Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Kenapa kau ada


__ADS_3

Beberapa tahun lalu


" Aletha sayang jangan berlarian " Seorang perempuan mengejar seorang anak perempuan yang berusia 7 tahun


" Iya ibu aku sudah telat ke sekolah " kata anak yang berponi dan rambut panjang itu.


" Jangan sayang nanti jatuh. ibu akan mengantarmu jangan khawatir tidak akan telat oke "


" Hehehe ibu dimana ayah ? sudah berapa hari ayah tidak pulang " tanyanya dengan mata yang polos.


Ibunya langsung diam dan tidak tahu harus menjawab apa, " ayah ... ayah sedang keluar negeri sayang , beberapa hari lagi ayah pasti pulang dan ... akan membawa mainan yang baru nanti " ucap ibunya yang berbohong kepadanya.


" wah ! ayah sangat baik ya ibu, aku ingin menelpon ayah "


" No sayang ayah sedang bekerja tidak boleh diganggu ya "


" hmm ya sudah , ibu ayo berangkat "


" baiklah "


baru beberapa langkah mereka menuju keluar Rumah itu tapi dari depan pintu beberapa orang datang didepannya.


" ayah ! ibu ayah pulang ! " kata aletha kecil yang menarik-narik gaun ibunya.


" Mas " lirih ibunya dengan mata Yang nanar.


" Mulai hari ini ... Mereka akan tinggal disini, hiduplah dengan mereka dan sesuaikan diri mu " Ucap ayahnya.


Melinda hanya tersenyum mendengarnya, saat itu Arkan berusia 12 tahun sedangkan Aletha dan Adelia berusia 7 tahun.


Ibunya menangis mengeluarkan air matanya, tanpa memperdulikan mereka berdua ayahnya membawa keluarga itu masuk kedalam rumah.


dan mulai hari itu keluarganya tak seindah dulu lagi, memang tidak pernah indah karena dia tidak pernah melihat ayahnya menatap ibunya lebih dari 1 menit saja


***


" ibu "


dia terbangun dari tidurnya ketika mengingat semua masa lalu itu , Keringat didahinya bercucuran.


" Astaga kenapa aku mengingatnya " gumammya.


diliriknya jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam, dia sudah tidak bisa tidur lagi akhirnya memilih keluar dan melihat-lihat pasien.


***


Pagi harinya


Pelayan masuk kedalam kamar Aletha tapi dia tidak menemukan aletha, kamar itu juga selalu rapi karena aletha selalu membersihkannya. dia tidak mengizinkan siapapun masuk kekamarnya kecuali dia.


Lantas pelayan itu segera keluar ketika mengingat perkataan Aletha, berhubung dia diperintah hasan untuk melihat Aletha dia pun masuk.


" apa dia masih tidur ?" tanya ayahnya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca koran.


" Maaf tuan besar , Nona Aletha tidak ada di kamarnya "


" Kemana dia "


" Hmm sayang bukannya aku ingin ah tidak usahlah nanti aku dikatakan sengaja mengatakan ini. " saut melinda.


" katakan "


" Diakan sudah lama tinggal di negara bebas begitu, tidak pulang dan berada diluar rumah mungkin itu sudah kebiasannya. "


Hasan memikirkan perkataan melinda yang ada benarnya pikirnya.


" Iya ayah lihatlah mana pernah dia makan bersama kita atau bicara dengan benar dan sopan pada ibu ataupun ayah " saut adelia yang membumbui itu.


" Jangan sampai dia mempermalukan keluarga ini, takutnya ... dia akan membawa nama keluarga ini sampai buruk " Sambung melinda.


" selamat datang Nona " ucap pelayan yang menyambut aletha .


Aletha melirik ketempat beberapa orang yang sedang berkumpul itu sebentar lalu mengabaikannya begitu saja.

__ADS_1


" Aletha apa kau tidak tau ini jam berapa ?" Tanya Ayahnya


" Kenapa ?" tanya aletha dengan nada malas.


" Kenapa ? nak seharusnya kaulah yang kami tanya kenapa kau tidak pulang jangan membuatku khawatir " ucap melinda berpura-pura peduli


" Benar apa yang dikatakan ibu melinda kenapa kau tidak pulang ? pekerjaan apa yang membuatmu sangat sibuk begitu ?" tanya ayahnya.


" Kau tidak bekerja kan, kau sibuk berpacaran dengan pacarmu " tuduh Adelia .


" Dengarkan ayah aletha. ini bukan Amerika yang bebas kau harus pulang jam berapa, ini rumahku kau harus menuruti peraturan rumah ini. kau harus pulang sebelum jam 9 malam " tekan ayahnya.


" Apa aku anak kecil ? "


" Aletha ayah tidak ingin dibantah ! "


" Aku tau ini rumahmu, tapi ada atau tidaknya aku seharusnya tidak membuat kalian cemas "


" Aletha aku ibumu nak , kau tega bicara seperti itu disaat aku mencemaskanmu.. "


" Berhenti memanggilku anakmu, aku tidak sudi punya ibu sepertimu dan ya ... kau bisa menghasut ayahku semaumu katakan saja apapun tapi aku tidak peduli "


" Ayah lihat dia memarahi ibuku "


" hiks hiks hiks Aletha salah apa aku padamu nak, aku juga tidak mau disini hiks hiks hiks "


" Aletha berhentilah bekerja mulai hari ini tidak usah keluar rumah lagi ! "


" Siapa yang peduli itu " gumam Aletha yang mengabaikannya dan naik ke tangga yang tinggi itu.


" Aletha kau jahat ! dasar ibu dan anak semuanya rendahan ! " kata Adelia.


tangan Aletha mengepal, setelah mendengar itu hatinya merasa panas diapun turun dengan cepat lalu menggeret Adelia yang berada di dekat ayahnya.


plak


" Aletha ! " teriak ayahnya


" Anakku ! " teriak melinda.


" Jangan katakan apapun tentang ibuku dari mulut mu ! ibuku bukan orang rendahan tapi kalianlah yang tidak punya hati yang tega merebut hak milik orang lain " tekan Aletha.


" Aletha " Ayahnya menggeretnya hingga kekamarnya , fia merasa sakit ketika ditekan oleh ayahnya.


" Ayah aku akan membencimu jika kau melakukannya ! " teriak Aletha.


" masuk ! "


" Aku tidak mau ! "


" Masuk Aletha ! "


" tidak mau ! "


" Kau dan ibumu sangat keras kepala ! kenapa kau harus ada ha ! "


" ayah " gumamnya yang tak percaya apa yang barusan saja keluar dari mulut ayahnya.


Hasan pun terdiam, dia sudah tersulut emosi. Aletha menatap hasan dengan nanar lalu melepaskan tangannya dari pegangan ayahnya.


" Kau mengatakan itu ayah ... " lirihnya


" ya ayah mengatakannya " jawab hasan.


Hati aletha sangat sakit mendengarnya karena sudah tak tahan dia pergi dari kamar itu, dia tidak ingin disini dan langsung pergi dengan air mata yang terus jatuh.


" Rasakan itu .. kau akan pergi dari rumah ini aletha " batin melinda.


" Cukup sayang jangan menangis , ibu akan merebut semua yang ada didalam dirinya " ujar melinda.


***


__ADS_1


mendengar cerita aletha begitu, Mark pun memeluknya dia tak pernah melihat aletha yang menangis begini sebelumnya.


" Menangislah kau boleh menangis " ucap Mark.


" Aku ingin pergi dari sana, aku tidak mau disana "


" Ingat Aletha kau punya tujuan kan , ini bukan hanya untuk hidupmu tapi untuk keadilan ibumu. kau boleh sedih, boleh menangis dan boleh kecewa tapi kau tidak boleh menyerah ... kau sangat gigih sebelumnya "


" Tapi kau harus berjanji jangan tinggalkan aku " Disela-sela pelukan itu Aletha menatap Dalam mark


namun kenapa mark tidak bisa menatap mata Aletha, dia menatap ke arahnya


" Mark "


" Ya .. aku ... aku akan mendukung mu aletha " hanya itu yang bisa dia jawab tapi aletha tak curiga.


" Aletha aku akan terus mendukung mu tapi aku tidak yakin jika akan tetap bersamamu. "


***


" Makan ?"


Aletha menerima suapan dari tangan Mark, sambil menyuapi sambil dia menghapus air mata Aletha.


" Apakah enak makan sambil menangis ?" Tanya Mark


dan kebetulan disebelah Aletha dan Mark itu ada kursi Arkan dan Abigail. keduanya menatap lekat Aletha.


" Mark kau ingat saat kita berlibur ke Switzerland dulu ?"


" tentu saja "


" Aku pernah bilang padamu kalau setelah aku menjadi Dokter aku akan menikah denganmu, Mark apa kau mau menikah denganku ? " Tanya Aletha.


" Aletha kau masih baru menjadi dokter, setidaknya puaskan dulu masa ini bagaimana jika nanti kita menikah lalu punya anak kau harus mengurusku dan anak kita karier mu akan tertinggal karena hal itu. "


" Aku bisa melakukan semuanya, aku hanya ingin ada orang yang bisa mendengarkan ceritaku setiap malam "


" bisa ... kau bisa menelponku kan "


" Sudahlah ini sudah jam 7 aku harus kerumah sakit, Aku pergi " Aletha agak kecewa mendengar jawaban dari Mark tadinya dia pikir Mark akan sangat bersemangat.


" Tunggu aletha ! "


Mark pergi menyusul Aletha, Arkan mencari-cari aletha tapi sepertinya dia sudah keluar. Abigail makin curiga dengan Arkan saat ini.


" Arkan kau sedang tidak jatuh cinta kan ?"


" Tidak "


" kau menatapnnya dengan pandangan lain " tanya Abigail.


" dirumah pasti semuanya mengatakan hal yang membuatnya sakit hati, karena itulah dia seperti itu "


****


malam ini aletha menerima banyak sekali pasien, ada sebuah kasus kecelakaan beruntun hingga dia kewalahan menghadapinya.


saat dia berusaha menolong satu pasien maka satu pasien lagi terus berdatangan, dibajunya itu sudah terkena banyak sekali darah pasien.


suster dengan setia mengelap keringatnya yang ada didahi, aletha terus berjuang membantu pasiennya agar tetap selamat.


setelah membersihkan lukanya ada satu pasien yang harus segera dioperasi hingga dia ikut mendorongnya kekamar operasi.


lampu operasi mulai dihidupkan dan semua peralatan disiapkan, dia mulai membedah perut pasiennya dan memulai langkah-langkahnya dengan benar.



" dokter Darah nya habis "


" Siapkan 3 kantong Darah B " Perintahnya.


" Siap dokter "

__ADS_1


Kembali dia melanjutkan operasi itu hingga ke waktu subuh, akhirnya pasien itu terselamatkan. dia mencuci tangannya dan melepaskan sarung tangan kemudian dibuangnya ke limbah rumah sakit.


dikamar mandi rumah sakit itu jidatnya ada bercak darah hingga harus dibersihkan olehnya.


__ADS_2