Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Tunggu Aletha Ibu


__ADS_3


Jakarta


Rumah megah dikawasan Tanah seluas 5000 Hektar itu hanya digunakan untuk Lahan Rumah dan juga Halaman saja, Air mancur yang setiap hari mengeluarkan air.


dari gerbang depan sejauh 1 Km , Beberapa mobil mewah sedang menuju kedalam rumah tersebut. Para pelayan berbondong-bondong berlarian bersejajar menyambut mobil yang akan datang itu.


" Kau sudah lama tidak shoping sebanyak ini sayang, lain kali rajinlah shoping agar uang ayahmu tidak bertumpuk di brankas. " ujar seorang perempuan parubaya namun tetap cantik dan kulitnya mulus dengan kacamata hitam dan lipstik merah itui.


Dia Melinda , Istri simpanan hasan yang sangat sombong dan penuh dengan harga diri yang baik, selalu ingin terlihat sempurna dan baik dimata hasan dan orang luar.


" Ayolah ibu bukannya aku tidak mau tapi baru saja kemarin aku beli mobil keluaran terbaru. jika aku shoping ayah pasti bertanya untuk apa aku mengeluarkan uang hanya untuk membeli barang tidak berguna ini. " Saut seorang perempuan disebelahnya yang terus mengscroll tablet yang ada di tangannya melihat-lihat Pakaian merk ternama.


Adelia Bahreyin , Anak kedua dari pasangan Hasan dan Melinda, yang kekanak-kanakan, suka menghamburkan uang dan selalu bicara apa adanya.


" Kalau ayahmu mengatakan itu artinya dia sedang ada masalah diperusahaan kau tenang saja " jawab ibunya.


anak itu hanya tersenyum saja, lalu 3 mobil itu bersejejer berhenti di depan pintu utama rumah, para pelayan membuka setiap pintu kemudian menunduk dan menyambut mereka.


" selamat datang Nyonya besar ! selamat datang Nona Muda "


" Selamat Datang Tuan besar " dari mobil pertama


dia adalah Hasan Bahreyin seorang pengusaha Otomotif terkenal di indonesia dan menjadi pengusaha terkaya, bukan hanya perusahaan otomotif saja yang dia miliki tapi ada juga beberapa perusahaan lainnya.


" Selamat datang Tuan muda Arkan "


pria itu bernama Arkan Bahreyin anak pertama dari pasangan melinda dan juga Hasan, dia sosok yang pendiam dan juga pemikir. tidak seperti adik dan ibunya dia selalu bertindak menurut hati dan pikirannya.


satu keluarga itu masuk kedalam rumah bersamaan, melinda tak henti-hentinya menggandeng tangan hasan seperti layaknya pengantin baru.


Arkan dan Adelia berjalan dibelakang mereka.


" Kak kau harus melihat mobil baruku " bisik Adelia.


" Kau tidak bisa mengendarai mobil, tapi setiap 6 bulan sekali selalu membeli mobil. " saut Arkan.


" aku harus menunjukkan kalau aku anaknya hasan Bahreyin, Jadi aku tidak malu saat di Universitas " Jawab Adelia


" Selain itu juga kau sudah berkuliah selama 6 tahun tapi belum juga selesai " Saut Arkan.


" kakak ! " Teriak adelia


hingga membuat hasan menghentikan jalannya, dan berbalik arah menatap kedua anaknya itu begitupun dengan melinda.


" sayang anak-anak hanya sedang bercanda, biarkan mereka saling bicara tidak perlu khawatir. " Melinda sellau saja berusaha membela anak-anaknya agar tidak dikatai oleh Suaminya.


" Kenapa adel apakah kau punya sesuatu yaang membuatmu marah ? " tanya Hasan menatapnya langsung.


" Ayah kakak bilang untuk apa aku beli mobil sedangkan aku tidak bisa menyetir, lalu aku juga tidak lulus dari Universitas kakak menyakiti hatiku ayah " adunya seperti seorang anak kecil.


" Pengadu, ayah .. ibu aku masuk kekamar dulu " jawab Arkan lalu dia pergi meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya itu kearah lift yang tersedia untuk naik ke lantai atas.


" Kau beli mobil apa ? " tanya ayahnya.


" Mercedez benz versi terbaru ayah, ayah cobalah lihat pasti suka. mereka menawarkan diskon tapi aku tolak takutnya mereka akan menurunkan image ayah sebagai sultan di negara ini. "


" Adel ... adel kau tidak pernah berubah, sudahlah istirahat dan belajarlah " Hasan tidak marah dia hanya tersenyum kecil seraya menggelengkan kepalanya


sangat langka sekali seorang ayah tidak marah ketika anaknya menghabiskan jutaan bahkan milyaran hanya untuk membeli mobil.


" terima kasih ayah !! " ucapnya kegirangan.


Hasan mengangukkan kepalanya, hati Melinda sangat senang dia kembali menggandengkan tangannya lalu mereka pun memasuki lift.


***

__ADS_1


" Ahhh "


Arkan merebahkan dirinya di ranjang king size miliknya, dia terlihat kelelahan karena bekerja seharian hingga membuatnya begini.


drtt....drttt.....drttt


📱 " Abigail Calling "


dirabanya saku celananya kemudian diangkatnya telpon itu


" hmm "


📱" Apakah kita malam ini jadi keluar ?"


" Kurasa nanti saja aku lelah. ada begitu banyak pekerjaan di kantor "


📱" Yasudah nanti aku kabari lagi, jaga kesehatanmu oke"


" hmm "


tut...tut...tut


drrt ... drtttt


kembali ponselnya bergetar namun kali ini hanya ada satu pesan yang masuk kedalam ponselnya dengan nomor yang tak diketahui.


💬 " Hari ini dia baik-baik saja. Makan bersama teman-teman dan bekerja seperti biasa. "


senyuman kecil yang tak pernah dia berikan itu timbul dari bibirnya " syukurlah" Batinnya.


sementara dibawah itu para pelayan sedang menata makanan dengan rapi, begitu banyak hidangan yang tersaji disana.


" Hey dimana kalian menyimpan kotak berwarna ungu dikamarku ! " teriak Adelia dari tangga tapi tetap menyaring begitu saja.


" Katakan siapa! atau aku pecat kalian semua ! " teriaknya sekali lagi.


" Maaf nona muda " seorang pelayan muda berjongkok dihadapannya.


pelayan itu menggelengkan kepalanya " Tidak nona aku bersumpah tidak melakukan semua itu. " jawab cepat pelayan itu.


" Lalu apa ha ! " bentak adelia.


" Sss-aya ... saya melihat teman Nona yang datang kemarin memasukkannya kedalam tasnya, saya pikir nona memberikannya. "


" bodoh ! dia tidak mengatakannya kepadaku ! Hania ! awas saja. Kau kupecat ! "


Adelia malah memecat orang yang sudah memberitahu keberadaan benda miliknya itu.


" Saya mohon nona kasihani saya hiks hiks saya harus bekerja nona " pelayan itu bersujud di kaki adelia tapi tetap adelia bermuka masam.


" Pergilah jangan membuat anakku seperti kejam, kau sudah dipecat. ini ( melemparkan beberapa gepok uang kebawah ) kompensasi untukmu cepatlah pergi " usir Melinda.


akhirnya pelayan itu mengambilnya dan langsung pergi dari sana, adelia pun tersenyum puas.


" Dasar miskin , baru uang begitu saja sudah diambil. cih ! tidak ada harga diri sama sekali. iyakan bu ?" tanyanya menatap melinda.


" iya dong sayang " jawab melinda


mereka tertawa bersama, sedangkan dari belakang arkan melihat kelakuan ibu dan adiknya yang sangat keji itu, dia sudah sering menasati mereka tapi tetap saja tidak pernah bisa dinasehati.


***


Dimeja makan pun semua nya sudah duduk tenang menikmati makan malam mewah bersama-sama disana.


walau banyak kursi kosong tapi nampaknya mereka terlihat tetap harmonis seperti tidak ada yang kurang padahal ada satu anak lagi yang harusnya berada diantara mereka.


anak itu sekarang ada di Amerika tepatnya di kota washington DC.

__ADS_1


jika di indonesia sekarang sudah malam berbeda dengan Washington DC yang masih cerah dan terang. didalam sebuah gedung badminton itu seorang wanita cantik dengan kulit putih dan rambut yang dikepang 1 dia tengah memainkan raketnya


bersama temannya, wajahnya selalu tersenyum.



berkali-kali dia mencetak skor hingga akhirnya permainan selesai, ditaruhnya raket disebuah kursi lalu berjalan lurus dan membuka sebuah loker yang bernama " Aletha Adina Bahreyin "


ceklek


diambilnya air itu kemudian diminumnya, jam tangan yang dia simpan ditekan nya hingga menunjukkan waktu sekarang yang sudah hampir malam.


langsung saja dia membereskan semuanya dan keluar dari gedung badminton itu.


" Halo Aleth ! "


" halo Jack ! " jawabnya.


" hai Letha ! " sapa yang lain.


" Halo" sapanya lagi.


diapun masuk kedalam sebuah mobil sederhana miliknya, dijalankan terus mobil itu hingga akhirnya dia berhenti di depan sebuah mall, kemudian tergesa-gesa masuk kedalam sana.


Tak butuh waktu lama kini dia sudah berubah menjadi perempuan Feminim yang sangat cantik dengan gaun berwarna orange, rambutnya yang ia urai terlihat cocok dengannya.


langkah kakinya seperti bak model hingga semua orang memperhatikannya, si gadis Asia pikir mereka, dan saat diparkiran kini mobilnya berganti.


" Miss "


seorang laki-laki memberikannya kunci mobil " thank you "


dicarinya mobil yang akan dia pakai hingga dia menemukannya, sebuah mobil berwarna hitam mewah itu langsung dinaikinya dan dijalankannya.


dimobil itu terdapat sebuah name tag yang tergantung, seketika dia tersenyum melihat " Dr. Aletha Adina Bahreyin "


dia memang seorang dokter bedah yang baru saja bekerja selama 1 tahun disebuah rumah sakit washinhton DC. dia melakukan itu hanya karena rasa cinta dan sayangnya kepada ibunya, selain sebagai seorang dokter bedah dia juga lulusan Ekonomi dengan tidak menyia-nyiakan waktunya dia mengambil dua kuliah sekaligus hingga dalam waktu 5 tahun dia bisa meluluskan keduanya.


Echostage


dirinya keluar menampakkan kaki jenjanh putihnya itu, didepannya merupakan sebuah bar terkenal di washington DC.


" Aletha ayo masuk " kebetulan dia bersama temannya namun hanya berbeda jalan saja.


dia mengangguk dan berdua masuk kedalam sana, setelah melewati beberapa penjaga dan pemeriksaan dia masuk kesana begitu banyak orang yang berjogod ria namun kedatangannya kesini bukanlah untuk itu.


" Adelle " sapa Aletha , merujuk kesebuah kursi yang terdiri dari beberapa wanita disana yang sedang menikmaati minuman dan makanan.


" apa kabarmu, semenjak bekerja dirumah sakit kita jarang punya waktu luang begini kan " tanya adelle yang duduk disebelahnya sambil menuangkan jus.


" Kau bisa saja, Sudah lama disini ? aku sangat telat karena bermain badminton dulu " jelas Aletha


" Tidak masalah aletha , kami tau seberapa banyak kemampuanmu itu, hingga membuat kami iri saja " sapa yang lain.


" Ngomong-ngomong aletha kau tau Chistin dan Jonas akan menikah dua minggu lagi kau akan datang kan ? mereka mengundangku langsung dan menyuruhku mengatakan ini padamu " tanya Adelle.


" Kurasa .. aku tidak bisa datang, tapi aku akan tetap menitipkan hadiah untuk mereka. "


" why ? I forgot for sure work again " tanya yang lain.


" no ! actually i'm going back to the country, for the last 5 years i didn't talk to my mom and i miss her very much." jawabnya.


" Oh aletha ! we are sad to hear that. but you really miss your mother "


" ya begitulah , ini pertemuan terkahir kita entah kapan nanti aku bisa kembali kesini. "


" oke karena sebentar lagi aletha akan pergi meninggalkan kita, kita bersenang-senang hari ini ! " teriak adelle.

__ADS_1


Aletha tersenyum bahagia melihat kebersamaan mereka, dia akan merindukan ini tapi rindu kepada ibunya lebih besar dibanding ini semua. 5 tahun tidak ada kabar dari ibunya membuatnya sangat kehilangan sekali.


" Tunggu aku ibu, dan ibu akan bangga melihatku. setelah itu kita akan pergi dari Rumah Neraka itu " batinnya.


__ADS_2