
Benar saja Aletha baru sampai dirumah sakit malah sudah ditunggu didepan ruangan operasi, dengan setia perawat itu membantu Aletha memakai pakaian operasinya.
" Pasien kenapa ?"
" Buronan polisi, dia ingin bunuh diri karena itu dia menembakkan dirinya sendiri. "
" baiklah ayo mulai "
***
Dirumahnya Abigail merasa kesepian, dia memang begitu cepat sekali merasa kesepian tapi baru menikah diusia 27 tahun.
berulang kali dia mencoba semua posisi tidur tapi tidak bisa tidur juga " abigail tidur kenapa mengkhawatirkan Aletha. "
ya dia memang sedang mengkhawatirkannya, untuk apa wanita bekerja sekeras ini. ini jam istirahat seharusnya dirumah saja tidak melakukan apapun dan melayani suaminya pikirnya.
Diambilnya ponselnya karena sekarang sudah pukul 12 malam dia harap aletha segera pulang -setelah ditelpon olehnya.
📱 " Istri Perfeksionis "
📱 tut...tutt...tutt
dia terus menunggu dan berharap aletha menjawabnya sedangkan aletha saja masih berperang dengan alat-alat operasi dan pasien yang sedang dia tangani saat ini.
" Awas saja besok " batinnya yang menyudahi telponnya itu.
***
Krek
Aletha baru kembali puku 4 pagi, dia terlihat mengantuk dan langsung duduk di sofa itu menyenderkan kepalanya dan tertidur.
dia tidak tau kalau Abigail masih menunggunya, Abigail keluar ketika mendengar pintu terbuka. dia jongkok dihadapan Aletha.
" Lihat betapa jelek nya wajahmu ketika lelah "
Diangkatnya tubuh Aletha , ditatapnya sebentar melihat bibir pink itu rasanya dia tidak tahan ingin menciumnya.
" Nanti Abigail " Batinnya
Direbahkannya tubuh Aletha diranjang dan dibuka sepatunya , dia pun ikut naik dan memeluk Aletha.
" aku bisa tidur sekarang " gumamnya yang mengendus leher jenjang Aletha.
" nghh "
" Jangan mendesah " bisik Abigail, tapi dia terus menciumi leher Aletha walau pun orangnya tidur tetap terasa geli.
" Nghhh "
" Astaga aku tidak tahan " Batin Abigail
" Aletha ....aletha ... bangun aletha aku mohon "
" hmm "
" Bangun cepatlah "
" hiks kau ini aku mengantuk kau tidak bisa membuatku tidur tenang apa ?" Gerutu Aletha yang terbangun menatap tajam Abigail.
" Maaf tapi aku .. aku ada masalah sekarang , bantu aku aletha "
" apa ?"
" Dia bangun harus segera ditidurkan ".
" Kau lakukan sendiri sana, itu pasti ulahmu sendiri tidak bisa mengontrol dirimu. " Tangannya menunjuk kearah kamar mandi.
" Aku tidak bisa melakukan itu ayolah Aletha jika kita melakukan ini akan banyak pahala nanti. sekali saja ya , setelah itu satu minggu aku tidak minta "
" Kau gila ? ha aku mau tidur besok masih harus kembali kerumah sakit. " katanya yang kemudian tidur miring membelakangi abigail.
" Abigail kau ini tidak tahan apa lihat perempuan cantik , ish tahan lagi tahan lagi kepalaku pusing. " Batinnya
***
__ADS_1
Adelia menghancurkan seluruh barang yang ada didepannya saat Mark memberitahu keputusan tentangnya yang akan meninggalkan rumah ini bersama olivia.
" Aku hamil mark ! dan kau akan meninggalkan aku sendirian ! sudah gila dasar laki-laki tidak punya otak dan nurani ! Tidak ! aku tidak mau ! aku mau ikut kau ! " Teriak Adelia.
" Salah sendiri siapa yang ingin menikah denganku ? kau tau konsekuensi menikah dengan pria yang beristri iyakan ? akurasa kau sudah tau jawabannya ketika melihat ibumu ?" Jawab Mark.
" Tapi ayahku terus bersamaku ! dia tidak peduli dengan istri sah nya , hanya ibuku ! ibuku dan ibuku ! "
" Karena aku tidak sama seperti ayahmu. Aku mencintai Olivia jadi aku akan bersama olivia, kita akan menikah sampai anak itu lahir setelah itu kita tidak ada hubungan apapun lagi ! "
Olivia tersentak kaget mendengar pengungkapan Mark, yang dia dengar dari balik pintu. entah ingin senang atau apa tapi dia begitu bahagia walau dia tau itu hanya kepura-puraan Mark saja agar bisa membebaskan mark dari rumah ini.
" Apa kurang aku mark ? aku cantik , punya segalanya dan aku perempuan modern. "
" Kau kurang otak " jawab Mark.
" Marrrrrk ! "
" Telpon saja aku jika terjadi sesuatu, hari ini aku dan Olivia akan keluar dari rumah ini. "
ungkap mark yang kemudian berlalu dari hadapan Adelia, dan kebetulan Olivia menampakkan diri hingga Mark mengambil tangannya dan merangkulnya.
" Ayo sayang " ajak Mark yang langsung dijawab anggukan oleh Olivia.
" Olivia aku akan membunuhmuuu !! " Teriak Adelia.
" Jangan takut dia hanya membual " Ujar Mark.
" Kau membohonginya tadi, kita tidak saling mencintai "
" Jika nanti kita selalu bersama, Apa kau yakin cinta tidak akan tumbuh ? Aletha mengajariku untuk menerima setiap kejadian yang tidak menyakitiku, "
" Dan Aletha mengatakan padaku untuk menjaga pernikahan ini, Agar tak bernasip sama seperti keluarganya"
" Benar, Hati kecilku mungkin masih mencintainya. tapi aku sadar dari perkataanya itu kalau sekarang kita hanya bisa berteman sama seperti kau yang mengajaknya untuk berteman Kan ? "
lagi-lagi olivia menganggukkan kepalanya, dia senang akhirnya pernikahannya akan benar-benar sempurna dengan adanya cinta. semua ini karena Aletha pikirnya.
***
Sampai dia lupa waktu dan hampir tak pernah kembali, Melinda dan Hasan tak pernah memperdulikannya mereka menganggap Arkan sudah sangat dewasa dan bisa mengatur hidupnya sendiri.
padahal dia butuh seseorang untuk mendengarkan ceritanya, apapun itu tapi tidak ada yang mengerti dirinya.
tok
tok
tok
" Selamat siang pak , didepan ada pak Abigail katanya ingin bertemu "
" Katakan aku sedang sibuk jadi tidak bisa " tolak Nya.
" Tapi pak "
" Suruh saja pergi ".
" pergi kemana Arkan ? disini juga ada Saham ku aku berhak kesini " Saut Abigail yang masuk kedalam ruangan Arkan.
" Aku sedang sibuk tidak ingin bermain " jawab Arkan cuek.
" Benarkah ? Bagaimana kalau kita makan ?"
" Tidak "
" saya permisi dulu pak " kata sekretarisnya Arkan.
" Aku perhatikan semenjak aku menikah dengan Aletha kau tidak pernah bicara padaku, Bukankah kau harusnya senang karena aku yang menikah dengannya dengan begitu aku bisa menjaganya. "
Arkan mengepalkan kedua tangannya, bukan dia yang harusnya menikah dengan aletha tapi dirinya pikirnya.
" Kau mengajaknya tinggal dirumah itu ?"
" ya dimana lagi kami tinggal itu rumahku, tapi kau tau dibalik sikapnya yang jutek, cuek dan egois itu dia manis juga apalagi saat dia melayaniku kemarin membua.."
__ADS_1
" Cukup Abigail ! " Tegas Arkan yang tak ingin mendengarnya lagi.
" Kau sudah gila menceritakan hal itu kepadaku ? aku tau dia sekarang istrimu tapi kau tidak punya hak menceritakan hal itu kepada pria yang juga mencintainya "
" abigail apa maksudmu ?"
" Aku mencintainya ! tapi dia tidak pernah melihatku ! apa kurangnya aku ? setiap saat aku selalu berusaha melindunginya dari pukulan ayah dan melindunginya dari ibuku dan adikku. tapi tidak ! dia menikah denganmu dan seenaknya kau mengambil kesuciannya padahal kau temanku abigail. "
" Aku tidak terkejut arkan, inilah ternyata yang kau sembunyikan dariku. Setiap kau melihat aletha kau punya pandangan lain tapi aku tidak memahaminya. sekaranga ju tau .. tapi Arkan sebesar apapun cintamu kau tidak bisa menikahinya karena kalian bersaudara. "
" Saudara tidak membuatku berhenti untuk mencintainya, karena aku saudaranya aku ingin dia menikah dengan pria baik "
" Dan kau pikir kau baik dan pantas untuknya ?" tanya Abigail
" Ya "
" Jika kau baik maka kau tidak akan melakukan hal itu, tidak ada saudara yang mencintai saudaranya dengan pandangan lain. aku memang tidak tau bagaimana rasa nya punya saudara tapi setahuku tidak ada yang begitu. "
" Tapi aku ada, sekarang pergilah dariku ! jangan temui aku lagi ! " Usir Arkan yang tega melakukannya padahal keduanya teman dekat.
" oke baik , kita tidak akan bertemu lagi setelah ini " jawab Abigail yang juga ikut emosi tapi sebenarnya dia tidak suka hal ini karena pertemanan mereka sudah terjalin semenjak mereka duduk di bangku SMA.
Setibanya di depan mobilnya Abigail mengecek ponselnya, dia melihat pesan untuk Aletha tapi aletha sedang tidak online.
diapun naik mobil dan akhirnya dia sampai dirumah sakit tempat Aletha bekerja. namun disana ia melihat aletha tampak sedang bersenda gurau dengan dokter pria yang merupakan Tian.
melihat itu entah kenapa dia merasa cemburu sekali, tadinya dia ingin mengajak aletha makan siang tapi melihat ini justru dia merasa kesal
" Eh ada Pak Abigail, apa ingin bertemu dengan ketua pak ?" Tanya salah satu dokter yang menanyainya.
" Oh iya tapi sudah selesai jawabnya "
" Kalau begitu bagaimana jika makan siang bersama dengan para dokter itu , kami rencananya akan makan siang bersama "
" Bersama dokter yang disana ?" Tunjuk Bigail kepada Aletha dan Tian.
" iya pak "
" Dokter Aletha ! Doktet Tian ! kemarilah ! " Teriak dokter itu, hingga keduanya menoleh. Aletha terkejut melihat Abigail yang berdiri disana.
" Ayo " Ajak tian.
" Eh ada Pak Abigail selamat datang pak " Ucap Tian
" hmm "
" Aletha kau tau siapa dia ? beliau ini donatur tetap dan selalu memberikan yang banyak " ujar Tian.
" oh begitu " Aletha mengangukkan kepalanya.
" Kita makan siang bersama pak Tian ya "
" Oke " Jawab Tian sedangkan Aletha hanya ikut saja tak berniat menjawab.
****
Rumah Makan Khas Jepang
" hmm enak sekali , Dokter Aletha silahkan dimakan jangan sungkan " Ucap dokter yang bernama Billy.
" Iya dokter "
" Dokter Aletha apa kau besok punya jadwal ? aku ingin bertukaran karena anakku akan ada acara disekolah bolehkan ?"
" Hmm boleh "
" Tidak boleh ! " Jawab abigail membuat dua dokter itu terkejut berbeda dengan aletha yang bersikap biasa.
" Ke-kenapa dokter ?" Tanya Tian.
" Itu ... Tidak ada aku hanya salah berkata " jawab Abigail.
" Oh begitu hehhe maklum lah pak kalau sudah punya keluarga terkadang kasihan meninggalkan mereka begitu lama, selalu sibuk bekerja jadinya kan tidak ada waktu untuk istri dan anak. "
" Benar suami istri harus saling bisa membagi waktu antara pekerjaan dan pasangan, hal wajah pasangan ingin bersama. " Timpal Abigail yang menyindir Aletha, tapi nampaknya yang disindir tidak sadar.
__ADS_1
" Hehhe benar sekali pak "