Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Ingin Mengusirnya


__ADS_3

tidak seperti biasanya jika dia lelah hati dan pikiran dia akan menyibukkan diri dipekerjaan. kali ini Aletha memilih untuk memesan wine yang biasanya sama sekali tak dia toleh.


Meja di bar itu terlihat kosong selain dia sendiri


" Mau dituangkan Nona ?" tanya pelayan pria yang ada didepannya


" Hmm " tatapannya benar-benar kosong sekali


" Nona sepertinya kau punya masalah tapi kau terlihat wanita baik-baik jika begitu kenapa kau tidak nikmati pantai dibelakang saja ?"


" Aku tidak suka pantai " diliriknya gelas yang berisi wine itu, tangannya mulai mengambil gelas itu dan akan diminumnya.


" Ups sebaiknya kau minum ini " seseorang menukarnya dengan moctail tanpa alkohol, tatapan sendu aletha itu mampu membuat Abigail merasa kasihan.


" Hey jangan menatapku begitu " ujar Abigail.


" Biarkan aku minum malam ini " gumamnya.


" He sudahlah minum tidak bisa memecahkan masalah, kau butuh orang untuk mendengarkan semua masalahmu " dia merebut nya lagi dan Abigail duduk dikursi sebalelahnya


tapi justru aletha tersenyum dan menangis bersamaan " Pergilah " usir Abigail kepada pelayan tersebut.


" waktu itu aku tidak pernah melihatmu seperti itu , kau membuatku kagum padamu " kata Abigail yang membuka perbincangan


" Kau seperti masalah yang selalu ada dimana-mana, apa kau mengikutiku " gumam Aletha.


" mungkin saja "


" Hey Aletha. kau tidak bekerja ?" Tanya Abigail.


" Aku sangat ingin tapi hatiku tidak membawaku ke pekerjaanku "


" Begini saja kau boleh mengatakan semua masalah dan aku janji tidak akan mengatakan ini kepada siapapun termasuk Arkan "


" Biarkan aku minum sekali saja aku tidak akan mabuk " rebutnya hingga abigail pun tidak mampu menghalanginya.


" hey "


Aletha menegaknya habis dalam sekali minum, dia terlihat menunjukkan rasa yang tidak enak " sudah aku bilang kau tidak boleh minum "


" Mark " lirihnya


" kau masih berpacaran dengannya ?"


" Aku pacarnya hmm ... 4 tahun aku bersamanya ( dirinya mulau meracau seorang diri ) tapi sedikitpun, aku tidak pernah berani untuk menyerahkan diriku ... tapi wanita itu .. wanita itu dalam sekali pertemuan dia ... "


" Dia siapa ?"


" kau ... tahu ? aku benci dia , aku benci diriku aku benci semuanya "


" kau mabuk , kau keras kepala sekali jadi perempuan. bilangnya kuat tapi sangat lemah " Kata abigail.


Aletha merebahkan tubuhnya di meja bar itu " ibu ... ibu ... aku merindukanmu " matanya terpejam tapi bulir bening itu tetap menetes, Abigail tak tega melihatnya dihapusnya air mata itu hingga tangannya disentuh oleh Aletha.


" hangat " gumam aletha


" Al... "


dia tak mampu menyelesaikan ucapannya tak kala melihat alis yang natural dan rapi itu juga Bulu mata yang lentik.


" Dia pacarmu ?" Tanya pria yang lewat dihadapannya.


" Ha ? bu-bukan "


" Bawalah dia pulang dia sudah mabuk "


" Aletha , Aletha bangun Aletha "


drtt...drrrtt.


📱 " Mark Message "


💬 " Ale , Mari kita bertemu "

__ADS_1


💬 " kita selesaikan masalah ini, Olivia akan ikut "


💬 " Ale aku mohon balas "


layar ponsel itu sangatlah terang hingga abigail bisa melihatnya.


***


" nghhh " Aletha mengulet ketika berada di dalam mobil Abigail, dia terlihat menyenderkan kepalanya ke jendela mobil.


Abigail yang duduk di kursi sopir itu hanya bisa diam saja.


" Aku tidak ingin peduli lagi pada wanita tapi dia berbeda rasanya aku tidak mampu menjauhkan diriku darimu. Kau seperti magnet untukku "


" Air ... Air " gumam aletha


Reflek Abigail pun membukakan air mineral botolnya dan memberikannya kepada aletha.


" uhuk ! uhuk ! ah tidak enak " Kata Aletha yang memberikan lagi kepada abigail tapi sebelum abigail menerimanya aletha menjatuhkan botol berisi air itu hingga membahasi bajunya.


Hingga akhirnya baju itu mencetak pakaian dalam Aletha , walau dia memakai tanktop tapi tetap terlihat. Abigail membulatkan mata nya dan menatap kearah lain.


" warna hitam " pikirnya


langsung saja dia tepis pikiran jorok itu , mengingat dia memakai jas diapun melepaskannya lalu menutupi baju aletha.


" Astaga putih sekali " batinnya


" abigail pikiranmu mesum sekali, sana-sana kau memang perusak susasana dasar otak "


lama dia menunggu diparkiran itu hingga akhirnya yang ditunggu pun datang.


" Mana dia ?"


" Bawalah dia pulang, dia mabuk tapi ... jasnya pakaikan saja dia menumpahkan air di bajunya kau jangan buka "


Arkan pun membuka mobil miliknya lalu dia menggendong Aletha dan ditidurkannya di belakang mobilnya.


" Terima kasih " ucap Arkan.


" Hmm "


sesampainya dirumah lagi-lagi dia menggendong Aletha, membawanya kedalam kamarnya lalu dilepaskan hielss dari kaki nya dan diselimutinya.


" Selamat malam " ucap Arkan , lalu mematikan lampu dan keluar dari kamar itu.


Didepan kamar Aletha dia tersenyum karena barusan saja dia bisa menyentuh langsung Aletha bahkan menatapnya dengan jelas tanpa halangan apapun.


***


" Kepalaku " desis Aletha ketika terbangun dari tidurnya


" Shhh "


" Aletha ! Aletha ! bangun ! " suara adel terdengar dari luar mengedor-gedor kamarnya. kepalanya masih pusing tapi dia juga melihat jas yang ada dibadannya.


" Punya siapa ini " pikirnya


" Aletha ! " Teriak Adelia.


Aletha menyingkirkan jas itu kemudian dia membuka pintu, tapi saat itu dia langsung didoorong oleh Adelia.


" Perempuan Murahan ! kau tidak tahu diri ! Aku akan menghancurkanmu Aletha ! "


" Apa yang kau lakukan ! " balas Aletha yang terus didorong oleh Adelia.


melinda yang datang hanya diam saja ketika adelia terus mendorong aletha.


" Kau sudah gila " kata Aletha.


" Dimana Mark ? dimana Mark ?" tanya Aletha.


" Kenapa kau tanya padaku , aku tidak tau "

__ADS_1


" jangan berbohong kau pasti menyembunyikan dia iyakan ? kau ingin mempermalukan aku didunia ini, kau tidak bisa melihatku bahagia sedikitpun " oceh Adelia


" aletha sebaiknya kau katakan dimana Mark berada biarkan mereka berdua menikah " saut Melinda.


" Ho kau sudah mengeluarkan taringmu sekarang, kau berani karena tidak ada ayahku " ujar Aletha.


" katakan saja " ujar melinda.


" Katakan Aletha kau sembunyikan dimana ha ! aku tidak ingin perutku membesar sebelum aku menikah "


" Kau sendiri kenapa menyerahkan dirimu kepadanya, tapi sekarang kau menyerbuku. sampai kapanpun aku tidak akan menberi tahu dirimu dimana dia "


" Alethaaaaaa "


📱 Drrtt...drrtttt


" halo Dokter Tian "


" .... "


" Baiklah aku kesana sekarang "


" Katakan dulu kau baru boleh pergi , halangi dia ibu " ujar adelia


" kau itu sedang hamil bukan kehilangan kewarasan suruh ibumu minggir "


" aletha ! kau jahat sekali " ujar melinda.


" terserah "


Aletha pun pergi, dia menabrak sedikit bahu melinda , lalu melinda mendekati Adel dan memeluknya


" ibu bagaimana ini aku tidak bisa keluar jika perutku membesar, aku tidak mau hidup tanpa suami bu. " ucapnya ketakutan.


" Kau tenang sayang oke .. jangan takut ada ibu disini, dia akan mengatakan dimana Mark jika hari ini dia tidak mengatakannya, maka dia harus angkat kaki dari rumah ini. " ucapnya dengan yakin.


***


Aletha berjalan disepanjang lorong rumah sakit. dia harus makan siang karena ini sudah jam 2 akhir-akhir ini dirinya selalu makan tidak teratur lihatlah tubuh yang semakin kurus itu.


" Dokter aletha "


dia hanya tersenyum saat disapa, hingga akhirnya dia sampai disebuah kantin lalu memilih makanan sesuai yang dia inginkan.


hari ini dia ingin makan Ayam Panggang dan juga kubis sebagai sayur tambahan, dia memang tidak terlalu banyak dalam soal makanan.


krek


suara kursi yang dia tarik dan duduk disana, suasana kantin tampak sepi karena hanya dia yang makan terlambat


" Bagaimana jika aku meminta langsung pada ayah tentang laporan medis ibu, apakah dia akan memberikannya. jika terus begini aku tidak akan punya waktu untuk menyelidikinya. " Pikirnya


***


Tampaknya hari ini melinda benar-benar ingin menghancurkan Aletha, Dia ingin mengusir jauh Aletha dari rumah ini.


Kamar Aletha itu sudah dibereskan bahkan pakaian Aletha dikeluarkan dari kamar itu, Hasan yang hanya melihatnya dari bawah atas semua tindakan melinda hanya bisa diam tanpa bersuara.


lalu tak lama ada Arkan dan Abigail yang berjalan sambil membicarakan sesuatu tampaknya sangat serius tapi langkah mereka terhenti saat melinda membuang baju-baju Aletha dari atas lantai rumah.


" ibu apa yang kau lakukan ?" tanya Arkan.


" Pelayan bereskan semua itu masukkan kedalam koper sekarang ! " perintah Melinda.


" Ibu tunggu ibu ! ibu tidak bisa melakukan ini ! " cegah Arkan.


" Kau selalu membela anak itu, ada apa denganmu. kau pikirkan adikmu dan tolonglah dia "


" sayang hari ini aku ingin kau memutuskan sesuatu kirimlah anakmu itu kembali ke Washington dan jangan pernah kembali kerumah ini lagi " Ujar Melinda sambil menuruni anak tangga.


" melinda .. "


" Dia sudah terbiasa hidup diluar seorang diri, dia seseorang yang bebas diluar sana. tidak kah kau lihat bicara dengan kita semua dia selalu menghindar dan tidak pernah bicara dengan sopan, apa dia menghargai ku sebagai ibu sambungnya ? Tidak ! dia malah terus mengungkit tentang ku dengan menyebutku perebut suami orang ! "

__ADS_1


" Mulai hari ini jika Aletha tetap disini maka aku akan pergi dari rumah ini ! " Ancam Melinda


__ADS_2