Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 39


__ADS_3

Paman Jamil datang ke kantor bersama Shaina, sedangkan Clara menemani Jasmine.


"Kalian sudah membaca surat kabar?".


"Kami sedang membicarakannya Paman". Ujar Andrean.


"Tuan Jadit dan Samir sudah bergerak, mereka tetap menjadikanmu sasaran Andrean".


"Aku sudah menduganya".


"Lalu apa yang Kak Drean akan lakukan?".


"Sementara ini aku hanya akan melihat seberapa jauh pengaruhnya ke perusahaan".


"Jadi Kakak belum memiliki rencana apa-apa".


"Belum Shaina, aku tau mereka pasti cepat atau lambat akan mengangkat masalah ini ke permukaan".


"Lalu menurutmu rencana bulan madumu akan ditunda?". Tanya Paman Jamil.


"Tidak Paman, aku sudah membicarakan ini dengan Ayah Jared dan Ayah Dito. Sementara ini kita hanya akan membiarkannya, harga saham memang turun akibat pemberitaan ini. Tapi acara bulan maduku akan mengalahkan pemberitaan ini".


"Jadi rencana bulan madumu untuk menangkal berita ini?". Tanya Shaina.


"Iya Shaina, jika mereka memberitakan tentang Andrean yang gila maka kita buat pemberitaan sebaliknya. Bulan madu romantis biasanya akan mengalahkan berita negatif". Ujar Sakti.


"Syukurlah, Paman kira kau hanya memikirkan kesenanganmu saja".


"Tidak Paman, aku pastikan meski sedang berbulan madu akupun tetap akan memantau perusahaan dan pergerakan Samir serta Papanya.


Dengan berbulan madu, aku memancing Samir untuk bergerak masuk dalam jebakan kita. Menurut Jasmine, Samir menyukai dan sangat terobsesi padanya dan pastinya dia akan marah melihat kemesraan kami yang akan memenuhi media infotainment".


"Berita tentangmu yang menjadi pewaris Jared group masih hangat, kau benar-benar memanfaatkan ketenaranmu Andrean sekarang".


Andrean tersenyum "Aku hanya ingin menyeret mereka ke jalur hukum dengan cara yang benar. Aku tak ingin ada korban-korban lagi akibat kekejaman mereka".


"Baiklah kalau begitu, kita akan mempersiapkan rencana bulan madumu agar romantis dan berkesan. Oh ya kemana kalian akan pergi bulan madu?". Tanya Paman Jamil.


"Kami hanya akan ke Bali Paman, kan sudah ku katakan jika kami takkan jauh-jauh mengingat Jasmine yang sudah hamil enam bulan".


"Pengawalan dan pengamanan sudah siap Guru, tenang saja anak kesayanganmu ini akan kami jaga dengan sangat baik hehe". Ujar Sakti.


"Ya baiklah, Paman fikir kau akan ke Eropa atau ke timur tengah".


"Lain kali saja jika Shaina yang menikah, akan kupastikan dia bulan madu ke Eropa hehe".


"Sombong sekali kau Kak Andrean".


"Aku sekarang ini Kakakmu Shaina ingat itu". Ujar Andrean tersenyum dan Shaina hanya diam dan mengangguk.


"Bagaimana dengan para pemegang saham?".


"Guru tenang saja, para pemegang saham sebelumnya sudah diberi tahu oleh Tuan Jared dan Tuan Dito, mengenai masa lalu Andrean jadi mereka tak masalah selama tidak berpengaruh pada perusahaan".

__ADS_1


"Kalau begitu Paman permisi dulu, Shaina apakah akan ikut Ayah atau tetap di sini?".


"Shaina akan pulang saja Yah, menemani Kak Clara dan Jasmine".


"Baiklah, ayo".


"Hati-hati Paman, Shaina".


Paman dan Shaina pergi, Sakti dan Andrean sedang segera memeriksa laporan dari anak buah mereka.


"Aku tak menyangka jika kita akan berhadapan dengan mafia".


"Kau benar Dre, kita harus banyak mengumpulkan bukti-bukti pertarungan ini jelas takkan mudah".


"Lihatlah, pasokan narkoba di bawah jaringan mereka tak main-main. Terlalu banyak orang yang bermain-main di negara ini dengan hukum. Sang penguasa rimba jelas mencengkram erat bagai lintah yang terus menghisap".


"Kita takkan membiarkannya, kita harus menghentikannya Dre, sebelum mereka semakin kuat dan merajalela".


"Aku takut Ayah juga terlibat dalam hal ini. Mereka berdua adalah penguasa pengusaha di negara ini".


"Aku tidak tau jika itu, apakah aku perlu menyelidikinya?".


"Ya aku rasa kita juga harus menyelidikinya, tapi jangan sampai Paman Jamil, Ayah dito dan orang-orangnya mengetahui ini. Lakukan saja secara rahasia dan mandiri, cukup hanya kita berdua yang tau tidak dengan yang lainnya".


"Baiklah, aku akan segera mencari orang-orang yang tepat".


"Oh ya mengenai villa apakah kau sudah mengirimkan orang-orang untuk melakukan pengamanan di sana?".


"Bagus, kita sudah siapkan rencana tiga rencana, aku harap Samir kali ini bisa terpancing meski tidak mudah".


############


Samir dan Tuan Jadit tersenyum melihat pemberitaan media masa yang heboh memberitakan Andrean yang gila.


Vidio-vidio Andrean yang bertingkah laku seperti anak kecil menjadi pemberitaan hangat. Harga Saham perusahaan Jared group pun turun, mereka yakin para pemegang saham di Jared Group akan gelisah.


"Lihatlah, bahkan baru beberapa jam kita melemparkan berita itu, harga saham mereka turun. Dan kita lihat apa yang akan mereka lakukan setelah ini".


"Kau benar-benar anak Papa Samir haha, Jared takkan selamanya kau akan menang".


"Bagaimana kalau kita berpesta Papa, seperti biasa?".


"Tidak Samir, aku ingin pesta dengan Clara dan Shaina dan menjadikan mereka sebagai budakku haha".


"Dan kujadikan Sakti, Andrean jadi makanan piaraan kita bukankah begitu Papa".


"Benar Samir, selanjutnya Jared, Dito serta istrinya dan Jamil mereka akan mendekam selamanya jadi penghuni setia tahanan bawah tanah kita".


"Baiklah Papa, aku akan pesta dulu sambil menunggu apa yang mereka lakukan".


########


Sedangkan Jasmine begitu bahagia mempersiapkan bulan madunya. Ia tak pernah menyangka jika akan sampai di tahap ini, meski terlambat tapi tak melunturkan senyum manis yang menghiasi bibirnya.

__ADS_1


Saat ini, ia sedang menanti Andrean, Shaina dan Clara menyusul Andrean dan Sakti untuk mengerjakan rencana menghadapi Samir dan Jadit. Tak lama, pukul delapan malam orang yang ditunggunya pulang.


"Segitu rindukan kau padaku sayang, hingga pelukanmu begitu erat hemm".


"Aku sudah menunggumu sejak aku terbangun, aku mengerjakan apa yang bisa aku kerjakan untuk menghilangkan kebosananku".


"Kau tidak boleh lelah sayang, hanya aku yang boleh membuatmu lelah".


"Sudah mandi sana, apakah kakak sudah makan?".


"Aku sudah makan sayang, tinggal memakanmu saja yang belum".


"Kakak sekarang ya, tidak ingat jika sekarang sedang hamil hemm".


"Haha kau semakin seksi dan bersinar dengan perut besarmu itu".


"Kak, bagaimana dengan berita mengenai Kakak, apakah tidak apa-apa?".


Andrean yang sudah sampai di pintu kamar mandi berbalik dan mencium kening Jasmine.


"Tenang saja, semua akan baik-baik saja percayalah".


"Lalu kemana kita akan bulan madu?".


"Itu surprise sayang, nanti kau juga akan tau".


"Ya sudah mandilah, yang wangi aku tungu ya". Jasmine mengedipkan mata genitnya membuat Andrean tersenyum bahagia.


"Siap".


Andrean pun mandi dan tak lama ia sudah memakai handuk kimono mandinya.


"Pakailah ini Kak".


"Kau suka sekali warna biru".


"Karena biru menenangkanku Kak".


"Jika warna biru menenangkanmu, maka hadirmu menentramkan jiwaku".


Andrean membawa Jasmine dalam pelukannya.


"Relung kalbuku selalu berdesir saat namamu disebut, desiran itu menghasilkan getaran yang tak berhenti sebelum kau menyambut.


Jasmineku, akan kujaga dirimu dan takkan kubiarkan siapapun untuk memisahkan kita lagi. I love you".


Andrean mengeluarkan kalung berlian dan memberikannya pada Jasmine. Mata Jasmine berkaca-kaca dan ia mencium pipi Andrean.


"Terima kasih sayang, i love you to".


###########


Alhamdulilah chapter 39 done

__ADS_1


__ADS_2