Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 30


__ADS_3

Andrean keluar kamar, di sana sudah menanti Clara, Sakti dan Shaina, makananpun sudah siap di meja.


"Mana Jasmine, apakah dia sudah sadar?". Tanya Sakti yang melihat Andrean sendirian.


"Sudah, aku panggil dulu sebentar". Andrean tersenyum dan kembali berbalik memanggil Jasmine. Tak lama mereka berdua gabung di meja makan.


"Jasmine kenalkan ini Kak Sakti, dia dokter sekaligus orang kepercayaannya Paman Jamil, ini Shaina putri satu-satunya Paman Jamil, ini Clara orang yang juga baru aku kenal kemarin dan juga seorang dokter. Mereka bertiga yang membantu dan menolongku untuk bisa bertemu denganmu". Terang Andrean disambut senyum hangat Jasmine.


"Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian, terima kasih kalian sudah mempertemukan kami".


Jasmine menyalami mereka satu persatu, dan mengucapkan terima kasih.


"Wah makanannya nikmat, maaf aku tak bisa membantumu tadi Kak Clara, Kak Shaina". Jasmine merasa tak enak.


"Tak usah memanggilku Kak, aku masih dua puluh tahun". Ucap Shaina ketus, membuat Jasmine mengeryit.


"Maaf aku tak tau, berarti usia kita sama dong, aku juga baru dua puluh tahun hehehe".


"Kau masih sangat muda dan cantik Nona Jasmine, wajar jika Andrean sangat menyukaimu".


Perkataan Clara membuat Shaina yang sedang minum tersedak, membuat semua yang di sana melihat ke arah Shaina.


"Kau tidak apa-apa, pelan-pelan saja minumnya". Sakti memberikan tisu pada Shaina membuat Clara memalingkan wajah.


"Oh maaf, panggil saja aku Jasmine Kak. Tak perlu sungkan".


"Ya sudah ayo kita makan, bukankah kita sudah kelaparan sejak semalam". Clara mengambilkan makanan di piring untuk Sakti, membuat Shaina yang kesal bertambah kesal. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, mengingat Clara kini berstatus kekasih Sakti.


"Kau tidak makan Shaina?".


Sakti melihat piring Shaina yang masih kosong, sedangkan yang lain sudah mulai makan.


"Entahlah, tiba-tiba aku kenyang".


"Apa perlu kuambilkan hemm". Tawar Sakti tapi Shaina segera menggeleng.


"Sampai kapan kita berada di sini?".

__ADS_1


Tanya Shaina, jujur Shaina merasa tak nyaman. Hatinya tak tau menuju arah siapa, Ia menyukai Andrean tapi ia sudah beristri, tapi ia juga kesal melihat Clara yang jelas-jelas menunjukkan sikap perhatiannya pada Sakti.


"Sampai keadaan kita pulih, dan memikirkan rencana selanjutnya". Ucap Clara tenang sambil memakan makananya.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kita tak bisa keluar dari sini?". Tanya Jasmine yang memang belum mengetahui apa-apa.


"Jasmine sayang, aku akan menceritakan padamu kenapa kita sampai berada di sini. Sekarang habiskan dulu makananmu ya".


Jasmine mengangguk, tak lama makan pagi mereka selesai. Jasmine, Clara dan Shaina membereskan meja itu. Jasmine di larang tapi ia tetap tak bisa di larang, ia membantu beres-beres bahkan mencuci piring.


"Aku tak menyangka menantu orang kaya bisa melakukan pekerjaan art".


"Kak Clara bisa saja, aku tidak dilahirkan kaya jadi ibuku mengajariku tentang pekerjaan rumah. Meskipun kaya aku rasa pekerjaan ini layak dipelajari agar kita tidak merendahkan pekerjaan orang lain".


"Oke semua sudah selesai, ayo kita kembali ke depan".


Meski Shaina kesal ia ikuti Clara dan Jasmine ke depan. Melihat ke tiganya sudah duduk, Andrean pun menceritakan pada Jasmine tentang kejadian setelah ia kecelakaan, permintaan Ayahnya pada Paman Jamil, alasan Shaina dan Sakti yang membantu dan terakhir Clara yang bercerita tentang adiknya.


Membuat semua melihat Jasmine yang terlihat syok dan menangis.


"Sudahlah tenang ya, sekarang yang kita fikirkan bagaimana kita hidup tenang, aman tanpa ada gangguan lagi dari siapapun oke".


"Lalu bagaimana rencana kalian, Shaina dan Sakti, apakah kalian akan kembali ke padepokan?". Tanya Clara.


"Aku akan menghubungi Paman Jamil meminta sarannya. Jika menurut Paman Jamil kami harus pulang, maka kami akan pulang. Tapi jika tidak kami akan terus maju bersama kalian".


"Kau Andrean bagaimana?". Tanya Sakti


"Saat ini yang kufikirkan adalah keselamatan Jasmine dan anak kami. Bagaimanapun sebentar lagi ia akan melahirkan, melawan Jadit, Samir dan Ayah Jared pada saat ini kurang bijak mengingat kekuatan yang kita miliki jauh dari mereka.


Kita perlu amunisi lebih dan strategi yang jitu jika ingin mengalahkan mereka. Lalu bagaimana menurutmu Clara, setidaknya kau sudah menggali informasi tentang mereka lebih lama dari kami. Apakah yang kau ingin lakukan ke depannya?".


"Jujur jika aku harus memilih, aku butuh kalian untuk melawan Jadit dan Samir. Untuk saat ini kita memang tak memiliki kekuatan, meskipun ada dengan mudah mereka akan menghancurkan kita.


Benar kata Andrean kita butuh amunisi dan strategi jitu jika ingin bertindak. Aku bersyukur sekarang setidaknya aku tidak sendirian untuk bertarung melawan mereka.


Tapi itu semua terserah pada kalian, apakah kalian tetap akan menjadi sekutuku atau tidak. Aku tidak memaksakannya, karena kutahu ini dendam pribadiku yang tak seharusnya melibatkan kalian".

__ADS_1


"Baiklah, kita telpon Ayah Jamil dulu".


Shaina pun menelpon Ayahnya itu dan tak lama telponnya diangkat oleh Ayahnya. Setelah menceritakan apa yang dialami oleh mereka, akhirnya Shaina meminta pendapat pada Ayahnya itu. Ia meloudspeaker suara hanphonenya agar semua mendengar dengan jelas pendapat Ayah Shaina.


"Baiklah, dengarkan baik-baik. Menurut Paman lebih baik Andrean, Jasmine kembali pada Tuan Jared. Musuh kalian yang nyata terlebih dulu adalah Tuan Jadit dan Samir.


Lepas dari prilaku dan sikap Tuan Jadit padamu Andrean di masa lalu, tapi ingat dia seorang Ayah yang ingin ada penerus di perusahaannya.


Jika mengetahui kau sembuh dan normal, tak menutup kemungkinan ia akan menyerahkan perusahaan padamu. Terlebih atas kejadian ini, Tuan Jadit dan Samir pasti akan terus memburu kalian.


Karena ini membuat Tuan Jared menuduh Tuan Jadit dan Samir dalam penculikan Jasmine. Paman yakin, Tuan Jared tak kan percaya jika bukan mereka pelakunya, mengingat apa yang sudah mereka lakukan selama ini.


Jika sesuai dengan prediksi Paman, setidaknya Andrean akan memiliki kekuasaan dan amunisi yang cukup berimbang untuk melawan Tuan Jadit cs.


Setidaknya keamanan Jasmine dan anak kalian lebih terjamin dari pada kalian bersembunyi seperti ini. Untuk Sakti dan Shaina bantulah Andrean, Paman tau ini tak mudah.


Tapi bagaimanapun Andrean butuh bantuan kita sekarang, Paman akan segera menemui Tuan Jared jika kalian setuju usul Paman. Untuk Clara, ia juga bisa menuntaskan misinya bersama kalian.


Jika kalian teguh dan tidak saling egois, saling percaya serta support dalam sebuah team. Maka kalian akan menjadi team yang tangguh, Tuan Jadit dan Samir pasti bisa dikalahkan.


Sehebat apapun kekuasaan, sebanyak apapun kekayaan jika didapatkan dengan cara yang tidak benar maka akan runtuh juga. Segala sesuatu yang diambil dari yang haram, hanya akan menghasilkan kehancuran baik cepat ataupun lambat".


#######


Alhamdulillah chapter 30 done


Tolong tinggalkan jejak dong..


Votee, komen, like, poin atau rate lima...


Share and follow lesta lestari


Mampir juga di karyaku yang lain ya...


ARINDRA


CATATAN HATI SEORANG ISTRI

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2