
setelah acara selesai farel membawa dirlara ke sebuah ruangan tempat beristirahat, dia memberikan air mineral shingga dirlara menerimanya.
" terima kasih kak Farel " ucapnya.
" kau haus, kau melakukannya dengan baik dirlara. kakak senang melihatnya. "
" aku juga tidak menyangka kak, aku bisa melakukannya. tadinya aku gugup tapi aku jalani saja "
dia terlihat tersenyum membuat farel merasa bahagia, dia bisa membuat sosok dirlara tersenyum pikirnya.
" Makan yuk, kakak sudah memesan makan untuk kita berdua. " ajak farel.
" boleh " dengan cepat dirlara menjawabnya.
***
" Kak ! kak Rendra ! kak rendra bangun ! "
vano membawa rendra kerumah sakit, rendra terlihat pingsan dan tak sadarkan diri.
dokter yang sudah kenal dengan rendra langsung membawanya ke ruangan ICU.
" Dokter apa yang terjadi pada kakakku ?" tanya vano.
" Dia pasienku yang terkena gagal ginjal, cepat hubungi orang tuamu dan katakan suruh datang kerumah sakit segera. " jawab seorang dokter pria muda.
" ba-baik dokter "
langsung saja ia menelpon hana untuk memberi tahu keadaan rendra.
setengah jam kemudian orang tuanya rendra datang baik mama maupun papanya. mereka terlihat cemas dan mengkhawatikan keadaan rendra.
dibalik kaca jendela itu mereka bertiga hanya bisa menatap dari luar.
" pa anak kita ... " lirih hana yang sedih.
" Papa tidak tau harus dengan cara apa lagi papa mencari donor ginjal untuknya. " saut Hartono.
" Jadi kak rendra mengalami penyakit gagal ginjal ?" tanya vano lirih.
" iya sayang " jawab hana.
vano merasa lemas dan sedih mendengarnya setau dia gagal ginjal yamg sudah kronis tidak akan pernah bisa disembuhkan kecuali dengan transplantasi ginjal baru.
" Dokter ! bagaimana keadaan rendra ?" tanya hartono.
" ikutlah dengan saya " jawab dokter itu.
disebuah ruangan putih itu keduanya duduk menghadap dokter muda itu, mereka terlihat menunggu penjelasan dari dokter muda ini.
" Pasien tiba-tiba mengalami kecemasan dan juga depresi. saya sudah memperingatkan sebelumnya kalau pasien tidak boleh lelah dan juga mengalami kecemasan dan ketakutan yang tinggi itu sangat mempengaruhi kesehatannya. "
" Tapi dokter pagi tadi dia terlihat baik-baik saja dan pergi dengan anak teman saya yang tadi. "jawab hana.
" Bisa saja anak ibu melihat sesuatu yang tidak dia sukai hingga membuatnya kepikiran, dan dengan ini juga saya ingin mengatakan kalau pasien benar-benar lemah, dan kemungkinan hidup pasien tidak akan sampai dalam 4 bulan lagi, sebaiknya kita cari dengan cepat pendonor ginjal yang baru untuk anak bapak dan ibu. " jelas dokter itu lagi yang membuat hana dan hartono merasa sedih mendengarnya.
***
malam harinya
dirlara terilihat keluar dengan buru-buru dari kampusnya padahal farel akan mengantarnya. dia tidak menggubrisnya karena papanya menelpon kalau sedang dirumah sakit.
ia khawatir terjadi sesuatu pada papanya.
sedangkan dirumah sakit itu, Hasan, Hartono dan Hana sedang menunggu kedatangan Dirlara. mereka sudah memutuskan sesuatu yang sangat penting sekarang.
" pa vano ingin bicara " kata vano.
hasan mengangukkan kepalanya dan akhirnya mereka berdua menjauh dari kedua orang tersebut.
" papa kenapa bisa menyetujui ini ? " tanya vano to the point.
__ADS_1
" Kau mengkhawatirkan kakakmu ?" tanya balik hasan.
" Tentu saja pa, dia kakak vano. aku tidak yakin kak dirlara akan menyetujui semua keputusan papa. " tegasnya.
" vano ... papa bisa meyakinkan dirlara. "
" seyakin apa pa ? memang benar kak rendra mencintai kak dirlara, tapi kak dirlara tidak. dia terus mengharapkan papa menyetujui hubungannya dengan pacarnya itu. "
" Papa ! papa ! papa tidak apa ? apa ada yang sakit ? pa ! dirlara sangat khawatir " dirlara berlarian dan langsung melihat-lihat kondisi papanya dan memeluknya.
" papa baik sayang "
dirlara melepaskan pelukannya dan menatap vano juga papanya.
" pa ? "
" sayang ikut papa sebentar " ajak hasan.
" kemana pa ? pa tidak ada apa-apa kan ?" tanya dirlara yang meyakinkan diri.
vano terlihat kasihan pada dirlara yang seakan sedang dibodohi itu.
" Ikut saja "
dirlara pun mengikuti papanya sampai akhirnya ia dibawa keruangan rendra dan disana ada kedua orang tua rendra.
" kak rendra " gumamnya yang menatap tak percaya jika itu adalah rendra.
" Dirlara sayang " panggil hana lembut sambil menangis.
" Tante kenapa menangis ? kak rendra hanya sakit biasa pasti akan sembuh. " ujarnya yang tidak tau sedangkan dini hanya menggelengkan kepalanya.
" Rendra tidak akan sembuh sayang hiks hiks "
" apa maksud tante ?"
" Rendra terkena gagal ginjal kronis"
" gagal ginjal kronis " pikirnya
" tidak mungkin, kak rendra baik-baik saja kemarin. " ujar nya yang masih tak percaya itu.
" Sayang ... tante mungkin sudah egois atau tidak memikirkan perasaanmu, tapi tante mohon penuhi permintaan tante. "
" A-apa ?"
" Tante hana ingin kau menikah dengan kak rendra sekarang. " ujar papanya.
jleb
dirlara terbujur kaku mendengarnya, matanya meneteskan air mata
" Tante mohon sayang ! menikahlah dengan Rendra, dia sangat mencintaimu. setiap hari selalu bertanya kabarmu melalui adikmu dan selalu ingin bertemu denganmu. " hana memegang kedua tangan dirlara yang lemas itu, bisa dia rasakan tangan dirlara yang keringat dingin.
dirlara menggelengkan kepalanya " tidak ... tidak aku tidak bisa " gumamnya.
" tante mohon sayang ! dia hanya ingin menikah denganmu, keinginan terkahirnya hanyalah bisa menikahimu. kalau perlu tante bersujud di bawah kakimu. "
dirlara melepaskan tangannya dari pegangan hana dan menjauh dari semua orang beberapa langkah saja.
" paman mohon sayang, usia Rendra tidak akan lama lagi ... hanya bertahan kurang lebih 3 bulan saja, Paman akan memberikan apapun yang paman mililki untukmu asal kau mau menikah dengan Rendra. " saut Hartono dengan muka memelas.
" Dirlara " gumam papanya.
" Dirlara tidak bisa pa , maaf dirlara harus pergi. "
dia memundurkan tubuhnya lalu berniat untuk pergi dari ruangan itu.
tanpa pikir panjang hana terduduk di lantai dan bersimpuh.
" dirlara tante sudah bersujud padamu "
__ADS_1
ucapan hana itu membuat langkah dirlara berhenti, dia menoleh kebelekang dan ternyata benar mamanya rendra sedang bersimpuh dilantai.
dia langsung menghampirinya dan menyuruh hana berdiri.
" Tante jangan lakukan ini kepadaku. tante tidak boleh bersikap seperti ini. "
" Tidak peduli sayang, yang penting kau mau menikah dengan Rendra. "
" Tante aku sudah punya pacar " ungkapnya.
" tapi papa tidak menyetujui hubungan kalian " saut hasan.
" papa ! " tegas dirlara.
" tante mohon sayang , benar-benar memohon padamu." hana dan hartono menyatukan kedua tangannya menatap dirlara.
dirlara yang diperlakukan seperti itu benar-benar merasa bersalah. dia telah membuat orang tua bersimpuh dan memohon seperti ini kepadanya.
" Kak rendra tidak akan sembuh ?" tanyanya begitu saja.
" Hmm kata dokter tidak ada harapan. " jawab hana.
dirlara benar-benar bingung sekarang. apa yang harus dia lakukan untuk menghindari pernikahan ini.
" dirlara kau akan membiarkan orang tua seperti kami memohon kepadamu ? " tanya hasan.
" dirlara setuju. " kata hasan.
dirlara menatap papanya lekat " pa "ujar dirlara.
" Besok kita bisa menikahkan mereka berdua. " ujar papanya sendiri.
" papa ! "
" Putuskan hubunganmu dengan pacarmu sekarang, dan menikahlah dengan Rendra. "
" Hasan terima kasih banyak. aku bersumpah akan mengingat semua kebaikanmu ini. " ucap hartono.
Dirlara langsung keluar dari ruangan kamar rendra. ia melihat vano berdiri di ujung lorong rumah sakit, ada harapan pikirnya.
ia bisa meminta bantuan vano untuk bicara pada papanya.
" Vano ! vano bantu kakak " ucapnya sambil menangis.
tapi vano langsung menggeleng sambil menangis, vano memang suka menangis jika melihat hal-hal yang menurutnya sedih.
" Papa selalu menuruti perkataanmu vano, coba sekali saja ! "
" Sayang " dari balakang tiba-tiba papanya datang menatapnya lembut.
" papa jahat " katanya.
" percayalah pada papa, semuanya akan baik-baik saja walau kau menikahi rendra. "
" Tidak pa ! karena dirlara hanya mencintai Aadinata bukan kak rendra. " tegasnya memberanikan diri bicara kuat didepan papanya.
" Usia Rendra tidak lama, dan selama itu pernikahan akan ditutupi dan kau bisa tetap menjalankan aktivitas mu seperti biasa. "
" Bagaimana kalau tiba-tiba kak Rendra sembuh ? apa yang akan bisa ayah lakukan ?" telak dirlara.
" Mintalah apapun maka papa akan memberikannya. "
" baik , aku akan minta apapun apa itu benar ?"
" tentu. "
" aku mau menikah dengan kak rendra dengan satu syarat."
" katakan "
" jika kak rendra tiada maka papa akan menyetujui dan memberikan restu hubungan ku dengan Aadinata. "
__ADS_1