Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Istriku Pemalu


__ADS_3

keesokan harinya


matahari sudah bersinar terang di atas langit, Burung-burung bersautan bernyanyi dipagi hari. Jalanan tampak macet karena lalu lintas yang padat.


Saat ini Abigail mengantar Aletha sampai ke bandara, dia dan aletha menunggu dokter tian untuk berangkat bersama.


" Kau mau minum ?" Tanya Abigail.


" Aku bawa di tas "


" Telpon aku jika sampai, dan nanti malam aku akan menjemputmu "


" Terimakasih banyak aku sudah merepotkanmu."


" Tidak "


" Dokter Aletha ! Pak Abigail ?" Dokter Tian cukup terkejut melihat Abigail berada di sana.


" Bapak kenapa bisa disini ?" Tanyanya.


" Dokter Tian sebenarnya kami sudah menikah. " Jawab Aletha.


" Apa ??? " Mulutnya membulat sempurna


" Aku tidak salah dengar ? Dokter Aletha kau sudah menikah ?" tanyanya yang masih tak percaya itu.


Abigail mengambil tangan Aletha dan memperlihatkan cincin keduanya yang sama itu.


" Apa ini masih belum cukup ? " Tanya Abigail.


" ha cukup-cukup hehhe aku hanya terkejut Pak. Selamat ya dokter dan Pak abigail. " Ucapnya


📢 kepada para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GI209 harap untuk bersiap karena pesawat akan ....


" Itu nomor penerbangannya, Aku pergi dulu " Pamit Aletha


" Jaga dirimu baik-baik, ingat Telpon aku ya "


" Iya "


" Aku percaya istriku padamu. jika terjadi sesuatu aku minta penjelasan kepadamu. " Ujarnya menatap Dokter tian.


" Siap Pak ! " jawab Tian.


Aletha dan Tian pun sama-sama ketempat pengecekan tiket pesawat, lalu setelah dipastikan aletha akan segera masuk kepesawat Abigail pun keluar dari Bandara untuk menuju ke perusahaannya.


***


drttt...drtttt


" Halo ?" Abigail mengangkat telpon yang disambungkan oleh nya ke mobil tersebut.


📱 " Maaf tuan. Apa Nona Aletha baik-baik saja ? ini aku pelayan Nona dirumahnya. "


" Dia sedang diperjalanan ke surabaya ada apa ?"


📱 " oh itu ... sebenarnya ada yang ingin kuberi tahu tapi nanti saja aku telpon Nona "


" Katakan padaku, aku dan dia sudah menikah tidak perlu ada yang ditutupi dariku. "


📱 " Ma..maaf Tuan Tapi Nona Aletha tidak mengizinkan aku memberitahu orang lain "


" Aku bisa memecatmu sekarang " Ancamnya.


📱" itu ... Tu-Tuan aku menemukann sesuatu dari kamarnya Nyonya Adina dulu, aku belum membukanya dan juga ada buku diary ibunya Nona " Jelasnya secara diam-diam dikamarnya


" Simpan itu dengan baik, Kau bisa keluar rumah itu sekarang ? "


📱 " Bisa tuan "


" Oke sekarang kita bertemu di jalan lama dekat Halte bus setengah jam lagi "

__ADS_1


📱 " Baik tuan , saya segera kesana "


dimatikannya telpon itu kemudian dia berbalik arah dengan cepat, sudah menjadi keputusannya jika dia akan membantu Aletha mencari tahu siapa dalang pembunuh mertuanya itu.


***


Maya terlihat menunggu di halte bus, dengan jaket dan masker yang ada diwajahnya agar tak ada yang mengenalnya.


lalu tak lama mobil abigail datang dan langsung turun


" Mana ?" Tanya Abigail kemudian diberikan lah oleh Maya.


" Bagus, kau kepercayaan Aletha kan ?"


" Iya tuan "


" Laporkan apapun gerak-gerik semua orang dirumah itu yang menurutmu aneh. aku akan memberikanmu gaji setiap bulan 20 juta cukup ?"


" Banyak sekali tuan "


" Lakukan saja perintahku "


" Baik Tuan "


***


Aletha baru saja selesai menjadi pembicara dalam sebuah seminar di salah satu kampus surabaya, Masih ada waktu sebelum dia ke bandara.


Rasanya sangat jarang sekali bisa keluar kota seperti ini, untuk itu dia berniat berjalan-jalan seorang diri sedangkan Dokter Tian masih disana.


begitu bantak toko Aksesoris yang dia datangi dan juga beberapa makanan, Dia sangat menikmati hari itu beberapa barang dia beli untuk dibawa ke jakarta.


Namun dia harus segera kebandara ini sudah jam 5 sore dan akan berangkat pukul 7 malam. dia sedang menunggu taksi di sebuah depan toko Kue.


Drttt...drtttt


📱 " Abigail Calling "


diangkatnya telpon itu


📱 " Kau sudah dibandara ? "


" Belum aku baru akan segera ke bandara sedang menunggu taksi "


📱 " Oh begitu. "


" Kenapa ?"


📱 " Tidak ada, Aku akan menjemputmu nanti jika aku belum ada tunggu saja. hmm Aletha kita makan diluar yuk nanti malam " Ajaknya dia ingin sekali makan berdua diluar bersama Aletha.


" Baiklah, Taksinya sudah datang aku tutup dulu. Dah sampai nanti "


tut..tutt..tutt


" Eh .. "


Belum selesai dia bicara tapi aletha menutup telponnya dan abigail suka merasa kesal dengan perilaku aletha yang suka menutup telpon sesuka hatinya itu.


***


Karena jalanan yang tak terlalu Macet Abigail bisa menjemput Aletha tampak terjebak macet. dia menunggu kedatangan Aletha di Area kedatangan.


dia tampak berbeda dari yang lain karena ketampanannya.Tangannya bersedekap di dada dengan Kacamata hitamnya.


dan tak lama tampak banyak orang yang keluar dari pintu kedatangan. dia langsung berubah mencari Aletha disana.


sungguh dia senang sekali ketika mendapati aletha, dia tersenyum tapi tak ingin ditunjukkan oleh Aletha. Dan Sekarang Aletha berjalan menuju kearahnya.


" Kau sudah lama menunggu ?"


" Hmm 30 menit itu lama, Ayo kita makan aku sudah memesan Restoran " Ajaknya yang menggandeng tangan aletha, Aletha terkaku melihat tingkah Abigail.

__ADS_1


" Abigail ? tanganku ... "


" Oh iya lupa " padahal dia sengaja melakukannya untuk menyentuh tangan Aletha.


" Silahkan Masuk " Abigail sperti biasanya dengan sifatnya begitu mempersilahkan Aletha masuk kedalam mobilnya dan tanganya ditaruh diatas pintu agar kepala Aletha tak terbentur.


saat abigail menyetir aletha tampak memperhatikannya, jika dilihat dengan intens dia memang tampan pikirnya. wajah putih, tinggi dan hidung yang mancung.


" Kau boleh melihatku terus seperti ini, kau kagumi dulu nanti juga jatuh cinta padaku " Ucap Abigail dengan penuh percaya diri.


" Percaya diri sekali " jawab aletha.


" Aletha ngomong-ngomong kita kan sudah dua minggu menikah apa kau punya tanda-tanda itu ?"


" Tanda apa ?"


" Tanda sedang hamil "


Aletha membulatkan kedua matanya " Kau mau punya anak ? "


" Maulah, Aku ingin lihat hasil kerja keras ku seperti apa sih bentuk benih yang kutanam di rahimmu nanti. "


" Wah ! abigail aku tak percaya jika kau seperti ini. tapi aku tidak merasakan apapun saat ini pun aku sedang datang bulan. "


" itu artinya anak kita tidak jadi ?" tanyanya menatap Aletha, yang dijawab Anggukan oleh Aletha.


" Bukannya aku tidak mau punya anak tapi abigail , aku ... aku rasanya belum siap takutnya aku belum bisa mengurusnya dengan baik, tidak mudah jadi orang tua. "


shitt


Abigail menghentikan mobilnya, dia menatap dalam mata Aletha.


" kan tidak cepat jadi, Yang pertama saja tidak jadi itu artinya kita harus cepat-cepat bersatu kau tau kan bukan hanya sekali tapi bisa berkali-kali. "


" Aku yakin itu akal bulusmu saja, Kau sangat mesum ternyata. Hei Apakau pernah menyentuh Pacarmu ?"


Saat itu muka Abigail langsung memerah menjadi Datar, dia langsung buka selt beltnya.


" Kita sudah sampai ayo keluar " ucapnya


" He tunggu ! abigail ! itu artinya kau pernah ya ? pacarmu cantik ? seperti apa dia ? siapa namanya ? apa teman sma mu dulu ?"


" Cukup Aletha ! " Bentak Abigail, hingga membuat Aletha terkejut untuk pertama kalinya abigail membentaknya karena pertanyaan sepele.


" Jangan bahas tentang nya, dan menurutmu aku yang pernah menyentuhnya tidak pernah ! Walau aku semesum ini padamu aku tak pernah mengatakan kepada perempuan lain karena kau tau apa ? kau istriku. "


" Tapi kau tidak perlu membentakku "


" Sudah ayo masuk, aku tidak ingin membuat hari ini suram karena pertanyaan bodohmu. "


" Tunggu ! " aletha mengambil tangannya dan merangkul lengan Abigail.


" Maaf - maaf aku tidak tau " Ucap Aletha


Abigail masih diam saja sambil terus berjalan mencari meja yang sudah dia pesan.


" Abigail Aku minta maaf padamu " Kali ini Aletha mengucapkannya lebih tulus. Hingga Abigail pun luluh dan menatapnya.


" Aku melakukan ini semua agar kita berdua bisa segera saling mencintai, jujur saja aku sudah mulai ada perasaan kepada dirimu. jadi tolong bekerja samalah dengan ku ini demi rumah tangga kita. " Ungkap Abigail dengan lembut menatap manik mata Aletha.


" Baiklah tapi maafkan aku atas semua perkataanku tadi, aku memang begitu jika mulutku berbicara suka tidak ada rem jadi..."


Cup


Kata-kata aletha terhenti ketika Abigail dengan sengaja mencium bibirnya dihadapan semua orang disana. Jantung Aletha berdetak dua kali lebih cepat dari Biasanya.


Semua orang yang hadir melongo dan terus mendapati mereka berciuman, Hingga Lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi *******.


" Cu-cukuphh Abigail " Bisik Aletha yang menyudahi ciuman itu.


" Kau terlalu banyak bicara itu hukuman untukmu. "

__ADS_1


" Aku malu " Bisik aletha dengan muka kesulitan, dia menaruh kepalanya di dada bidang Abigail. Abigail merasa senang diperlakukan begitu


" Istriku sangat pemalu " Ungkap Abigail dengan suara besar.


__ADS_2