yang akan memisahkan diri dengan anaknya hanya demi sebuah reputasi. Aku takkan membiarkan siapapun memisahkan aku dengan anak dan istriku.


Cukup aku yang merasakan diasingkan oleh seseorang yang kupanggil Ayah, kupastikan itu tidak akan terjadi apapun keadaannya.


Kau sudah tua, tapi kau cukup memiliki musuh yang terus memburumu untuk melihatmu hancur.


Selama ini kau hanya menggantungkan dirimu pada orang-orang kepercayaan, bahkan seorang Samir yang jelas putra dari musuhmu bisa masuk dengan mudah dan kau tunjuk menjadi pengawal Jasmine.


Instingmu mungkin tak lagi sehebat dulu, usiamu yang menua menyadarkanmu bahwa selamanya kau takkan bisa berkuasa.


Kau paksa aku yang kau anggap gila menikahi Jasmine, untuk mendapatkan penerusmu. Tapi sayangnya Jasmine dan aku ternyata saling mencintai.


Impianmu akan terwujud jika kau tak memisahkan kami, tapi jika kau memisahkan kami Tuan, maka diantara kita pilihannya hanya ada satu. Kau atau Aku yang lebih dulu dijemput malaikat maut".


"Hemm sebuah analisa yang cukup menyakinkan, tapi kau harus tau itu tak cukup membuatku berhenti meniatkan diriku untuk memisahkan kalian".


"Opa, jika Opa tetap memaksa kami berpisah, maka Jasmine akan berbuat nekad seperti yang Mine lakukan saat berada di tempat Samir".


"Wow, suami istri yang tangguh rupanya. Baiklah, Opa senang akhirnya kalian menjadi kuat dan saling menjaga. Datanglah ke rumah Opa akan sambut kalian dengan senang".


Tuan Jared tersenyum, membuat semua yang lain lega tapi tidak untuk Andrean yang masih menaruh curiga pada Ayahnya itu.


Jasmine memeluk Opa Jared dengan bahagia. "Terima kasih Opa, Jasmine sayang Opa hehe".

__ADS_1


"Opa juga sayang sekali sama Minenya Opa hehe, hari ini kita bersiap pulang ya. Andrean kau membawa teman dengan profesi dokter bukan. Maka kau lebih baik dirawat di rumah, toh sudah ada dua dokter yang akan menanganimu".


Opa Jared melirik Sakti dan Clara membuat keduanya tersenyum.


"Dito urus perusahaan, Jamil urus Jadit dan Samir. Biarkan yang muda istirahat sejenak sebelum mengambil alih tugas kalian".


"Baik Tuan". Jawab Paman Jamil dan Ayah Dito serempak.


Mereka pun pulang ke rumah mewah Tuan Jared, dengan perasaan lega dan senang.


#########


Sepekan berlalu, wajah Andrean kini sudah kembali tampan seperti semula. Sesuai prediksi Paman Jamil, Andrean diminta untuk belajar tentang seluk beluk yang berkaitan dengan perusahaan.


Sepekan ini ia disibukkan dengan membaca buku-buku tentang perusahaan dibantu dengan Jasmine, Shaina, Sakti dan Clara.


"Huh aku pikir menjadi bos itu mudah, tapi ternyata hemm membuatku sangat lelah". Ucap Shaina yang juga diwajibkan membaca buku sama seperti yang lainnya.


"Haha, Shainaku yang cerewet ini mengeluh, sunggu tak pernah ku dengar selama ini". Ujar Sakti yang tanpa sadar mendapat pelototan dari Clara.


"Shainaku?". Tanya Clara ketus, membuat Sakti sadar, jika saat ini statusnya kekasih Clara meski hatinya milik Shaina.


"Maksudku adik, Adik Shaina". Ujar Sakti membuat Andrean tersenyum. Senyuman Andrean menghilangkan kesal di hati Shaina karena ulah Clara.


"Kalian ini memang rumit jika cinta sudah jadi segi tiga". Seloroh Andrean membuat Shaina, Sakti dan Clara melotot padanya.


"Maksud Kakak, mereka bertiga saling menyukai begitu?". Tanya Jasmine yang memang belum mengerti kisah cinta ketiganya.


"Yup siapa lagi".


"Tak perlu membuat keruh air yang jernih Dre". Ujar Sakti protes.


"Kenapa Kak Sakti tidak menikahi saja keduanya, kan tak masalah bukan hehe". Ujar Jasmine dengan wajah sok polosnya, membuat empat pasang mata itu membeliak mengarah pada Jasmine.


"Sayang jadi maksudmu, kau mengijinkanku poligami begitu?". Tanya Andrean menggoda Jasmine.


"Jika kau lakukan itu, kupotong adik kecilmu".


"Haha". Tawa kelimanya pecah, suasana menjadi hangat meski diselingi pertengkaran-pertengkaran kecil.


Jasmine sudah beberapa kali menguap, membuat Andrean tidak tega.


"Tidurlah dulu, aku akan segera menyusul jika ini sudah selesai".


"Tidak, tidak nyaman tidur tanpamu Kak". Ujar Jasmine manja.


"Hemm hemmm, bermesraanlah pada tempatnya kasihan hati jomblo meronta".


Clara melirik Shaina, yang dilirik meski tampak acuh.


"Baiklah, kalau begitu kita hentikan di sini, ini sudah pukul sepuluh malam juga. Istirahatlah, agar kita bisa kembali fit esok hari, kami pamit dulu ya Shaina, Sakti dan Clara. Awas jangan ada nyamuk diantara kalian bertiga hehehe".


Andrean dan Jasmine pun menuju kamar mereka. Di pembaringan Jasmine segera meletakkan kepalanya di dada Andrean.


"Kak".


"Hemm".

__ADS_1


"Apa perlu lampunya kita matikan?".


"Bukankah kau suka terang?".


"Tapi sepertinya aku sedang rindu suasana remang-remang". Ucap jasmine sambil memainkan kancing piyama Andrean.


"Ya sudah, Kakak hidupkan dulu lampu tidurnya ya".


Andrean bangun mematikan lampu utama, dan menghidupkan lampu tidur dan kembali berbaring di samping Jasmine. Ia mulai memejamkan matanya, namun tangan Jasmine menari di perut ratanya.


"Tidurlah, kau sudah lelah hari ini". Ujar Andrean menahan desiran di tubuhnya akibat ulah Jasmine.


"Tidak, aku tidak lelah. Aku heran sama Kakak, apakah kakak tidak sayang padaku?". Tanya Jasmine tiba-tiba membuat heran Andrean.


"Tentu saja Kakak sayang padamu istriku tercinta".


"Tapi kenapa kita hanya tidur saja".


"Maksudnya?".


"Apakah kakak melupakan apa yang pernah kuajari caranya membuat adik?". Ujar Jasmine merajuk.


"Hahaa".


Andrean baru memahami jika istrinya itu sedang ingin, selama seminggu ini mereka memang hanya tidur bersama dalam artian tidak melakukan apa-apa.


"Apa tidak akan berpengaruh pada baby jika kita melakukannya hemm?". Ujar Andrean yang menggoda istrinya itu.


"Justru itu dia harus rajin dijenguk agar mengenali Ayahnya. Ayolah Kakak, jangan menggodaku terus". Rengek Jasmine yang memukul-mukul pelan dada Andrean, Andrean hanya tertawa melihat tingkah lucu Jasmine yang sedang merajuk.


"Kakaaaak kenapa malah menertawakanku".


"Kau lucu sekali jika seperti ini".


"Kakak kau fikir ini lucu, ya sudah kalau tidak mau, tidur di luar sana". Jasmine memberikan bantal pada Andrean, dan ia berbaring memunggungi Andrean.


Andrean tersenyum dan memeluk Jasmine dari belakang.


"Jangan peluk, peluk saja guling sana". Ujar Jasmine ketus.


"Maafkan aku sayang, aku tidak pernah menolakmu apalagi kau akan memberiku pelajaran ternikmat, mana bisa kutolak". Bisik Andrean sambil menggigit kecil daun teliga Jasmine.


Membuat Jasmine menggigit bibirnya sendiri merasakan sensasi dari ulah suaminya itu. Ia tak tahan lalu berbalik menghadap Andrean, membuat Andrean tersenyum senang.


"Jangan menggodaku saat aku sedang serius, aku tak suka kak". Rajuk Jasmine.


"Iya sayang, maafkan Kakak ya. Jadi kita bisa memulainya bukan".


Jasmine mengangguk dan tersenyum, dengan semangat 45 ia mempersiapkan dirinya untuk menyalurkan kerinduan yang selama ini terpendam.


###########


Alhamdulillah chapter 34 done


Poin, Share and Follow Lesta Lestari ya


Terima kasih ❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2