Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Ulang Tahun


__ADS_3

" Minum "


seseorang menyodorkan minuman dari sampingnya, diapun menoleh ternyata abigail ada disana dan sedang meminum mineral.


Dia tidak menerimanya, hanya menatap lekat Abigail


" Minumlah ! kau mati kehausan nanti setelah berlari 10 kali ditambah berteriak sekuatnya "


" Kau menguntitku ya " tuduh Aletha.


" jangan asal bicara aku bisa menuntutmu. ini hari senin jadwalku berolahraga oh ya hari itu aku pernah berkata jika aku membuka bajuku kau pasti mendidih kau mau lihat ?" Abigail siap membuka pakaiannya


" Stopp !!! " teriak Aletha


" Aku belum membukanya " kata abigail yang bermuka polos


" Kau orang cabul ya ! membuka pakaian diluar begini, aku bisa menelpon polisi dan menggugatmu atas pelecehan seksual, perbuatan tidak menyenangkan dan melakukan tindak kejahatan kepada seorang perempuan ! "


" Kau kejam sekali jadi perempuan, kau begini karena belum jatuh cinta kepadaku coba saja jika sudah melihat sisi lainku pasti .. "


" Tutup mulutmu "


Aletha mengangkat botol yang dipegang Abigail kemudian memasukkannya kedalam mulut Abigail. Aletha mengabaikan Abigail dia mengangkat lengan bajunya kemudian meninggalkan lapangan besar itu tapi Abigail malah mengejarnya.


" Hey tunggu ! " Aletha semakin cepat larinya tapi abigail juga semakin cepat.


brak


Aletha memelototkan matanya seketika ketika dia melihat kecelakaan yang ada didepannya. keadaan sangat gaduh didepannya, semuanya berkerumun menghampiri Korban kecelakaan tabrak lari yang dilakukan oleh mobil.


Dia berusaha untuk menyebrang, begitupun dengan Abigail yang melihatnya dia menyusul Aletha.


" Permisi boleh saya lihat , permisi " dia menyingkirkan semua orang yang ada disana.


" Permisi saya seorang dokter " ucapnya hingga orang yang mengitari korban itu menyingkir.


korban terlihat parah dan banyak mengeluarkan air mata, dia langsung mengecek denyut nadinya.


abigail tersentak melihat begitu banyak darah dihadapannya, tak lama ambulance datang beberapa orang membawa brankar.


" Denyut nadi pasien melemah , detak jatung juga lemah cari rumah sakit terdekat " jelas Aletha.


" Kami akan membawanya , apa kau bisa ikut ?" tanya salah satu orang itu.


" aku akan ikut " jawabnya cepat.


Abigail menatap Aletha dia langsung membantunya pikirnya bukankah dia tidak mengenal siapa korban ini.


setelah korban dimasukkan kedalam mobil aletha pun masuk, dia tak sengaja menoleh kearah Abigail sampai pintu itu tertutup.


Tanpa berpikir Abigail pun ingin menyusulnya, buru-buru dia mencari mobilnya dan mengejar ambulance.


***


Jakarta Hospital City


Aletha membantu mendorong petugas itu membawa korban masuk kedalam ruangan perawatan, tak lama abigail pun datang menyusulnya.


kini Aletha berusaha menghentikan pendarahan yang keluar dikepala Anak muda yang sekitaran berusia 20 tahunan itu.


" Ruangan operasi siapkan sekarang ! "


" Sedang disiapkan dokter " saut perawat itu.


" Dokter Denyut jantungnya tidak normal "


tanpa pikir panjang aletha memompa bagian dada pria itu dia berusaha menaik turunkan tangannya disana, Abigail menatap berbeda kepada aletha kali ini.


sungguh keren pikirnya yang dia kenal sebagai wanita cuek dan sombong tapi kali ini pikirannya sangatlah jauh, dia sangat gigih dan penuh perjuangan.


" Ruangan operasi sudah siap dokter "


" bawa pasien ke ruangan "

__ADS_1


" Dokter ganti bajumu "


" Iya "


setelah pasien itu dibawa keruangan operasi melewati abigail,kini aletha pun melewatinya abigail hanya bisa memandang tanpa bisa menegurnya.


pelipis kiri aletha terlihat terkena darah hingga tak mampu lagi mengurus dirinya.


" Kau seperti seorang pahlawan saat ini " Batin Abigail.


***


" siapkan dengan baik ya, oh ya kuenya sudah dipesan ? aku lupa katakan harus datang sebelum jam 8 malam "


sepertinya akan ada acara lagi dirumah ini melinda terlihat sangat sibuk mengatur para pelayannya


" Sudah nyonya kami akan mengambil kue sebelum jam 8 "


" Baguslah sudah sana kerjakan yang lain, ingat ya ini ulang tahun adelia yang ke 25 jadi jangan ada kesalahan apapun "


" baik nyonya. "


" Kau senang sekali , apa kau akan menikahkan adelia ?" Tampak hasan kembali dari kantornya, melinda langsung menyambutnya dan memeluknya.


" Tentu saja usianya sudah 25 tahun dia harus menikah tahun ini. " saut melinda.


" kau benar , tapi.. apakah ada pasangan yang cocok Sepertinya Adelia sangat pemilih "


" He tenang saja dia sudah ada jodoh "


" hahha baiklah aku percaya padamu. "


***


diluar ruangan operasi abigail terus bolak-balik menunggu pintu itu terbuka sudah 3 jam operasi berlangsung tapi belum juga selesai.


kadang dia duduk kadang juga berdiri


krek


" *Ayah "


saat dulu dia ditinggalkan ayahnya ketika berusia 10 tahun, selepas keluar dari ruangan operasi justru ayahnya meninggal.


" Ayah hiks hikss hiks* "


" Pasien sudah selamat, ini semua karena dokter Aletha jika tadi dia terlambat menghentikan pendarahan mungkin pasien ini akan tiada "


dia mendengar perawat itu bicara memuji Aletha, dan aletha pun keluar nampak mata mereka saling memandang


cukup lama mereka saling memandang " Aletha ! Aletha ! baguslah kau masuk , tolong aku ! ada operasi darurat sekarang , setengah jam lagi aku akan mengoperasi pasienku "


" Tap.. "


belum sempat Abigail mengatakan sesuatu aletha mengangukkan kepalanya, padahal dengan jelas wajahnya terlihat lelah.


" Apa dia bukan manusia kenapa tenaganya besar sekali " gumam Abigail.


seharian ini waktu aletha dihabiskan hanya untuk mengoperasi pasien, tiada hari tanpa masuk ruangan operasi. sampai melupakan makan dan juga mengurus dirinya sendiri.


Abigail masih tetap menungguku, tidak tau untuk apa dia disana tapi dia ingin melihat Aletha lebih jauh.


" Hei ini taruh dimana , untuk dokter aletha " beberapa perawat lewat didepannya


" Taruh saja didalam ruangannya, oh ya Stock mie yang dokter Aletha pesan tidak ada. aku akan memesankan yang lain. " Saut yang lain


" Dokter Aletha selalu makan mie setiap hari apa dia tidak takut sakit "


" Katanya dia harus hemat agar bisa beli rumah "


" Dasar Dokter Aletha suka bercanda, keluarganya sangat kaya tapi selalu rendah hati. "


" Karena itulah aku suka kepadanya "

__ADS_1


tak sengaja Abigai mendengar semua itu, kini sepertinya dia bisa merubah pola pandang dan pikirnya terhadap Aletha. dia memang terlihat tak peduli dan selalu acuh tapi dalam dirinya dipenuhi kebaikan yang dia tutupi.


drtt...drrtt


📱 " Siska Calling "


" halo "


📱 " .... "


" Aku akan datang "


***


Aletha keluar dari ruangan operasi pukul 11.30 malam, wajahnya sangat pucat dan terlihat lesu karena tak makan. dia hanya terus mencuci muka agar terlihat segar, setelah membersihkan mukanya dia keluar dan mendapati semua lorong rumah sakit sangatlah gelap dan hanya ada penerangan yang minim


waktu terus bejalan , langkahnya sangatlah pelan


sementara itu dirumah nya , semuanya berkumpul untuk merayakan ulang tahun Adelia, menunggu waktu beberapa saat lagi hingga usianya tepat 25 tahun.tampak sekali semuanya bahagia hingga tertawa.


hari ini aletha juga berulang tahun sama seperti Adelia usianya akan tepat 25 tahun.


ceklek


ruangan nya yang sangat gelap hanya disinari oleh cahaya bulan dari pantukan kaca jendela, matanya melirik sebuah undangan yang tertera namanya.


" Mark & Olivia "


tangannya gemetar mengambil undangan itu


" Untuk Aletha ..


Aletha .. aku tau ini sangatlah tidak adil, tapi aku ingin melihatmu dihari pernikahanku, datanglah dan aku akan mengatakan sesuatu nanti. "


dibacanya sebuah surat untuknya dari mark, hatinya sangat sakit membacanya.dia hanya berdiam diri selama 10 menit disana hingga masih ada waktu 10 menit lagi untuk dirinya berulang tahun.


dibukanya laci mejanya itu, dia mengambil beberapa 1 batang lilin kecil, dan dihadapkannya ke foto ibunya. setelah dihidupkan dia terus menatap foto ibunya


" tiga ! dua ! satu !!! "


" Happy birthday Adelia Bahreyinnn !!! " Sorak gembira dirumah itu lalu adelia meniup lilin dan dipenuhi tepuk tangan oleh seluruh keluarga dan teman-teman adelia.


...


" Selamat ulang tahun Aletha " gumam Aletha kecil


" huu " dia meniup pelan api itu hingga padam


sebuah perbedaan yang besar sekali, dua orang yang berulang tahun hari ini yang satu dirayakan dengan mewah sedangkan yang satunya hanya bermodalkan lilin kecil dan dirinya seorang saja.


diantara pelukan melinda dan Hasan adelia tampak bahagia sekali, ciuman yang mendarat dimasing-masing dipipinya seakan tak pernah luntur.


***


kembali ke hari esok lagi, sepertinya Aletha tampak segar dan bugar setelah mendapatkan istirahat yang cukup kembali dia beraktivitas.


memeriksa pasien hingga melakukan konsultasi semuanua sudah dilakukannya.


" Halo apakabarmu ?" tanya Aletha kepada pasien yang ia tolong kemarin.


" Halo dokter " balas pria itu.


" Kakimu sudah bisa digerakkan ?"


" Bisa, Dokter sudah menolongku terima kasih ya " ucapnya.


" Itu memang pekerjaanku " jawabnya.


" Dokter Aletha ! " teriak para suster, hingga dia menoleh


" Aku permisi dulu ya , nanti masuklah jika butuh sesuatu panggil perawat " katanya lagi kepada pasien itu.


" Iya dokter "

__ADS_1


bonus pictur Aletha



__ADS_2