Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Harus Menikah


__ADS_3

" hmpfhh Lep..ashh " Teriak aletha yang berusaha mendorong tubuh Abigail , lalu tiba-tiba dari belakang ada seorang pria yang datang dia mendorong Tubuh Abigail hingga kepala abigail terbentur dengan kepala Aletha dengan keras hingga keduanya sama-sama pingsan.


" Cepat bawa dia keranjang " Perintah Adelia yang juga masuk kedalam kamar itu.


pelayan itu menurutinya dan membawa Abigail keranjang dia juga membenarkan posisi tidur Aletha.


" Buka jas dan juga Kemeja pria itu "


Namun Aletha masih berpikir bagaimana caranya merusak pakaian yang dikenakan Aletha karena semuanya panjang.


" gunting ?" pikirnya


" ah tidak mungkin dia akan curiga nanti "


" Oh ya dia pasti memakai baju lagi "


setelah pria itu membuka seluruh pakaian atas abigail, Adelia menyuruhnya pergi dia berusaha membuka pakaian Aletha dan benar saja Aletha masih memakai pakaian berupa tanktop dan bra.


" ini sudah cukup " pikirnya


dibuangnya semua pakaian yang dia buka tadi ke lantai begitupun dengan kemeja dan jas abigail lalu kembali mengatur selayaknya pasangan yang habis bercinta.


Aletha diposisikan didadanya Abigail dengan memeluknya begitupun sebaliknya dengan Abigail yang memeluk Aletha.


cekrek


cekrek


cekrek


berapa kali dia mengambil foto itu, dan habis itu dia keluar dari kamar tersebut dan menguncinya.betapa bahagianya dia setelah keluar dari sana.


***


Keesokan paginya


keduanya masih tertidur dengan posisi yang sama sepertinya masih pingsan karena semalam. seakan sangat disengaja pagi ini pihak hotel beserta kepolisian akan melakukan pengecakan kekamar tamu-tamu.


Siapa lagi kalau bukan Adelia yang mengadukannya, Polisi dan beberapa staff hampir dekat kekamar Aletha dan Abigail.


Aletha mulai membuka matanya perlahan tetapi kepalanya terasa berat sekali dan pelipisnya sangat sakit.


Tok! Tok ! Tok


" nghhh " dia sedikit mengulet tapi tangannya merasa bersentuhan dengan kulit seseorang, diliriknya keatas betapa terkejutnya dirinya ketika melihat Abigail yang sedang dia peluk begitupun sebaliknya.


Dia langsung bangun dan menjauhkan tangan Abigail darinya , melihat ceceran baju dan pakaiann yang dia kenakan sekarang.


" Shhh " Abigail pun terbangun.


Tok!Tok!Tok


" Layanan Kamar " teriak dari depan,.polisi sengaja melakukannya karena curiga didalam sangat lama.


" Hei apa yang kau lakukan kepadaku " Hardik Aletha.


" apa?" tanyanya dengan suara serak


" Tidak ... tidak mungkin aku .. katakan kalau kau Kita sudah... "


" Aletha kita .. " Abigail pun nampak bingung atas yang terjadi sekarang, mereka berdua melirik ranjang itu yanh terdapat noda merah.


" Mustahil" gumam aletha seraya menggelengkan kepalanya.


" Aletha kita berdua.. "


" Buka pintunya ! ini polisi ! " teriak dari luar.


" polisi ?" ujar mereka berbarengan.

__ADS_1


" Bagaimana ini aku ... aku , hei semua ini karena dirimu " tuduh Aletha yang sangat ketakutan.


" Cepat pakailah bajumu dulu, kita akan bicara nanti "


Abigail bangkit dan Aletha bisa melihat dada bidang yang putih dan kotak-kotak itu. Abigail memberikan gaun Aletha dan keduanya mulai memakai pakaian itu lalu abigail juga menyembungikan sprei itu.


" A-apa yang harus kita katakan. "


" Sudah diam saja "


Abigail berusaha tenang, dia pun membuka pintunya


" Kenapa lama sekali ? apakah kalian sedang membersihkan sisa-sisanya ?" tanya polisi wanita itu.


" Mana KTP kalian ?" tanya polisi pria yang disebelahnya.


" Kalian pasangan suami istri ?" tanya polisi wanita lagi


mereka terus dicecar dengan banyak pertanyaan, aletha tampak gugup dan terus kepikiran.


" Ini KTP saya "


" Abigail , kau pengusaha itu kan ?" tanya polisi wanita.


" Iya "


" Apa dia wanita panggilanmu ? setahuku kau belum menikah " tuduh polisi itu lagi.


" Jaga bicaramu aku bukan wanita seperti itu " saut Aletha..


" Kalau begitu kenapa kalian berdua dikamar ini dan .. Oh kau yang menjebaknya ? Selama ini Tuan Abigail mempunyai citra yang baik "


" Aku seorang dokter bedah aku bukan wanita panggilan " ungkap Aletha.


" Ikut kami ke kantor polisi "


" apa ?"


" Tapi kalian melanggar norma "


" Kami tau ... kami masih muda ,gairah ku sangat besar kuharap kalian mengerti, iyakan sayang ?" Abigail merangkul pinggang aletha langsung.


" ha ? i-iya " jawab Aletha saatabigail memberinya kode agar mengiyakannya.


" Tidak bisa kasus ini tetap akan dibawa sampai kekantor polisi ayo ikut kami " Polisi wanita itu menarik tangan Aletha.


" tunggu aku ... aku .. "


" Kau masih membantah ! " teriak polisi itu


" Jangan bicara kasar padanya ! " Bentak Abigail kepada polisi tersebut.


dan akhirnya Aletha dengan terus menahan malunya bersama polisi itu dia masuk kedalam Mobil polisi, diikuti oleh Abigail.


Abigail pun tak mampu menolongnya, dia juga merasa kalau sudah melakukannya karena ingat semalam dia mencium bibir aletha, pikirnya setelah berciuman pasti hal lain juga terjadi.


" Hey bukankah itu Pengusaha terkenal itu " bisik orang-orang.


" Perempuan itu siapa, dia bersamanya "


" Biasalah orang kaya suka main "


bisik-bisik orang sangatlah tajam melebihi tajamnya pisau. Didalam Mobil itu Aletha bermuka serius sekali disampingnya ada Abigail yang terus menatapnya.


" Kau marah ?"


" Kau pikir ini hanya mainan ? " jawab Aletha.


" Aku .. aku tidak tau jika masalah ini.. "

__ADS_1


" Ini semua karena dirimu ! aku membawamu kekamar untuk membantumu agar tidak mempermalukan dirimu didepan orang tapi kau malah menarikku dan ... ha aku sudah gila kenapa aku harus menolongmu. " aletha merasa menyesal dan sangat marah sekali.


" Maaf " hanya kata maaf yang bisa abigail katakan sekarang.


***


Kantor Polisi Jakarta


keduanya masuk kedalam sel tahanan yang berdampingan karena masih belum diproses, Aletha terus berdiri di pojok ruangan seraya memeluk dirinya sendiri.


melihat itu Abigail merasa sangat bersalah, dia telah menodai wanita seperti Aletha.


" Mari kita menikah " ajak Abigail


mendengar itu aletha tambah kesal " aku ingin keluar dari sini aku harus bekerja, aku bukannya ingin menikah denganmu "


" Jika terus begini kita tidak akan keluar dan media akan memperlihatkan wajahmu kau ingin reputasimu hancur ?" ujar Abigail


" kau takut image mu hancur bukan ?" tanya balik Aletha.


" Sungguh aku tidak memikirkan Image ku, aku memikirkan dirimu aletha ! jangan keras kepala ! "


" Tidak. aku tidak mau menikah denganmu "


" Lalu siapa yang ingin menikah denganmu, aku mengambil keperawananmu. "


" Berhentilah bicara " tekan Aletha.


" Kalian lupa diri ?" Hasan datang menatap mereka dari jarak 2 meter sel tahanan itu.


" Ayah " gumam Aletha , dia langsung mendekati ayahnya tapi dibatasi oleh.


" Ayah aku tidak melakukan hal itu secara sadar ayah .. ayah bantu aku keluar dari sini ayah aku mohon " pintanya.


" Abigail kau kehilangan kepercayaan dariku " ujar Hasan


" Maaf Paman " ucapnya tertunduk.


" Ayah bebaskan aku ... aku mohon " pinta Aletha.


" Jika kau ingin bebas maka kalian harus menikah " Saut Melinda yang sudah ada disamping ayahnya.


" Ini pasti karena dirimu ! kau menjebak kami berdua ! " Tegas Aletha.


" Jangan salahkan orang lain Aletha ! "Bentak ayahnya.


" Ayah " gumamnya.


" kau tau beritamu yang tidur bersama abigail hampir tersebar tapi karena melinda lah berita itu bisa dihentikan. kau harusnya berterima kasih bukan malah menuduhnya " oceh ayahanya, Aletha semakin marah hingga tangannya mengepal.


" Aku akan menikahi Aletha jangan takut aku akan tanggung jawab " ungkap Abigail.


" Tidak aku tidak mau menikah denganmu "


" Sudah ayah setujui. Menikahlah minggu depan dan bertanggung jawab atas kelakuan memalukan ini. "


polisi membuka pintu sel keduanya, Aletha langsung berlari dan menatap ayahnya.


" Ayah tidak sayang padaku , ayah hanya memikirkan diri ayah dan keluarga ayah " ungkapnya.


Hasan tidak mendengarkannya dia malah pergi bersama melinda


" Ayah aku benci padamu ! aku bukan anakmu lagi ! " Teriaknya yang marah , abigail menggengam tangannya yang terus mengepal itu.


" Hentikan Aletha ini kantor polisi "


Aletha tak peduli tapi lagi-lagi dia mengejar ayahnya begitupun abigail yang mengejar Aletha.


" Ayah tunggu ! ayah !!! " Teriaknya tapi mobil ayahnya tidak mau berhenti , dia terus mengejar mobil itu dan berharap ayahanya akan melembut.

__ADS_1


didalam mobil melinda tersenyum penuh kemenangan


" Akhirnya beban dihidupku akan keluar dari rumahku. Selamat tinggal Aletha "


__ADS_2