Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Aadinata Ingin Kepastian


__ADS_3

ceklek


dirlara bingung kenapa rendra mengajaknya kedalam kamarnya, namun ada vano juga. kenapa harus dikamar pikirnya kan masih banyak ruangan.


baginya kamar adalah hal privasi dan tidak boleh sembarang orang yang masuk.


" Vano mau main PS ?" ajak rendra.


" boleh dong mana mungkin vano menolak kalau soal game. "


" yasudah main saja disana, dirlara mau mengobrol ? " tanya rendra.


" dia itu mengantuk kak mangkanya dari tadi bisik-bisik kapan pulang. "


" kalau begitu istirahatlah di kasur ini. kakak akan menemani vano bermain dulu. "


" terima kasih kak "


" Santai saja " rendra menyentuh bahu dirlara itu dan dia menemani vano bermain, rasanya tidak sopan pikirnya tidur di kasur orang.


tapi dia juga mengantuk, emang baru jam 9 tapi kalau lelah dia tidak akan menunda kantuknya.


Terserahlah lagipula kak Rendra yang menawarkan sendiri


diapun mencoba menyenderkan kepalanya di ranjang milik rendra, dan lambat laun akhirnya ia tertidur pulas dengan kondisi duduk.


sesekali rendra menoleh kearahnya dan menghentikan permainannya.


" kak aku turun sebentar sepertinya ponselku ketinggalan di mobil. "


" eh tidur , dia itu " desis vano.


" ambillah saja, biarkan dia tidur disini. " kata Rendra.


" yasudah aku titip ya kak "


setelah vano keluar dia menatap wajah cantik dirlara, bulu mata yang lentik dan bibir yang pink membuatnya jatuh cinta.


dia sudah tidak tahan untuk meluapkan rasa cintanya lalu diam-diam dia mengarahkan ciuman di kening dirlara sedikit lama.


" kapan kau tau perasaan kakak dirlara. kau selalu menganggap kota berdua hanya kakak adik dan berteman dalam ikatan persahabatan dua keluarga. "


ceklek


" ya ampun dirlara tertidur nak " kata hasan.


" iya paman tidurnya sangat lelap seperti nya ia benar-benar kelelahan. " balas rendra.


" iya benar, biar paman bawa kebawah. paman akan pulang."


" Biar aku saja paman. "


" kau meragukan paman ya ? mentang-mentang paman sudah tua. jangan kau baru pulang dari rumah sakit biar paman saja. "


" baiklah paman. "


kesempatan yang terbuang sia-sia pikirnya. seharusnga ia menggendong dirlara dan mengantarnya sampai bawah. tapi tidak apa pikirnya dia juga sudah mencium dirlara hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


***


keesokan paginya


dirlara menggeliat dari tidurnya, ia menurunkan sekalimutnya dan memegangi kepalanya yang terasa agak pusing.


kamar ? siapa yang membawaku ?"


ceklek


" Nona muda silahkan turun untuk sarapan. " kata vano dengan suara seperti pelayan.


" jam berapa ini ?" tanya dirlara.


" jam 6.30 "


" apa ? kenapa kau tidak bangunkan kakak sih. ish keluarlah aku akan bersiap sekarang. "


brak


vano cemberut dia yang sudah membangunkan tetap diocehi dirlara pikirnya.

__ADS_1


setelah mandi ia mencari pakaian yang cocok untuk kekampus hari ini. setelah menemukan pakaian yang cocok ia lekas turun ke bawah dan nyatanya sarapan pagi telah selesai.


" papa ? maaf pa dirlata terlambat " ucapnya.


" sangat lelah ya , tidak apa makanlah hari ini papa akan ke pertanian jadi makan sendiri ya "


" iya pa "


" uang saku sudah papa transfer kalau kurang katakan saja."


" Terima kasih pa "


" ya sama-sama "


***


sesampainya di kampusnya, ia langsung masuk kedalam kelas dan bersiap mengikuti ujian tengah semesternya. rata-rata kelas seni musik disini banyak para pria hanya ada beberapa wanita termasuk dirinya.


" Hay ! kakak boleh duduk disini ?" tanya farel yang baru saja datang.


" boleh kak "


dia membuka bukunya dan menunggu dosen datang.


" Kabar papa gimana ? " tanya farel berbasa-basi.


sejujurnya ia menyukai Dirlara semenjak lama, usia mereka berbeda 2 tahun karena farel tidak langsung berkuliah jadi mereka bisa satu angkata.


" baik, Bagaimana kabar tante Flora baik kan ?"


" Tentu saja, mama ingin bertemu denganmu kapan-kapan main ya "


" atur saja nanti. "


dosen pun masuk dan akhirnya mereka berdua memulai ujian dengan lancar dan akhirna selesai tepat waktu. karena dirlara termasuk mahasiswa yang aktif dan cerdas.


***


seminggu kemudian


hari ini sepulang kampus dirlara berjanji untuk berkencan dengan Aadinata. ia sudah berada di sebuah restoran yang biasa mereka pesan.


tak lama Aadinata datang dengan pakaian casualnya dan membuatnya terlihat tampan juga fresh, dirlara tersenyum melihatnya lalu Aadinata memeluknya.


" aku juga. "


" kau sudah pesan ?"


" sudah "


mereka pun kembali duduk, setelah seminggu Aadinata pergi barulah mereka punya waktu untuk kencan seperti ini. biasanya sering bertemu kalau Aadinata tidak sedang bertugas.


" Bagaimana kuliahnya hari ini ? masih latihan ?"


" iya, karena pentas seni diadakan bulan depan jadi semua persiapan harus dilakukan secepatnya. "


" Berapa lagu yang akan kau bawa ?"


" 3 dan kali ini bukan hanya menyanyi aku juga dance dan ada drama musikal. "


" wah sayang , kau hebat sekali. semangat ya , tapi harus ingat menjaga kesehatan juga ya. "


" iya aku ingat "


setelah selesai makan malam keduanya memutuskan untuk berkeliling kota berjalan kaki seraya bergandengan tangan.


" Sayang papa kamu bagaimana ? aku ingin serius dengan hubungan ini, aku tidak ingin kita terus membohongi papamu dengan hubungan kita yang berjalan sudah 2 tahun ini. "


" itu ... aku akan berusaha agar papa merestui hubungan ini."


" Sampai kapan sayang ? orang tuaku terus mendesakku untuk menikah. "


" Menikah ? "


" ya, aku ingin kita menikah. "


" aku akan bilang pada papa dan berusaha untuk membujuknya, kau tenang saja percaya padaku. "


Aadinata merasa senang mendengarnya setidaknya dia punya kepastian dari pacarnya.

__ADS_1


drttt...drrttt


tiba-tiba ponselnya berbunyi diam-diam dia melihat nama kontak yang ada di ponselnya 📱 " Jihan Calling "


" siapa ?" tanya dirlara.


" ha bukan sayang, nomor yang tidak dikenal. " jawabnya.


dirlara hanya menganguk percaya kepadanya, dan malam itu ia sebelum pukul malam seperti biasanya dia harus pulang.


***


dikamar yang luas itu Rendra terlihat sedang membaca sebuah buku dimejanya. dan tak lama mamanya datang membawakan susu dan juga camilan untuknya.


" jangan baca buku terus sebaiknya minum susu dan makan ini ya " kata hana.


" ma kenapa repot-repot. " ujar Rendra.


" hanya ini tidak repot. " kata hana.


" baca apa ? sudah minum obat ?" " tanya hana.


" Buku Terapan ma, sudah. " jawabnya.


hana menatap nanar dan dalam putranya itu, bagaimana tidak sedih satu-satunya anaknya itu terkena gagal ginjal dan jika tidak ditemukan pendonor maka usia yang sudah diprediksi oleh dokter hanya 4 bulan lagi.


" Mama ? kenapa mama menatapku begitu ?" tanya Rendra.


hana tersenyum menggelengkan kepalanya " Mama ingin tanya padamu, seandainya kau ingin sesuatu dan setelah itu kau tidak akan meminta apapun lagi maka apa yang kau pinta ?" tanya hana.


Rendra tersenyum dan menatap kosong " Aku tau hidupku tidak akan lama ma, dan aku punya mimpi yang besar .. tapi aku rasa aku tidak akan bisa mencapainya, karena usiaku tidak akan lama lagi. "


" Apa ?" tanya hana.


" Aku ingin menikahi Dirlara " ucapnya dengan yakin matanya sendu dan bicaranya lembut penuh keyakinan saat mengucapkannya.


" Siapa yang bisa menentukan nyawa manusia hanya tuhan, dokter tidak tau menau. jangan pikirkan itu, mama yakin nanti Dirlara paham perasaanmu. "


" Semoga saja " katanya dengan senyuman.


****


dikamarnya dirlara mundar-mandir dari tadi ia ingin membicarakan hal yang barusan ia bicarakan pada Aadinata.


tapi dia tidak berani atau papanya tidak akan bicara padanya, sebelum ia memutuskan hubungannya dengan Aadinata.


ceklek


" kakak "


dirlara menoleh wajah cengegesan vano sangat lah identik jika dilihat " Kenapa ?"


" papa memanggil. "


Dirlara mengangukkan kepalanya, dia tinggalkan vano sendirian dan turun ke lantai bawah untuk menemui papanya


pintu kamarnya yang terbuka itu dia mengintip sebentar ternyata papanya sedang duduk diruang kerjanya.


" Pa "


" masuklah "


" Ada apa pa ?"


" papa ingin bicara padamu tentang hu..."


" pa Aku juga ingin bicara sesuatu hal yang penting. " potongnya begitu saja.


" yasudah katakanlah dulu. " kata hasan yang mengalah.


" Kapan papa menyetujui hubungan ku dengan Aadinata pa ?" tanyanya.


papanya yang mendengar itu seketika menatap dirlara lekat, dia menutup buku yang ia baca kemudian menunggu dirlara mengatakan apa lagi pikirnya.


" Kemarin kami makan malam, dia bertanya kapan papa bisa menyetujui hubungan kami berdua. dia ingin menikah denganku. "


" Papa menolak "balas hasan tanpa basa-basi.


" pa .."

__ADS_1


" dirlara mohon pada papa, dirlara tidak pernah minta apapun sama papa kecuali ini pa. "


" Sekarang papa tanya padamu, kenapa kau ingin menikahi seorang abdi negara ? "


__ADS_2