Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Ciuman Rendra


__ADS_3

ceklek


dirlara keluar dengan gaun selutut diatas dengkulnya.


" vano apa kau kesini bawa mobil ?" tanyanya.


" iya "


" pinjamkan aku mobil, aku ingin keluar sebentar. "


" mau kemana sayang ?" tanya rendra.


" eh itu ... aku ... aku ada urusan kak, mau beli buku kuliah. " jawabnya.


" Vano temani istriku ya, jangan biarkan pria manapun mendekatinya. "


" siap kakak ipar! " katanya dengan khas para militer yang hormat kepada atasan.


" jangan kak, aku sendiri saja aku janji tidak lama hanya 2 jam saja. siapa yang akan jaga kakak disini, aku tidak tenang meninnggalkan kakak sendirian. " tolak dirlara yang memang dia tidak mungkin meninggalkan rendra sendirian takut jika rendra membutuhkan sesuatu.


Rendra menyadari kalau dirlara diam-diam masih memperdulikannya " vano untuk pertama kalinya istriku mengkhawatirkan aku, jadi kakak ipar mu harus bagaimana ?" goda renda.


" Harus nurut " saut vano.


" Kak nitip camilan ya, aku akan disini seharian menemani kak rendra sampai kakak kembali. " sambung vano lagi.


" iya mana kunci mobil " pintanya.


" ini " dia merogoh kantung celananya dan memberikannya kepada dirlara.


" ini mobilku "


" hehhe " vano hanya bisa terkekeh mendengarnya, dia kan tidak punya mobil hanya motor pikirnya.


dirlara mengambil tas selempanhnya lalu ia menatap rendra sebentar.


" jaga dirimu baik-baik sayang" kata rendra.


" iya "


setelah itu dirlara pun pergi, ia keluar dari rumah sakit dengan terburu-buru. tak henti-hentinya ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


melihat mobil putih yang terparkir disana ia langsung masuk dan menjalankan mobilnya dengan agak mengebut.


***


didalam ruangan kamar rendra, dokter masuk dan memeriksa keadaannya ditemani vano yang memperhatikan semua tindakan medis.


" Dokter kapan saya dapat transplantasi ginjal ?" tanya Rendra.


" pihak rumah sakit masih berusaha mencari pendonor ginjal yang cocok. bersabarlah sedikit lagi "


" tapi aku takut sebelum aku mendapatkannya malah tuhan akan mencabut nyawaku, aku baru saja menikah dan ingin merasakan menjadi seorang suami yang utuh untuk istriku. " lirihnya yang merasa sakit ketika berucap seperti itu.


vano bisa melihat dimata rendra yang sedang berkaca-kaca, sebuah cinta yang begitu besar bisa ia lihat dimata dirlara.


" Mungkin kak Rendra akan menjadi pengganti mama untuk kakak, dimata kak rendra saat menyebut nama kakak dia selalu berkaca-kaca. " batin vano.


" Rendra ... kau harus berpikir positif, sekarang kau sudah menikah seharusnya kau bahagia dan jangan pikirkan penyakitmu terlebih dahulu, seseorang yang kau utus mencari ginjal di jerman sedang berusaha secapatnya dia akan memberikan kabar baik. " ujar Dokter billy yang menasehatinya.

__ADS_1


" Aku permisi dulu, sesuai perkataanmu aku tidak mengatakan kepada orang tuamu atas tindakanmu. " sambung dokter billy.


" hmm "


Dokter billy keluar lalu vano menatap curiga kepada rendra apa yang dimaksud dokter itu atas tindakan Rendra pikirnya.


" Vano ... kau percaya pada kakak ?" tanya rendra.


" sangat "


" jangan beritahu kan ini pada siapapun termasuk dirlara atau orang tua kakak " katanya dengan serius.


" iya aku janji "


" Kakak akan membeli ginjal seseorang dalam waktu dekat, kakak sengaja tidak memberitahu orang tua kakak karena ... jika mereka tau mereka tidak akan membantu kakak untuk menikahi dirlara, orang itu sudah siap memberikannya tapi ... dia masih belum bisa datang ke indonesia. "


" jadi maksud kakak , semua yang tante hana lakukan itu atas permintaaan kakak ?" tanyanya.


" iya ,sebagian. " jawabnya jujur.


" Vano kakak percaya padamu kau tidak ingin melihat dirlara menderita bukan ? selama ini dirlara berubah menjadi sosok yang penutup setelah kakak pertamamu meninggal. kakak ingin hidup bersamanya dan memberikan warna didalam hidupnya. "


" Lalu apakah kakak tau jika kak dirlara masih berhubungan dengan kekasihnya ?"


" tau. tapi mereka tidak akan pernah bisa bersama, kau tau kenapa ? karena tidak ada yang merestui hubungan keduanya. papamu punya alasan yang relevan sebagai seorang papa, sedangkan keluarga pria itu tidak akan menerima dirlara. "


" kenapa ? kakakku punya segalanya, harta , uang, kecantikan dan juga kepintaran semua ada didia " ungkap vano.


" Karena dia anak nya Glency dan Hasan, pria yang dia kencani selama 2 tahun terakhir punya hubungan masa lalu yang tidak baik, papamu masih belum mengatakannya tapi tidak lama lagi semua masalah akan terungkap. "


****


dirlara tersentak, dia diam saar berhadapan dengan seorang wanita paru baya yang begaya elegan dan berkelas.


" Ya ... Tante tidak ingin hubungan kalian berdua berlanjut, karena apa ? Aadinata seorang Anggota pasukan yang sebentar lagi akan diangkat menjadi seorang kapten. dia tidak cocok dengan seorang mahasiswa semester 5 dan hanya seorang penyanyi biasa. " ucap wanita itu yang membuat hati dirlara sakit mendengarnya.


" Jadi tante ingin Aadinata punya pasangan seseorang yang punya karier tinggi dan cocok dengannya ?" tanyanya lirih.


" seperti itulah, seperti seorang dokter mungkin ... ya yang berhubungan dengan pekerjaannya, dan kau pasti tau seorang penyanyi tidak ada hubungannya dengan anggota pasukan. " ibunya Aadinata sangat mengejeknya apakah dia tidak tau putri siapa dirlara ini.


dirlara sangat kecewa padahal dia sangat berharap untuk bisa mendapatkan restu kedua oranh tua mereka, tapi sekarang semuanya malah jadi begini.


" Aku akan bicara pada Aadinata tante " katanya tunduk.


" baguslah, kau anak pintar "


" Dan tante juga ingin beritahukan padamu kalau ... tante sudah menemukan pasangan yang cocok untuk Aadinata, wanita itu terlihat cantik dan punya karier yang bagus. "


" kalau begitu tante permisi, mau menemui calon menantu dulu. "


dirlara ditinggal sendirian oleh ibu Aadinata. air matanya jatuh begitu saja, ia sudah menikah hanya untuk mendapatkan restu papanya tapi kini malah orang tua Aadinata yang tidak merestuinya.


apakah dia menyesal telah menikahi rendra ?


" Aadinata " gumamnya.


***


malam harinya

__ADS_1


yang tadinya dikatakan 2 jam kini malah pergi selama 10 jam, jam 8 malam dia baru sampai dirumah sakit. ia pikir Rendra sudah tidur tapi nyatanya rendra masih terbangun dan menatapnya.


yang ditatap hanya menundukkan kepalanya " Kenapa baru pulang sayang ?" tanya rendra lembut.


ceklek


" kau ingat jalan pulang ternyata, kak kunci mobil papa sudah menelpon menyuruh pulang. " pintanya


dirlara memberikan kunci mobilnya " vano... "


" apa ?"


" kakak ikut "


" kakak sudah menikah tetaplah disini bersama kak rendra "


" Ini malam terkahir dirumah sakit, besok kita pulang kakak juga sudah merasa lebih baik " saut Rendra.


" kak aku pergi ya , kak dirlara selamat malam " pamitnya begitu saja, dirlara benar-benar ingin ikut vano dia merindukan rumah dan rasanya ingin berpikir tenang didalam kamarnya.


Rendra bangkit dari tempat tidur itu lalu berjalan ke arah dirlara yang terus menunduk itu.


" kamu kenapa sayang ? apa ada yang menyakitimu ? kamu baik-baik saja "


entah karena apa dirlara memeluk rendra begitu saja, ia menjatuhkan air matanya dipelukan rendra. rendra merasa kaku dan gugup seketika bibirnya tidak bisa berkata apapun.


" Aku lelah " lirihnya.


" Kau pasti sakit hati mendengar perkataan orang " batin Rendra.


Dirlara langsung melepaskan pelukannya ketika mengingat siapa yang ia peluk " ha maaf , maafkan aku kak. aku terbawa suasana jadi nya ak.. "


cup


rendra mencium bibir dirlara, membuat dirlara melotokan matanya " Banyak bicara " gumam rendra lalu ia menempelkan kembali bibirnya ke bibir dirlara.


" tenanglah ada kakak disini, jangan pikirkan apapun perkataan orang-orang. kakak akan melindungimu selalu. " katanya yang melepaskan ciuman itu.


sesungguhnya ia juga gemetar dan takut dirlara marah tapi ia tutupi dengan tingkahnya yang seolah dia biasa saja.


dirlara reflek dan malah memegangi bibirnya yang baru saja dicium oleh suaminya.


" wajahmu memerah " ujar Rendra.


" A .. aku , aku ... aku kekamar mandi dulu kak "


seceparnya dirlara masuk kekamar mandi, dan Rendra merasa sedang dapar give away dia senang bisa mencium Dirlara walau hanya menempelkan saja.


deg...deg..deg


" selain ginjalku kini jantungku juga bermasalah " pikirnya.


ceklek


dirlara memegangi ujung kaosnya, dia merasa malu untuk berhadapan langsung dengan Rendra tapi bagaimana lagi ini bukan rumah nya yang bisa menghindar.


" Tidur yuk " ajak rendra.


dan seperti malam kemarin mereka tidur terpisah karena masih dirumah sakit, keduanya tidak bisa tidur setelah mendapatkan ciuman pertama masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2