Jatuh Cinta Kepadamu

Jatuh Cinta Kepadamu
Tidak Bilang Terimakasih


__ADS_3

ceklek


Aletha keluar hanya dengan mantel mandi, Tapi dia tidak melihat Arkan disana. kemudian dia memilih pakaian yang ada dilemari.


krek


matanya melotot melihat semua Lingerie yang tergantung disana, diambilnya satu yang berwarna merah.


" Seperti singa terlalu berani " gumamnya.


" hitam ?" diambilnya warna hitam dan ditaruhnya yang sebelumnya.


" Ha yang ini juga sama saja kau menyerahkan dirimu sendiri "


karena sudah bosan melihat semua itu dan tidak tau apa yang akan dia pakai dia duduk saja di pinggiran ranjang.


Ceklek


" Kau sudah sele..." Kata abigail terhenti ketika melihat Aletha yang duduk dipinggiran ranjang seakan sedang pasrah.


" Apakah didalam tidak ada pakaian lain ?" tanya Aletha


" Memangnya kenapa dengan bajunya, itu pihak hotel yang memberikannya. "


Aletha menghembuskan nafas kasarnya " aku tidak bisa memakai pakaian itu." gumamnya


Karena penasaran abigail pun mendekati lemari itu, dia melihat banyak lingerie tapi mukanya biasa saja.


" Yang ini saja warna pink " ujar Nya.


" Tidak mau "


" aku tau tapi dari sekian banyak lingeri ini hanya ini yang agak tertutup. Aku tau aku bisa menahan nya " jelas Abigail.


" Depannya memang tertutup tapi belakangnya sampai ke pinggang, aku tidak bisa. "


" Jika kau memakai itu, kau akan sakit "


" Baiklah sini berikan " Akhirnya aletha memutuskan untuk memakai itu dan dia pun berganti di kamar mandi. tidak butuh waktu lama dia keluar dari kamar mandi tapi dia tetap mamakai mantel itu sebagai luaran.


" Apalagi sekarang yang ingin kau tutupi ? buka saja jika tidak bisa melakukannya setidaknya aku bisa melihat punggungmu "


Alethe mendelik tajam " Kau sering ke kamar mandi ya ?"


" Untuk ?" tanya Abigail.


" Untuk itu " bibirnya menunjuk ke bagian junior milik Abigail.


" Sembarangan. tidak pernah begitu pertama kalinya mungkin aku mengeluarkan nya di milikmu. "


" Hey mulutmu kalau bicara "


" Sudahlah ini makanan kita "


" hmm tunggulah disana aku menyisir rambutku sebentar."


Aletha pun kemeja rias sedangkan abigail duduk dikursi yang ada mejanya itu tepat membelakangi Aletha, Aletha sibuk merapikan rambutnya sedangkan abigail sudah makan lebih dulu.


Mantel yang dia pakai lama-kelamaan turun karena tangannya yang naik turun. sedikit demi sedikit mantel itu turun dan akhirnya terjatuh ke lantai.


abigail meliriknya, punggung Aletha benar-benar putih dan bersih tapi ada sebuah bekas luka panjang disana.


" A..leta "


" Apa yang ka..u..."


Aletha membelalakkan kedua matanya saat menyadari mantelnya jatuh hingga langsung diambilnya dan ditutupinya lagi.


" Makanlah se..bentar lagi selesai " ucap Aletha terbata-bata


Abigail penasaran luka itu tampaknya luka lama tapi tetap membekas, dia ingin bertanya tapi ini bukan waktu yang tepat.

__ADS_1


setelah selesai dengan rasa gugup aletha duduk dihadapan abigail, dia langsung mengambil nasi itu dan memakannya perlahan.


" Jangan melihatku begitu " ucap Aletha tertunduk.


" banyak sekali misteri dalam hidupmu, luka punggung luka hati dan luka apa lagi. " Batin Abigail.


" Aku sudah selesai, selamat malam " Aletha beranjak ke ranjang, dan melepaskan mantel itu tapi membelakangi abigail agar tidak melihatnya tapi dia tidak tau kalau abigail sudah melihatnya tadi.


" Aletha .. " Dia membuka matanya dan betapa terkejutnya melihat abigail sudah tidur didepannya.


" Hmm "


" Kita tidur bersama kan ?" tanya abigail.


" jika kau tidak mau aku bisa tidur dimanapun " jawab Aletha.


" Maksudku bukan begitu .. aku .. aku ingin kita seperti suami istri tapi jika kau tidak mau dan belum siap lagi untuk aku sentuh tidak apa "


" Abigail ? berapa usiamu ? aku tidak pernah tau siapa dirimu dan Tentangmu " tanyanya


kini abigail mulai merasa nyaman, dia pun semakin dekat dengan Aletha , hingga aletha agak mundur sedikit.


" Usiaku tahun ini 28 aku anak tunggal, ayahku sudah meninggal , dan ibuku tinggal di desa dia mengurus perkebunan dengan beberapa pekerjanya disana. "


" Oh begitu berarti kau lebih tua 3 tahun dariku. "


" Jadi usiamu sama dengan Adiknya arkan ?"


" hmm hari ulang tahun kami sama " jawab Aletha.


" Jadi karena itulah waktu itu dia bilang tidak ada ayah yang menemaninya saat dilahirkan." Batin Abigail.


" Abigail saat aku tidur aku mungkin akan melakukan sesuatu terhadapmu, kau tidak keberatan ?"


" Lakukan apapun siapa tau nanti kau terangsang kepadaku lalu aku akan menyetubuhimu. "


" Cih , melantur. Maksudku aku ... terkadang memeluk ... menendang dan mendorong. "


" hmm, selamat malam " ucap Aletha yang menutup matanya perlahan


" Selamat malam " Balas Abigail.


dan akhirnya kedua insan itupun tertidur, rupanya benar sekali yang dikatakan oleh Aletha dia bisa melakukan apapun saat itu tapi hari ini dia malah memeluk abigail hingga kepala abigail berada tepat di depan kepalanya.


keesokan harinya


suasana yang cerah untuk pasangan suami istri yang baru saja menikah itu, merasakan kehangatan yang begitu lembut Abigail terbangun dari tidurnya.


saat membuka matanya yang dia lihat wajah aletha yang tampak polos tanpa polesan apapun, seutas senyuman dibibirnya mengembang.


" Kita sudah menikah ? " gumamnya.


Sebenarnya dia tidak tau apa yang dia rasakan saat ini. Dia menyetujui pernikahan ini hanya karena tuntutan ibunya sekaligus rasa tanggung jawabnya yang dia pikir sudah menodai aletha.


Rasa cinta ? tentu itu belum ada tapi pastinya lambat laun setelah terbiasa dia yakin akan mencintai Aletha, untuk sekarang alangkah baik nya untuk saling menerima kehadiran satu sama lain.


usia mereka juga sudah sama-sama matang bukan remaja lagi yang akan mempermainkan suatu hubungan.


mengingat Aletha harus bekerja, dia membangunkan Aletha " Aletha ... Aletha ... Bangun ini sudah pagi. "


" Nghhh ..." Aletha mengulet hingga dia tidur miring berlawanan dengannya, mengingat semalam dia melihat tanda bekas luka dia menarik selimut pelan hingga nampaklah punggung itu dan luka panjang yang ada di tubuh Aletha.


" Luka apa ini, tidak mungkin seorang wanita mempunyai luka seperti ini dizaman sekarang kecuali ini zaman penjajahan. "


" Jam berapa ini ? " Tanya aletha dengan suara yang serak.


" Jam 6.30 pagi " Jawab Abigail.


Aletha beranjak dari tempat tidur melupakan luka yang dia tutupi dari dulu, Abigail terus berpikir bekas luka apakah itu.


****

__ADS_1


" Selamat pagi Mark " Ucap olivia yang baru saja menata sarapan dimeja makan.


Mark tersenyum " Selamat pagi " dia membalasnya.


" Hari ini kau pulang jam berapa ? kebetulan aku akan kerumah papa "


" Kau mau aku antar ?"


" Tidak usah Aku pakai mobil sendiri "


" hoam " Adelia sepertinya baru bangun, dia langsung kemeja makan dan duduk disebelah Mark.


" Selamat pagi sayang " Ucap Adelia


cup


dia mencium pipi Mark, Olivia langsung memalingkan mukanya.


" Jangan lancang kepadaku, Olivia duduklah disebelahku. " Ucap Mark kepada Olivia.


" Hmm "


" Hanya ini sarapannya ? katanya kau putri orang kaya tapi sarapan saja hanya ada seperti ini "


" Kami berdua tidak memilih soal makanan jika kau tidak suka Kau bisa pesan Adelia " Jawab lembut olivia.


" Tidak usah aku sudah lapar "


" Mark kau mau apa ?" tanya Olivia.


" apa saja " jawab Mark


saat tangan olivia akan mengambil nasi malah lebih dahulu Adelia merebutnya dan memasukkan nasi kedalam piring Mark.


" Kau sudah memasak sekarang giliran aku "


" Baiklah "


akhirnya Olivia memberikan semua nya pada Aletha dia hanya makan seorang diri tanpa bicara sedikitpun kepada Mark, Mark terus memperhatikannya kebaikan Olivia tidak bisa dilakukan oleh banyak perempuan.


" Oliv Kita harus keperusahaan untuk membahas proyeksi anggaran tahun depan "


Oliv menoleh sebenarnya dia kaget karena tidak ada rapat itu " Ha ?"


" Ya ini dadakan aku baru dikabari pagi tadi. "


" Ba-baiklah "


***


Shittt


Mobil Abigail berhenti tepat didepan rumah sakit, Keduanya masih didalam mobil itu.


" Pulang jam berapa ? biar aku jemput "


" Entahlah nanti aku pulang dengan taksi saja, sebelum Mobilku kembali aku akan pakai taksi saja daripada merepotkanmu. "


" Kita akan pindah kerumahku nanti malam, Katakan saja dan urusan mobil biar tanggung jawabku. Buang saja mobil itu pokoknya setelah menikah tidak usah bawa barang dari sana kita beli yang baru. "


Aletha seolah tak percaya mendengarnya seperti pria yang suka membual pikirnya.


" Terserah kau sajalah, dah aku masuk "


" Oke , eh tunggu ! hmm aktifkan terus ponselmu ya. "


" Aku ini dokter setiap saat bertemu pasien kadang gawat darurat bahkan diruangan operasi, apa aku harus membalas pesanmu yang bertanya kau sudah makan istriku ? oh ya ampun bisa-bisa pasienku meninggal karena itu. "


" Aku hanya menyuruh aktifkan malah dijawab panjang dasar perempuan "


" Bye ! " Aletha keluar begitu saja, Tanpa mengucapkan selamat tinggal. Abigail menatapnya tajam " Tidak bilang terima kasih apa "

__ADS_1


__ADS_2