Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Cinta Yang Salah


__ADS_3

" ahh "


Aletha merenggangkan tubuhnya ketika dia selesai mengoperasi


drttt...drttt


dirogohkan kantong bajunya itu ketika melihat sebuah pesan dia langsung saja berlarian, padahal dia masih memakai pakaian rumah sakit.


tak peduli berapa banyak orang yang melihatnya dirinya terus berlarian dan mengambil mobilnya dia pun meninggalkan rumah sakit dengan terburu-buru.


" aku harap aku tepat waktu " batinya


tampak didepan dia sudah melihat gerbang utama menuju kedalam rumahnya, namun masih 1 km lagi untuk dia segera kesana.


shitt


dia lupa mematikan mobilnya tapi langsung saja dia keluar dan masuk kedalam rumah lengkap dengan pakaian rumah sakitnya.


Semua orang yang berada di ruang kekuarga itu melihatnya aneh ketika Aletha masuk dengan berlarian dari tangga menuju ke kamarnya tapi satu hal yang menarik dari dirinya yaitu pakaiannya.


" Itu aletha " ucap melinda.


" Siapa yang mengambil paketku ! " teriaknya dari atas tangga.


" disini " Adelia memegang paketnya dia berusaha membukanya.


dengan muka tidak suka dia menuruni anak tangga lalu merebut kotak yang ada di tangan adelia.


" Lain kali kalau ada barang orang jangan asal sentuh dan asal buka, kau tau etika tentang privasi seseorang ! " tegas Aletha.


" Aletha sudah , dia anakku " Bela Melinda.


" Anak macam apa yang kau bela " balas Aletha.


" Aletha pakaianmu , kau seorang Dokter ?" Tanya Arkan menatap tak berkedip Aletha.


Aletha baru sadar dia kesini memakai pakaian Rumah sakitnya hingga dia menatap sampi ke ujung kaki


" Aletha kau dokter ?" tanya Ayahnya juga.


" A-aku "


" Dia pasti pinjam, dia saja kuliah jurusan ekonomi mana masuk ke dokter " Saut Adelia


" Aletha " ujar Aayahnya melembut.


Adelia mengambil Gantungan nama yang dipakai aletha itu, dia melihat foto dan gelar yang disandang aletha


" Dr. Aletha Adina Bahreyin SP. b "


" kau seorang dokter spesialis bedah ?" tanya Arkan.


" Aletha benarkah ? " Sesungguhnya Hasan sangat bangga jika memang benar aletha adalah seorang dokter, dia mempunyai seorang anak yang sukses dibidanh kedokteran


" hmm aku seorang dokter " Jawabnya


Hasan tersenyum mendengarnya begitupun dengan Arkan.


" Aletha ! ayah sangat bangga "


Hasan mendekatinya kemudian ia memeluk Aletha, Melinda melototkan matanya begitu juga dengan Adelia.


" Ayah bangga nak , tapi bagaimana bisa bukankah kau menempuh Pendidikan Ekonomi dan bisnis ?"


Aletha membalas pelukan ayahnya " Semua ini karena ibu, selama 5 tahun aku mengambil dua pendidikan sekaligus, Ayah ingin aku sekolah bisnis tapi ibu ingin aku menjadi dokter. Ayah ... apa ayah bangga kepadaku ?"


" Ayah bangga kepadamu "


" heheh adelia juga nanti akan lulus dan menjadi seorang Pebisnis iya akan adel, berikan juga Semangat untuk adelia sayang " saut melinda yang tak pernah lupa tentang adel.


" Ayah juga bangga padamu adelia, sini "


Adelia akan mendekat tapi justru Aletha yang menjauh dia tidak sudi berada dalam satu pelukan bersama wanita itu.

__ADS_1


" Ale.."


" Aku harus kerumah sakit "


Melihat Aletha keluar Arkan pun mengejarnya, dia ingin mengucapkan selamat setidaknya sekali saja. dia harus cepat sebelum Aletha masuk kedalam Mobil.


" Aletha ! Aletha ! " Teriaknya mengejar Aletha, Aletha yang akan membuk pintu mobilnya itupun menoleh.


" Aletha tunggu ! " teriak arkan.


Aletha menatapnya penasaran, karena didalam mobilnya ada air botol dia mengambilnya kemudian memberikannya.


" Terima kasih " ucap Arkan.


Aletha tak menjawab dia menunggu arkan berbicara


" Selamat untukmu Aletha .. kau sangat cocok memakai pakaian ini " ungkap Arkan


angin yang berhembus kencang itu membuat rambut aletha dan rambutnya tampak bertebaran.


" Aletha "


" Aku harus pergi " Balas Aletha


" Tunggu Ale " cegahnya menyentuh pergelangan tangan sebelah kiri Aletha.


aletha menatap tangannya itu, lalu menatap pria tinggi dihadapannya.


" Jangan menganggapku sama seperti ibu dan adikku, Aletha ... aku ingin menjadi saudara dan temanmu. Ale kau tau aku tidak pernah setuju kepada setiap perlakuan ibu dan adikku. " Arkan harus memberanikan diri, dia ingin menjadi kepercayaan Aletha dan ingin menjadi seorang yang dianggap aletha penting.


" Lepaskan tanganku " ucap Aletha


" Percayalah kepadaku "


" Kepercayaan ... Siapa yang harus kupercaya sekarang, rasanya dunia sangat menipuku, dunia sangat tidak adil sampai dia tidak ingin memberiku keyakinan untuk percaya lagi " pikirnya


" Aku tidak tau apa maksudmu selalu mengikutiku ... jika dulu kau ingin mengawasiku agar aku tidak bisa pulang karena ingin melindungi ibumu tapi sekarang ... aku akan mencari kebenaran dibalik kematian ibuku .. semua orang dirumah ini , aku tidak akan percaya. termasuk dirimu. " ungkap Aletha.


Sebelum dia selesai bicara aletha membuka pintu mobilnya , tanpa banyak bicara dan langsung menyetir mobilnya.


" Bagaimana caraku mengatakan kepadamu jika kau terus menjauh begini Aletha, Apa yang salah dariku .. Aku hanya ingin menunjukkan rasa cintaku kepadamu, mungkin ini salah tapi aku Mencintai Saudara ku sendiri. "


apa yang dilakukan arkan selama ini ada karena rasa cintanya terhadap Aletha, bukan dia bermaksud untuk memata-matai Aletha hanya saja ingin mengetahui kondisi Aletha agar dia bisa tenang dan tidak takut.


***


Aletha baru saja selesai melakukan operasi, dia langsung masuk ke kamar mandi khusus dokter dan membersihkan dirinya.


Tian yang ada disebelahnya terus tersenyum " Bagaimana dokter aletha kau sudah kewalahan dengan rumah sakit ini ? beginilah kondisi Dokter bedah disini karena kekurangan Dokter jadi apapun kondisinya kita harus siap siaga " jelas Dokter Tian.


" Tidak begitu aku hanya melihat ada beberapa alat yang kurang dirumah sakit ini hingga butuh waktu lama untuk mengoperasi satu pasien. jika saja rumah sakit mempinyai alat yang memadai itu mungkin akan mempersingkat waktu operasi. "


" Aku lupa kau pernah menjadi dokter di Washington bagaimana pengalaman mu dulu ?"


Tian menyenderkan tubuhnya di kaca itu melihat Aletha yang terus mencuci tangannya.


" Disana ada begitu banyak dokter ahli dan harus kuakui semuanya sudah terverifikasi, setiap kami melakukan operasi paling sedikit ada 3 atau 4 dokter yang ikut menanganinya "


Dokter Tian tersenyum " Dokter Aletha melihat kinerja mu aku yakin tidak lama lagi kau akan menjadi dokter populer disini "


" Lalu bagaimana dengan dokter Tian sendiri ?"


" Aku tidak bisa menjadi Dokter populer karena tahun depan aku akan menikah. Seorang Dokter akan menjadi populet ketika dia masih melajang "


Aletha terkekeh mendengarnya " Selamat untukmu Dokter Tian "


" Ngomong-ngomong Kapan Dokter Aletha akan menyusul ?"


Aletha hanya tersenyum kecil " Seseorang tidak ada yang bisa menebak apa yang kita rencanakan malah suka berakhir begitu saja "


" Mak-sudnya ?" Tanya Dokter Tian.


" ha tidak ada , ini sudah malam ternyata. Aku harus pulang agar besok aku bisa libur dengan tenang "

__ADS_1


" Aletha ... aletha kau memang berbeda " ujar Tian.


Brak


Aletha menutup pintu mobilnya namun dia membuka kembali tasnya dan melihat resep yang diberikan pelayan itu kepadanya.


" Rumah Sakit JONAS JK " gumamnya.


Sayang sekali hanya beberapa tulisan yang bisa dia lihat yang lainnya terlihat kabur , namun mata nya itu berusaha mencari titik terang dari tulisan itu.


" Es-ta-zo-lam "


" Estazolam ... Obat ini ( dia sejenak berpikir ) obat tidur " pikirnya , lalu dia melihat tanggal nya 5 Januari 2014


" Terkahir kali ibu mengabari ku bulan Juli tahun 2014 "


lalu diapun mencari Tau tentang rumah sakit itu di ponselnya , hingga dia menemukan rumah sakit itu tapi sekarang sudah berganti nama " Jadi ini rumah sakitnya ... ini bagus aku bisa menyelidikinya dengan mudah "


ditutupnya semua hal yang dia keluarkan, dia sudah lelah dan begitu merindukan ibunya. rasanya sia-sia pencapaiannya ini, bukankah semua ini demi ibunya tapi setelah dirinya berhasil orang itu sudah tidak ada lagi.


***


Mentari pagi sudah terbit di ufuk timur, Pagi sekali Aletha terbangun dan dia sudah berada di lapangan olahraga mengitari Lapangan yang luas itu.


" Bagaimana dengan Washington ? Disana sangat indah ada gedung tinggi dan bangunan kuno yang klasik ?"


" Tidak ibu aku tidak suka terlalu Jauh "


" memangnya kenapa ? jauh bukan berarti tidak bisa digapai. Sayang .. lihat Garis finish itu " Tunjuk Adiba saat dulu dia masih hidup , dan saat itu Aletha sudah berusia 14 tahun. "


*Aletha remaja melihatnya, masih sangat jauh pikirnya tapi dia sudah melewati beberapa kali putaran.


" Jauh kan tapi kalau dikejar terus pasti sampai " sambung ibunya.


" Ibu kenapa aku harus pergi sendirian ? kita pergi berdua saja agar ayah tidak memukul ibu lagi " Katanya yang terus berlari dia sedang marah karena disuruh ibunya pindah sekolah keluar negeri.


" Ibu kan sudah selesai sekolahnya ... ibu dulu juga sekolah diluar negeri, ayolah sayang ibu ingin melihat mu memakai pakaian dokter agar ibu bisa berfoto dengan dokter hebat nantinya. "


aletha berhenti berlari saat dia sudah memasuki garis finish, nafasnya terengah-engah tapi ibunya masih tetap kuat.


" Lelah sayang ?"


dia mengangukkan kepalanya


" Tapi kau senang kan ?"


dia pun menganguk lagi


" Itulah hidup. kita hidup hanya untuk mendapatkan tujuan, tapi sebelum itu masih ada proses dan prosesnya sangat melelahkan .. kadang kita tersenyum , menangis , merasa kecewa , takut dan kadang kita juga tertawa tapi semua itu akan tergantikan nanti setelah tujuan hidup kita tercapai. "


" Memangnya apa tujuan hidup kita ? ayah tidak menyayangi ibu ataupun aku, kenapa kita tidak pergi saja ibu ... lihat "


Aletha membuka sedikit lengan baju yang dipakai ibunya dan menunjukkan bekas memar kebiruan ditangan.


Ibunya hanya tersenyum " Dia Suami ibu, apapun perlakuannya ibu harus menerimanya. "


" itu artinya apa aku juga akan begitu ? menikah lalu mendapatkan memar seperti ini ?"


" suatu saat nanti anak ibu akan menikah dengan seorang pria tampan seperti pangeran, sangat mencintaimu dan menyayangimu. dia tidak akan menyakiti hatimu karena kau terlalu cantik untuk dilukai percayalah "


" Ibu .. aku mau pergi asal bersamamu. "


" Tidak sayang, ibu akan tetap disini menunggu apa yang harus kau dapatkan. kau harus pergi nanti malam ibu akan mengantarmu, setiap hari kita akan saling mengabari oke "


" Oke "


" Anak pintar "Aletha dipeluk ibunya , dia kecewa tapi mau tidak mau itu semua permintaan ibunya. dia tau ibunya menjauhkannya hanya untuk tidak melihat ibunya dipukul dan dihina oleh orang dirumah itu*


" haaaaaaaaa " teriaknya yang sudah melewati garis finish itu, nafasnya terengah-engah dengan keringat yang bercucuran.


" Ayo kita pulang bersiap untuk naik pesawat "


dia seakan melihat bayangan saat kecil bersamaan ibunya yang sedang lewat bergandengan tangan didepannya.

__ADS_1


__ADS_2