Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 44


__ADS_3

Like, Like, Komen, Vote, Poin or Rate 5 nya ya


selalu ditunggu oleh author terima kasih ❤🥰🥰👍


#########


Samir dan Jadit sedang memeriksa surat kabar dan berita-berita online, tapi tak satupun berita tentang Jared yang kritis keluar.


"Brengsek, kenapa tak ada satupun yang keluar beritanya?". Ujar Jadit.


"Benar Pa, lihatlah malah berita tentang bulan madu Jasmine dan Andrean yang memenuhi pemberitaan". Jawab Samir.


"Jadi bagaimana rencana selanjutnya Samir?".


"Kita jalankan plan B Pa, tunggu saja".


"Kau sudah beberapa kali gagal Samir, Papa ragu kali ini kau bisa menang".


"Papa diam dan lihat saja, apa yang akan terjadi minggu ini pada mereka. Jika pada Jared mereka bisa menutupinya, lalu bagaimana jika orang-orang terdekatnya yang menjadi mangsa kita. Mereka pasti akan terkejut akan serangan kita kali ini, karena target kita berbeda".


"Papa hanya melihat hasil apapun caranya silahkan saja, tapi ingat jika kali ini kau gagal maka Papa akan ambil alih peranmu saat ini dan kau hanya wajib menuruti apa kata Papa saja".


Samir tersenyum saja melihat Papanya pergi, ia meminum minumannya dan menatap marah foto Andrean.


"Lihat, bagaimana kau bisa tetap berbulan madu di saat Ayahmu sekarat. Ingat Andrean, kali ini aku salah perhitungan, tapi tidak selanjutnya".


Samir membakar foto Andrean dengan korek api, lalu membuangnya pada kotak sampah. Ia bangkit dan bergegas ke markas menemui orang-orang suruhannya.


Satu jam terlewati ia sudah sampai dan memasuki sebuah gedung tua yang terlihat tak terpakai.


"Boss".


Sapa seseorang dengan menundukkan kepalanya.


"Bagaimana persiapannya?". Tanya Samir.


"Sejauh ini lancar tentang paket-paketnya". Jawab orang yang tadi menyapa Samir dengan sebutan Boss.


"Aku memiliki tugas lain, panggil yang lain".


Perintah Samir.


"Baik Boss".


Orang itu pun memanggil teman-temannya, dan kemudian berkumpul membentuk lingkaran dengan Samir menjadi pusatnya.


Samir mengeluarkan beberapa foto dan meletakkan itu di meja.


"Perhatikan dan kenali wajah orang-orang yang ada di foto ini. Lakukan eksekusi apa yang kuperintahkan secepatnya. Aku tak suka gagal makanya kalian pastikan semua berhasil".


Samir menjelaskan apa saja pekerjaan yang dimaksudnya.


"Baik Boss, siap laksanakan".


"Bagus, jangan membuat kepala kalian yang jadi korban si Zigo"


Zigo adalah singa piaraan Samir.


"Baik Boss".


Anggukan kepala anak buahnya membuat Samir tersenyum.

__ADS_1


##########


Malam hari Andrean mengajak Jasmine makan malam di sebuah restoran, tentunya dengan wartawan dan pengawalan yang ketat.


Suasana restoran sepi hanya mereka berdua saja, Jasmine tersenyum bahagia. Suasana romantis tercipta saat ia memasuki restoran.


Para pegawai memberikan bunga mawar hingga ia duduk, tulisan I love you dengan rangkaian bunga juga terpampang di sana.


Lilin-lilin yang menjadi penerang membentuk hati, dan satu rombongan band resto menyanyikan lagu-lagu romantis. Ia disambut dengan lagu romantis, dan sebuah buket bunga saat tiba di meja makan.


Andrean bernyanyi membawa Jasmine berdiri dan menari dengan gaya saling memeluk. Tangan Jasmine melingkar di leher Andrean, sedangkan tangan Andrean melingkar di pinggang Jasmine.


Dengan syahdu Andrean bernyanyi dengan menatap wajah sang istri.


Tak pernah terlintas di benakku


Saat pertama kita bertemu


Sesuatu yang indah tumbuh dalam gundah


Harum dan merekah


Tegar jiwamu hapus raguku


Memboncah di hati harapan dan suci


Menyatukan janji


Bunga-bunga cinta indah bersemi


Diantara harap pinta padanya


Tuhan tautkanlah cinta di hati


Berpadu indah dalam mihrab cinta


Tegar jiwamu hapus raguku


Memboncah di hati harapan dan suci


Menyatukan janji


Bunga-bunga cinta indah bersemi


Diantara harap pinta padanya


Tuhan tautkanlah cinta di hati


Berpadu indah dalam mihrab cinta


Tak pernah terlintas di benakku


Saat pertama kita bertemu


Sesuatu yang indah tumbuh dalam gundah


Harum dan merekah


Memboncah di hati


Harapan dan suci

__ADS_1


Dalam mihrab cinta


(Ost. Dalam Mihrab Cinta yang berjudul bunga-bunga cinta).


Setelah selesai Andrean mencium kening Jasmine dan berbisik di telinganya.


"I love you".


Jasmine tersenyum dan menatap wajah suaminya itu dengan penuh cinta.


"I love you too".


Keduanya saling menatap menyalurkan perasaan yang ada di hati masing-masing dengan sorotan mata.


Tangan Andrean menelusuri wajah Jasmine di mulai dari alis, mata, pipi, hidung hingga bibir Jasmine. Jasmine memejamkan mata menikmati sentuhan jari-jemari Andrean.


Andrean memeluk erat Jasmine, memejamkan matanya dan kemudian ia melepaskan pelukannya dan berlùtut menghadap pada Jasmine.


"Sayang, aku tau aku bukan pria sempurna, banyak sisi kekuranganku. Terlebih sebelum aku bertemu denganmu dan mengikat janji.


Sayang, laki-laki yang kini sedang berlutut di hadapanmu ini, adalah laki-laki yang tak pandai berbicara.


Ia hanya berusaha mengeluarkan kemampuan sebisanya, untuk melakukan dan menyalurkan rasa betapa aku mencintaimu.


Jika dunia tak mengirimkanmu padaku, mungkin saat ini aku masih tenggelam dalam duniaku. Tak pernah merasakan indah dan nikmatnya warna-warni dunia yang bernama cinta.


Hatiku selalu bergetar saat namamu di sebut, ingin selalu kurengkuh, kudekap dan tak ingin kulepas. Kaulah yang bertahta di hatiku, kau prmiliki jiwaku, dan dalam desahan nafasku namamu selalu mengikutinya.


Dulu aku tak layak dalam melamarmu, dulu aku memperlakukanmu dengan istimewa. Tapi seiring berjalannya waktu, kau mengubah hatiku dengan kekuatan cinta yang kau punya.


(Andrean mengeluarkan sebuah cincin permata yang bertuliskan nama mereka masing-masing).


Jasmine, permata hati dan ibu dari anak-anakku. Maukah kau menua bersamaku, melengkapi hidupku yang penuh dengan kekurangan.


Mengarungi samudra kehidupan bersama-sama, melewati ombak yang kencang, badai yang bisa jadi menghantam, angin ribut yang siap menerkam.


Karena hidup bersamaku takkan menjamin ketenangan seperti air danau, kesejukan bagai di hutan rimba. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa, selain hanya memiliki rasa cinta yang akan kupertaruhkan dengan nyawa.


Jasmine, berlianku yang paling berharga maukah kau menerima laki-laki ini yang hanya bermodal cinta?".


Jasmine terharu dan matanya berkaca-kaca, ia kemudian membangunkan Andrean yang sedang berlutut dan memeluknya erat.


"Aku sangat mencintaimu kak, sangat mencintaimu". Ucap Jasmine lalu jari jempolnya menelusuri lekukan bibir Andrean.


Gantian Andrean memejamkan mata menikmati sentuhan jari istrinya yang bermain di bibirnya. Sebelum ia merasakan benda kenyal lain yang mendarat dan bermain lembut di sana.


Cukup lama mereka saling bertautan, setelah di rasa cukup. Mereka saling tatap, Andrean meraih jari manis Jasmine dan memasangkan cincin, tak lupa ia mengecup punggung tangan Jasmine.


Lalu Jasmine meraih cincin yang lainnya dan memasangkannya pada Andrean, mencium hikmat punggung tangan suaminya dan Andrean mencium keningnya dengan tak kalah syahdu.


Keduanya saling melempar senyum kebahagiaan.


"Ayo kita makan, setelah ini kau punya tugas yang lain hehe".


Andrean mengerlingkan mata dan menjawil pipi istrinya, sebuah kode yang hanya Jasmine dan Andrean yang tahu.


Jasmine tersenyum dan mengangguk, lalu ia duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Andrean. Andrean kemudian menyuapi istrinya itu, tak banyak kata lagi karena sorot mata merekalah yang berbicara dalam diam dan ketenangan makan malam mereka.


##########


Alhamdulillah chapter 44 done

__ADS_1


__ADS_2