
" Karena aku mencintainya. "
" Papa tidak ingin kau mencintainya, putuskanlah dia dan papa akan carikan pria yang lebih baik dari Aadinata. "
" pa ... " lirihnya yang ingin menangis itu.
" sudah cukup papa memberikanmu kebebasan dirlara. papa sebelumnya hanya melarang mu tidak benar-benar memisahkanmu darinya. papa tau tidak berhak melarang seseorang jatuh cinta, tapi papa punya alasan yang membuat papa tidak bisa merestui hubunganmu dengannya. "
" Dirlara sudah besar pa, jangan larang dirlara. "
" cukup pembicaraan kali ini, istirahatlah besok harus kekampus. "
dirlara tidak lagi bicara dia langsung keluar dari ruangan itu dan ia merasa kecewa pada papanya. ia bingung kenapa papanya selalu menolak hubungannya dengan Aadinata sebelum mengenal Aadinata.
vano sedari tadi mendengar dengan jelas pembicaraan antara papanya dan kakaknya itu, dia merasa kasihan dengan dirlara tapi disisi lain juga ia percaya papanya selalu ingin yang terbaik untuk kakaknya.
***
" Jihan " panggilnya
seorang wanita berambut pendek sebahu menoleh dan tersenyum melihatnya.di area kantin yang ramai itu membuatnya dilirik semua orang.
" Dirlara " katanya.
" kau sudah pulang dari rumah nenekmu ?"
" ya baru saja semalam. mau minum ?" tawar jihan.
" terima kasih tidak usah, eh cincin ... bagus sekali. " puji dirlara menyentuh cincin putih berlian milik jihan.
" Aku akan menikah "
" menikah ? apa kau tidak salah bicara ?" tanya dirlara yang terkejut mendengarnya
" tentu tidak, aku dijodohkan setelah aku bicara pada nenekku kalau aku mencintai seseoranh dia lalu melamarnya untukku. "
" waw , kapan ?"
" kemarin. "
" kau kapan dilamar kekasih tentaramu ?" tanya jihan.
" Aku belum memikirkan untuk menikah, masih ingin menikmati kebebasanku seperti ini. "
" Nanti diambil orang nangis kamu. "
" Dia sangat mencintaiku mana mungkin. "
" masuk yuk "
" yuk "
***
seperti biasanya vano bermain dirumah rendra menemani Rendra. Rendra pria yang sangat pintar dan berilmu tinggi. tadinya ia ingin menjadi seorang Anggotan pasukan namun kedua orang tuanya melarangnya.
tetapi semenjak ia divonis terkena gagal ginjal beberapa bulan yang lalu ia hanya bisa dirumah dan tidak bisa melakukan hal yang berat.
untuk itu mamanya selalu menyuruh vano datang kerumah setiap hari karena dengan vano lah rendra dekat dan bisa mengobrol agar tidak jenuh dirumah.
vano sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya dibantu oleh rendra, setiap dia ada tugas maka rendra yang selalu membantunya.
tapi hari ini rendra melihat vano tak bersemangat sekali tidak seperti biasanya dia selalu diam.
" Vano kau bertengkar dengan temanmu ?" tanya Rendra.
" tidak kak "
" Lalu kenapa ? "
" ini tentang kak dirlara "
" ada apa dengan dirlara ?" tanya rendra yang juga khawatir dengannya.
" semalam dia bertengkar dengan papa. hmm bukan bertengkar tapi , berselisih paham saja. "
__ADS_1
" Maksudnya bagaimana ? coba ceritakan dengan jelas. "
" Jagi begini, kakak punya kekasih seorang anggota pasukan. "
mendengar itu hati rendra merasa sakit, selama ini dia baru tau kalau dirlara sudah punya kekasih.
" Lalu ?"
" tapi papa tidak pernah mau merestui hubungan mereka. semalam kakak bertengkar gara-gara itu, aku kasihan melihatnya tapi aku juga mengerti perasaan papa. mungkin dia tidak ingin membuat kakak sama seperti mama nasibnya. "
Mendengar itu juga setidaknya Rendra punya harapan, tapi hanya harapan bukan akan terjadi pikirnya.
" Lalu apa papa mu memarahinya dengan kasar ?"
" tidak, walau begitu papa tidak pernah memukul maupun bicara yang kasar. "
" Apa papamu pernah mengatakan seperti apa kriteria calon suami yang dia restui ?"
" tidak tau sih kak tapi papa pernah bilang, pria itu bukan dari kalangan militer atau abdi negara. dia ingin ada yang menjaga kakak setiap waktu, kakak itu baik dan juga ramah kalau diajak bicara tapi dia mudah kesepian mangka dari itu papa ingin menantu yang selalu ada untuk kakak setiap waktu. "
" Aku lupa memberi tahu kakak. ini kak dirlara memberikan 2 tiket nonton festival pentas seni di kampusnya apa kakak mau ikut denganku menonton nya " tunjuknya memperlihatkan dua tiket yang ia pegang itu.
" mau , nanti kita pergi bersama. " angguuk rendra.
****
Satu bulan kemudian
hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. acara festival pentas seni ditahun semester ganjil ini diadakan besar-besaran.
suasana kampus terlihat ramai dan meriah, dan saat lagi dirlara juga farel akan menyumbangkan beberapa lagi. tapi dibalik panggung itu dirlara terlihat kecewa.
Aadinata seharusnya berjanji kepadanya untuk datang dan semenjak 1 bulan ini dia tidak pernah bertemu dengan Aadinata lagi karena kesibukan masing-masing.
Dia juga terkadang iri melihat jihan teman satu fakultasnya sering bercerita tentang calon suaminya yang selalu menemaninya jika ia ingin pergi kemanapun.
tapi pikiran itu harus dia buang jauh-jauh, dia sendiri yang harus menerima dan menguatka hati ketika mencintai seorang anggota pasukan.
" Dir ! dirlara ! " ujar farel menyentuh bahunya.
" ha ? i-iya kak ?" katanya terkejut.
dirlara menggeleng seraya tersenyum " tidak kak, hanya ... sedang menghapal naskah saja. "
" yasudah , ayo sekarang kita mau mulai bersiap ya "
didalam aula yang besar itu acara telah dimulai, Vano dan juga Rendra telah datang diacara itu dan sangat antusias menunggu penampilan dari Dirlara.
" Paman Hasan tidak datang ?" tanya Rendra.
" Tadinya mau datang tapi tiba-tiba orang di pertanian menyuruh papa melakukan sesuatu jadi tidak jadi. " jawab vano.
didepan panggung itu acara drama telah dimulai, semua nya menyaksikan dengan hikmat. kisah sepasang kekasih yang berpisah karena tidak direstui orang tuanya, dari samping panggung dilara menyaksikannya.
" benarkah begitu, aku dan Aadinata tidak akan bisa bersama sebagai pasangan. " pikirnya.
pada akhirnya sepasang kekasih itu memutuskan untuk bersama tapi bukan di dunia nyata tapi .. di akhirat, keduanya memutuskan untuk bunuh diri di sebuah jembaran dan akhirnya meninggal dalam posisi saling berpegangan tangan.
secara tidak sengaja Rendra melihat Dirlara yang berdiri disamping panggung yang menatap nanar dan kosong kedua pemeran itu, dia mengira pasti Dirlara sedang membayangkan kisah cintanya yang sama seperti itu.
melihat wajah dirlara dia jadi takut dirlara akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan barusan.
" Beri tepuk tangan yang meriah untuk drama kisah cinta Bersamamu selamanya ! " ujar pembawa acara sehingga semua orang bertepuk tangan.
" oke sekarang siapa nih yang menunggu penampilan bintang kita di kampus ini ? " tanya MC.
" Dirlara ! dirlara ! Dirlara."
" Farel ! Farel ! Farel "
teriak semua penonton dengan semangat.
" benar! kedua pasangan romantis yang kalau bernyanyi pasti menghanyutkan penontonnya, mari kita sambut ! dirlara dan farel ! "
Farel menggandeng tangan dirlara dan berdiri di tengah-tengah panggung. mata farel terus tertutuju menatap dirlara yang ada disebelahnya.
__ADS_1
Rendra dan vano tersenyum melihat Dirlara yang berdiri di panggung itu, namun yang membuat Rendra Cemburu saat Farel menggandeng tangan dirlara.
musik pun mulai dibunyikan 🎵🎵🎵
Dirlara mulai bernyanti dengan pembawannya yang sedih dan lembut dan membuat semua orang terdiam.
"Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi yang terbalut hangatnya bekas pelukmu. aku tak akan lupa tak akan pernah bisa, tentang apa yang harus memisahkan kita. "
" disaat ku tertatih tanpa kau disini, kau tetap kunanti demi keyakinan ini. "
dan disambung oleh farel yang juga bernyanyi dengan penuh pembawann.
" jika memang dirimulah tulang rusukku ... kau akan kembali pada tubuh ini, kuakan tua dan mati dalam pelukmu, untukmu... seluruh nafas ini.... "
kembali dirlara melanjutkannya, Rendra yang mendengarnya merasa bangga kepada dirlara yang punya suara bagus dan cantik itu.
" kita telah lewati rasa yang pernah mati. "
dan langsung dijawab oleh farel lagi
" bukan hal baru bilang kau tinggalkan aku ... "
kembali
" tanpa kita mencari jalan untuk kembali... "
" takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku"
disaat ku tertatih saat kau disini kau tetap kunanti demi keyakinan ini.
jika memang kau terlahir hanya untukku, bawalah hatiku dan lekas kembali.
kunikmati rindu yang datang membunuhku, untukmu .. seluruh nafas ini.
" jika memang dirimulah tulang ruusukku.
terkahir untuku
kau akan kembali pada tubuh ini
kuakan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu... seluruh nafas ini
seluruh nafas ini he .....🎵🎵🎵
semuanya ikut terhanyut dengan lagu mellow tersebut, dirlara dan farel berhasil membius semua penonton dengan lagu yang mereka nyanyikan.
prok
prok
prok
semuanya bertepuk tangan setelah selesai bernyanyi lalu keduanya melanjutkannya dengan drama Fregmen,
dibalik latar putih itu dengan ruangan yang gelap sehingga memungkin semua orang melihat bayangan mereka.
mulanya keduanta bertemu secara tak sengaja disebuah sekolah, hingga seorang pria menabrak seorang gadis yang sedang berjalan dan membuat buku-bukunya terjatuh.
sang pria pun jatuh cinta, dan akhirnya keduanya sering bertemu dan dekat. hingga suatu ketika dihari yang hujan keduanya berjalan di sepanjang lapangan dan akhirnya menikmati hujan bersama.
setelah hari itu sang pria menyatakan cintanya dan diterima oleh sang gadis.
Rendra benar-benar cemburu melihat dirlara yang melakukan adegan romantis dengan farel pikirnya. hatinya merasa gelisah hingga membuat kesehatannya agak menurun waktu itu juga tapi dia masih menahannya.
" kak " panggil vano.
vano menatap rendra yang mata rendra sudah menatap tajam tirai putih itu. dia jadi takut rendra jatuh sakit.
kembali kepanggung lagi, dirlara dilamar oleh farel dengan sebuah bunga dan akhirnya diterima oleh dirlara. mereka pun menikah dan diakhiri dengan ciuman di bibir, adegan itu terlihat seperti nyata tapi sebenarnya mereka tidak berciuman hanya membuat seolah-olah mereka berciuman.
Rendra tidak tahan melihatnya dan langsung pergi keluar dari dalam gedung itu. keringat dinginnya keluar dan tangannya mencengkram kuat knop mobil nya.
" Kak rendra! kak rendra baik-baik saja ?" tanya vano khawatir yang menyusul rendra.
__ADS_1
" kakak ingin pulang "
" ba-baiklah "