
" Cantik juga kalau diperhatikan " batinnya.
***
" Selamat ya silahkan bergabung esok hari dirumah sakit ini. kau tidak perlu menjelaskan tentang dirimu karena dokter steward sudah menjelaskannya. " ucap seoranh dokter yang bernamakan Abraham.
" Terima kasih dokter Abraham, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak. saya janji akan mengerjakan tugas saya sesuai sumpah dokter saya dulu."
" Dokter muda seperti inilah yang dibutuhkan rumah sakit ini, penuh semangat, ceria dan selalu tersenyum. lihat-lihatlah rumah sakitnya agar besok tidak tersesat " goda Dokter Abraham walau dia sudah beruban tapi tetap humoris.
" Hehehe baik dokter, kalau begitu saya permisi untuk melihat-lihat rumah sakit. " pamitnya.
" iya silahkan "
diapun keluar dari sana, dia tenang jika sudah mendapatkan pekerjaan setidaknya setiap hari tidak selalu melihat wajah penjahat dirumah itu pikirnya.
karena luasnya rumah sakit dia harus menghapal semua lorong dan ruangan jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat rumah sakit.
📱 " Mark 💞 "
ponselnya berdering jadi diapun mengangkatnya.
" halo "
📱 " sedang apa ? aku sms semalam tapi tidak dijawab kau ketiduran ya ?"
" Hmm aku ketiduran, hari ini aku kerumah sakit dan aku diterima jadi dokter bedah disini "
📱 " Selamat ya, oh ya beberapa hari lagi aku pulang. kau tidak perlu menjemput nanti lelah biar aku saja menemuimu "
" iya, kau sedang apa ? banyak orang ya disana ?" tanya balik
📱" itu diluar aku didalam ruanganku, aku rindu padamu. "
" Aku juga "
📱 " Aletha "
" iya "
📱" Bagaimana dengan ibumu ? kau sudah bertemu ?"
" sudah ... tapi ... aku tidak bisa memeluknya "
📱" kenapa begitu ?" tanya cepat Mark.
Aletha ingin menangis tapi sudahlah dia harus kuat pikirnya
" aku akan menjelaskannya saat ketemu nanti, sudah dulu ya aku mau pulang "
📱 " oke hati-hati ya, dah .. aku mencintaimu "
" aku juga "
malam harinya barulah dia sampai dirumah tapi dia tidak ada niatan untuk masuk kedalam. hingga akhirnya memilih duduk disamping rumah yang terdapat sebuah gazebo.
" Kata ayah ibu meninggal karena serangan jantung disebuah rumah sakit, aku harus mencari tau dimana rumah sakit dan riwayat sakitnya itu. " pikirnya.
" Eh ada Saudara tiriku " Sapa Adelia yang seperti mengolok Aletha.
" Sedang apa kau disini ? oh ya kalau dipikir-pikir kau itu sudah tidak punya siapa-siapa lagi. ayah ? apa ayah memikirkanmu , hmmm kurasa tidak. tapi kenapa kau tetap disini ? kau pulang saja ke Amerika "
" Bukankah terbalik siapa yang harusnya pergi dari rumah ini ? perkawinan dibawah tangan itu tidak sah. yang berhak dirumah ini setelah ibuku adalah aku " jawab Aletha dengan tenang.
" Kau ! "
" Ucapanku benar " kata aletha.
" Aku beritahukan ini pada ayah supaya kau diusir dari rumah ini. " ujar Adelia yang kekanak-kanakan itu.
" Baguslah aku ingin lihat apa dia benar akan mengusirku atau tidak " gumam aletha.
Tampak dari atas Arkan ada di balkon kamarnya, dia menunduk kebawah untuk melihat Aletha yang seorang diri disana.
" Kau benar aletha ... yang berhak disini adalah dirimu dan posisiku juga, tapi kau tidak pernah meminta hakmu "ucap batinnya.
__ADS_1
Tin
Tin
aletha menoleh ketika ada suara klakson mobil itu , sebuah mobil berwarna hitam ingin ada diposisi mobilnya.secepatnya dia menuju ke mobilnya dan melihat siapa yang ada didalam mobil itu.
" Apa kau tidak bisa turun saja " ujar aletha.
" Tidak bisa itu bisa tempat parkirku " Jawab abigail.
" Bahkan orang luar pun diberikan lahan khusus " gerutunya.
dia tidak ingin banyak bicara disingkirkannya mobilnya itu setelah itu kembali dia keluar dari mobil.
" Kau baik juga " kata Abigail yang sama-sama keluar.
aletha hanya menatapnya cuek tapi abigail sangat suka dengan wanita cuek .
" Hey kenapa kau kerumah sakit ? kau sakit hati karena perkataan Adelia ya ?" tanya Abigail.
" Kau siapa ?" tanya Aletha.
" Aku ? Aku Abigail Tandean temannya Arkan saudaramu " Abigail menjulurkan tangannya tapi aletha hanya menatap wajahnya saja.
" Maksudku siapa kau yang berhak bertanya kepadaku ? dasar GR " Kata Aletha kemudian pergi menyelonong begitu saja.
" Awas saja " batin Abigail.
dan saat masuk Aletha dihadang oleh ketiga orang yang ada dihadapannya siapa lagi kalau bukan Ayahnya, Ibu tirinya dan Adelia.
" Aletha kau menga..."
" ya aku bilang aku yang lebih berhak dirumah ini daripada orang-orang yang ada disamping ayah. ayah mau mengusirku ?" potong Aletha yang tau akan seperti apa perkataan Ayahnya.
" Jangan salah paham nak, ayah tidak berniat mengusirmu. tapi jangan katakan hal seperti itu walau bagaimanapun hormati keduanya dia ibu mu dan ini saudaramu "
" Sudah aku katakan selain ibu Adina aku tidak punya ibu lain, aku juga anak tunggal tidak ada saudara darimana pun " ketus aletha.
" Sayang aku sakit hati " ucap melinda dengan manja.
" Aletha ini keputusan ayah jadi bukan salah mereka berdua. ayah yang menikahi ibu melinda jadi tolong hormati keputusan ayah " jelas Hasan.
" Keputusan gila. " jawab Aletha.
Abigail menatapnya tak percaya aletha gadis pemberani pikirnya.
" sayang hiks hiks hiks aku tidak pernah menginginkan semua ini " isak melinda berpura-pura sedih
" ayah dia sudah keterlaluan sebaiknya kirim dia kembali ke Amerika " saut Adelia.
" Aletha ! ayah menyekolahkanmu dengan tinggi untuk menghormati orang tua bukan begini "
" Tapi ayah tidak menghormati ibuku. Ayah .. aku ingin tanya kepadamu "
" Tanyalah agar kau puas "
" Apa ayah pernah mencintai ibuku ? " tanyanya yang sangat penasaran sekali.
Hasan terlihat diam dia terlihat tidak ingin menjawabnya.
" Tidak usah dijawab aku tau jawabannya, Ayah jika kau tidak mencintai ibuku maka setidaknya jangan hancurkan harga diri ibuku. orang bilang kalau tidak punya rasa untuk melihatnya saja malas apalagi sampai punya anak itu tidak mungkin. "
" Aletha cukup ! " bentak Hasan.
" Kau mencintai ibuku ayah tapi wanita itu tetap menggodamu walau dia tau ayah sudah menikah ! ayah ... akan aku katakan sekali lagi bagaimana jika nanti salah satu anakmu mengalami nasib yang sama seperti ibuku apa yang kau rasakan . "
" Salah apa aku padamu aletha ! aku tidak pernah mengacaukan rumah tangga ibumu, ibumulah yang tidak bisa memberikan keturunan kepada ayahmu " Ungkap Melinda.
" Kenapa aku ada ?" Tanya aletha.
" i..itu ... itu kar.."
" Aku tidak yakin jika kau anaknya suamiku, kau mungkin hasil dari orang lain. " tuduh melinda.
tangan Aletha mengepal mendengar wanita itu sedang merendahkan harga diri ibunya pikirnya.
__ADS_1
Aletha akan mengangkat tangannya " Aletha ! " bentak semua orang
dia tersadar siapa yang akan dia tampar ini jika dia memukulnya ayahnya pasti akan marah dan mengusirnya.
" Kau takut ?" tanya Aletha
" Aletha jangan lakukan " Cegah Arkan dengan suara lembut.
" Kau tenang saja aku tidak akan memukulnya, aku sedang berlatih mengangkat tanganku " jawab Aletha seraya menggerakkan tangannya.
" Aletha cukup sebaiknya kau diam dan lakukan apapun yang kau sukai. jangan berbuat onar ayah akan berikan fasilitas yang sama kepadamu dengan Adelia. "
" Aku tidak suka baju dan mobil yang norak seperti itu " jawabnya yang kemudian dia langsung pergi menuju kekamarnya.
" hei kau kurang ajar ! dasar orang rendahan ! "
" Adelia cukup " cegah hasan
Aletha menoleh sebentar , lembut sekali pikirnya Abigail menatap bagaimanaca Cara aletha menatap tadi.
" Dia iri " batin Abigail.
setelah perdebatan keluarga itu semuanya kembali kekamar masing-masing. Arkan dan Abigail saling berdiaman duduk di sofa panjang didalam kamar Arkan.
" Dia iri melihat ayahmu berkata lembut pada adikmu " ujar abigail.
" Aku tau " jawab Arkan.
" Selama dia masih dirumah ini dia akan terus menderita " sambung Arkan.
" Lalu apa jalan keluarnya ?"
" Setelah ada pria yang menjadi suaminya dan membawanya pergi dari rumah ini. "
" Dia punya pacar ?" tanya Abigail.
" tidak ada " jawabnya cepat.
" kau cepat sekali menjawab, sangat posesif seperti mencintai Dia "
" Aku saudaranya harus mencintainya "
" Ya kau benar "
***
pagi hari yang sangat cerah sekali sepertinya cuaca pun mendukung hari yang baik untuk aletha hari ini. dirinya sudah rapi untuk berangkat ke rumah sakit.
setelah siap dia keluar dan menuruni rumah menggunakan Lift dia sedang malas turun dengan tangga. tapi saat pertama kali dilihat satu keluarga yang sedang menikmati sarapan itu.
" Selamat pagi Nona Aletha " sapa pelayan, dia hanya menundukkan kepalanya.
" Aletha duduk dan makanlah " kata ayahnya.
" Tolong isikan ini dengan air " pinta Aletha kepada pelayan.
" Aletha kau dengar ayah ?"
" Terima kasih tidak perlu repot-repot " jawab Aletha yang sangat sungkan dengan ayahnya sendiri.
" Kau mau kemana rapi begitu ? ini masih pagi " tanya Ayahnya lagi.
setelah mengambil botol yang diisi tadi dia berjalan
" Bekerja "
" Apa ? bekerja ?" ujar Adelia.
" Bekerja dimana ? kau tidak perlu mencari pekerjaan diluar ayah bisa memasukanmu ke Perusahaan. "
" Tidak perlu , aku kerja dulu "
" Dia bekerja walau dia tau keluarganya kaya tapi kau menghabiskan uang saja " saut Arkan.
" Tidak suka bilang" jawab Adelia.
__ADS_1