
" Jadi ... kau bukannya belajar disana tapi terus berpacaran" Saut Adelia.
" Aletha tidak menyembunyikan apapun, hanya saja kami jarang bersama karena kesibukan kami berdua. Dan aletha juga tidak pernah menunda Belajarnya walau kami berpacaran dia tetap lulus dua.. "
" Mark " potong Aletha yang tidak ingin diketahui oleh siapapun tentang statusnya itu.
" ada sesuatu yang mereka sembunyikan " batin melinda.
" Ngomong-ngomong orang tuamu bekerja dimana ?" tanya melinda.
" papaku pemilik perusahaan Tambang Batubara "
semuanya tercengang jika begitu keluarga Mark pasti sangat kaya dan juga terpandang.
" Oh ya ampun ini dia uang yang terus mengalir " batin melinda.
" lalu kau ikut bekerja bersama papamu ?" tanya Hasan yang menyaut.
" Terkadang aku membantu tapi aku punya perusahaan sendiri tapi tidak sebesar papaku "
" Aletha kau beruntung sekali mempunyai kekasih seperti Mark, adelia kau harus mencari seperti mark ya "
" iya ibu tenang saja " saut Adelia.
" Mark ini sudah malam, aku akan mengantarmu kemobil "
" Ya , Kalau begitu aku titip aletha disini mohon jaga dia, saya permisi pulang dulu " Pamit Mark
" cepat sekali ini baru jam 11, atau mengingap saja disini ya " tawar melinda.
" Tidak perlu repot, dia punya apartemen sendiri " Jawab aletha lalu menggandeng tangan Mark hingga keduanya berjalan keluar rumah.
semuanya melihat betapa dekatnya mereka dan sednag bercerita sambil berjalan. Arkan pusing melihat Aletha yang seperti itu, sepertinya dia mulai mabuk dan memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya
" Kalau begitu saya juga pulang paman, tante ini sudah malam "
" baiklah " jawab mereka semua.
***
saat keluar dari pintu utama abigail melihat Aletha yang sedang dicium oleh Mark, aletha hanya tersenyum menangapinya.
" mesra sekali tapi bagaimana jika putus ah pasti sakit hati nanti " batinnya.
" Bye " aletha melambaikan tangannya kepada mark yang dibalasnya , mobil itupun meninggalkan area itu menuju kedepan gerbanh sana sejauh 1 km itu, lalu tampak dari belakang Abigail sudah berdiri dibelakang.
" eh " ucap reflek aletha saat tak sengaja menabraknya hingga abigail memegang pinggangnya.
Aletha pun mendorong tubuh abigail saat itu dan mengusap tangannya " Senangnya punya pacar tampan "
" Kau merasa jelek ?"
" Sembarangan, aku jelek katamu ! hey dengar ya begini saja aku tampan apalagi aku buka bajuku darahmu akan mendidih melihat ketampanan spek dewaku. "
" Berlebihan " gumam Aletha.
" oh ya aku tadi dengar kau melarang pacarmu mengatakan siapa dirimu, kenapa kau tidak mau keluargamu tau ? kau tidak akan dianggap remeh nantinya " Tanya Abigail yang kini berwajah serius.
" Cabut kata keluarga dari mulutmu, yang didalam bukan keluargaku jadi untuk apa aku memberitahunya, lagipula ... aku tidak suka pamer "
" Dan dengar kau sudah tau siapa aku tapi jika kau memberitahu orang rumah itu, bahkan teman dekatmu sekalipun aku akan melakukan sesuatu kepamu " ancam Aletha
" Kau mengancamku ?" abigail menarik tangan aletha hingga dia berkata didepan muka aletha dan seperti tak ada jarak lagi.
" ya " tantang aletha
" Kau akan melakukan apa terhadapku, kau hanya sendirian disini "
Aletha terpana mendengarnya , abigail menyebutnya hanya sendirian sekarang " Benar ! kau benar , aku hanya sendirian disini. tidak seperti temanmu yang punya banyak orang dibelakangnya. "
aletha lagi-lagi mendorong tubuh abigail dia menatap tidak suka kepada abigail lalu masuk kedalam rumah.
" Apa yang barusan kukatakan " ucap Abigail yang secara tidak sadar menyakiti hati aletha, itu bukanlah dirinya kenapa bisa dia banyak bicara kepada perempuan itu pikirnya.
__ADS_1
***
" Aletha sarapan " sapa ayahnya ketika melihat aletha keluar dari pintu lift.
" tolong "
suatu hal kebiasaan jika dia hanya akan meminta pelayan untuk mengisi air minumnya, sampai saat ini tidak ada orang yang pernah melihatnya makan, bagaimana caranya dan eskresinya ketika sedang mengisi tenaga.
" Tidak ayah "
" Aletha boleh ayah tau dimana dimana kau bekerja ?"
" Aku bertemu banyak orang " jawabnya begitu saja , setelah menerima botol itu dia kembali pergi.
Hasan terkadang sedih melihat aletha begitu jauh darinya, dia ingin dekat tapi aletha sudah terlanjut sakit hati kepadanya.
" Sudahlah dia memang begitu, adel isikan air untuk ayahmu "
" Oke ibu, ayah aku boleh minta uang kan ? hari ini aku akan ke kampus "
" iya "
" aww " Aletha terbentur dada Arkan saat dia keluar dari pintu karena terburu-buru, melihat Arkan dia langsung mengarah kearah lain.
" Tunggu ale " katanya
aletha menatapnya " Kau sudah makan ?" tanya Arkan.
" aletha "
" Jangan bertanya seperti itu kepadaku, aku tidak suka "
" Kita tetap saudara, kau adikku "
" Tapi aku tidak menganggapmu "
" Maaf " ucap arkan yang ingin lebih banyak bicara pada aletha.
" Nona mobil anda sudah siap " seorang pelayan pria menghampirinya lalu memberikan kunci mobilnya.
" Aku harap kau menghapus semua fotoku yang dikirim oleh orangmu "
Arkan terkejut Aletha bisa tau darimana pikirnya, setelah mengatakan itu aletha pergi begitu saja.
****
sesampainya dirumah sakit dia langsung bertugas seperti biasa, memeriksa keadaan pasien setiap pagi dari kamar ke kamar bersama beberapa suster lainnya.
" Selamat pagi, hay nenek apa kabarmu ?" tanyanya dengan ramah.
" Baik dokter. Dok bagaimana hasilnya apa nenek bisa dioperasi hari ini ?"
" Untuk itu tunggu hasil Laboratorium dulu Setelah itu baru saya bisa mengambil kesimpulan. apa sangat sakit nek ?" tanya Aletha yang menyentuh kepala bagian belakang nenek tersebut.
" Ya "
" Kalau begitu nenek jangan tidur terlentang sebaiknya miring kekanan atau kiri, saya akan mengambil kesimpulan secepatnya "
" Terima kasih dokter "
" Sama-sama , saya permisi nek "
diapun beralih ke Ruangan berikut nya hingga seterusnya.
" dokter Aletha ada paket untukmu diruanganmu " Ujar salah satu suster yang mendekatinya
" Baiklah "
" Dokter Aletha kau dipanggil keruangan dokter Abraham sekarang " ujar Tian yang juga memanggilnya
" Oke "
entah karena apa pikirnya , dia pun segera menuju keruangan Dokter abraham si ketua rumah sakit saat ini. beberapa suster dan dokter yang saling menyapanya.
__ADS_1
dengan eskalator dia menuruni lantai itu 1 kemudian mencari ruangan Dokter Abraham.
ceklek
" permisi dokter apa aku boleh masuk ?" tanyanya .
" silahkan dokter Aletha, duduklah dulu "
" terima kasih "
dokter abraham mengeluarkan sebuah kertas dari lacinya kemudian dia memakai kacamatanya dan mengamati lembaran kertas tersebut.
" Jadi begini dokter karena dokter sebelumnya sudah berhenti jadi rumah sakit sangat keteteran dalam menangani pasien yang banyak, di rumah sakit ini hanya ada beberapa saja dokter bedah dan yang muda hanya ada dokter Aletha dan Dokter Tian. Rata-rata semuanya sudah lanjut usia, jadi tujuan saya itu ingin dokter aletha mengambil semua jadwal Yang ada disini sebelum dokter lain menggantikan dokter sebelumnya. "
diambillah setiap Lembaran kertas itu, dibacanya dan dipahaminya
" Disini aku harus lembur setiap harinya hanya ada beberapa kali libur dalam satu bulan , Sebaiknya aku ambil saja agar aku bisa menghindar dari semuanya " pikirnya.
" Baik dokter saya menerimanya "
" Sungguh ? apa tidak keberatan ?"
" Tidak karena saya sudah menerima setiap tugas yang ada dirumah sakit ini. "
" Terima kasih dokter Aletha, Terima kasih sudah berkontribusi dengan baik di rumah sakit ini saya sangat senang. "
" Sama-sama "
***
siang ini Abigail sudah menyelesaikan Rapat nya, dia merupakan salah satu pengusaha Furniture rumah tangga yang sukses diusia nya yang ke 27 tahun.
sangat muda untuk menjabat sebagai CEO Glassierra nama perusahaan Furniture dan interior miliknya.
Langkah nya menuju kedalam ruangannya yang berada di lantai 35 , dia masuk ke lift bersama Sekretarisnya seorang wanita muda berusia 25 tahun.
" Pak Pihak rumah sakit akan memberikan penghargaan kepada bapak sebagai donatur tetap tahun ini. Acaranya akan diadakan 3 hari lagi di aula rumah sakit "
" Saya akan datang "
" Baik pak "
" Tadi pak Arkan bilang nanti malam dia akan ke restoran seperti biasa "
" hmm "
Ting
drtt....drrttt
📱 " Arkan Calling "
dilihatnya siapa yang menelpon itu
" Kau pergilah keruanganmu aku ingin sendiri "
" Baik pak "
***
Aletha sangat kelelahan hari ini dia telah melakukan beberapa operasi yang memerlukan waktu berjam-jam lamanya. untung didalam ruangannya ini ada sebuah sofa panjang yang membuatnya bisa tidur walau hanya beberapa menit saja.
dia sudah lelah dan sekaligus mengantuk sekali , direbahkannya tubuhnya disana dan menatap dinding-dinding Kamar
drrt...drttt
📱 " Mark message "
💬 " Besok ada acara di perusahaan ku, aku akan menjemputmu "
^^^💬 " oke " ^^^
^^^💬 " mark " ^^^
__ADS_1
^^^💬 " Aku akan mengatakan banyak hal padamu, besok kita bertemu " ^^^
💬 " iya katakan saja jam berapa aku akan datang"