Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
ingin masuk denganku ?


__ADS_3

" Ibu dia juga anak ayah dia berhak tinggal disini " bela Arkan


" Kau jangan ikut campur Arkan ! " tatap melinda dengan kesal


" siapa yang berani mengeluarkan barang-barangku ?"


" Aku kenapa ?" saut melinda.


Aletha mengambil koper itu yang dipegang oleh pelayan itu " biar aku saja "


" kau melakukan ini karena aku tidak memberitahu mu dimana Mark. "


" Benar, aku ingin dia segera menikahi Adelia. karena janin diperutnya butuh ayahnya. "


Abigail terkejut mendengarnya bagaimana bisa keluarga ini pikirnya


" Aku tidak akan memberitahu dimana dia "


" Kalau begitu pergi dari rumah ini sekarang juga kembalilah dimana kau menempuh pendidikan kebanggaan ibumu dan jangan kembali. "


" Aku tidak akan pergi dari sini " tolaknya


" Sayang " Melinda tak bisa berbuat apa-apa lagi hingga dia memanggil hasan


" Aletha sebaiknya kau katakan dimana Mark "


" Aku juga anak ayah, Bagaimana jika aku masih berpacaran dengannya ayah akan tetap menikahkan nya ?" Tanya Aletha yang menatap hasan penuh kecurigaan.


" Tapi sekarang berbeda saudaramu telah hamil, apa kau akan membuat saudaramu melahirkan seorang anak tanpa ayahnya "


" Lalu bagaimana denganku dulu, ayah tidak ada bersamaku saat ibu melahirkan aku " lirih Aletha


" Itu berbeda ayah juga menemani Ibu melinda melahirkan Adelia. "


" Aku juga anak kandung ayah ... Ayah ... "


" Aku akan pergi dari sini " ujar Melinda yang akan menaiki anak tangga.


" Berhenti melinda " cegah Hasan, Aletha menatap nanar ayahnya yang lebih memilih wanita itu dibanding dirinya.


" Aletha .. ( mendekat ke tubuh Aletha dan menyentuh dua pundaknya ) Kau anak yang baik, berbakat dan sangat gigih. Ayah yakin kau bisa hidup bahagia diluar sana , Aletha ... Sebaiknya kau meninggalkan rumah ini dan kembalilah ke tempat mu dulu "


" Selama ini kau hidup dengan baik tanpa ayah disampingmu, kali ini kau pasti bisa. "


" Aletha kau tidak boleh pergi dari rumah ini sebelum menemukan kebenaran dibalik kematian ibumu, berpikirlah Aletha " pikirnya


" Apa jika aku memberitau aku boleh tinggal disini ?"


" Tentu kau boleh tinggal disini " Saut melinda.


Aletha menghapus air matanya , dia menghela nafas kasarnya " Baiklah aku akan memberitahu dimana dia sekarang, tapi dengan satu syarat "


" Syarat apalagi kau sudah aku berikan kemudahan disini " ujar melinda.


" Terserah mau atau tidak " jawab Aletha.


" Oke baiklah katakan apa "


Aletha merasa ini adalah peluangnya yang tepat, semuanya menunggu jawabannya " Aletha " ujar Ayahnya.


" Aku ingin semua rekam medis ibuku dan jelaskan kepadaku bagaimana ibuku meninggal "


Melinda terkejut mendengarnya, mulutnya menganga dan shock mendengarnya.


" Sudah ayah katakan ibumu meninggal akibat sakit jantung"


" Sakit jantung ... atau .. disiksa ayah dan orang rumah ini ? " hardik Aletha.


" oke aku akan bawakan rekam medisnya "


semuanya menunggu Melinda membawakan persyaratan yang diminta oleh Aletha itu, disela-sela itu Aletha merasa takut jika benar ibunya meninggal karena sakit jantung dia tidak bisa melakukan apapun lagi.


" Ini , ini rekam medis milik ibumu "


" Asli ?" tanya Aletha


" Aletha kau keterlaluan ! " bentak Melinda

__ADS_1


Aletha membukanya sedikit dan mencari namanya ternyata benar itu milik ibunya.


" Mark ada dirumah barunya bersama istrinya " jawabnya


" Apa ! " sontak melinda kaget mendengarnya.


" Kau sudah hilang akal ya, kau mengelabui ku kan ?"


" Tidak percaya ya sudah. Aku sudah tidak bersamanya lagi dia sudah menikah " jawab Aletha.


"Kau bohong Aletha " kata melinda lagi.


" Tolong bawa ini kekamarku lagi " pinta Aletha kepada pelayan yang berdiri disebelah Abigail.


saat pelayan itu akan mengambil koper tapi kemudian Adelia datang dan membuang koper itu


" Pergi kau dari sini ! kau menghancurkan hidupku ! Aletha aku membencimu ! " Adelia terus mendorong tubuh Aletha


" Adel hentikan ! kenapa kau melukainya ! hentikan Adelia ! " bela Arkan yang menariknya kedalam pelukannya.


" kakak dia sudah menghancurkan hidupku, dia pasti senang melihatku begini ! aku hancur karena dia kak "


" Sudah-sudah jangan menangis jangan salahkan orang lain kau harus tenang ya. "


" Tolong masukkan semua nya kedalam kamarku " Kata Aletha lagi tapi dia tidak masuk kedalam kamarnya dia memilih pergi dari rumah ini.


***


Aletha lebih memilih untuk menyendiri saat ini, betapa melelahkannya hari ini sudah bekerja seharian ditambah akan diusir dari rumah.


dijalanan trotoar itu dia bisa menetralkan segala pikirannya hingga membuatnya lupa, dengan cara menikmati waktu kesendiriannya inilah dia bisa tenang.


Aletha .. Kau anak yang baik, berbakat dan sangat gigih. Ayah yakin kau bisa hidup bahagia diluar sana , Aletha ... Sebaiknya kau meninggalkan rumah ini dan kembalilah ke tempat mu dulu


Selama ini kau hidup dengan baik tanpa ayah disampingmu, kali ini kau pasti bisa.


" jika saja ayah tau yang ayah katakan itu hanya tampilan depanku, jika melihat dalamnya aku begitu menyedikan " gumamnya bicara sendiri.


" Aletha ! "


dia tak menggubrisnya malah terus berjalan saja " Hey tunggu " Abigail menarik sling bag nya hingga tubuh nya berputar menghadap Abigail.


" Mana ada aku hanya ingin bertanya .. dimana Jasku "


" I-itu jasmu ?" tanya Aletha karena sebenarnya dia tidak ingat kejadian malam itu.


" tentu saja ingat harus mengembalikannya "


" hmm akan kukembalikan besok "


" Memang kau punya waktu mencucinya ? ngomong-Ngomong kau tumben tadi tidak membalas perkataan adiknya arkan "


aletha meliriknya, lantas keduanya berjalan berdampingan ditrotoar itu.


" ternyata benar kau suka ikut campur urusan orang lain "


" ehh " Aletha hampir saja terjatuh karena tak sengaja hiellsnya menginjak batu kecil dan langsung sigap abigail memeluknya.


" Kau baik-baik saja ?" Tanya Abigail


" ba-baik " jawabnya yang masih tetap dipeluk oleh Abigail.


cekrek


cekrek


cekrek


diam-diam orang mengambil potret mereka dari kejauhan


" Terima kasih "


Abigail pun tersadar apa yang ia lakukan saat ini, hingga dirinya melepaskan Aletha


" Aletha kau tidak pulang ?" tanya Abigail.


" Tidak lihat mereka mengusirku tadi " jawab Aletha

__ADS_1


" iya tapi kan tidak jadi "


" Barangku memang tidak pergi dari rumah itu tapi aku ... tidak akan pulang malam ini. "


" hei pulanglah bagaimanapun juga kau seorang perempuan tidak baik "


Aletha terus berjalan hingga didepannya dia melihat sebuah motel yang cukup bagus tapi didalamnya biasa dilakukan tempat prostitusi.


" Kau mau masuk kedalam ?" tanya Abigail.


" Jika ada yang murah mengapa harus yang mahal " jawab nya.


" Kau mau membiarkan dirimu masuk kedalam tempat itu "


" Hmm aku sendirian tidak bawa apapun " jawabnya santai.


" Justru itu kau akan menarik perhatian pria didalam sana memangnya kau mau menjadi incaran mereka. "


" Tidak masalah jika aku dapat uang yang banyak "


" Berapa banyak yang kau inginkan ? kau masih perawan ?" tanya Abigail yang tak suka mendengar ucapan Aletha itu.


" tentu saja, selama 25 tahun aku menjaganya jika bisa aku harus mendapatkan minimal 50 juta "


" Ayo masuk , aku akan memberimu 4 kali lipat tapi kau harus memberikan keperawananmu untukku " Ajak abigail yang telah menggandeng tangan Aletha


" 50 juta hanya untuk pemanasan belum yang lain "


" Katakan "


" dasar gila kau pikir aku wanita seperti apa. sudahlah aku cari hotel "


" Kau takut ?" tantang Abigail


" siapa yang takut. ck ! lepaskan tanganku " elaknya tapi abigail menolak untuk melepaskannya.


" Kau menginap dirumah ku saja " ujar nya.


" biaya hotel untuk satu sama tidak sampai 1 juta aku juga masih bisa membayarnya, dan aku tidak perlu kasihan darimu " jawab Aletha.


" Baiklah ! terserah kau mau tidur dimana aku tidak peduli, mau dihotel atau dimotel itu aku tidak peduli "


" Baguslah "


Abigail pun melepaskan tangan Aletha dan membiarkan Alrtha pergi dari hadapannya, malam ini benar-benar sial untuk aletha mobilnya mogok dan harus di service jadilah dia berjalan kaki begini.


disepanjang jalanan itu dia kembali berjalan sendirian tanpa dia tau Abigail mengikutinya secara diam-diam menggunakan mobilnya.


" Keras kepala sekali jadi perempuan, tidak mau mengakui kalau kau juga hanya seorang perempuan biasa. "


hingga akhirnya Aletha sampai kesebuah hotel, dia sedang memesan sebuah kamar melihat Aletha sudah sampai ke hotel dengan baik diapun memutuskan untuk pergi dari sana.


***


Keesokan harinya


mendengar kalau Mark sudah menikah membuat Melinda dan Adelia geram. mereka juga dendam kepada Aletha berpikir kalau Aletha membalas dendam atas perbuatan Melinda dulu.


" Aletha harus menderita bu, dia harus menderita untuk semalamanya " ucap Adelia.


" Dia mengambil rekam medis ibunya, itu artinya dia sedang mencari tahu kebenaran dibalik kematian ibunya. sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. "


" Tapi sebelum itu aku ingin dia dipermalukan hingga dia malu untuk keluar dan langsung mati saat itu juga. "


" Kau lihat ini "


Melinda memperlihatkan foto Aletha dan Abigail yang dikirimkan oleh orang suruhannya semalam.


" Ibu dan anak sama-sama tidak tahu diri. Aletha dan Abigail itu , ibu apa yang akan kau lakukan kepada Aletha ?" tanyanya .


" lihat saja , Abigail orang yang cocok untuk Aletha "


" Kenapa begitu ibu ? Abigail punya segalanya jika mereka ... "


" Abigail memang punya segalanya tapi dia orang yang yang tidak suka ada dendam , Aletha sangat pendendam dan jika keduanya disatukan maka Aletha akan terikat dengannya Jadi tujuan dia tidak akan pernah tercapai "


" Selain itu ibu ... Abigail aku dengar dari kakak kalau dia sangat mencintai pacarnya dulu yang hilang dan sampai sekarang mungkin dia masih mencintainya, jika mereka menikah Pernikahan itu hanya ada Duri dan pertengkaran, Aletha tidak akan pernah mendapatkan cinta dari siapapun. " saut Adelia yang sangat tau tentang kehidupan dua orang itu

__ADS_1


" Kau benar " timpal melinda.


__ADS_2