Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Makan Malam Sahabat


__ADS_3

kakak beradik itu memasuki rumah dan langsung disambut oleh kedua pelayan itu yang mengambil tas mereka.


" papa dimana bi ?" tanya vano.


" belakang tuan muda "


" kesana sebentar " ujar dirlara.


" iyalah seperti biasa menampakkan diri, siapa tau dikasih tambahan uang jajan. "


" Kamu lama sekali menjemput tadi, memang harus seharian menjenguk orang sakit. "


" yeh kenapa memang nya, aku suka dengan kak rendra dia handal bermain game. "


" Game terus belajar tau ! "


" Pacaran terus ! "


oceh mereka berdua sepanjang jalan , sepertinya dari tadi mereka berjalan tapi tidak juga sampai.


" Ada salam dari kak rendra " kata vano.


" iya "


" iya doang ? "


" memang harus apa ?"


" Ya telpon lah katakan apa saja, begitu saja tidak tau. " ketus vano.


dihadapannya mereka berdua melihat papanya yang sedang menatap keluar arah barat dengan serius, matahari mulai menenggelamkan sinar nya membuat langit terlihat indah.


" papa kesepian kan kak , jika saja mama masih ada papa pasti sedang duduk disana sambil ditemani mama minum teh. " ujar vano yang membayangkan mamanya.


" Mama sudah tidak ada jangan membayangkan hal yang tidak mungkin. "


" ya kakak benar, serasa makin sakit jika berandai-andai. "balasnya seraya mengangukkan kepalanya.


" papa " panggil dirlara lembut.


lalu papanya menoleh, dan tersenyum kepada kedua anaknya.


" sudah pulang kalian ?" tanya hasan.


" iya pa " jawab keduanya.


" vano ... besok minta antar kakak mu ke dealer mobil dan belilah apa yang kau suka. motormu rusak katanya lama jika harus diperbaiki. "


" waw ! aku mau motor pa tidak mau mobil, kan mobil bisa pinjam pada kakak. "


" Kalau begitu belilah mobil dan motor dan kakak belilah mobil yang juga kau sukai. "


" iya pa " jawab dirlara.


mereka berdua sudah terbiasa seperti ini, dimana jika salah satunya diberikan sesuatu maka yang lain juga harus dibelikan.


" Tapi besok malam kita ada undangan makan malam dirumah paman Hartono. jangan lupakan itu ya "


" iya pa " jawab keduanya bersamaan.


***


keesokan paginya


hari ini dirlara tidak kekampus, dia akan menjemput vano kesekolah untuk segera mengantarnya ke perusahaan mobil dan motor.


mobil mewahnya memasuki halaman sekolah termahal dijakarta itu, dia berdandan biasa saja tapi semuanya memperhatikannya.


dia hanya menungu didalam mobil karena tidak ada penutup mobil semuanya melihatnya. " let's go "


vano masuk begitu saja hingga dirlara langsung memundurkan mobilnya dan bergegas keluar dari sekolah.


" kakak mau beli mobil apa ?" tanya vano memainkan ponselnya mencari motor terbaru.


" entahlah kakak tidak ingin mobil. " jawabnya.


" lalu apa ?"


" menunggu papa merestui hubunganmu dan tentara itu ? hahhah jangan bermimpi kak. aku beri saran ya kak . tidak apa kakak berpacaran dengan nya tapi menikahlah dengan yang lain. "


" kau tidak waras " kata dirlara.


" hahaha "


tidak lama kemudian keduanya sampai di penjualan motor, karena vano suka motor maka ia lebih memilih motor ketimbang mobil.


vano terlihat memilih-milih motor yang akan ia beli, sampai ia membeli motor keluaran terbaru yang paling mahal.


" bayar kak " katanya

__ADS_1


Dirlara mengeluarkan dompetnya dan memberikannya kartu kredit miliknya.


" Terima kasih nona, tuan " ucap pelayan tersebut.


" antarkan ke alamat tersebut ya, " ujar vano.


" baik tuan "


malam harinya


dikediaman maqda papa dan juga vano terlihat membanggakan dirinya masing-masing keduanya sangat cocok perihal berpakian seleranya pasti bagus.


" hu lama sekali kakak kalau berdandan. dia sudah cantik tidak perlu memakai apapun " katanya.


" Biasa kan pria itu tugasnya menunggu wanita berdandan. giliran ditinggal marah " saut hasan.


" cie papa pernah ngalamin kan ?" godanya.


" ah pasti apalagi mama mu, tapi papa suka setelah keluar kamar ia terlihat cantik. "


" Seperti siapa pa ? mirip aku ya "


" tidak lah seperti kakakmu, kamu mirip papa. "


" tua dong "


" ha begitu , sini " ancam hasan


" hehehe bercanda pa. serius sekali. "


pelayan yang menunggu dibawah tangga itu memberikan sapu tangan kepada dirlara yang baru turun dari kamarnya ia cantik menggunakan dress putih selutut dan rambut yang ia urai dengan curlyan dibawahnya.



" siap sayang ?" tanya papanya.


" iya pa " jawabnya.


akhirnya mereka bertiga pergi menggunakan satu mobil dan dibawakan oleh vano. dan tak butuh waktu lama mobilnya telah memasuki perkarangan rumah sahabat papanya itu.


drttt...drrtt


" Aadinata Calling 💞 "


dirlara hanya bisa menatapnya dia tidak mungkin menjawab nya karena masih ada papanya.


" pa "


" iya "


" yasudah nanti menyusul saja. ".


" iya pa " setelah memastikan papa dan vano masuk barulah ia menjawab telpon dari kekasihnya.


📱 " halo sayang, kenapa lama menjawabnya ? "


sementara itu keluarga Brimantara sangat senang menyambut keluarga maqda, namun mata rendra tak bisa bohong dia terus mencari sosok wanita pujaannya.


" iya akhirnya setelah beberapa saat ada waktu juga untuk makan malam begini " ujar hartono pada hasan.


" ya begitulah. untung saja anak-anak bisa menemani " saut hasan.


" Tapi ... dimana dirlara ? apa dia tidak ikut ?" tanya hana yang tau apa yang sedang dicari oleh anaknya.


" dia ada didepan katanya ada telpon. " jawab hasan.


rendra terlihat senang dan ia berjalan menuju ke depan rumah tapi baru saja ia melangkah dirlara pun masuk dan hampir bertabrakan tubuh keduanya.


mata rendra menatap lembut dirlara dengan senyuman manisnya.


" Apa kabarmu dirlara ?" tanya Rendra.


" Baik kak " jawabnya singkat.


Ini dia gadis ku, matanya besar dan hidung mancung dan juga lihatlah wajah cuek dan juteknya ini sangat mempesona. dibalik itu dia juga sangat baik dan selalu menjaga adiknya.


" Dirlara kemari nak " panggil papanya.


" i-iya pa, kak aku kesana dulu. " katanya.


Rendra menyentuh tangannya dan ia merangkul tangan dirlara , dirlara menatap tangannya yang dirangkul itu sedangkan Rendra hanya tersenyum.


" Hmm kak rendra ini selalu agresif, hahha kakak lihatlah wajahmu yang memerah itu. " batin vano.


dimeja makan itu hidangan mewah disajikan semua, namun itu tidak menggugah selera makan dirlara. baginya makanan yang seperti mamanya biasa buat adalah yang terenak didunia.


" pelayan ! bawa kemari " perintah rendra.


lantas satu orang membawa nampan dan menaruhnya di dekat Dirlara.

__ADS_1


" dirlara lihatlah dan buka " kata rendra.


semua nya melihat kearanya lantas dirlara membuka tutupnya.


" kari ayam " ucap nya.


" wah bagaimana nak rendra tau ini kesukaan dirlara ? dirlara kau suka nak ?" tanya hasan.


dirlara mengangukkan kepalanya dan tersenyum tipis " Rendra yang bilang pada pelayan harus ada kari ayam untukmu sayang " timpal hanna.


" benarkah ?"


" ya "


" terima kasih kak rendra " ucapnya


rendra tersenyum tipis padahal dia berbunga-bunga ingin melompat.


akhirnya dirlara bisa makan, disaat semua orang berbicara dia hanya fokus makan saja.


" Oh iya dirlara sayang ... apa kuliahmu lancar ?" tanya hana lembut.


" Lancar tante " jawabnya.


" Baguslah tante jadi senang, sering-seringlah main kesini tanta kesepian tau. "


" iya tante nanti dirlara main kesini kalau ada waktu. "


hasan tersenyum melhat putrinya yang bicara sopan dan lembut seperti itu.


" kau tidak minta maaf begitu tidak datang menjenguk kak rendra. " bisik vano disebelahnya.


" iya nanti "


" sekarang, nanti keburu pulang."


" diamlah " bisik dirlara.


" kak Rendra kakakku ingin bicara katanya. "


Dirlara melotokan matanya dan menatap tajam vano.


" iya katakan " jawab rendra.


" ah itu kak , aku ... aku minta maaf tidak sempat menjenguk kakak dirumah sakit. " ucapnya.


Ternyata dia mengingatku juga.


" tidak masalah Dirlara kakak paham, aktivitasmu sebagai mahasiswa dan banyak mengikuti lomba pasti melelahankan. "


" Terima kasih banyak kak, tapi ... bagaimana kondisi kakak sekarang ?"


" sangat baik apalagi setelah kau datang. " jawabnya yang sengaja agar dirlara berpikir.


" ha baguslah " jawab dirlara.


kembali dirlara melanjutkan makan malamnya, da Rendra terus memperhatikan dirlara dengan lekat rasanya dia tidak ingin memperbolehkan dirlara untuk pulang.


malam ini juga dia berpakaian rapi hanya untuk menyambut dirlara, dia terlihat gagah dan tak terlihat sakit dari luar tapi nyatanya sakitnya menggerogoti tubuhnya dari dalam.



***


setelah selesai makan malam kedua keluarga itu lanjut bercerita, sedangkan para anak-anak hanya mendengarkannya saja dan tidak ingin ikut campur urusan orang tua.


" Vano , jam berapa kita pulang ?" bisik dirlara.


" ada apa ? kau taulah papa kalau sedang bercerita bisa berjam-jam. "


" Aku mengantuk besok ada ujian " bisik dirlara.


" Kakak tahan saja dulu. "


" ini bukan lapar yang bisa ditahan. "


Rendra yang memperhatikan dirlara itu menatap bingung kenapa dia berbisik-bisik dengan vano dan seperti sangat tidak nyaman.


" Dirlara apa kau butuh sesuatu ?" tanya Rendra yang sengaja agar dirlara mengatakannya.


" ha ? itu..."


" ada apa sayang ? kau butuh sesuatu nak ?" tanya hana.


" itu ... tidak ada kak "


" Ikut denganku ke atas yuk, disini kan para orang tua sebaiknya kita diatas saja. " ajak Rendra agar dia bisa berduaan dengan dirlara.


" iya kak " dirlara mengangukkan kepalanya lalu ketiganya pun berdiri.

__ADS_1


" nanti mama suruh pelayan membawakan makanan ya " ujar hana.


" iya ma " jawab Rendra.


__ADS_2