
" Maria ! Maria ! apa makananya sudah disiapkan ?" teriak seorang wanita dewasa yang turun dari tangga, wajahnya cantik dan lembut.
" sudah siap nyonya. "
" ha syukurlah, tolong masukkan kedalam rantang Rendra menginginkan sarapan buatan rumah. " katanya.
" baik nyonya " jawab pelayan tersebut.
wanita itu bernama Hana Larasati, mamanya Rendra yang lembut dan baik hati. selalu mengutamakan kebahagiaan rendra dan ingin rendra sembuh.
" selamat pagi ma "
" Eh papa , papa sudah siap ? "
" iya ma "
hana membenarkan posisi dasi yang dipakai suaminya itu.
suami hana bernama Hartono Brimantara, seorang pengacara ternama yang juga bergelimang harta. dia sangat mencintai keluarga apapun demi keluarganya akan dia lakukan.
" mama selalu melakukannya dengan baik. "
" tentu saja "
" Rendra bagaimana ? "
hana terdiam dan seketika lesu, mengingat keadaan putra satu-satunya yang semakin hari semakin lemah saja.
" seperti yang papa tau, usianya tidak lama lagi. walau begitu mama tidak tau sampai kapan harus menutupi semua ini. "
hartono merangkul bahu istrinya dan memberikan elusan lembut " sabar ma. tidak ada yang tau sampai kapan usia seseorang, kita harus melakukan apapun demi kesembuhan putra kita. "
hana mengangukkan kepalanya dan memeluk suaminya.
***
didalam perjalanan menuju kekampus itu, dirlara diantar oleh kekasihnya siapa lagi kalau bukan Adinata.
" Tidurmu nyenyak ?" tanya adinata.
" iya , oh ya .. berapa lama kali ini ?" tanya dirlara.
" hanya satu minggu, ada latihan untuk anggota pasukan baru di markas. aku yang akan melatihnya. "
dirlara tersenyum tipis dan menyentuh tangan aadinata " Jaga dirimu baik-baik "
" Kau tidak sedih aku tinggal lagi ? " tanya Aadinata.
" Hubungan kita sudah berjalan 2 tahun, kita bukan anak kecil lagi lagipula ... setelah kau pulang kau akan libur panjang kan ?"
" Iya tenang saja dengan waktu itu aku akan mencari apartemen didekat area kampus nanti. "
" Sungguh ?"
" iya "
beberapa saat kemudian mereka berdua sampai, keduanya turun dan semua orang melihatnya.
" Tidak masalah orang melihatnya ?" tanya dirlara.
" kenapa ? biar saja mereka tau. kan beberapa temanmu sudah tau "
" hmm " jawabnya tersenyum tipis.
" Aku masuk ya, jam 8 ada mata kuliah. dan ... hati-hati dijalan. " kata dirlara yang mengkhawatirkan Aadinata padahal ini hanya melatih anggota pasukan baru bukan berperang.
" Iya sayang, tapi seperti biasa aku hanya akan menghubungi jika aku sedang ada waktu luang. "
" aku mengerti. "
Aadinata tersenyum dan mengelus rambut lurus panjang dirlara.
" bye " dirlara melambaikan tangannya dibalas oleh Aadinata.
dia berjalan menuju kedalam kampus seorang diri. seperti biasa mukanya datar dan jutek padahal itu hanya pembawaanya saja.
" hay dirlara. selamat ya kau mengharumkan nama kampus lagi " ucap beberapa pria yang datang menghampiri.
" terima kasih Virza " ucapnya.
" sama-sama. oh ya kau sudah dicari di ruangan biasa latihan. "
" iya, aku duluan "
" iya "
kembali dia berjalan menuju ketempat dia latihan musik dan dance.
" Dirlara , dirlara ... lihat lah dia datang. " semua pria dan wanita menyingkir melihatnya.
" Aroma mantan anak jenderal tidak pernah hilang, lihat berapa harga sepatu , tas dan pakaiannya. " bisik-bisik wanita yang iri melihatnya.
" wajarlah ayahnya punya pensiunan besar dan juga bisnis mamanya yang masih berjalan selain itu keluarganya memang sudah kaya dari lahir. " saut teman disebalahnya.
" Dirlara " panggil seseorang, hingga ia menoleh kebelekang.
pria itu tersenyum lalu mendekatinya.
" Kak Farel " katanya.
__ADS_1
" yuk masuk " ajaknya menggandeng tangan dirlara, dirlara tidak menolak karena dia memang sudah dekar dengan Farel.
Farel adalah anak temannya mamanya yang sudah berteman dengan nya sedari kecil.
****
sepulang sekolah vano mengendari mobil mercedez benz E- Class coupe milik Dirlara. dia mengarahkan mobil itu ke sebuah rumah sakit besar di kota jakarta.
di hadapannya itu ada gantungan foto dan juga kalung milik dirlara bersama Aadinata.
shittt
mobi itu berhenti setelah memarkirkannya dengan rapi. dia mengambil tasnya dan mendukungnya. dia kemudian masuk kerumah sakit, menaiki escalator dan kemudian mencari nomor kamar.
" 101 " gumamnya.
" oke ini dia "
Ceklek
" Aku datang "
seorang pria yang duduk di kursi roda menatap keluar jendela berapakain pasien berwarna biru.
hidung mancung, kulit putih dan bibir tipis dia tersenyum mendengar suara itu.
" Kakak sedang apa sendirian melihat kesana ?" tanya vano sambil melepaskan tasnya dan menaruhnya di sofa.
dia mengambil apel dan langsung mengupasnya.
" Dirlara tidak kesini ?" tanyanya.
" oh itu .... "
ceklek
" Eh ada nak vano, vano sayang kapan kau datang ?" tanya hana.
" heheh barusan saja tan "
" duduklah makan buahnya. "
" heheh iya tan terima kasih. "
Hana pun menemani vano yang duduk kemudian ia mengambil apel yang dikupas oleh vano.
" Vano kau belum menjawab pertanyaan kakak. " kata rendra yang masih menunggu jawaban vano.
" oh itu ... kak Dirlara kekampus katanya sedang ada mata kuliah dan juga langsung latihan. dia tidak sempat kesini dan tante kakak menitip salam pada tante, katanya maaf belum bisa mampir. "
Rendra tersenyum mendengar aktivitas pujaan hatinya, melihat itu hana senang karena Rendra akan tersenyum ketika mendengar nama dirlara.
" hehhe iya tan. "
" apakah benar dia memenangkan kompetensi menyanyi lagi ? aku melihatnya di social media kampusnya. " tanya rendra lagi.
" iya kak dan dia kemarin pulang tergesa-gesa takut papa memarahinya eh ternyata tidak dia sangat handal berlarian. tapi setelah menunjukkan piala itu akhirnya papa tidak jadi marah padanya. "
" Bilang pada paman Hasan jangan memarahi dirlara terlalu keras, nanti dia sedih. "
" iya kak santai saja ada aku yang melerainya. lagipula papa sebenarnya tidak marah hanya khawatir saja padanya. "
drttt....drrtt
" Kak Dirlara Calling "
" ini kak dirlara menelpon " ujar nya.
" suaranya besarkan " kata rendra dan mendekati meja dekat vano duduk.
hana hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, dia tau begitu cintanya rendra kepada dirlara.
" halo kak ?"
📱 " kau sudah pulang ?"
" iya "
📱 " jangan berbohong padaku, kau tidak akan pulang kerumah secepat ini. "
" iya aku ada di... "
📱 " sudahlah tapi hati-hati. oh ya nanti jemput kakak jam 4 sore dikampus, Kakak lupa bawa dompet. "
" Dasar kau ini selalu lupa. iya-iya nanti aku jemput."
rendra memberikan kode kepada Vano untuk menyinggungnya.
" kak kata tante hana dia menitip pesan balik buat kakak, kak rendra menanyakan kakak kapan kesini. "
rendra tersenyum mendengarnya.
📱 "iya sama-sama. Nanti kalau ada waktu senggang. "
📱 " Dir makan yuk, kakak sudah pesan makanan buat kita berdua. "
📱 " oh iya kak , tunggu di meja saja. "
mendengar itu vano tidak enak dengan rendra apalagi raut wajah rendra yang berubah mendengarnya seorang pria mengajak dirlara makan dan dirlara terlihat mengatakannya dengan lembut.
__ADS_1
📱 " sudah dulu ya , kau jangan lupa makan "
" i-iya "
tut...tut..tut
" Rendra itu mungkin temannya dirlara jangan khawatir " kata mamanya menenangkannya.
" i-iya kak, taulah kak dirlara anak band banyak teman laki-laki. "
" hmm benar sekali. buktinya sampai sekarang dirlara belum ada pacar " timpal hana.
tapi tetap saja walaupun begitu hati nya tidak tenang, dia ingin selalu dekat dengan dirlara tapi dirlara selalu seakan menjauh darinya.
" ma ... "
****
" oke siap semuanya ?" tanya kak farel yang akan memulai latihan itu.
" one ... two... three "
I love it when you call me señorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is ooh, la-la-la
It's true, la-la-la
Ooh, I should be running
Ooh, you keep me coming for ya
Land in Miami
The air was hot from summer rain
Sweat dripping off me
Before I even knew her name, la-la-la
It felt like ooh, la-la-la
Yeah, no
Sapphire moonlight
We danced for hours in the sand
Tequila sunrise
Her body fit right in my hands, la-la-la
It felt like ooh, la-la-la, yeah
I love it when you call me señorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is ooh, la-la-la
It's true, la-la-la
Ooh, I should be running
Ooh, you know I love it when you call me señorita
I wish it wasn't so damn hard to leave ya
But every touch is ooh, la-la-la
It's true, la-la-la
Ooh, I should be running
Ooh, you keep me coming for ya
keduanya membawakan lagu yang hits tersebut berjudul
" Senorita" suara keduanya memang cocok dan sama-sama saling bisa menutupi satu sama lain.
***
setelah keduanya bermain ps seharian ini, Rendra mengingatkan vano untuk menjemput kakaknya. jadinya vano membereskan semuanya terlebih dahulu.
" Besok kakak akan pulang kerumah, ajaklah papa dan dirlara keeumah makan malam bersama. " ujar rendra.
" siap kak , kalau mau mengambil hatinya sediakann dia kari ayam uh... dia pasti langsung jatuh cinta melihat kari ayam. "
" benarkah ? apalagi yang dia sukai ?" tanya rendra dengan antusias.
" hmm dia menyukai hal-hal yang dulu mama buatkan untuk nya ya salah satunya itu. dia dirumah selalu minta dibuatkan masakan yang selalu mama buat. "
" baiklah kakak akan menyuruh pelayan dirumah membuatnya. "
" oke , kak aku pulang ya " pamit vano.
" hati-hati vano. sampaikan salam ku pada nya. "
__ADS_1
" tenang "