
*sehabis pulang sekolah, Aletha kecil sangat ingin makan karena sudah lapar. jadi dia terburu-buru untuk masuk kedalam rumah.
kebetulan pintu utama dikunci dengan rapat, jadi dia berkeliling mencari kaca jendela yang terbuka agar dia bisa masuk kedalam rumah.
" jika kau bilang pada suamiku kalau ini semua karena aku, habis kau ! " ancam melinda didapur rumah itu.
" Kau tidak berhak memarahiku ini rumahku ! " balas Adina.
" Ini juga rumahku kau lupa aku istrinya , dan aku punya dua orang anak "
" Aku juga punya anak. "
" menjawab saja ! " Melinda mengambil pisau yang ada disebelahnya dan menghadapkannya ke arah Adina
Aletha mengintip semua itu, sambil menutup mulutnya
" Apa yang akan kau lakukan , taruh itu ! "
Melinda tampak tersenyum , kemudian dia mendengar langkah kaki yang datang dari pintu dapur.
" Melinda " panggil hasan
melinda langsung membuat adina memegang pisau itu " jangan lakukan itu aku mohon ! aku memang merebut suamimu tapi aku punya anak hiks hisk jangan bunuh aku ..aku mohon Adina aku minta maaf "
Adina yang difitnah itu melotokan matanya, tangannya dimainkan oleh melinda seperti seakan-akan kalau dia yang akan menusuk Melinda.
" Melinda !!! "
" Adina apa yang kau lakukan ! kau sudah gila ! " Kata hasan
" Aku..aku..aku tidak melakukannya mashh dia . . " Adina tak mampu menjawabnya dia sungguh tidak bisa bicara lagi
" haaaa "
" Adinaaaaa !!! " Secepatnya hasan menarik melinda hingga pisau itu terjatuh kelantai
plak
hasan menampar wajah adina , hingga dia meringis kesakitan.
" ibuu !!! " teriak Aletha dari luar tapi tak kedengaran
" ibuuuu !!! ayah jangan ayahh !!! " teriaknya lagi.
" kau keterlaluan adina. sudah melukai istriku " didorongnya Adina hingga kepalanya membentur dinding dan mengeluarkan darah
" bukan aku mash aku tidak melakukannya " ucapnya lirih yang ketakutan
" ibuuu " teriak aletha lagi.
berulang kali hasan menampar dan memukul Adina , hingga adina terjatuh kelantai pun masih dia seret. Aletha menangis kejar waktu itu dan berusaha masuk kedalam rumah untuk menolong ibunya.
" Ampun mashh maafkan aku hiks hiks " isaknya
" Jika kau melakukannya lagi aku akan mengusirmu dari rumah ini dan jangan harap kau bisa membawa aletha ! " ancam Hasan.
dikamarnya berulang kali dia dipukul menggunakan ikat pinggang hingga berteriak histeris
" ayahhhhh !!! " teriak Aletha , dia ingin menghampiri ibunya namun dia dicegah oleh melinda.
" Jangan Aletha ibumu tidak baik jadi harus diberi pelajaran " ceganya.
" Kau jahat ! lepaskan ! ibuuuu "
'" haaaa ampun mashh ... sakit hiks hiks haaaa .... "
Aletha menutup matanya sambil menanngis dia tak tega melihat ibunya tersakiti begitu hingga saking marahnya dia, dia mendorong melinda dan memeluk ibunya hingga ayahnya salah memukulnya.
" hiks hiks hiks " pukulan itu mengenai punggungnya,
" Sayang ... aletha sayang... aku mohon cukup dia anak kita " mohon Adina
" Ibu hiks hiks* "
....
" ibuuu "
Aletha terbangun dari tidurnya, keringatnya berucuran ketika mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan
" ibuu " gumamnya lagi
Ceklek
__ADS_1
" Aletha kau sudah bangun ?" Tanya Arkan yang masuk kedalam kamarnya, dia menoleh dan menatap aneh arkan.
" Aletha kau baik-baik saja ? kepalamu ? wajahmu pucat "
dia memundurkan tubuhnya " berhenti disana " jawab Aletha.
" Untuk apa kau kesini ?" tanya Aletha.
" Aku membeli obat ini untukmu, walau kau seorang dokter dan lebih paham dariku tapi terimalah ini. "
" Aku tidak butuh itu, pergilah dari kamar ini. " dia marah karena mengingat semua masa lalunya karena ibunya Arkan setiap hari ibunya selalu dipukul begitupun dengan dirinya.
" Aletha aku mohon "
" Pergi !! " teriak Aletha
" baiklah aku akan pergi, aku taruh obatnya disini. "
dengan berat hati Arkan pergi dari kamar itu , tapi setelah arkan kembali kamar itu terbuka
" Sudah aku katakan jangan masuk kekamarku ! " tegasnya tanpa menoleh.
" ini aku nona , maya "
dia pun menoleh , maya terlihat membawa sebuah gaun ditangannya " Nona ini gaun dari Nyonya melinda, nanti malam katanya akan ada pesta di Hotel jadi Tuan hasan meminta nona untuk datang. "
" Aku tidak akan datang bawa gaun jelek itu "
" Nona "
" Semalam Tuan Arkan datang mengompres nona karena tubuh nona sangat panas. "
" Apa " gumamnya pelan.
" Nona setelah aku melihat dan aku amati Tuan Arkan tidak seperti Nyonya dan Nona adelia. dia tidak pernah melakukan apapun."
" Kau tidak tau apapun maya, bagaimana penderitaanku dan ibuku karena ibu dan adiknya itu "
" tapi ibuku bilang katanya setelah nona pergi dari rumah ini yang selalu menolong ibu anda selalu tuan Arkan. ibuku bilang tuan Arkan mengurus ibu anda dengan baik. "
" Dia menolong karena ada maksud tertentu maya, sudahlah kau keluarlah aku akan bersiap bekerja. "
" Baiklah Nona "
malam harinya
dihotel Yang super megah itu seluruh keluarga Bahreyin sudah hadir disana, pesta yang diadakan oleh setiap pengusaha setiap tahunnya itu berlangsung mewah.
namun dari tadi melinda menunggu kedatangan Aletha dan juga Abigail yang sampai saat ini belum terlihat.malam ini keduanya akan menjalankan misinya untuk menghancurkan hidup Aletha.
dia sengaja membujuk suaminya agar Aletha ikut kedalam pesta ini alih-alih untuk mengenalkannya sebagai dokter yang sukses.
Dari depan Hotel Abigail datang bersama Arkan keduanya tampak tampan dah cool sekali. banyak orang yang mengambil gambarnya karena ketampanannya.
namun tak lama dari belakang juga Aletha datang dengan gaun putih yang tertutup sama sekali tak memperlihatkan bentuk tubuhnya , padahal hampir semua wanita yang datang saling menunjukkan bentuk tubuh indah mereka.
Disaat Abigail dan juga Arkan sedang difoto, dia langsung saja masuk tapi saat itu abigail menoleh kearahnya yang berjalan lurus itu.
Aletha tampak bingung karena tak biasanya dia datang keacara seperti ini, Melihat itu Abigail mendekatinya.
" Mau masuk bersama ? " tawarnya.
" kau lebih dulu " jawab Aletha.
" Kau pikir aku Asistenmu " jawabnya, akhirnya keduanya masuk bersama
" Kau sudah bekerja ?"
" hmm "
" Tumben hari ini pulang cepat "
" Apa kau ingin semua mahkluk dimuka bumi ini sakit "
" Kalau dokternya seperti dirimu aku juga mau sakit "
Aletha memandangnya " Bodoh " gumamnya.
" Hey Aletha ! "
" Halo Aletha ! "
" Ini putrinya Bahreyin "
__ADS_1
semuanya tersenyum menatapnya dan dia pun membalasnya " Bagaimana kalau kita menari ?" tawar Pria yang tiba-tiba datang kearahnya.
" Ayolah " ajaknya paksa hingga dia tak mampu melawannya, diajaknya Aletha ke tengah-tengah lantai dan berdiri saling berhadapan.
lampu itu dimatikan dan pria itu mengadahkan tangannya, dengan senang hati Aletha menerimanya. Pria itu memulai tariannya dan diikuti oleh aletha yang memutarkan tubuhnya didepan pria itu.
Semuanya terpana melihat kelincahan Aletha yang sangat mahir berdansa.
Arkan sesak melihat berulang kali dia membenarkan posisi dasinya.
" tep "
Lampu menjadi padam, Aletha kebingungan mencari seseorang tapi tiba-tiba dia menerima sebuah gelas
" Minumlah dulu sebentar lagi lampunya akan kembali hidup " Ujar seorang pria.
tanpa berpikir panjang diapun haus jadi meminumnya tidak tau kalau disana ada obat yang sudah dimasuki. begitupun dengan Abigail yang menerima Minuman itu.
krek
lampu kembali nyala tapi kini yang berhadapan dengan Aletha adalah Abigail. lampu yang redup dengan dua insan yang saling menatap mempu membuat ruangan menjadi bersinar.
Aletha menatapnya sendu, dia pun menarik tangan Abigail dan menyentuhnya lembut. tapi malah sebaliknya kini Abigail yang tampaknya lebih bereaksi terlebih dahulu, dia memutari Tubuh Aletha dan menatapnya dalam.
Jakun nya itu naik turun dan akhirnya dia menarik tubuh aletha hingga mendekat dan melakukan gerakan Dansa disana. kali ini gerakan mereka lebih heboh dari sebelumnya yang hanga gerakan berputar.
Dansa yang indah tanpa direncanakan, tapi mata keduanya seperti tersulut Nafsu yang besar.
" Kau pikir aku tidak tau melinda ... " Batin Aletha
dia sengaja berpura-pura seperti orang mabuk agar Melinda bisa puas dan akan melakukan hal yang sebaliknya.
Abigail mengangkat pinggang Aletha hingga dia berhadapan degan perut rata itu.
disitulah akhir dansa mereka, tapi sepertinya Abigail memang sudah terbawa oleh obat itu. saat Aletha akan pergi dia menarik tangan aletha hingga menyentuh tubuhnya
" Kau harus bertanggung jawab " ucap Abigail dengan suara yang serak.
" A-apa maksdumu ?"
" aku ... a-aku .. "
" Eh Aletha sepertinya Abigail mabuk cepatlah kau bawa dia kekamar " Ujar Melinda
" Kenapa harus aku , Kau saja "
" Disini ada tamu banyak sekali "
" Aletha bawalah Abigail kedalam kamar 908 yang sudah ayah pesan, untuk ruang ganti ibumu tadi. "
" Ck baiklah " desisnya
diBawanya Abigail menuju kedalam ruangan yang sudah dikatakan ayahnya tadi, setelah keluar dari lift Abigail terus menatap Aneh aletha.
tangannya tiba-tiba menyentuh leher putih milik Aletha
" Hey kau pria bukan minum 1 gelas saja sudah KO "
" Alethha.. "
Ceklek
Aletha memasukkan abigail kedalam ruangan itu, karena kasihan melihatnya seperti itu lagipula abigail pernah membantunya saat dia mabuk.
jadi dituangkannya Air putih dan diberikannya kepada abigail
" Minumlah aku harus pulang setelah ini. " ucapnya seraya memberikan gelas itu.
" Duduk "
" Apa "
" Duduk dulu "
" Kau itu mabuk sudah tidur saja sana "
ditariknya tangan Aletha hingga terjatuh keatas ranjang dan ditindihnya tubuh Aletha
" Ja-jangan ... macam...macam kepadaku " hardik Aletha dia takut melihat manik mata Abigail yang menatapnya dalam
Cup
diciumnya bibir Aletha hingga Aletha membulatkan kedua matanya, tapi abigail hanya menempelkannya saja.
__ADS_1