Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Nikah Siri


__ADS_3

disebuah rumah yang cukup besar itu Mark sedang berada diruangan kerjanya, Olivia yang baru keluar dari kamarnya langsung mencarinya di ruangan kerja.


dia tau kemana Mark selalu singgah dirumah ini " Kau terlihat sedang sibuk " ujar Olivia.


" Aku harus membuat Presentasi untuk besok "


" beberapa hari yang lalu aku melihat Aletha di rumah sakit, apakah kalian benar-benar putus ?"


Mark menghentikan Jarinya yang sedang mengetik itu, seketika dia mengingat Aletha.


" Dia memintanya " jawab Mark.


" Kau bisa menjelaskan kepada dia, Aletha terlihat kurus akhir-akhir ini. "


" Aletha sangat pekerja keras, dia tidak pernah mengurus dirinya dengan baik kecuali menyelamatkan orang lain. "


" Maaf seharusnya aku tidak menerima pernikahan ini "


Mark tersenyum kecil " Sudahlah ini hanya bertahan satu tahun saja, kita berdua terjebak diantara keegoisan orang tua kita. Aku harus ke kantor " ucapnya yang langsung pergi dari sana.


Olivia terlihat sedih karena sejujurnya dia mencintai mark, tapi dia juga tau siapa yang Mark cintai. dia tidak ingin egois, hanya berharap suatu saat nanti Mark akan menatapnya sebagai seorang perempuan.


Mark keluar dengan mobil sportnya, disepanjang jalan dia terus menatap ponsel yang berwajahkan Aletha tapi saat dijalan dua mobil menghadangnya hingga dia harus mengerem dadakan.


" Buka ! Buka pintunya ! " ujar salah satu orang berpakain hitam yang terus mengetuk kaca jendela itu.


Mark melepaskan selt beltnya kemudian menuruti orang itu.


" Mau apa kalian ? ini jalanan umum sebaiknya minggirkan mobil kalian " ujar Mark.


" Mark ! " lalu ditambah satu mobil lagi yang datang, memanggil namanya begitu saja seakan sudah sangat kenal.


" Kau melakukan semua ini ?"


" Aku ingin pertanggungjawaban darimu, Aku hamil 8 minggu " ungkap Aletha.


Mark terdiam seribu bahasa mendengarnya " Nikahi aku mark ini anakmu ! " tekan Adelia.


" Itu bukan anakku " tolak Mark.


" Kau tidak ingat malam itu sudah menyentuhku ha ! atau kau mau ini ? "


dia memperlihatkan cuplikan video antara dirinya dan Mark yang sedang melakukan hal itu.


" Kau tidak punya malu ya ! kalian menjebakku ! aku hanya mencintai Aletha " ungkap Mark.


" Tapi aku sudah mengandung anakmu, Nikahi aku atau aku ungkapkan ke publik dan kau akan hancur perusahaanmu dan milik ayahmu juga hancur " ancam nya


" Tapi aku sudah menikah ! "


" Aku tidak peduli kau harus menikahiku. Ceraikan istrimu "


" Kau sudah gila "


" Aku beri waktu 1x24 jam untukmu, kuharap kau bijak dalam memilih "


***


" Selamat siang Dokter " ucap salah satu perawat yang masuk kedalam ruangannya


" Iya ada apa ?" tanyanya yang tadi sangat fokus dengan komputernya.


" Begini dokter tadi pagi ada salah satu keluarga pasien yang ingin ibunya tetap dioperasi tapi dia belum punya biaya, aku bilang sebelum administrasi diselesaikan maka tidak bisa. "


" Duduklah jangan berdiri kau mau bertambah tinggi ?" ujar Aletha, Perawat itu pun tersenyum.


" Apa mereka ada sesuatu yang berharga ? seperti ya yang dijaminkan "


" Aku tidak tau dokter, tapi dia memang seperti keluarga yang kurang mampu. "


Aletha sedikit berpikir, sedangkan perawat menunggu jawabannya.


" Dokter "

__ADS_1


" Ibu Farida mengalami Tumor dikepala yang sudah menyebar, jika dia tidak segera dioperasi mungkin dia tidak akan selamat. Usia nya yang rentan dia tidak bisa menahannya lagi lama lagi. "


Dia mendesah pelan menghembuskan nafas kasarnya " aku akan memikirkannya dulu, berikan aku waktu beberapa jam"


" Baiklah dokter kalau begitu saya permisi dulu "


Aletha mengangukkan kepalanya, setelah Perawat itu keluar dia membuka ponselnya. dia mengecek jumlah saldo yang dia miliki.


***


Aletha berdiri didepan Ruangan pasien yang sedang dia tangani itu. Wanita tua itu tergeletak lemah dengan alat bantu pernafasan dan juga monitor detak jantung.


" Meskipun mereka orang tak punya, tapi anak-anaknya ingin tetap ibunya dioperasi agar tetap hidup. ibu itu adalah dunia anak-anaknya. "


" Sumpah yang sudah kau ikrarkan akan terus tertanam di hatimu, Tugasmu adalah menyelamatkannya ... Benar aku harus menyelematkannya. "


akhirnya dia memutuskan untuk membayar semua biaya operasi dan rumah sakit pasien itu, tanpa ada yang tau sama sekali.


Dan sekarang dia akan bersiap untuk melakukan operasinya, Para perawat yang tau kalau keluarga pasien seperti apa merasa bingung karena tidak ada satupun keluarganya yang membayar tapi tetap bisa melakukan operasi.


" kau yakin ini tidak dibayar oleh Dokter Aletha ?" bisik Perawat yang sedang menyiapkan peralatan operasi.


" Dia tidak mengatakan apapun " jawab orang disebelahnya.


" Berikan obat bius " Perintah Aletha, hingga akhirnya dia melakukan operasi itu, sesuai dengan prosesur operasi dia lakukan. mukanya tampak serius , Hingga kedua perawat itu terus menatap Aletha yang sangat berbeda hari ini pikirnya.


***


" Lalu apa keputusanmu ? "


Mark memberitahu semua hal kepada Olivia yang kini berada di ruangan kerja nya.


" mana mungkin aku menikahinya. aku tidak kenal siapa dia dan juga aku tidak mencintainya " Ungkap Mark.


" tapi dia anakmu "


" Tapi dia juga saudara Aletha, bagaimana perasaannya " ujar Mark yang memikirkan Aletha itu.


" Aku mengerti perasaanmu. Kau mencintai Aletha tapi kau akan mempunyai anak dari saudaranya. Mark aku tidak masalah jika kau menikahinya, demi kebaikanmu dan Anakmu. "


" Oliv aku tidak mengerti jalan pikiranmu. "


Olivia tersenyum getir rasanya menyakitkan untuk hatinya tapi mau bagaimana jika pria yang dicintainya malah mencintai orang lain dan juga menghamili yang lainnya.


" Aku juga tidak ingin mendengar ini tapi untuk nama baikmu dan keluargamu nikahi dia "


" papamu bagaimana ? kita tidak mungkin bercerai " ujar Mark.


" Nikahi dia secara siri, dan kita tidak akan bercerai. aku akan menerimanya. "


" Oliv kau terlalu baik " Mark menyentuh tangannya dan mengelusnya pelan, diperlakukan begitu membuatnya bahagia tapi dia harus menelan pil pahit setelah mengingat lagi apa yang akan terjadi.


***


malam harinya


Aletha duduk di salah satu ruangan khusus para petugas rumah sakit, dia duduk di lantai tanpa ada yang mengalanginya.



karena diluar cuaca sedang hujan membuatnya agak kedinginan dan memakai salah satu selimut dan membaca buku dengan tenang.


drrtt....drtttt


📱 0812xxxxxxx


💬 " Aletha ini aku Olilvia , ada sesuatu hal yang ingin aku katakan kepadamu. aku akan menungguku di taman Bunga besok jam 4 sore "


💬 " tidak apa jika kau tidak datang tapi aku akan tetap menunggumu disana "


Aletha membaca semua pesan itu, akan tetapi tak berniat untuk membalasnya. sebenarnya dia tidak benci kepada Olivia hanya saja dia tidak ingin berurusan dengan orang-orang yang terlibat dalam hubungan yang tak seimbang untuknya.


mulai sekarang dia akan menjauhi semua orang yang hanya akan menyakiti hatinya saja. akan lebih baik seperti itu daripada dia terus-terusan menjebak dirinya dalam hubungan yang tidak sehat.

__ADS_1


drrtt...drttt


💬 " Aku mohon kepadamu datanglah Aletha setelah kau mendengarkan kau bisa memutuskan apa yang menurutmu baik untukmu. "


kirim pesan itu lagi, tapi lagi-lagi dia mengabaikannya.


***


Olivia dan Mark mendatangi rumah mewah tersebut sampai Olivia terkesan dengan luas dan juga gaya rumah ini.


namun dia tetap memberikan semangat untuk Mark yang mungkin orangnya saja sangat tidak ingin menemui Adelia.


" Semuanya akan baik-baik saja " ucap Olivia.


" Aku takut bertemu jika bertemu Aletha "


Olivia tak menjawabnya, dia akan membantu mark menjelaskan sendiri tentang hubungan keduanya.


ketika langkah kaki mereka sudah masuk kedalam rumah itu, namun tak tampak sama sekali penghuni disana hanya ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan rumah.


" Permisi , apa ada Adelia ?" Tanya Olivia


para pelayan itu menoleh, lalu mendekati keduanya.


" Semua orang ada di belakang rumah sebentar saya panggilkan. Silahkan tuan dan nona duduk dulu " balas Maya dengan ramah.


" Bukankah itu pacarnya Nona Aletha " pikir Maya.


dia tak mau ambil pusing jadi langsung saja dia beritahu keluarga itu hingga tak lama kemudian semua orang datang menemuinya.


Mark dan Olivia langsung berdiri, Adelia tersenyum senang melihat Mark tapi dia langsung merubah wajah nya ketika melihat Ada Olivia disana.


" Kau sudah mengambil keputusan ?" tanya Adelia.


" Sudah "


" Duduklah dulu " kata hasan


akhirnya semuanya pun duduk, melinda dan Adelia menatap tak suka kepada Olivia.


" Jadi Mark apa keputusanmu, kuharap kau memberikan keputusan yang benar. " ujar Hasan


" Benar keputusannya kau harus menikahi Adelia " saut melinda.


" Saya harap semuanya mendengarkan penjelasan Mark dulu " bela Olivia.


" katakan Mark " ujar hasan.


" Semua itu jelas sekali aku melakukannya bukan karena sengaja, Aku tidak mengenalnya bahkan berbicara dengannya ... yang aku kenal hanya Aletha, tapi hari itu saat aletha mengakhiri hubungannya denganku aku tidak bisa berpikir dengan benar. hingga Nyonya melinda datang dan membawaku ke restoran hotel dan aku mabuk, dan keesokan paginya aku melihat aku bersama Adelia. " ungkapnya


" Tapi kau tetap sudah menodaiku " saut Adelia dengan emosi.


" Kau yang memberikan dirimu kepadaku, dan sudah menjebakku. Aku akan menikahimu hanya untuk anak itu tapi ... aku juga tidak akan menceraikan istriku. " ungkap mark


olivia tertegun ketika mark menyebutnya sebagai istriku , berbeda dengan Adelia dan Melinda yang langsung menunjukkan ketidaksukaannya.


" Aku tidak mau kau harus menceraikannya ! "


" mark dan aku baru saja menikah, kami sudah mengambil keputusan jika tidak ada perceraian diantara kami. aku mengizinkan Kalian menikah siri tanpa ada pesta pernikahan hanya pernikahan yang dilakukan antar keluarga saja. " jelas Olivia.


" Tidak mau itu tidak ada keuntungan untukku, selain itu aku akan disembunyikan statusnya. " tolak Adelia.


" Bercerailah Aku akan menjadi istri sah mu " sambung Adelia.


" Tidak bisa, keluargaku akan menentang pernikahan ini. Aku sudah menerimanya tapi jika kau tidak mau itu lebih baik untukku dan pernikahan kami. " Balas Mark.


" Jujur saja kepada kami kau melakukan ini karena Aletha bukan ? kau tidak ingin melihatnya bersedih. " tanya melinda.


" Benar, walau kami sudah tidak ada hubungan asmara tapi kami tetap teman. " saut Mark


" ayah katakan padanya jangan melakukan itu kepadaku, aku tidak mau jadi simpanan ayah ... ayah bantu aku lagi ayah " Pinta Adelia , tapi nampaknya hasan masih berpikir.


" Lebih baik lakukan karena semuanya hanya akan menjadi Aib keluarga, "

__ADS_1


__ADS_2