Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Jangan Dendam


__ADS_3

" Tunggu Aletha ! " Cegah Abigail ketika aletha baru saja keluar dari kamar mandi, dia sengaja menunggu Aletha didepan toilet wanita.


" Apa ?"


Memandang wajah aletha itu membuatnya jantungnya berdetak cepat, Semenjak dia mendengar Kalau Arkan mencintai Aletha membuatnya cemas.


" Pulang jam berapa ? "


" pukul 5 "


" Aku jemput, jika aku belum datang tunggu aku oke ? "


" Hmm oke, Kenapa kau terlihat khawatir ? kau baik-baik saja ?" Tanya aletha karena dia merasa ada sesuatu yang ditutupi abigail.


" Memikirkan dirimu "


" Aneh. aku kesana dulu nanti ada yang curiga, "


Aletha berlalu selepas itu menghiraukan Abigail yang masih berdiri terus memandangi langkahnya.


" Sebaiknya kita kembali kerumah sakit " Ajak dokter Tian.


" Iya benar. tunggu dokter aletha dulu " jawab Dokter Billy.


" Aku sudah selesai " saut aletha hingga keduanya menoleh.


" Baiklah ayo " jawab Tian.


ketika mereka bertiga keluar dari restoran itu, Aletha melihat kebelakang dan kebetulan Abigail baru saja keluar hingga keduanya menatap manik mata itu.


***


" Jika kau terus dijauhinya bagaimana bisa kau mengambil hatinya, Adelia sayang kau anak ibu tidak mungkin hal sekecil itu tidak bisa dilakukan anak ibu ?"


Adelia membuat wajah cemberut dia seperti anak-anak saja.


" Ini semua karena Aletha itu ibu, dia mempengaruhi Mark dan Wanita sial itu. Aletha selalu saja Aletha aku benci ibu ! "


" benar karena selama wanita itu masih hidup, maka hidup kita tidak akan tenang. " Saut Melinda


Pelayannya datang membawakan beberapa camilan dan juga teh hangat untuk keduanya.


" Langsung pergi dan tutup pintu itu " perintah melinda.


" Baik Nyonya " jawab pelayan.


" oh ya ibu bagaimana jika kita lakukan sesuatu kepadanya, kita beri pelajaran padanya. " Usul Adelia yang selalu saja punya niat buruk untuk Aletha.


" Jangan sayang, untuk sekarang biarkan seperti ini tapi jika sekali lagi maka ibu sendirilah yang akan turun tangan "


***


di ruang kerja milik abigail aletha membuka laptopnya, dia terlihat serius dengan kacamata di matanya itu.


" siapa yang tau selain Melinda dibalik kematian ibuku, aku mungkin sudah mendapatkan setengah kebenarannya tapi apa yang terjadi pada ibuku aku tidak tau. begitu sulit sekali ... aku tidak bisa menuduh siapapun sekarang karena semuanya sudah buntu untukku. " Tak terasa air matanya jatuh saat ini, dia ingin langsung membongkarnya tapi tidak tepat sebelum dia tahu siapa dibalik pembunuh ibunya.


drtt...drttt


📱" Mark Message "


💬 " Alee besok bisa ketemu ? Ada olivia juga nanti "


dia membuka ponselnya itu


^^^💬 " Jam berapa ?"^^^

__ADS_1


💬 " Nanti aku kabari "


dia hanya membaca pesan itu, dan matanya kembali fokus ke layar laptopnya.


" Sudah larut tidurlah " Abigail datang dan tepat berada didepan pintu ruang kerjanya.


" Sebentar lagi "


" aku baru tau kalau pekerjaan seorang dokter dirumah juga masih bekerja " sindir Abigail karena memang dia tidak pernah mengerjakan pekerjaan kantor dirumah.


" Ini bukan pekerjaan rumah sakit " Jawab Aletha.


" Benarkah ? boleh aku lihat ?" Abigail mendekat tapi segera mungkin Aletha menutup layar Laptopnya.


" Kau seperti sedang ketahuan selingkuh. Kau punya pacar baru ?"


" Tidak ada "


Lalu mata abigail menatap lembaran kertas yang ada di meja kerja itu, dia merebutnya tapi aletha merebutnya lagi.


" Urus saja pekerjaanmu jangan urus diriku, sebaiknya kita pisahkan masalah ini " jawab Aletha


" Aletha sungguh aku tidak mengerti kepadamu, kadang kau baik ... ceria ... manis dan kadang sangat menyebalkan, Kau bipolar ?" Tanya Abigail.


" terserah kau mau cap aku apa, aku ingin tidur. "


ditinggalnya Abigail disana dengan membawa semua barang miliknya. dan dikamar itu dia langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan muka.


lalu abigail masuk dan curiga dengan pekerjaan aletha itu, diam-diam dia membuka beberapa kertas itu dan membandingkannya.


" Hey ! kenapa kau membukanya ! " Rampas Aletha dengan begitu marahnya.


" Jadi itu pekerjaanmu ... Kau ingin menjadi detektif mencari tau kematian ibumu, Dan target mu Ibu tirimu. Tidak bisakah kau lupakan semua itu dan hidup dimasa sekarang juga pikirkan masa depanmu "


" Kau terus-terusan menyalahkan orang lain yang sudah jelas ibumu sudah tenang disana. dengan begini kau menuduh orang lain dan membencinya tanpa alasan, Aletha kau orang yang penuh dendam. Lupakan dendam mu dan berbaikanlah "


" Berbaikan katamu " gumam Aletha lagi tapi sama sekali wajahnya tak ingin melihat Abigail.


" Ya ! walau bagaimanapun dia ibu tirimu juga istri ayahmu. suka atau tidak kau harus menerima semuanya dan menerima kenyataan kalau ibumu sudah meninggal. Dendammu tidak ada alasan sama sekali. "


" Orang selalu menasehati orang lain karena dia tidak pernah tau bagaimana rasanya, terima kasih untuk ceramahmu malam ini, anggap kau tak pernah melihat semua yang kulakukan. " jawabnya pelan dia marah tapi dia tidak ingin bertengkar sama sekali.


" Aku akan mengatakan kepada Ibu melinda kalau kau menuduhnya membunuh ibumu ! "


Aletha berbalik dan menatapnya tajam


" oke katakan saja padanya ! kau memang selalu mendukung keluargaku, Kau seperti manusia paling suci seakan tak pernah ada dendam dan marah, semua pandangan burukmu terhadapku aku tidak mempermasalahkannya karena yang kau katakan benar !"


" aku penuh dendam, Katakan saja ... tapi kau harus ingat ini ... Aku rasa malam itu hanya jebakan untukku agar aku pergi dari rumah itu, aku juga tidak merasakan apapun saat itu dan saat ini. jika dalam kurun waktu 2 bulan aku tidak hamil maka kita sebaiknya bercerai saja "


Abigail tak lagi bicara, dia sudah habis kata-kata karena perkataan Aletha itu.saat aletha sudah masuk kedalam selimut itu abigail masih berdiri disana entah apa yang dia katakan tadi itu semua hanya karena rasa kesalnya saja karena menganggap Aletha lebih mementingkan pekerjaan.


***


Keesokan harinya


Aletha bangun pagi sekali, dia tidak berniat untuk sarapan pagi bersama abigail. tapi dia tak lupa untuk membuatkan sarapan dia tau mana tugasnya jika dirumah.


pagi ini dia hanya membuatkan roti isi dan susu untuk abigail juga telur rebus. dia segera pergi mengenakan taksi karena mobilnya tidak dia bawa ke rumah ini.


didalam mobil sambil sarapan dia memikirkan perkataan Abigail yang justru membuatnya kesal.


" Seharusnya aku tidak membuatkannya sarapan tadi " Gerutunya.


***

__ADS_1


" Ngghh " Abigail terbangun dari tidurnya saat meraba-raba kasur tidak ada aletha hingga dia cepat beranjak. kemudian dia mengecek lemari aletha.


" Syukurlah dia tidak pergi" dia takut Aletha pergi karena perkataannya, namun aletha sepertinya meninggkan sesuatu Laptopnya tidak dia bawa.


Diambilnya laptop itu lalu dia membawanya keluar menuju ke meja makan, Hatinya melembut ketika melihat sarapan itu.


" Jika dalam kurun waktu 2 bulan aku tidak hamil maka kita sebaiknya bercerai saja "


perkataan aletha terus berputar dikepalanya " Aku hanya menasehatinya agar tidak dendam, Aku tidak ingin melihatnya terus-terusan sakit hati tapi apa dia tidak mengerti semudah itu mengucapkan kata cerai. "


tok


tok


tok


mendengar suara ketukan pintu itu dia langsung beranjak untuk keluar, dan ternyata seorang pengantar paket yang datang.


" ada Paket ?"


" Tidak tuan tapi Nona Aletha meminta untuk mengirimkan Laptopnya jadi saya ingin mengambilnya "


" jika dia ingin mengambilnya dia harus kesini sendiri, dan katakan padanya bicara padaku dulu. "


" sebentar saya telpon Nona Aletha dulu " jawab orang itu.


" Halo Nona ini .."


Abigail merebut ponsel orang itu


" Pulanglah ambil sendiri Laptopmu ada padaku. "


📱 " Berikan kepada orang itu sekarang aku butuh "


" Bicara yang benar padaku "


📱" Abigail tolong berikan Laptopku aku membutuhkannya " Aletha ikuti saja permintaannya, dia malas bicara panjang lebar.


" Bagaimana ini aku ingin kau mengambilnya sendiri "


Tut..tutt..tutt


Alethe mematikannya " Pergilah dia akan mengambilnya sendiri."


" Tapi Tuan Nona belum membayar nya "


" Ini cukup ?" Abigail memberikan uang pecahan 50 ribu sebanyak 2 lembar..


" Cukup Tuan "


kembali dia masuk kedalam rumah dia akan menunggu aletha datang saja, dia yakin sekali jika aletha akan datang.


***


sementara itu aletha tak peduli lagi dengan Laptop nya toh dia bisa pinjam dari yang lainnya, diruangannya itu dia melepaskan Jas dokter nya yang berwarna putih. dia duduk disana dan membuka buku yang ada dimeja.


lalu dirumah itu sudah 2 jam berlalu tapi Aletha tak kembali padahal Abigail sangat berharap sekali.


" Dokter Aletha semua dokter dipanggil keruangan para dokter " kata dokter Tian masuk kedalam ruangannya.


" Sekarang ?"


" Iya , kita pergi bersama " ajak nya.


" Oke "

__ADS_1


__ADS_2