
" biar aku sendiri saja kak, lagipula papa sudah mengirimkan mobil milikku. "
dikamar mereka , mereka berdua sedang berdebat karena rendra kekeh ingin dirlara diantar olehnya dan juga sopir.
" kakak tau kau pandai menyetir. tapi kakak tidak tenang jika tidak memastikan kau sampai dengan selamat di kampus. "
" kalau begitu aku akan mengirimkan pesan jika sudah sampai nanti. " kata dirlara yang keukeh ingin pergi sendirian.
" Janji dulu " pinta rendra.
" iya janji " dia menyatukan jari kelingking mereka berdua, tanpa diduga rendra memeluknya.
" kak aku harus pergi " kata dirlara.
" huft yasudah pergilah tapi pulang cepat ya "
" iya "
barulah rendra melepaskan dirlara, tapi tiba-tiba ia merasa sakit diperutnya hingga ia harus menahannya dan terduduk di ranjang.
" shhh " desisnya menahan kesakitan.
***
sesampainya dikampus dirlara disambut oleh teman-temannya, dia langsung berbaur dan merasa senang ketika bersama mereka.
tidak banyak hanya ada 4 orang teman dekatnya tiga pria dan satu wanita termasuk Farel didalamnya.
" dirlara kau masuk ? kata papamu izin selama seminggu. " tanya farel.
" tidak sangka kalau urusan papa bisa selesai dengan cepat jadi bisa pulang sekarang. " jawabnya.
" hmm baguslah, kami latihan tanpamu seperti sayur kurang garam. mana kakak mu ini kalau tidak ada dirimu tidak mau latihan. "
" hei marshel jangan sembarangan ya, kau ini kalau ngomong selalu jujur. "
( dia seperti kembar namun tak sama mereka sepupu yaitu marshel dan Mishel, kalau marshel suka berkata apa adanya sedangkan mishel banyak bercanda )
dirlara hanya tersenyum kecil " Dirlara kau sudah sarapan ? jika belum mari kita makan dulu sebelum kelas dimulai " ajak Farel.
" terima kasih tawarannya kak, tapi tadi sudah sarapan "
" hei ! hei lihat di pemberitahuan learning katanya dosen kita tidak masuk hari ini anaknya sedang dirumah sakit, wah tidak jadi ujian dong " kata micheal bersemangat.
" yah padahal semalem jihan sudah belajar "
" kau belajar ?" tanya micheal.
" ya "
" tidak percaya aku "
" kak marshel lihat kak mishel " adu jihan.
farel dan dirlara hanya tersenyum melihat ketiganya " Dirlara ! basket yuk ! " ajak seorang wanita dari jauh.
dirlara mengangukkan kepalanya " iya ! " dia suka sekali bermain basket.
" kau mau main ?" tanya farel.
" iya kak aku ganti baju dulu, sini tas nya kakak yang jaga. "
dirlara memberikannya lalu ia menuju keruang ganti untuk mengganti pakaian.
dilapangan basket itu teman-temannya menonton, dirlara datang dari arah barat dengan baju basket berwarna kuning.
__ADS_1
" Dirlara ! dirlara ! dirlara ! " teriak penonton
dirlara tersenyum ke arah teman-temannya, michel memberikannya acungan jempol sedangkan yang lain bertepuk tangan.
kemudian acaranya dimulai dia mengejar basket lalu setelah dapat mendribble nya lalu menguntalkannya kedalam ring.
" huuu " semuanya bersorak saat ia berhasil memasukkan bola basket diawal pertandingan.
lagi-lagi ia mengerjar boleh hingga ia bermain dengan senangnya dan tak terasa ia telah memasukkan bola sebanyak 13 kali , berbanding terbalik dengan lawannya yang berhasil memasukkan bola sebanyak 9 kali.
namun permainan belum berakhir sampai sekarang posisinya sama yaitu 15 : 15 , dan babak terkahir ini yang akan menentukan siapa pemenanganya.
" dirlara ! semangat ! " teriak farel.
dirlara berusaha mendapatkan bola dan setelah mendapatkannya ia menguntalkan bola itu lagi dan akhirnya masuk , dia berhasil memenangkan pertandingan ini.
senyumannya sangat candu dibalik wajah cueknya saat tersenyum membuat siapapun meleleh. kini permainan telah berkahir tapi , seseorang datang begitu saja kedalam area lapangan basket dengan pakaian pasukan khususnya.
semua orang tercengang karena sebelumnya tak pernah ada anggota pasukan yang masuk kedalam kampus.
Namun ternyata pria itu tak lain adalah Aadinata yang baru kembali dari Tempatnya bekerja. dia masih memakai pakaian anggota pasukan khusus lengkap dengan atribut dan tasnya.
saking asyiknya bicara pada temannya dirlara tidak menyadari kehadiran sang pujaan hati, " dir lihat " kata temannnya , hingga dirlara berbalik arah dan betapa terkejutnya ia melihat Aadinata sudah ada di hadapannya.
" sayang " kata Aadinata seraya tersenyum
semuanya melongo mendengar Aadinata memanggil dirlara dengan sebutan sayang.
farel yang tadinya bersemangat kini melepaskan tas yang ia pegang itu , marsel dan micheal yang ada disebelahnya mengelus bahunya.
Aadinata memeluk dirlara ditengah lapangan itu " aku merindukanmu sayang " ucapnya.
" Nata " gumam dirlara.
Aadinata melepaskan pelukannya, ia menatap semua teman-teman dirlara yang ada di lapangan itu.
dirlara tidak bisa berkata apapun lagi, dia seperti dibius oleh keberanian nata yang langsung berkata seperti itu.
***
Rendra melihat dengan jelas apa yang terjadi di kampus itu sekarang, bagaimana dia bisa tidak tau karena kemanapun dirlara pergi seseorang selalu mengikutinya.
dia telah mempekerjakan beberapa orang untuk mengawasi dirlara.
" Aku mau lihat setelah orang tuanya menentang hubungan kalian, apakah kau masih ingin dekat dengannya. " batin rendra.
***
" Nata apa yang kau lakukan disini ?" guman dirlara.
" Aku sudah kembali sayang, dan kau tau aku akan Libur selama 4 bulan tapi setelah itu aku harus dinas di perbatasan selama 12 bulan. "
" kita bisa bertemu setiap hari " sambungnya.
" kenapa wajahmu seperti tidak suka aku pulang ?" tanya nata.
"ah tidak bukan begitu, aku ... aku hanya terkejut tapi senang. " jawab dirlara yang menutupi kebingungannya.
Nata tersenyum lalu kembali memeluk dirlara " Keluar sebentar yuk " ajaknya.
dirlara melepaskan rangkulan tangan nata
" aku masih ada acara, bisa kita bertemu nanti ?"
" Yasudah aku tunggu di mobil ya "
dirlara mengangukkan kepalanya, dia berbalik menatap kearah teman-temannya yang masih berdiri disana. dia langkahkan kakinya kesana meninggalkan Nata sendirian.
__ADS_1
**Aadinata, aku begitu mencintaimu. tapi rasanya takdir tidak akan mempertemukan kita. aku berusaha untuk mencari jalan agar kita bisa bersama, setelah aku menemukannya kembali ada batu besar yang menghalanginya hingga aku sendiri tak mampu menyingkirkannya.
aku juga sudah menghianatimu, jika ini terjadi tidak ada yang harus disalahkan kecuali aku sendiri. secara tidak langsung inilah balasan untukku.
kita adalah sepasang rasa diwaktu yang salah**.
~ VO Dirlara
...
" tasmu " kata jihan memberikannya kepada dirlara.
" aku duluan " kata dirlara tapi langsung dicegah oleh farel.
" Kita latihan di luar jam 6 nanti. "
" baik kak "
Dirlara hanya pergi begitu saja membuat temannya menatap curiga kepadanya.
setelah mengganti pakaiannya dirlara menuju keluar kampus dia langsung masuk kedalam mobil Aadinata.
cup
Aadinata mencium pipi dirlara " aku merindukanmu sayang " katanya memeluk dirlara dengan erat.
" Nata "
" hmm " katanya masih memeluk dirlara.
" Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan. "
" Apa sayang ?" tanyanya menyibakkan rambut dirlara.
" Kau sudah pulang kerumahmu ? menemuimu ibumu ?" tanya dirlara.
" belum, setelah dari bandara aku langsung kemari. "
" oh begitu "
" kenapa ?"
dirlara menggelengkan kepalanya " hei kenapa kau kurus sekali, kau tidak makan dengan benar ya " tanya dirlara memandang wajah Nata.
" bagaimana bisa makan dengan baik saat aku terus memikirkan kekasihku disini, apakah dia baik-baik saja ? atau apakah dia punya masalah ? aku selalu memikirkan semua itu. "
dirlara tak kuasa untuk memeluk Aadinata, dia tidak bisa melepaskan pria seperti ini jika terus nata bersikap baik padanya.
" sayang kau menangis ?" tanya Nata.
dirlara menggelengkan kepalanya " Lalu kenapa tiba-tiba seperti ini ? ingin dimanja oleh pacar ? andai saja kita bisa menikah sekarang maka akan senangnya diriku membawa mu kemanapun aku pergi dan kita akan melahirkan anak-anak yang lucu. "
" Kau berpikir terlalu jauh " kata dirlara.
" hmm jauh ? tidak sayang kan jika kita menikah kita pasti punya anak, yang satu mirip denganku dan yang satu mirip denganmu. "
dirlara hampir tertawa mendengarnya " Aku mencintaimu " kata dirlara.
Aadinata menatap dirlara lekat, wajah mereka sangat dekat dan entah kenapa ia mendapati dirinya yang berbeda dan ingin lebih dekat dengan dirlara.
wajahnya ia dekatkan dengan dirlara, sepertinya dirlara pun akan terhanyut dalam keadaan ini. tapi saat ia memejamkan mata ia melihat bayangan rendra dihadapannya.
" tidak " teriaknya yang membuat Aadinata terkejut.
ini salah dirlara, ini bukan dirimu. kau harus tetap menjaga dirimu.
" sayang kau menolakku ?"
__ADS_1
" maaf aku harus pergi sekarang" dirlara keluar dari dalam mobil dan berlarian kearah dalam kampus.