Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Berhenti Disini Saja


__ADS_3

" Mark ?"


mark menoleh dia diam ketika melihat Aletha disana.


" Aletha "


aletha memandangi wanita itu, begitupun dengan wanita itu yang memandangi dirinya. Mark juga menatap Abigail


" Siapa dia Mark ?" tanya Olivia.


" Kau siapa ?" tanya Aletha


" Aku Olivian jhensen calon istri Mark dua minggu lagi kami akan menikah "


bak disambar petir disiang hari, Aletha menjatuhkan ponselnya apa ini pikirnya kenapa semuanya ini.


" Kau siapa ?" tanya Aletha.


tanpa menjawab Aletha langsung saja pergi dari sana, Abigail mengambil ponsel aletha dan mengejarnya.


" hiks hiks hiks " aletha menangis sesegukan didalam mobilnya dia menaruh kepalanya di stiran mobil.


" Aletha buka pintunya ! " gedor Abigail di depan pintu mobil Aletha.


" Aletha ! "


Aletha masih saja terus menangis hatinya benar-benar hancur sudah sakit karena dikhianati ayahnya kini dia khianati oleh pria yang dia cintai.


" Aletha ponselmu ! " teriak Abigail


mendengar kata ponselnya dia tersadar kalau ia menjatuhkan ponselnya


krek


" Ponselku " pintanya dengan mata sembab habis menangis.


" Ada apa diponsel ini ? ini aku tahan jika kau mau mengambilnya datang ke alamat ini "


" Hei ! " teriak Aletha , namun abigail mengabaikannya dan masuk kemobilnya.


" Aletha nabismu buruk sekali " gumamnya.


***


dengan langkah lesu dan gontai ia memasuki rumah sakit, seharian ini dia terus memeriksa pasien dan melakukan konsultasi.


walau dia sakit tapi tetap melakukan pekerjaanya, melupakan betapa sakitnya hati itu ketika memergoki Kekasihnya berselingkuh. bukan ! tapi lebih tepatnya akan menikah.


" Dokter Aletha ada yang mencarimu di taman "


" Siapa ?" tanyanya kepada seorang perawat perempuan.


" Entah katanya ingin menemuimu "


" Baiklah , hmm aku titip ini, aku akan langsung pulang "


" Baik dokter "


setelah melepaskan jas nya dia pun berjalan keluar, dengan anak tangga untuk memperlama jalannya.


hinga akhirnya dia telah berada di luar halaman rumah sakit, dan seseorang langsung menarik tangannya.


" aku bisa menjelaskan semuanya "


orang itu tak lain adalah mark " jelaskan apa lagi ? lepaskan ! " tegasnya.


" Aku terpaksa menikahinya, ini pernikahan bisnis. Aletha aku mencintaimu aku akan menikahimu nanti hanya satu tahun saja setelah itu kita akan menikah "


" Dan kau akan menjadikanku sebagai perebut suami orang ?"


" Aletha aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku akan menceraikannya nanti "


" Mark ... kau sangat menyakiti hatiku. aku begitu percaya padamu lebih besar daripada aku percaya pada diriku sendiri. aku percaya kau tidak seperti ayahku tapi nyatanya .. kau juga menghianatiku sama seperti ayahku.. kau mematahkan kepercayaanku kepada seorang laki-laki " lirihnya , yang merasakan betapa sakit hatinya.


" Hanya kau yang aku cintai Aletha, bukan Olivia. "


" Aku juga mencintaimu mark ... saat aku membawamu kerumah itu artinya hanya kaulah yang akan menjadi satu-satunya pria yang akan memiliku. akan tetapi ... "


" Maaf , aku minta maaf "


" Sebaiknya jangan temui aku dulu, aku ingin berhenti "


" Tidak Aletha ... kau tidak bisa berhenti. "


" Kenapa tidak bisa mark , kau bisa melakukannya "


" Kau juga melakukannya " ujar Mark.


" Apa Maksudmu ?" tanya Aletha yang tak mengerti maksud dari Mark.

__ADS_1


" Kau makan dengan pria lain, parahnya dia teman saudaramu "


Aletha melapaskan tangan Mark dari tangan kirinya itu, Mark menatap Tajam aletha begitupun sebaliknya.



" aku tidak sengaja bertemu dengannya dan tidak ada tempat lain, jangan memutarbalikkan Fakta mark ! "


" Aletha ... tunggu aku setahun saja " pintanya.


" Bagaimana jika kau mencintainya ? dia terlihar begitu mencintaimu. mark .. tidak ada yang lebih tau betapa menyakitkannya pengkhianatan itu selain aku dan ibuku ... dia akan menderita begitu juga aku "


" Lalu kau mau apa ?"


" aku harus mundur sekarang .. "


" aku harus mundur sekarang ... aku harus mundur sekarang ... aku harus mundur sekarang... "


perkataan aletha itu terngiang-ngiang dikepalanya mark, dia memang sangat mencintai aletha tapi pernikahan itu dia juga membutuhkannya demi perusahaan papanya.


" Alethaaaa "


Aletha meninggal mark begitu saja , seraya mengapus bulir bening kecil yang jatuh dari pelupuk matanya.


tak sengaja dia merogoh celana namun dia ingat ponselnya ada di Abigail.


" pria itu " batinnya.


***


diliriknya jam tangan itu yang kini baru jam 5 sore,.masih ada waktu jika dia harus mengambilnya di perusahaan Abigail.


dia mengendarai mobilnya menuju ke Perusahaan Abigail sesuai kartu nama yang ia terima itu, sementara Mark dia masih berdiri disana.


kebetulan saat itu melinda lewat didepan rumah sakit, dia melihat mark yang ada disana.


" Berhenti " perintahnya kepada sopir pribadinya.


shittt


langsung saja ia turun, dia berjalan cepat menuju kearah mark.


" Mark " panggilnya hingga mark menoleh.


" ya " jawabnya


" Ayo ikut tante " ajaknya


" Kemana ?"


" ikut saja "


Mark pun mengikutinya, dia masuk kedalam mobil itu melinda terus tersenyum hingga dia membuka ponselnya


📱 " Adelia Anakku "


💬 " Datanglah Ke Mandala Hotel sekarang "


beberapa saat kemudian Mereka berdua telah sampai di Mandala hotel , Melinda membawanya ke sebuah restoran. Adelia sudah ada disana , melinda mengisyaratkan agar adelia menuju kesuatu tempat.


" Diminum nak "


tawarnya


Mark menerima bir yang dituangkan oleh Melinda itu, dia sangat frustasi setelah diputuskan oleh aletha. Melinda terlihat sangat bahagia sekali sesuai dengan rencananya dia akan membuat Mark jatuh kedalam pelukan Adelia.


lama kelamaan mark pun mabuk, dia sudah tidak ingat dengan apapun lagi .


" Bwa dia kekamar 909 "


" Siap nyonya "


" Aletha " cerocos Mark walau dia mabuk dia terus mengingat nama Aletha.


" Aletha ... kau akan pergi jauh dari hidup ku maupun cintamu.. " ujar Melinda.


ceklek


Mark ditidurkan di ranjang itu kemudian pintu ditutup, Adelia sudah memakai pakaian seksi berwarna merah seperti siap menerkamnya.


dia tersenyum dan membula tali kimononya, mark yang sedang mabuk itu didekatinya dan diusapnya wajahnya.


" Mark ... " panggilnya lembut.


" kau akan jadi milikku setelah ini. "


Adelia membuka baju mark , dia mencium wajah mark seperti orang kehausan , karena mark sangatlah tampan baginya.


***

__ADS_1


sementara itu diruangan kerjanya Abigail sedang sangat tenang mengejarkan pekerjaannya dimejanya.


lalu tiba-tiba pintu terbuka " kembalikan ponselku ! "


" Maaf pak nona ini menerobos masuk kedalam " ujar sekretarisnya


dia memberikode dengan tangannya agar sekretarisnya keluar " baik pak "


" Kembalikan ponselku "


" mau ini ?"


Abigail menenteng ponselnya , saat tak sengaja dia usap ada foto seorang wanita yang menjadi walpeper di layar kunci aletha.


" Kembalikan aku bilang ! "


" He jangan buru-buru sekarang duduk dulu, kau mau minum apa ? biar aku buatkan aku baik padamu "


" tolong kembalikan aku terburu-buru "


tapi abigail tetap ingin menjahilinya dia menuangkan air.disebuah gelas kosong .


" duduklah "


" Hentikan ! aku harus kembali "


" Tidak mau ya sudah "


mau tidak mau Aletha pun duduk, akhirnya dia minum sedikit air putih itu.


" Sekarang berikan " pintanya


" Tidak mau "


" mau kamu apasih , cepat kembalikan ponselku ! "


mereka berdua terus saling menarik hingga akhirnya Aletha menariknya sangat kuat dan akhirnya Abigail menindihnya.


" Kembalikan "


" kau mau kemana jika ini kukembalikan ? pulang ? kau yakin mau pulang kerumah Neraka itu katamu. "


" itu juga rumah ku "


" Tapi penguasanya orang lain, kau hanya menumpang disana "


perkataan abigail benar-benar menusuk hatinya, tapi dia harus tetap mengambil ponsel itu hinngga berusaha menariknya lagi tapi dihalau oleh Abigail.


" eits tidak bisa "


" hentikan hiks hiks " tidak tau kenapa hari ini dia ingin terus menangis saja rasanya, dia menutupi matanya dengan telapak tangannya lalu menangis disana.


" Hei kau menangis sungguhan ?"


" hiks hiks hiks apa kau suka bertingkah kekanak-kanakan begini , hiks hiks "


mata abigail menatap bibir pink yang sedang mengeluarkan suara tangisan itu.


"Hentikan tangisanmu, kau tidak cocok menangis "


***


lalu dihotel itu tampaknya misi adelia benar-benar berhasil Pergulatan panas itu terjadi diantara keduanya. Mark terus memacu miliknya kedalam milik Adelia.


" Terus mark ahh ...ahhh shhh ahhh"


" Alethaahhh ahhh ahhh "


dia terus membayangkan aletha dalam wajah itu " aku mencintaimu alethaah ahhh ... ahahh "


" Tidak apa mark kau sebut saja nama wanita sialan itu tapi aku lah yang akan menjadi istrimu "


***


kini nampaknya Aletha bisa lebih tenang, begitupun dengan Abigail yang hanya bisa menatap Aletha tanpa mampu bicara.


" Kau mau pulang ? " tanya Abigail.


" hmm "


" aku permisi " sambung Aletha


ketika diluar Gedung itu ternyata hujan sudah melanda, dia tidak bisa menghampiri mobilnya yang berada di parkiran.


" aku telpon mark saja " pikirnya.


namun dia ingat dia sudah memutuskan mark, dia tidak bisa menghubungunya tanpa alasan lagi.


diurungkannya niatan itu, dan alhasil dia tetap menunggu hujan deras itu berhenti.

__ADS_1


__ADS_2