Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Aku merindukanmu Kak


__ADS_3

" hay jemmy !!! " teriak rendra


seorang pria tinggi berbaju kemeja putih dan celana hitam itu pun menoleh, dia tersenyum saat melihat rendra.


" Tuan " kata jemmy.


" Kapan kau sampai ?" tanya Rendra.


" setengah jam yang lalu " dia pun melihat kearah Dirlara


" dia istriku , cantik kan ?" Rendra menarik pinggang dirlara dan memeluknya.


" heheh sangat tuan, tuan pintar mencari istri " puji jemmy.


" Aku masuk dulu kak " kata dirlara kepada Rendra


" sendirian tidak apa kan sayang ?"


" iya tidak apa "


Dirlara pun masuk seorang diri, lalu sekarang giliran rendra dan jemmy mengobrol di taman itu karena hari sudah sore dan hari pun terlihat sejuk.


" Pasti ada sesuatu kan kenapa tuan mengajakku kembali " kata Jemmy.


" tidak ada hal yang serius , hanya saja aku ingin menjaga istriku. dan aku percaya padamu "


" maksudnya ?"


" Dia masih berkuliah sebentar lagi semester 6, aku ingin kau mengantar dan menjemputnya kemanapun dia pergi dan tetap awasi dia apapun yang dia lakukan, bertemu siapa semuanya katakan kepadaku. "


" Jadi maksud tuan aku kembali... "


" ya , aku ingin kau kembali bekerja kepadaku seperti dulu. Kau harus tau dia adalah adiknya Yuda "


" apa ?" Jemmy terlihat terkejut mendengarnya.


" Aku baru tau kalau komandan Yuda punya seorang adik perempuan. "


" bukan hanya dia masih ada satu adik laki-laki sekarang sudah kelas 3 SMA, Dia berpacaran dengan pria yang menyebabkan kakaknya meninggal. tapi dia belum tau. "


" Kenapa dia bisa dia tidak tau tuan ? "


" Kematian kakaknya di anggap sebagai kecelakaan saat sedang melakukan misi "


" tapi seharusnya yang meninggal bukan komandan Yuda, Tapi Anggotanya yang bernama Aadinata itu. "


" Sudahlah sebelum semuanya diketahui oleh istriku dia akan tetap mencintai pria itu. sekarang ... Semua bukti ada di tanganmu, jangan keluarkan semuanya lakukan secara perlahan. "


Jemmy menganguk mengerti, Rendra tersenyum dia tau pria ini bisa diandalkan dan bisa dipercayainya.


****


Kembali kerutinitas biasa dihari senin pagi ini, dirlara bersiap-siap untuk kekampus. Ia sudah dilarang Rendra untuk pergi sendirian akan ada jemmy yang akan mengantarnya.


Dia terlihat cantik dengan dandanan flawlees dan outfit casualnya pagi ini.


ceklek


" Selamat pagi kak " ucapnya.


" Pagi, sudah siap ?"


" hmm tapi aku tidak tau pulang jam berapa, dan sorenya aku akan berkumpul dengan kak farel dan juga teman-teman yang lain. "


" Langsung pulang biar Jemmy menjemputmu "


" Maaf kak aku sudah janji untuk berkumpul, aku akan pulang sendiri nanti. " tolaknya.


Rendra sedikit kesal mendengarnya namun ia tidak mau marah karena akan menyebabkan dirlara tidak nyaman padanya.


" yasudah " jawab rendra singkat.


Dirlara tidak paham kalau rendra itu sedang kesal padanya " terima kasih kak " ucapnya dengan senyuman lebar yang berbanding terbalik dengan Rendra.


dirlara mengambil tas dan bukunya di meja rendra itu, segera ia turun kebawah.melihat mertuanya yang sedang mengobrol di ruang keluarganya ia pun pamit terlebih dahulu.


" Eh sayang sudah mau berangkat " ujar hana.


" iya ma "

__ADS_1


" Ada uangnya ? "


" uang ?"


" iya apa rendra memberikan uang untuk jajan ?"


" ah itu tidak usah ma, Dirlara punya uang sendiri itu cukup. aku pergi dulu ma , pa. " pamitnya kepada kedua mertuanya.


" hati-hati nak "


" hati-hati sayang "


hana tersenyum melihat nya pagi ini dirlara lebih banyak bicara daripada sebelumnya.


" lihat pa , mama sudah menduganya lama kelamaan dia akan terbiasa dan berbaur dengan kita. "


" hmm mama memang tidak pernah salah " saut hartono.


" hehhehe " hana terkekeh mendengarnya.


diluar itu jemmy berdiri di depan mobil milik Rendra dia menerima pesan dari tuannya itu.


📱 " Tuan Rendra Message "


💬 " Bawa mobil hati-hati, dan awasi dia "


dan tak dirlara keluar dari dalam , jemmy langsung membukakannya pintu mobil.


" Terima kasih " ucap dirlara.


" ini tugas saya nona " jawab jemmy.


dirlara pun masuk kedalam, diikuti oleh jemmy yang duduk di bangku sopir lalu ia membawa dirlara menuju kekampusnya.


sesekali jemmy melirik ke arah dirlara yang telrihat sedang diam itu.


" jadi dia adiknya Komandan Yuda, Tuan Rendra benar selama Masalah belum terbuka maka dia akan tetap mencintai Aadinata itu. "


karena sudah dekat dengan kampus mobil itu berjalan karena banyaknya mobil yang masuk kedalam kampus dengan antri " stop disini saja " ujar dirlara.


" maaf nona tapi tuan Rendra bilang harus mengantar sampai kedalam kampus. "


" Tidak apa biar aku katakan nanti "


dirlara tidak bisa berkata lagi memang rendra kalau soal keselamatan dirlara selalu menomor satukan tapi ini di kampus pikirnya.


jemmy membukakan pintu mobil lalu dirlara keluar " dir tumben diantar , sopir baru ?" tanya farel yang kebetulan dari tadi menunggu dirlara.


" iya kak " jawab dirlara.


" memangnya kenapa dengan mobilmu ? diambil papamu ?"


" Tidak kak , vano sedang meminjamnya jadi aku diantar. "


" oh begitu, kalau begitu ayo masuk "


dirlara mengangukkan kepalanya setelah mereka pergi jemmy tetap mengawasinya, mereka terlihat saling mengobrol dan dekat.


cekrek


jemmy memotretnya dan mengirimkannya di Tuannya itu.


***


rendra yang sedang berada di kamarnya mengerjakan sesuatu di laptopnya itu tampak tambah kesal melihat foto itu, apalagi dengan jelas Temannya dirlara itu sangat menyukai dirlara pikirnya.


📱 " jemmy "


^^^💬 " Awasi mereka dan ingatkan dia jika tindakannya berlebihan "^^^


drtt...drtt


💬 " baik. "


siang harinya mereka semua baru saja keluar dari kelas karena mempunyai 3 sks lumayan cukup lama didalam kelas.


" Mau kemana setelah ini ?" tanya Marshel.


" kekantin lapar aku belum sarapan " Saut Farel.

__ADS_1


" kenapa kakak belum makan ? apa tante Widhi tidak memasak ?" tanya dirlara.


" masak tapi kakak tidak kebagian bangunnya kesiangan hehheh "


" oh "


" ayo ayo " ajak marshel.


setelah memesan makanan dari kantin keempat orang itu menikmati makanannya, tak terasa hari sudah siang pikir dirlara.


dia melirik ke dekar parkiran ternyata masih ada temannya Rendra, dia ingin keluar sendirian tanpa ada yang tau.


" aku pulang duluan " ujarnya membuat semuanya menatapnya.


" tumbe dir " saut micheal.


" iya dirlara kau mau kemana ?" tanya Farel.


" menemui tuan TNI hahahha " saut Marshel.


" tidak aku ada urusan, papa menyuruhku kesuatu tempat. aku duluan ya terima kasih untuk makanannya. " .


dengan diam-diam dirlara pergi dari kantin, ia berusaha untuk tidak terlihat oleh jemmy. kebetulan ada segerombolan mahasiswa yang akan keluar dari kampus ia mengikuti mereka.


dan akhirnya berhasil keluar , tapi saat jimmy berbalik dia menyadari dirlara pergi keluar dan langsung saja ia masuk kedalam mobil untuk mengejar dirlara.


dirlara sudah ada di dalam taksi, ia lega sudah keluar dari kampus tanpa diawasi.


shiiitt


" sampai nona "


dirlala melirik kedepan yang ternyata itu adalah pusat seni di kota jakarta dimana lukisan-lukisan di pajang dan dipamerkan.


dia pun keluar lalu mulai memasuki gedung itu, Dia menyukai pameran yang berbentuk seni apapun itu. untuk melupakan sagala permasalahannya dia selalu datang kesini.


langkah kakinya membawa ia kesebuah lukisan yang sangat indah dimana ada seorang wanita dan ketiga orang anak yang sedang menikmati harinya di sebuah desa.


dibawah lukisan itu ada sebuah nama yang tertera


Ny. Agdisa Alexa Maqda


" Nona Dirlara " dia menoleh dan wanita itu tersenyum.


" Apa kabar nona sudah lama tidak kemari ?" tanya perempuan itu.


" baik "


" Kemarin ada orang yang menawar lukisan ini dengan harga fantastis, katanya lukisannya sangat indah dan mencerminkan kehidupan yang Sederhana. "


" Aku tau , tolong jaga lukisan ini. satu-satunya yang bisa aku lihat setelah mama tiada hanyalah lukisan ini. "


" saya berjanji akan menjaganya nona "


" Terima kasih banyak "


" sama-sama kalau begitu saya permisi nona. "


dirlara mengangukkan kepalanya, setelah wanita itu pergi dirlara semakin mendekati lukisan itu dan mengusap gambar yang didefinisikan sebagai kakak dan mamanya.


*beberapa tahun sebelumnya


pria tampan dengan gagahnya memakai pakaian pasukan khususnya, saat itu dirlara masih berusia 12 tahun. berjongkok dihadapannya dan tersenyum kepadanya.


" jaga adik ya, kakak berjanji akan pulang dengan selamat "


dirlara kecil itu menangis seakan tak ingin melepaskan kepergian kakaknya, karena sebelumnya mamanya sudah lebih dahulu meninggalkannya.


" jangan menangis adik cantik kak yuda " kata nya mengusap pelan pipi dirlara.


" Papa tidak pulang berapa hari, kakak tidak lama kan ?" tanya dirlara.


yuda pun menggelengkan kepalanya , lalu ia melepaskan jam tangan yang ia pegang " ini punya kakak dan pastikan kakak akan kembali besok malam pukul 7 "


katanya memberikan kepada dirlara, dirlara menerimanya tapi dia kembali memasangkan jam itu kepada kakaknya.


" kakak pakailah ini, dan lihatlah waktu. disini ada begitu banyak jam sedangkan disana kakak tidak bisa melihatnya saat sedang bekerja. aku menunggu kakak dirumah pukul 7 besok malam*. "


*yuda mengusap lembut rambut dirlara lalu mencium kening adiknya tersayang " tunggu kakak ya "

__ADS_1


lalu yuda pergi dari hadapannya, tidak ada yang tau jika janji yang seharusnya ditepati kakaknya malam itu harus diingkari tanpa mengatakan sepatah kata pun*.


" Aku merindukanmu " gumamnya.


__ADS_2