Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 36


__ADS_3

Di balkon kamar, Andrean memeluk Jasmine dari belakang, lalu ia berbisik di telinga istrinya itu.


"I love you my wife, kamu cantik sekali sayang"


"Apakah kau baru menyadarinya?". Ucap Jasmine pura-pura cemberut.


"Tidak, taukah kau aku selalu memandangimu saat kau tertidur".


"Oh ya, kau mengagumiku?".


"Hemm, rasanya berjuta kata cinta yang kuucapkan takkan cukup mewakilikiku betapa aku sangat bahagia memilikimu".


"Aku butuh bukti cintamu sayang, bukan hanya sekedar kata cinta. Tapi kau sudah membuktikannya dan aku takkan meragukannya".


"Aku akan selalu buktikan jika cintaku begitu luas, meskipun takkan pernah sempurna".


Jasmine berbalik menatap suaminya, ke dua tangannya ia rangkulkan pada leher suaminya.


"Terima kasih sayang, kau juga sangat tampan, hadirmu membuat hidupku semakin bermakna dan bergairah" Bisik Jasmine manja lalu menidurkan kepalanya di dada bidang suaminya dan memeluknya erat.


Mereka bersantai setelah baru selesai pesta pengangkatan Andrean menjadi seorang CEO Jared Group.


"Terima kasih mau mendampingiku sejauh ini, aku tak pernah tau jika kau tak pernah hadir dalam hidupku, aku pasti masih terkurung dalam ruang gelap duniaku". Andrean mencium kening Jasmine.


"Aku tak pernah menarikmu sayang, tapi kau yang menarikku untuk bertahan di sisimu. Terima kasih, sudah memberi cinta di hatiku".


"Kau yang memberi untaian benang dalam hidupku, menyambungkannya dengan cinta, kau bagai tinta yang melarutkan cinta dalam luasnya samudra, sehingga cintamu menyebar dan meluas dalam diriku. Cintamu takkan mampu kubalas meski dengan nyawa".


"Kau hanya perlu membalas cintaku dengan cinta Kak, aku tak perlu yang lain. Aku dan buah cinta kita membutuhkanmu untuk mengarungi kehidupan ini".


Andrean melepas pelukan Jasmine dan menundukkan dirinya ke perut Jasmine yang semakin membuncit. Ia buka ikatan piyama tidur itu, dan menempelkan bibir dan wajahnya ke perut istrinya.


"Nak, ingatlah ayahmu bukan ayah yang terbaik di dunia ini, tapi Ayahmu selalu akan berusaha menjadi Ayah terbaik untukmu. Katakan pada Ibumu, jika Ayahmu ini ingin selalu memanjakannya, membuatnya tertawa dan bahagia selalu".


Andrean menciumi perut Jasmine membuat Jasmine memdesis.


"Kak, jangan menggodaku". Ucap Jasmine saat tau tangan suaminya mulai menelusuri permukaan kulit perutnya.


Andrean tersenyum dan bangkit, menggendong Jasmine dan mendudukannya di sofa.


"Kak..."


"Hemm".


"Kak...".


"Hemm".


Mereka saling berpandangan dan tertawa bersama. Andrean lalu membawa Jasmine ke dalam pangkuannya dan memeluknya erat.


"Kau tau puisi tentang cinta?".


"Iya, apakah kakak ingin membacakan atau membuatkan puisi cinta untukku".


"Apakah kau menyukainya?".


"Jika kau yang melakukannya hatiku pasti berbunga".


Ucap Jasmine dengan mata berbinar, berharap suaminya itu membacakan atau membuatkan puisi untuknya, karena dia memang orang yang kuliah di jurusan sastra dan menyukai puisi.


"Aku tak menyangka kau menyukai puisi, bukankah wanita sekarang lebih suka diberi berlian daripada puisi?".


"Aku sangat menyukai puisi kak, tapi jika diberi berlianpun aku tak menolak hehee".

__ADS_1


Andrean mencubit hidung istrinya gemas "Kau serakah".


"Tidak, aku kan tidak meminta". Jasmine membela diri dengan mengerucutkan bibirnya tidak terima.


Andrean yang melihat itu tak bisa menahannya, ia raih tengkuk istrinya dan membawa dua benda kenyal itu beradu.


Nafas terengah-engah barulah Andrean melepaskannya, wajah merah merona Jasmine terlihat. Ia baru kali ini Andrean agresif padanya, biasanya selalu Jasmine yang memulainya.


"Kau mau hehe?".


Jasmine menyembuyikan wajahnya di pundak suaminya.


"Tidak perlu ditanya kak".


"Bukankah biasanya kau yang duluan, tapi kenapa sekarang malah malu hehe".


"Tidak perlu dibahas kak, please". Ucap Jasmine memohon dengan nada manja membuat Andrean tertawa.


"Tidak perlu malu, aku sangat senang dengan semua yang ada padamu".


"Benarkah?". Jasmine menatap wajah suaminya.


"Iya sayang".


"Lalu kapan kau mau membuatkan puisi untukku".


"Kau masih ingat saja ternyata".


"Ya karena aku ingin tau Andrean yang dingin, kaku, pemarah ini bisa romantis atau tidak"..


"Kau mengataiku sayang, sekaligus menantangku hemm". Andrean menggelitik Jasmine membuatnya tertawa.


"Hehe ampun kak, ampun nanti aku jatuh".


"Kau hanya akan jatuh dalam pelukanku".


"Jemuran".


"Ihhh kok jemuran sih".


"Haha jangan cemberut begini, nanti dilahap lagi mau?".


"Hiii hii terserah aja itu mah".


"Dasar maunya". Andrean menjawil hidung Jasmine dan mendudukkan Jasmine di sampingnya. Menarik kepalanya dan membawa ke dadanya.


"Dengarlah, karena aku tidak akan mengulai kedua kalinya".


Jasmine mengangguk, tangan Andrean membelai kepala istrinya dan kemudian mereka saling menatap.


"Puisi ini kuberi judul Cinta Dalam Gelap, karena kau yang membawaku dari ruang gelap duniaku dengan cintamu yang penuh dengan warna.


Duniaku dulu tak sama dengan dunia lainnya


Aku terkungkung dalam sebuah trauma


Terkurung dalam ruang gelap hampa


Ketakutan akan datangnya sebuah sinar


Ketakutakan akan kebisingan suara-suara yang tak kukenal


Aku terasing di dunia gelap yang kuciptakan sendiri, hingga sesuatu menyentak jiwaku. Perlahan tapi pasti suaranya yang manja dan bising awalnya membuatku muak, nadanya yang sepèrti orang yang mengejek membuatku marah.

__ADS_1


Kulakukan banyak hal untuk membuatnya menyerah, melukai fisik dan hatinya tapi ia wanita keras kepala yang aku kenal.


Saat orang lain mengatakan aku gila


Kau berkata aku orang istimewa


Saat orang lain mengasingkanku


Kau malah datang mendekatiku


Kau bawa aku perlahan menjauhi duniaku


Caramu mengenalkanku pada dunia baru


membuatku tak mampu untuk menolaknya.


Kau tertawa saat melihatku tenggelam bahkan hampir menuju kematian


Tapi kemudian kau selamatkan lalu dengan tangisan bahagia kau ciumimu seluruh wajahku membuatku tersadar saat itu


Jika aku telah membuka mataku dan berhadapan dengan wajah cantikmu.


Saat itu yang ku tahu, hatiku tak lagi berdetak secara normal.


Wajahku memanas, suhu tubuhku naik saat berdekatan denganmu. Seolah kau mengaliri tubuhku dengan ribuan volt listrik yang mengalir kuat dalam ruang-ruang otot tubuhku.


Saat diammu, kurasakan rindu suaramu


Suara manja dan memintamu padaku bagaikan madu yang kureguk manisnya tanpa mau kulewatkan setetespun.


Kau bawa rindu saat ketiadaanmu


Batinku tersiksa saat tau harum tubuhmu tak mampu ku baui.


Ruang gelap yang menyelimutiku kau sanggup bongkar dengan ruang cinta penuh gelora. Kau tuangkan cinta dalam dunia gelapku dan membawaku larut dalam duniamu.


Kau kini adalah pusatku, muaraku dan irama dalam langkah hidupku. Syair cinta yang kau nyanyikan tak mampu kulewatkan sedetikpun, suaramu bagai lirik dawai nafasku, tingkahmu adalah detak jantungku.


Hembusan nafasmu ini adalah nada indah yang tak pernah ingin kulewatkan di setiap malamnya. Wangi tubuhmu bagai aromaterapi yang selalu ingin kuhirup.


Dulu kau mampu membuatku jatuh cinta meski tanpa melihat tubuh dan rupa. Tapi kini saat kau mampu membuat mataku terbuka, mataku ini tak ingin berkedip memandang wajah indah ini.


Kau berhasil dalam mengikatku dengan ikatan yang sangat erat dengan hadirnya di sini buah cinta dan tulusmu. Jasmineku, ijinkan aku mulai saat ini menjadi menjadikanmu cinta pertama dan terakhirku. I love you".


Jasmine terharu, ia menitikkan air mata bahagia. Andrean tak berusaha menghapus itu, tapi ia menciumi ke dua mata istrinya itu dengan perasaan yang dalam.


"Terima kasih kak, aku juga sangat mencintaimu". Jasmine memeluk Andrean dengan erat.


"Jasmineku...". Andrean memanggil Jasmine dengan berbisik.


"Ya suamiku"


"Kan kubawa surga di setiap malam-malam kita".


Andrean langsung mengangkat tubuh Jasmine dan membaringkannya di kasur, Jasmine tersenyum mengerti lalu ia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Jangan menggodaku Jasmine, aku sudah menahannya sejak tadi".


Andrean menarik selimut itu dan membawa Jasmine mengarungi malam dengan surga dunia yang mereka berdua ciptakan.


########


Alhamdulillah chapter 36 done

__ADS_1


Like, komen, vote ya guys...


maaf baru upπŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2