Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Melakukan yang ssma


__ADS_3

Aletha berjalan lesu sampai kerumah sakit, lagi-lagi masalah mendatanginya dan kali ini mungkin akan merubah kehidupannya. dibekangnya Abigail terus mengikutinya


" sebaiknya kau pergi dan jangan saling bertemu selama 1 minggu sebelum pernikahan. "


" Maaf aku harus minta maaf dulu padamu " kata abigail.


" Aku sudah biasa seperti ini, hidupku hancur lagi ... sudahlah kau tidak perlu meminta maaf. Aku juga mungkin ... sudah salah jika tidak kita akan seperti ini. "


" Tidak Aletha hidupmu tidak hancur aku akan bertanggung jawab kepadamu. "


keduanya saling menatap manik mata masing-masing


" Baiklah aku harus bekerja, sampai bertemu di hari pernikahan. "


" Jaga dirimu " ucap Abigail


Aletha mengangguk pelan dia masuk kedalam rumah sakit, beberapa perawat menyapanya tapi dia hanya fokus menundukkan kepalanya. abigail bisa melihat kehancuran itu.


" apa benar milikku sudah tertanam dimiliknya " pikirnya .


" Sayangnya aku hanya mengingat ciuman itu " sambungnya.


Aletha memakai pakaiann dokternya, dia langsung menuju keruangan pasien yang telah dia bantu itu. kelihatannya pasien itu sudah jauh lebih baik dan bisa bercanda bersama anak dan cucunya.


" Halo ! apa Kabar nenek ? " tanyanya


" Halo dokter ! Nenek baik " jawabnya, Aletha tersenyum lebar lalu memeriksa denyut nadinya


" Apa yang nenek rasaka ?"


" hanya sedikit pusing selain itu tidak ada lagi. "


" itu hal normal karena nenek sering tertidur, jadi mulai sekarang rajin berolahraga kecil ya seperti jalan-jalan atau melakukan aktivitas ringan. "


" Dokter saya mau bertanya ? " tanya Anak dari nenek itu.


" Iya "


" Siapa yang membayar pengobatan ibuku ? tidak ada yang mengaku jadi aku ingin bertemu dengannya. "


" itu ... " dia ragu untuk mengatakannya.


" sudahlah Yang penting nenek sudah sembuh, dirumah sakit ada penggalangan dana khusus untuk para lansia jadi bisa digunakan untuk semua ini. " jelasnya yang tidak mau ketahuan.


" Ha rumah sakit ini benar-benar memikirkan orang kecil seperti kami. syukurlah. "


Aletha hanya tersenyum, setelah keluar dia bertemu dengan Arkan tidak tau dari mana dia tapi kenapa dia ada disini pikirnya.


" Aletha bisa bicara sebentar ?"


" ini masih jam kerja "


" Aku akan menunggu "


" Dokter ada yang mencarimu, dia pasien yang konsultasi kemarin. " Ujar perawat yang datang menemuinya


" Baiklah saya akan kesana. "


" Kau dengarkan sebaiknya kau pulang aku akan lama "


" aku tunggu " kekeh Arkan


" Terserah padamu. " jawab Aletha.


Akhirnya Arkan mau menunggu aletha, dia terus melihat Aletha yang sedang kedatangan pasien. dia ingin bertanya tentang kebenaran yang terjadi antara Aletha dan Abigail.


berjam-jam dia menunggu Aletha sampai pukul 5 sore barulah Aletha selesai, namun nampaknya aletha lupa kalau ada arkan yang menungunya untung saja arkan langsung mendatanginya.


" Kita harus bicara "


" Tentang ?"


***


direstoran Ayam itu keduanya duduk berhadapan, Arkan sengaja ingin makan dulu agar bisa berlama-lama dengan Aletha.

__ADS_1


" Aletha makanlah "


Aletha pun merasa lapar jadi dia makan yang sudah dipesankan Arkan.


" Katakan saja aku harus pulang. "


" Berita itu ... apa benar ?" tanya Arkan.


" Benar " jWabnya cepat, Arkan langsung menahan sakit hatinya.


" Kenapa dia melakukan itu kepadamu, Aku tidak menyangka Abigail tega. "


" Jangan salahkan dia, aku juga menikmatinya. " jawab Aletha.


" apa ?" Arkan terkejut mendengar jawaban barbar dari Aletha.


" hmm mungkin saja, karena semuanya sudah terjadi jika tidak mana mungkin kan ? dia akan tanggung jawab minggu depan kami akan menikah. "


" Tidak Aletha kau tidak boleh menikah dengannya "


" Kenapa ? selain Abigail siapa yang mau menikahi gadis tidak perawan sepertiku. "


" Aku "


" Apa ?"


" aku mencintaimu Aletha "


Aletha membuka mulutnya dan tak lagi berkedip, barusan saja yang dia dengar itu " Mungkin ini salah bahkan gila tapi aku mencintai dirimu aku mencintai adikku sendiri. "


" Wah Arkan ... kau diam-diam tapi... ha astaga kau tidak bisa membuatku bicara lagi. "


" Aku jujur aletha, sejak saat bertemu dirimu dirumah itu aku suka padamu. "


" Jadi maksudmu kau mencintaiku saat kau menginjakkan kaki kerumah ku dulu ? cinta masa kecil ?"


Arkan mengangukkan kepalanya " Apa kau tidak bisa menemukan wanita lain ? aku ? aku ingin tertawa mendengarnya, bahkan aku membenci dirimu yang katanya walau kita beda ibu tapi saudara se-Ayah tapi kau malah mencintaiku hahaha " dia tertawa kecil sunggu lucu pikirnya.


" Aletha .. "


" Cinta tidak salah Aletha. Yang salah adalah orang tua kita."


" Benar orang tua kita sangat salah, karena itulah aku benci mereka. aku rasa sudah cukup sebaiknya kubur cintamu karena selamanya akan sia-sia. "


Aletha mengambil tasnya, dia mengeluarkan beberapa selembar uang seratus ribu rupiah " Aku tidak menerima makanan gratis. "


Arkan hanya bisa diam, Aletha pergi begitu saja meninggalkannya. Cintanya ditolak mentah-mentah oleh sang adik.


***


Abigail membuka kulkasnya dan membuka minuman kaleng didapur itu, dia terus teringat malam itu dimana dia mencium Aletha tapi ingatannya sampai itu saja.


" Kemana adegan berikutnya. aku penasaran seperti apa adegan itu, Hey adik kecil apakah kau membuatnya mendesah ?" dia menatap kebawah celananya itu.


Sungguh gila Abigail memang orang yang frontal dan mesum tapi dia juga sosok yang bertanggung jawab dia tidak pernah melakukan hal senonoh kepada perempuan tapi bagaimana bisa dengan aletha pikirnya.


" Aletha ... Aletha, Dokter bedah saraf .. Cantik, cerdas, Egois, Keras kepala, tapi .. dia juga kadang lucu. "


" Aku telpon dia ( membuka ponselnya ) eh tapi aku tidak punya Nomor nya. "


" Dia itu memang aneh tidak ada yang tau nomor telponnnya. " Gerutunya.


" social media, dia pasti punya.. ayolah abigail sebelum kau menikahinya kau harus tau lebih dalam. "


dia pun duduk didepan televisi dan mencari nama social media Aleta


" Aletha ... " dipencariannya


Aletha_adinaB


Baru saja diketik sudah muncul diatas sekali, dibukanya Social media milik Aletha, pengikutnya bahkan sampai ratus ribuan.


" Terkenal juga dia, eh banyak sekali foto nya dengan mark tapi dia juga bisa dibilang pintar memilih pasangan. buktinya Mark tampan aku juga lebih tampan dari Nya. Aletha selera mu memang bagus "


dia scroll lebih bawah lagi " Oh ini dia saat diwisuda kedokteran, cantik "

__ADS_1


" Cukup , cukup bisa sakit tanganku melihat postingan itu. hmm tidak lama lagi aku akan punya istri, akhirnya Burungku punya sarang nanti. "


***


Keesokan harinya


hari ini aletha libur dia akan merehatkan diri dan memilih untuk me time, dia pergi ke mall dan melihat-lihat semua barang yang dipajang.


dia tidak berniat membeli tapi jika ada yang cocok kenapa tidak pikirnya.setelah berkeliling agak lama dia berniat untuk turun kebawah menggunakan escalator.


namun baru saja dia turun matanya langsung melihat mark yang ada didepannya. Saat itu mark langsung mendekatinya.


" aletha kau libur ?" tanya Mark, dia mengangukkan kepalanya


" Dengan siapa kau disini ?" tanya mark.


" Sendirian "


" Aletha aku merindukannmu " Tanpa aba-aba mark memeluknya, Dirinya terbuju kaku saat itu.


" Aku rindu padamu ale " ucap mark meresapi pelukan itu.


lalu dari sisi kanan ada olivia yang keluar dari salah satu toko, dia hanya bisa diam melihat mark yang memeluk aletha.


dan disatu sisi ada Adelia yang juga keluar dari toko lainnya, dia terlihat marah saat itu, ketika Aletha melihat adelia entah dorongan apa dia jadi membalas pelukan Mark.


Aletha tersenyum " Aku juga " dia ingin memberikan pelajaran kepada adelia.


dan siapa sangka lagi ada Abigail yang turun dari escalator memandangan pemandangan yang tak mengenakkan itu. Calon istrinya berpelukan mesra bersama mantan kekasihnya.


" Kau akan merasakan apa yang dirasakan aku dan ibuku dulu, Adelia " Ucapnya dalam hati.


" kau tidak tau malu memeluk suamiku ! " Adelia mendorongnya hingga keduanya terpisah, tak lama olivia pun datang.


Kini Adelia menarik tangan Aletha, dan menggeretnya kesuatu tempat yang agak sepi.


" punya malu tidak ? dasar ****** murahan " katanya.


" Bagaimana rasanya melihat suamimu dipeluk Mantan kekasihnya ?sakit ?" Aletha memancingnya agar Adelia tersulut emosi.


" Perempuan kelas atas tidak akan melakukan hal ini "


" haha ( aletha tertawa kecil , dan abigail tampak mengintip mereka ) baru aku peluk bagaimana jika ... yang lain ? seperti ... menciumnya ? atau ... "


" aletha ! "


" Jangan berteriak kau sedang hamil kondisi bayimu akan buruk nanti. ngomong-ngomong bicara tentang Kelas atas ... berarti ibumu apa dan kau juga apa ? sudah tau pria punya istri dan punya kekasih tapi tetap merebutnya bahkan memberikan mahkotanya agar dinikahi. "


" Kelas Bawah ?"


" Cukup Aletha ! kau sudah jahat kau keterlaluan aku akan adukan kepada ayah dan ibuku agar kau segera diusir. tapi aku tidak perlu mengusirmu karena ayah sendirilah yang melakukannya, kau juga telah memberikan harga dirimu kepada Abigail , hei Aletha ... bagaimana rasanya ? "


" Enak sekali rasanya aku ingin terus mengulanginya, tapi aku harus sabar beberapa lagi kami akan menikah. "


mendengar itu abigail meneguk salivanya, wanita itu benar-benar barbar pikirnya.


" Dasar Murahan "


" Jika dia suamiku apa bisa dibilang murahan ?"


" kau ! awas saja "


Adelia langsung pergi dari sana, lalu kini giliran abigail yang mendatanginya.


" Kau senang Aletha ? kau puas ?" tanyanya.


" iya "


" Kau tidak puas , lihat matamu kau tidak suka melakukan itu kau hanya mengikuti kemarahanmu ! "


" Tidak usah ikut campur "


" Kau benci melakukan itu tapi kau tetap melakukannya apa dengan melakukan hal yang sama bisa membuatmu senang ? tidak aletha kau hanya membuat dirimu semakin menderita ! "


" siapa kau jangan ikur campur urusanku. kau selalu ada dimataku setiap ada dirimu aku pasti punya masalah "

__ADS_1


" Hey aku calon suamimu " ucap pelan Abigail tapi matanya sangat dalam


__ADS_2