Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Membalas Jutaan Kali


__ADS_3

" Sudah satu minggu dia tidak pulang apakah ini Hotel bisa sepuasnya keluar masuk begitu saja " Gerutu hasan yang marah besar kepada semua orang yang ada dirumah itu


" Ayah itu kan kebiasaan dia, aku yakin dia tidak kerja " saut adelia.


" Iya sayang aku takut dia berbohong kepada kita. dia itu kenapa tidak punya rasa kasihan sedikit saja kepada ayahnya, aku jadi sedih ... untuk adelia tidak seperti itu " Lagi-lagi diselah perkataannya dia membanggakan adelia


" Jangan berburuk sangka dulu " Saut Arkan.


" Maaf tuan didepan nona besar baru saja kembali bersama Kekasihnya " Kata pelayan yang memberikan informasi.


" Ayah aku jadi takut jika mereka benar-benar oh astaga dia mempermalukan keluarga ini. aku saja tidak berani melakukannya. " Bumbu Adelia hingga membuat Hasan marah besar.


" Selamat datang Nona muda " sambut pelayan.


baru saja datang sudah ada keributan pikirnya, wajah ayahnya tidak bisa ditebak.


" Kau sudah menjalangnya " tuduh adelia


" hmm sudah " jawab Cepat Aletha , dia marah dikatakan seperti itu tapi ini bukan waktu yang tepat dia lelah untuk berdebat.


" Adelia jangan katakan yang tidak benar " saut Arkan.


" ayah mengatakan itu karena ayah tidak bisa mengeremnya lagi, kau pergi selama 1 minggu tidak memberi kabar apapun padaku. Aletha apa kau mengaanggapku Ayahmu ?"


Aletha membuka ponselnya lalu memperlihatkan kepada semua orang.


" Tidak ada nomor telpon orang rumah ini, hanya ada teman ku .. nomor ibuku yang masih aktif dan pacarku. "


" kemana kamu satu minggu ini ? kau tidak mengambil uang yang ayah berikan kenapa ? kau tinggal dimana ?" cercah ayahnya.


" aku bekerja dan aku punya uang , aku tidak membutuhkan uang ayah. "


" Munafik " kata Adelia


" Kau tersinggung ? oh tentu saja karena kau selalu menghabiskan uang saja, minta ini dan itu... manja " balas Aletha.


" Ibu " rengek adelia.


" Aletha kau benci padaku dan marah padaku saja jangan adelia, dia adikmu dia juga anak ayahmu. ini bukan kesalahannya ini kesalahanku "


" Jadi kau mengakui merebut suami ibuku ?"


Melinda tersentak dia memakan perkataan nya sendiri, " hiks hiks hikss salah apa aku tuhan ! kenapa aku menderita begini ! lebih baik aku pergi saja hiks hikss hiks "


" Cengeng sekali " gumamnya kecil.


" Bagaimana dengan penderitaan ibuku, kau pura-pura menangis begini. ibuku yang sangat sedih dia hampir menutupi suara tangisannya. "


" Alethhaa !!! "


Ayahnya mengambil Ikat pinggang yang ada di dekat kursi itu , dia akan memukul aletha.


" Aku mohon jangan ! aletha sayang kau masuk nak ! aku mohon padamu ! "


" ***ibu hiks hiks ayah ibu tidak salah " teriaknya saat masuk kedalam kamar yang dikunci ibunya dari luar.


" haa " teriak adina


" ibuu*** "


berulang kali dia mendengar suara sebatan ikat pinggang itu , hingga dia menangis saat masih kecil dulu.


" ayah jangan !!! " Arkan menahannya sedangkan Aletha hanya diam saja dia mengingat semua masa lalunya saat ibunya selalu dipukul ayahnya setelah kehadiran ketiga orang itu.


" Dia anak ayah " sambung Arkan.


" Silahkan kau pukul aku .. lakukan apa yang kau lakukan kepada ibuku " Guman Aletha.


" Aletha masuk kekamarmu " Perintah Arkan.


" Pukul ayah " ujar Aletha.


" Aletha masuk ! " teriak Arkan .


" Pukul aku ayah ! pukul aku ! pukul aku ayahhh !!! "


settt

__ADS_1


Hasan mendorong arkan lalu memukul Aletha menggunakan ikat pinggang itu dengan sangat kuat di leher aletha hingga berdarah.


" Aletha ! " Arkan membantunya berdiri


adel dan melinda menatap arkan tidak suka ketika membantu Aletha.


" Kakak apa yang kau lakukan biarkan dia berdiri sendiri ! " ujar adelia .


" Ini yang ibuku rasakan dulu, satu kali saja sangat sakit .. berapa kali kau memukul ibuku ? puluhan ? aku akan membalasmu berjuta kali rasanya " gumam aletha.


" aletha ayo masuk " ajak arkan


" mundur ! " ujar Aletha.


" Mundur Arkan ! "


untuk pertama kalinya aletha memanggil nama Arkan. Arkan pun mundur lalu aletha berdiri sendiri dia menatap nanar ayahnya


" Kau masih belum puas ?" tanya Aletha.


" Masuk kamarmu ! " teriak hasan.


***


Aletha mengobati luka di lehernya dihadapan meja rias itu, bahunya yang putih sangat kontras dengan noda darah yang keluar dari saja.


bukan hanya tubuhnya tapi hatinya juga sakit, kepulangannya ini adalah satu hal kesalahan terbesar dalam hidupnya, seharusnya dia tidak pulang dan seakan tidak tau saja tentang ibunya. pikirnya dari sudut negatif


tapi jika dipandang dari sisi lainnya dia harus mencari kebenaran dibalik kematian ibunya dan memberikannya keadilan.


***


Kedua ibu dan anak itu tampak kegirangan setelahnya, mereka tak henti-hentinya menikmati buah anggur yang ada di kamar Adelia itu


" Mudah sekali menghasut ayahmu "


" Ibu ... setelah ayah aku ingin memiliki Mark, dia adalah tipeku "


" Apapun yang kau mau sayang, tenang saja ... kau pasti akan memiliki Mark "


" Ah ibu yang terbaik " ujarnya berhambur memeluk melinda.


***


ceklek


" Nona kau baik-baik saja ?" tanya seorang pelayan yang begitu saja masuk kekamarnya tanpa diperintah.


" Kenapa kau masuk kesini ? aku tidak mengizinkan siapapun masuk " tanyanya..


" Nona aku adalah Maya , Aku anak dari kepala pelayan saat ibu nona masih ada apakah anda ingat dengan Zahira ?"


" Zahira ... "


dia berusaha mengingatnya " ya nama ibuku Zahira, tapi ibuku sudah tua dan ada di desa , aku menggantikannya disini "


" Ya aku ingat. tapi kenapa kau masuk kesini ?"


" Saat pertama kali datang aku sudah menduga kalau nona adalah nona muda Aletha, selama ini aku memperhatikan nona , nona pasti sedih mendengar tentang ibumu yang sudah meninggal. "


" Tutup pintunya " perintah Aletha.


Wanita itu mengangukkan kepalanya dia segera menutup dan kembali.


" Apa nona demam ?" tanyanya.


" Tidak apa "


" Nona aku bisa membantumu dirumah ini " tawar Maya.


" Aku tidak butuh apapun " jawabnya.


" Nona mencari riwayat penyakit ibunya nona kan ? aku akan membantunya setiap hari aku selalu membersihkan kamar tuan dan nyonya besar "


mendengar itu aletha meliriknya " kenapa aku harus percaya padamu ?"


" ini ... ini adalah kalung perak yang dihadiahi oleh nyonya besar dulu kepada ibuku dihari ulang tahun ku, aku dan ibuku adalah pelayan setia nyonya "

__ADS_1


" Baiklah aku percaya padamu, jika kau bisa mendapatkannya ... aku akan membayarmu "


" Tidak perlu nona aku ikhlas "


***


shittt


aletha menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran berbeque, dia sangat lapar dan harus minum obat agar pusingnya reda.


segera dia turun dari dalam mobil dan masuk kedalam restoran.


" Selamat datang silahkan pesan apa ?"


" Daging panggang, Kentang goreng dan satu burger minumnya air putih saja "


" Baiklah silahkan ditunggu "


Aletha mencari sebuah kursi , karena sudah ramai dia melihat ada satu kursi hanya diisi satu orang. jadilah dia duduk disana.


" Permisi saya tidak dapat kursi boleh saya duduk disini ?" tanyanya.


" Kau ! "


" Duduklah " ujar Abigail.


" Astaga kenapa harus bertemu dia ?" batinnya , tapi terpaksa dia duduk karena sudah lapar dan juga membayar makanan.


Abigail ingin tertawa melihat wajah Tidak suka itu, namun matanya merasa terganggu ketika melihat leher Aletha yang diperban cukup besar.


" lehermu kenapa ? " tanya Abigail.


Aletha menutupi leher itu , tapi abigail mengalihkan tangan aletha.


" hey ! "


" Kau ingin bunuh diri ? hey kau bodoh sekali hanya karena pacarmu selingkuh kau ingin bunuh diri "


" Siapa selingkuh ?"


" Siapalagi pacarmu kalau bukan mark "


" Kau jangan sembarang, ini luka tidak sengaja "


" Bohong kau tidak mau dicap lemah kan "


" Terserah "


tak lama datanglah pesanan Aletha yang cukup banyak itu hingga membuat Abigail terperangah


" Semua ini kau yang makan ?"


" Ada masalah ?" tanya Aletha.


" Tidak hanya tidak biasa melihatmu makan saja "


tanpa menjawab Aletha memakan beberapa sendok potongan daging itu, disentuhnya lagi dahinya yang masih sangat panas itu. Dari tadi Abigail memperhatikan gerak-geriknya.


lalu Aletha mengeluarkan pil dari tasnya , dan meminumnya 1 butir.


" kau sakit ?" tanya Abigail yang kemudian menaruh tangannya di kening Aletha, hingga Aletha memejamkan matanya entah kenapa dia merasa nyaman disentuh begitu.


" tubuhmu sangat panas kau tidak usah ke rumah sakit. "


" eh " Aletha tersadar atas apa yang ia lakukan dia pun memundurkan keningnya.


" mengapa aku jadi peduli padanya, aku memang kasihan kepadanya tapi .. ha kenapa aku memikirkannya " Batin Abigail.


" Mark tunggu disini ya aku pesan dulu "


mendengar seseorang menyebut kata mark membuat Aletha penasaran, mungkinkah mark ada disini juga pikirnya.


Abigail melihat Mark yang ada dibelakang aletha itu, dia terkejut karena mark ada begitu saja.


Aletha menoleh , dia mendapati mark yang duduk dibelakangnya kemudian seorang wanita duduk disebelahnya sambil mengelus tangannya.


" Semuanya sudah selesai hanya tinggal menyebar undangan saja "

__ADS_1


" Mark " batinnya.


__ADS_2