
Reyhan yang sedang menandatangani berkas tiba tiba terkejut dengan suara perempuan yang tiba tiba masuk kedalam ruangan dan menghampiri dirinya.
" Reyhaaaan " panggil Viona wanita yang bertemu dengan Nabila didepan tadi
" Vio Lo ngapain disini " ucap Reyhan sedikit terkejut
" Emang kenapa..? ko lo kayak ga seneng gitu sih ketemu gue "
" Yaa iyalah lo ngapain kesini sih, sana sana pulang ga enak ada yang liat nanti "
" Ih biarin aja biar mereka tuh ga ada yang deketin Lo "
Viona melihat pintu yang akan terbuka, dengan segera Viona duduk dipangkuan Reyhan dan mencium bibir Reyhan.
" Reyhan " Ucap Nabila yang membuka pintu namun tak lama ia kembali keluar dan menutup pintu dengan kencang
Reyhan mendorong tubuh Viona hingga terjatuh, ia tau pasti Nabila akan salah paham kepada dirinya.
" Aduuh sakit Rey " Viona mengelus bokonya yang sakit
" Ahh gara gara Lo nih " Reyhan langsung pergi meninggalkan Viona
" Apaan sih Reyhan, emang tuh cewe siapanya dia sih " Viona bangkit dan duduk di sofa ruangan Reyhan
***
Nabila berlari pergi menuju kamar mandi, sesampainya dikamar mandi ia langsung menyalakan keran air.
Nabila terkejut dengan apa yang lihat, baru ia ingin membuka hatinya untuk Reyhan namun ia melihat Reyhan yang tengah bermesraan dengan perempuan lain
Nabila tak dapat menahan air matanya, sesering apapun ia menghapus air matanya tetap saja air matanya keluar begitu saja.
" Ga gue ga boleh gini, gue ga akan termakan rayuan Reyhan atau apapun dan pernikahan gue sama dia itu cuma terpaksa "
Nabila mencuci wajahnya agar tak ada yang tau jika ia menangis, setelah dirasa sudah aman ia langsung keluar dari toilet.
Nabila pergi kebawah untuk membeli minuman, namun saat ia menunggu lift tiba tiba ia bertemu dengan Pak Hartono.
" Nabila mau kemana..?" tanya Pak Hartono menghampiri Nabila
" Mau beli minum aja Pak " jawab Nabila
" Mata kamu kenapa seperti habis nangis, kamu habis nangis yah "
" E..eengga pak saya ga nangis ko cuma kelilipan "
Pintu lift pun terbuka, Nabila segera izin ke Pak Hartono dan Pak Hartono memberikan anggukan.
" Kenapa dia sama Reyhan " gumam Pak Hartono
Pak Hartono pergi menuju ruangan Reyhan, setelah sampai didepan pintu ia langsung membukanya begitu saja.
Saat Pak Hartono masuk ia melihat seorang wanita didalam ruangan Reyhan.
" Dimana Reyhan..?" tanya Pak Hartono
" Tadi keluar Pak " jawab Viona yang tak mengetahui jika orang tersebut adalah orangtua Reyhan
Dengan segera Pak Hartono keluar, sedangkan Viona masih dengan santai duduk di sofa.
***
Reyhan sejak tadi mencari Nabila kesetiap ruangan, namun ia belum juga menemukan Nabila.
__ADS_1
Saat Reyhan tengah panik, ponselnya terus berdering panggilan masuk ia pun langsung mengambil ponselnya dari dalam jasnya.
Reyhan : Hallo Pah
Pak Hartono : Dimana kamu..?
Reyhan : Diruangan Pah
Reyhan berbohong, karena ia tidak mau jika orangtuanya tau.
Pak Hartono : Jangan bohong kamu, keruangan papah sekarang
Reyhan : Iya Pah
Setelah panggilan berakhir Reyhan kembali memasukan ponselnya kedalam saku jasnya, dan ia langsung pergi keruangan sayang ayah.
Saat Reyhan masuk ia melihat Pak Handoko yang sudah menunggu dirinya, Pak Handoko memberikan Reyhan dengan tatapan dingin.
" Pah.. Kenapa Papah manggil aku "
" Siapa wanita diruangan kamu, dan kenapa sama Nabila "
" Emm wanita yang mana Pah " Reyhan mendadak gugup di depan ayahnya
" Papah tadi ketemu sama Nabila di depan lift dan papah melihat mata Nabila yang sehabis menangis, kemudian papah pergi keruangan kamu dan papah hanya melihat seorang perempuan. Siapa dia..?!!" Bentak Pak Hartono
" Pah jadi gini biar Reyhan jelasin dulu yah, itu namanya Viona dia dulu teman kuliah Reyhan dan Reyhan gatau kenapa dia tiba tiba Dateng Pah " Jelas Reyhan
" Ga mungkin pasti ada cerita lain, kalau sampai papah tau sendiri kamu akan terima akibatnya "
Karena takut dengan ancaman orangtuanya, Reyhan pun memberanikan untuk jujur.
" Iya Iyah, terus Viona tiba tiba duduk dipangkuan Reyhan dan mencium bibir Reyhan dan .." Reyhan menjeda ceritanya
" Dan apa..?' tanya Pak Hartono yang sudah bangkit dari kursinya
Pak Hartono berjalan mendekati Reyhan.
PLAK..!!
Pak Hartono menampar pipi Reyhan dengan kencang, Reyhan pun langsung memegang pipinya yang terasa panas dan sakit.
" Papah akan membatalkan pernikahan kamu dengan Nabila "
" Pah jangan pah Reyhan mohon pah, Reyhan gabisa kehilangan Nabila Pah " Reyhan memegang kaki sang Papah
Pak Hartono terkejut dengan hal yang dilakukan Reyhan, sejak dulu saat ia menolak atau memohon tak pernah Reyhan melakukan hal ini
" Temui Nabila dan minta maaf sama dia " ucap Pak Hartono
" Iyah Pah Iyah, Reyhan akan cari Nabila "
Reyhan segera keluar dari ruangan Pak Hartono, ia langsung kembali mencari mencari Nabila.
Saat Reyhan berdiri didepan pintu lift tak lama pintu itu terbuka, dan Reyhan melihat Nabila yang keluar dengan menenteng minuman ditangannya.
" Nab.." Reyhan ingin memeluk namun Nabila secara jelas menolak.
Tak ada ucapan dari Nabila sedikit pun, Nabila terus berjalan meninggalkan Reyhan.
Nabila pergi keruang istirahat dan Reyhan terus mengikuti dirinya, melihat situasi yang aman Reyhan langsung menutup dan mengunci pintu tersebut.
" Nab.. maaf tapi gue berani sumpah itu ga seperti apa yang Lo liat Nab " ucap Reyhan sambil berjalan mendekati Nabila
__ADS_1
Nabila hanya diam ia tak menggubris ucapan Reyhan, pandangannya mengarah kedepan sambil meminum minuman yang ia beli.
" Nabilaa Lo boleh deh marah marah sama gue, boleh mukul atau apapun tapi please jangan diem Nab "
Lagi lagi Nabila tak menjawab, kini ia bangun dan berjalan menuju pintu yang tertutup dan dengan cepat Reyhan berdiri didepan pintu.
" Nab gini gini gue bakal lakuin apapun yang Lo mau, tapi please jangan diemin gue "
Nabila memutar bola matanya malas, ia sedang tak ingin berdebat atau berbicara dengan Reyhan.
" Kalau Lo ga ngomong gue ga bakal bilang ke seluruh karyawan dan semua orang kalau Lo adalah calon istri gue "
" Udah bukan " jawab Nabila singkat
" Maksudnya udah bukan apa Nab, jelasin dulu ke gue "
" Udah bukan calon istri Lo, lagian kita nikah itu terpaksa kan, gue ini cuma asisten Lo. Dan kayaknya karena hari ini meja kerja gue belum ada, gue bebas deh ngelakuin apapun "
" Lo cemburu..? Lo marah sama gue..? Sumpah Nab dia bukan siapa siapa gue..!!"
" Lo ga inget sama perjanjian yang Lo buat..? Gini oke kalau emang Lo boleh ciuman sama cewe lain, berarti gue juga boleh dong ciuman sama cowo lain atau mungkin gue juga boleh jalan sama cowo lain "
" Engga ga boleh, Lo milik gue ga ada yang boleh nyentuh Lo..!!"
" Cihh egois, awas gue mau keluar gue males ngeliat wajah cowo breng*ek kayak Lo "
Reyhan tak memperdulikan ucapan Nabila, justru kini ia menggendong Nabila hingga pojok ruangan
" Rey Lo mau ngapain sih " ucap Nabila yang merasa ketakutan
" Gue gamau lepasin Lo, kecuali Lo janji sama gue ga bakal ninggalin gue "
" Gilaa ... Lo gila Rey, Lo tuh jahat sumpah Lo orang jahat Rey. Belum puas Lo nyakitin gue hah, belum puas Lo nikmati tubuh gue hah, sekarang Lo minta gue buat nikah sama Lo, Lo buat perjanjian tapi apa Lo sendiri asik mesra sama cewe lain. Kalau bukan jahat apa namanya hah..!! " ucap Nabila dengan membentak
Reyhan terdiam dengan ucapan Nabila, ia melihat air mata yang menetes dari mata Nabila
" Awas gue mau pergi " Nabila mendorong tubuh Reyhan menjauh
Setelah berhasil Nabila langsung membuka pintu dan segera keluar dari ruangan itu, sedangkan Reyhan masih diam mematung.
" Jahat.. Gue jahat ternyata" gumam Reyhan
Saat Nabila hendak keruangan Reyhan, Pak Hartono memanggil Nabila dan mengajaknya keruangan.
" Ada apa yah Pak " tanya Nabila ketika ada diruangan Pak Handoko
" Om sudah mendengar penjelasan Reyhan, om minta maaf atas nama Reyhan "
" Penjelasan apa om, Nabila ga ngerti "
Pak Hartono menjelaskan apa yang Reyhan ucapkan kepadanya, dan Pak Hartono juga cerita jika Reyhan memohon untuk tidak dipisahkan oleh Nabila.
" Om.. Om serius ga bohong..?' tiba tiba Nabila merasa bersalah
" Iyah, dan Om percaya bukan karena Reyhan anak Om tapi Om tau dari cara dia menjelaskan dan semuanya"
" Omm saya izin keluar dulu yah "
" Silahkan "
Nabila langsung berlari menuju ruangan yang terakhir ia bersama dengan Reyhan, saat Nabila masuk ia melihat Reyhan yang masih disana dengan tangan yang tengah memeluk kedua kakinya.
Nabila menutup dan mengunci ruangan tersebut, ia berjalan mendekati Reyhan.
__ADS_1
" Rey..." panggil Nabila
" Kita sudahi semuanya yah Nab.." ucap Reyhan menatap Nabila