Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Menikahinya


__ADS_3

" bagaimana pa ?"


" kakak , apa yang kakak katakan. " saut vano.


" ya. papa setuju. " jawab hasan.


malam ini dirlara benar-benar tiba bisa tidur dibuat oleh keadaan. dia mengantuk tapi tidak bisa menutup matanya.


dari tadi memegangi ponselnya menunggu jawaban dari Aadinata, sebulan ini Aadinata tidak menjawab sms nya. padahal ia selalu mengatakan apapun yang dia lakukan setiap harinya walau tidak dibalas setidaknya dibaca saja.


tapi tidak. Aadinata tidak melakukannya ia seperti hilang ditelan samudera.


****


keesokan paginya


karena hari ini adalah hari pernikahan yang telah ditentukan, hasan memberikan izin kepada pihak kampus kepada dirlara selama beberapa hari.


dia tau mungkin ini keputusan nya yang tidak masuk akal menikahi putrinya dengann pria yang punya penyakit berbahaya, tapi dibalik semua sikapnya ia memang punya rencana sendiri untuk membuat hidup dirlara tidak hancur berantakan seperti dirinya.


tok


tok


tok


" kak ! bangun kak ! kita harus kerumah sakit ! " gedor vano dari pintu kamar.


" kak dirlara ! "


ceklek


dirlara membuka pintu perlahan ternyata ia sudah bangun, memang dia selalu bangun pagi karena setiap hari dia selalu punya jam kuliah jam 8 pagi.


" Papa menunggu dibawah "


" hmm "


" kakak ! "


" turunlah "


" mukamu jangan begitu, kau seperti mau mati saja. " kata vano yang sebenarnya dia ingin menghibur dirlara.


" Aku sedang tidak mau bicara padamu. "


" Hiks hiks papa kak dirlara jahat "


" hey ! hey jangan menangis , hustt " dirlarara takut jika vano menangis , karena memang ia tidak mau melihat vano menangis.


" heheh tidak jadi "


" kau ini "


" sudah ayo turun, kata papa kita harus segera berangkat. kak rendra menunggumu. "


dirlara hanya bisa menghela nafas dalam dan membuang kasar, tidak menyangka ia secepat ini akan menikah dan ditambah dia menikahi kak rendra yang tidak pernah sama sekali ia pikirkan sebelumnya.


***


sesampainya dirumah sakit vano menggandeng tangan dirlara dan papanya ada diposisi kirinya.rasanya ia ingin kabur sekarang juga akan tetapi dia sudah berjanji dan ini semua demi restu papanya dengan Aadinata.


ceklek


papanya membukakan pintu kamar rendra, dia masih menunduk sedangkan didalam sana semua orang tersenyum melihat kedatangannya.


" Dirlara " panggil rendra.


disana sudah ada penghulu dan dua saksi yang akan menjadi saksi pernikahannya dengan rendra.


dirlara mengangkat kepalanya dan hanya menatap biasa rendra.


drttt....drtttttt


" Aadinata Calling 💞 "


ponselnya bergetar didalam tas selempangnya ia tidak tau kalau yang menelpon adalah kekasihnya.

__ADS_1


" Rendra kau siapkan ?" tanya papanya dirlara.


" siap paman " jawabnya.


" kemari sayang " hana membawa dirlara berdiri disebelah brankar Rendra, rendra begitu senang dan bahagia akhirnya ia bisa menikahi Dirlara, ia tatap dirlara begitu dalam.


" bisa kita mulai ?" tanya penghulu.


" bisa Pak " jawab hasan dan keluarga Rendra.


keduanya mulai berjabat tangan antara rendra dan papanya dirlara.


" Saudara Rendra Brimantara Bin Hartono Brimantara , saya nikahkan engkau dan kawinkan engkau dengan putri kedua saya Dirlara Aadina Maqda binti Hasan Maulida Maqda dengan mas kawin 1 juta dibayat tunai. "


" Saya terima nikahnya dan kawinnya Dirlara Aadina Maqda binti Hasan Maulida Maqda dengan mas kawin tersebut tunai ! "


" bagaimana saksi ?" tanya penghulu.


" sah "


tidak ia sangka akhirnya dirlara resmi menikah dengan rendra, saat itu hanna memberikan cincin kepada rendra untuk dipasangkan kepada dirlara.


" sayang tanganmu " panggil rendra tanpa memanggil nama dirlara lagi.


dirlara ragu memberikan tangannya, sampai akhirnya dia ingat tujuan pernikahan ini dan diberikannyalah tangannya itu.


rendra memasangkan cincin di jari manis mungiil milik dirlara lalu ia mencium tangan dirlara.


" cium tangan suamimu Dirlara " perintah hasan.


tanpa dipinta Rendra memberikan tangannya, dengan perlahan dirlara memasangkannya.


pernikahan pun sah dan telah terjadi, kini keduanya menyandang status sebagai pasangan suami istri. rendra terlihat ingin bicara dengan dirlara sehingga semua orang keluar dari ruangan itu dan membiarkan keduanya bicara.


" sayang " panggil lembut rendra.


" kak panggil aku dirlara saja, aku tidak biasa dipanggil begitu. " katanya menundukkan kepala.


rendra menggelengkan kepalanya " kita sudah menikah barusan saja, dan kakak ingin memanggilmu dengan kata sayang karena kakak sangat menyayangimu. "


" boleh kakak mencium keningmu ?" izinnya terlebih dahulu.


para orang tua melihat semua kejadian itu dan mereka sangat senang melihat kebahagiaan rendra.


tidak tau apa yang harus dirlara lakukan sekarang kenapa dia canggung berduaan dengan rendra, ia memang tidak banyak bicara apalagi dengan rendra yang merasa rendra hanyalah anak dari sahabat orang tuanya dan lebih tua beberapa tahun darinya.


" sayang "


dirlara menatap rendra, rendra pun tersenyum mengingat bahwa dirlara adalah istrinya sekarang.


" Pagi tadi kakak melihat pertunjukannmu, suara mu benar-benar indah. tapi ... kakak juga melihat drama itu, jika kakak boleh tau apa itu dilakukan sungguhan ?"


" sungguhan ? yang mana ?" tanyanya.


" yang adegan ciuman "


"tidak itu hanya pura-pura saja. " jawabnya


mendengar itu rendra lega dia lega karena dia tau dirlara tidak akan pernah berbohong kepada siapapun.


" Kak haus sayang "


" sebentar "


dirlara pun berniat mengambilkan air untuk rendra, sementara itu tas dirlara yang ada disebelah nakas kembali bergetar dia bisa merasakannya walau ponsel itu tak bersuara.


" ini kak "


" ponselmu berdering sepertinya "


dirlara langsung saja membuka tasnya, setelah tau yang menelpon Aadinata ia langsung keluar tanpa menggubris Rendra yang ada dihadapannya.


" eh.... " Rendra bingung siapa yang menelpon dirlara sehingga membuat dirlara begitu pikirnya.


rendra hanya bisa menghela nafasnya, seperti nya dirlara belum mencintainya.


dirlara mengangkat telpon Adinata secepatanya juga.

__ADS_1


" kenapa kau baru menghubungiku sekarang ? apa kau tau aku mencemaskanmu ? " ujar Dirlara dengan muka hampir menangis.


📱" maaf sayang disini tidak ada sinyal. ini aku sedang di pom bensin dan baru bisa membuka ponsel. kau banyak mengirimkan pesan kepadaku. "


" Karena aku kesepian dan aku juga mengkhawatirkanmu "


terdengar suara kekehan dari balik telpon itu mengingat bagaimana senyuman Aadinata membuat hati dirlara sakit dia sudah mengkhianati Kekasihnya.


" Nata " panggil dirlara lembut.


📱 " iya sayang , suaramu agak berbeda kau menangis ?"


" tidak. kau mau menungguku beberapa bulan lagi kan ? "


📱 " Maksudnya ?"


" Ah lupakan aku hanya bicara asal. kau sudah makan ?"


📱 " Belum disini tidak harus makan tepat waktu "


" yasudah jaga kesehatanmu, aku senang mendengar suaramu. "


📱 " sayang ... aku merindukanmu dan mencintaimu. "


hati dirlara tambah sakit mendengarnya, bagaimana tidak dia percaya laki-laki ini sangat mencintainya dan benar-benar ingin hidup dengannya.


" Aku juga merindukanmu dan mencintaimu. "


Diatas mobil itu Aadinata tersenyum mendengarnya suara lembut dirlara selalu meneduhkan hatinya.


Dor !


dirlara tersentak mendengarnya, suara tembakan itu terdengar jelas ditelinganya.


" Nata ! nata kau dengar suaraku ! nata ! " teriak dirlara.


📱 " sayang aku baik-baik saja, itu hanya suara latihan. aku tutup dulu ya nanti kalau ada waktu aku telpon. "


dirlara lega mendengar nya dia pikir telah terjadi sesuatu kepada nata.


" iya "


📱 " bye sayang aku mencintaimu dirlara "


" bye. "


setelah telpon ditutup dirlara berbalik dan terntaya Mamanya Rendra ada dibelakangnya, sedari tadi ia mendengar percakapan Menantunya itu.


" Dia pacarmu sayang ?" tanya hana lembut.


dirlara mengangukkan kepalanya pelan, entah kenapa ia merasa tidak enak. sebenarnya apa ada mertua yang tidak marah saat tau menantunya mempunyai seorang kekasih.


" Maaf " ucap hana.


" Papamu sudah menceritakan semuanya, kenapa papa mu tidak merestui hubungan kalian berdua sayang. "


" papa ? "


" ya "


Bahkan papa saja tidak pernah memberitahuku apa alasannya melakukan itu


" Selama Rendra masih bersama kita bisakah mama minta satu hal lagi sayang ? mama tidak masalah kau mencintai pria lain tapi ... mama mohon urus rendra dengan baik dan bersikaplah seolah-olah kau mempunyai sedikit rasa suka kepadanya. "


" Mama ? "


" Tante pikir Dirlara sudah jadi menantu tante jadi tidak masalah jika mama ingin dipanggil mama olehmu kan ? "


dirlara menganggukkan kepalanya dia mengerti akan hal itu " Tapi hal itu akan menyakiti kak rendra sendiri. "


" Dan apakah tan... eh mama , tidak mau anak mama dicintai oleh seseorang dengan tulus ?"


" Mama tau mama juga ingin seorang istri yang sangat mencintai rendra dibanding mama. tapi mama paham kondisimu, setidaknya diakhir hidupnya rendra bahagia. "


dirlara merasa iri mendengar tutur kata hana yanh membuat ia ingat dengan mamanya sendiri. mamanya seperti hana yang jika bicara selalu halus dan lembut tidak pernah marah atau bicara kasar padanya.


" Berjanjilah sayang " diganggamnya tangan dirlara

__ADS_1


diperlakukan seperti itu membuat dirlara tersentuh dan tanpa pikir panjang ia mengangukkan kepalanya.


__ADS_2