JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Mengutarakan Perasaan


__ADS_3

Nabila menegakkan kepalanya dan menatap Reyhan dengan lekat.


" Gue pikir gitu Rey, gue belum sayang atau cinta sama Lo " jawab Nabila


" Gue ngerti Nab, pasti berat kan buat Lo buka hati setelah luka masalalu "


" Hmm tapi Rey.."


" Tapi apa..?"


" Lo berhasil nyembuhin luka gue, pintu hati yang gue tutup rapat berhasil Lo buka, gue gamau Lo pergi Rey " Nabila memegang wajah Reyhan dan mengusapnya


" Engga, gue juga gamau ninggalin lo Nab "


" Makasih udah bikin gue spesial, yaa walaupun belum se spesial martabak dengan 5 telur " Nabila mencoba mencairkan suasana


" Otak Lo tuh Nab kalau di belah kayaknya cuma makan makan makan doang deh "


" Dih kata siapa ga dong ada sedikit banget ruang dipikiran gue buat lo "


" Oyaa, Lo mikirin apa tentang gue..?"


" Gue mikir gimana caranya biar Lo itu ga iseng, ga jail, ga nyebelin, ga ngeselin"


" Hahaha ngisengin Lo tuh seru Nab, apalagi liat muka Lo yang kesel gemes bikin gue pengen....." Reyhan menjeda ucapannya


" Pengen apa..? wah pasti pikiran Lo aneh "


" Pengen nyubit pipi lo hahaha " Reyhan mencubit kedua pipi Nabila


" Iih ngeselin banget sih biarin aja gue bales nanti "


" Yaudah nih cubit nih silahkan " Reyhan memajukan wajahnya dan ia memejamkan matanya


Cupp..


Nabila tak mencubit Reyhan, ia justru memberikan ciuman di pipi Reyhan.


Reyhan membuka matanya dan tersenyum.


" Dah ah mau masuk dingin " Nabila masuk kedalam dan diikuti Reyhan.


" Ikut ah " ucap Reyhan sambil ikut melangkah dengan membawa gitar dan ponselnya


" Ih ngikut ngikut aja, gue masuk kan karena dingin udah sana Lo main aja gitar disana bus hus" ucap Nabila yang kini sudah duduk di sofa dan Reyhan ikut duduk disebelahnya


" Haha ih ngusir guee "


" Hahaha Iyah sana gih hus hus "


Reyhan menyusul Nabila yang sudah lebih dulu duduk di sofa.


" Tidur sana udah malem, nanti perut nya sakit lagi " ucap Reyhan dengan lembut, ia juga mengelus pipi Nabila


" Udah ga sakit ko, lo mau tidur yah..? yaudah Lo tidur aja, biar gue pindah ke kemar yah "


Nabila yang hendak berdiri dengan cepat ditahan oleh Reyhan


" Gue belum ngantuk ko " Ucap Reyhan


" Makasih yah Rey buat hari ini "


" Ga gratis "


" Cih modusnya mulai "


" Biarin sama Lo ini "


" Kan tadi udah "


" Apanya yang udah..?"


" Yah itu tadi " Nabila meletakkan jarinya di bibir


" Hahaha yaudah Iyah "


" Tadi gue juga bikin masakan ga gratis" ucap Nabila pelan sambil menunduk karena malu


" Hahaha ko nunduk si Nab, malu yaa kalau mau mah bilang aja Nab gue juga mau "


" Apaan sih engga orang gue gama—"


Belum selesai Nabila menjawab Reyhan langsung mencium bibir Nabila, entah kenapa Reyhan semakin candu dengan bibir Nabila.



Reyhan benar bener dibuat jatuh cinta oleh Nabila, apapun tentang Nabila berhasil membuat ia tergila gila.


Tiba tiba hujan turun dengan deras disertai dengan petir, Nabila langsung melepaskan ciumannya dari Reyhan.


Nabila menutup kedua telinganya dan memejamkan mata, ia sangat takut dengan suara petir.


" Lo tidur yah udah malem, ayo gue anterin ke kamar "


Nabila tak menolak iapun mengangguk mengiyakan ucapan Reyhan.

__ADS_1


Setelah didalam kamar Nabila langsung merebahkan tubuhnya, namun saat Reyhan hendak keluar Nabila menahan tangan Reyhan.


" Temenin gue, gue takut " ucap Nabila, dirumah jika ia mendengar suara petir Ibunya masuk kedalam kamar dan memeluk dirinya


" Iyah gue temenin, gue ga pergi "


Reyhan ikut merebahkan tubuhnya disebelah Nabila, Reyhan langsung membawa Nabila kedalam pelukannya.


Nyaman.. Pelukan itu sangat nyaman bagi Nabila, tanpa ia sadar ia langsung tertidur didalam pelukan Reyhan.


" Selamat malam cantik " Reyhan mencium kening Nabila dan ia pun ikut tertidur


****


Pagi hari Nabila bangun karena bunyi alarm ponselnya, setelah mematikan alarm ia melihat Reyhan yang masih tertidur dengan pulas.


Ini bukan kali pertamanya melihat Reyhan yang tertidur, berbeda dengan yang pertama kali ini Nabila justru betah berlama lama menatap Reyhan.


Setelah puas memandangi wajah Reyhan, Nabila segera bangun dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi


Setelah selesai mandi Nabila segera pergi menuju dapur untuk membuatkan sarapan.


..


Reyhan terbangun karena bunyi ponselnya yang terus menerus berdering, saat ia melihat ternyata itu adalah bunyi dari alarmnya.


Reyhan sengaja ingin bangun pagi untuk membuat sarapan, namun sepertinya Nabila bangun lebih dari awal.


Reyhan keluar dari kamar dan ia mencium aroma masakan, dan benar saja Nabila sudah membuat sarapan pagi ini



" Cewe cantik darimana ini pagi pagi " Reyhan menghampiri Nabila dan memeluk dari belakang


" Rey, Lo udah bangun sana mandi habis itu sarapan "


" Jadi pengen cepet nikah deh gue Nab, tiap pagi kayak gini "


" Duh ga kebayang gue Rey, gamau bayangin juga "


" Cih pagi pagi udah ngeselin, udah ah gue mau mandi aja gue ngambek "


" Bodo amat hahaha "


Reyhan melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi, sedangkan Nabila masih melanjutkan masakan yang hampir selesai.


Setelah masakan selesai Nabila kembali kedalam kamar dan berganti pakaian, setelah itu ia merias wajahnya dengan make upnya tipis.


" Oke selesai " gumamnya sendiri sambil menatap kaca


Baru saja Nabila ingin membuka pintu, Reyhan lebih dulu membuka pintu dan Nabila terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini


" Sssttt Lo kenapa teriak teriak sih masih pagi berisik "


" Ya Lo kenapa ga pake baju sih, malah cuma pake anduk doang "


" Ya namanya baru kelar mandi, gue mau ambil baju di kamar awas "


" Tar dulu gue keluar dulu " Nabila berjalan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" Nab Lo ga inget udah liat langsung dan ngerasain " Reyhan sengaja menggoda Nabila


" Bodoo berisik " teriak Nabila


Reyhan tertawa karena usahanya berhasil membuat Nabila kesal, ia pun langsung masuk kedalam kamar dan memakai pakaiannya.


Setelah Reyhan siap ia pun menatap kaca untuk melihat penampilannya, namun ia mendengar berkali kali notif dari ponsel Nabila yang berada dimeja


Karena Reyhan penasaran Reyhan mengambil ponsel tersebut dan membaca pesan tersebut dari notifikasi.


[Arga : Pagi Nab, udah bangun..?]


[Arga : Eh Iyah Nab hari ini aku ke Jakarta]


[Arga : Kita ketemu malam ini, bisa kan..?]


[Arga : Aku kangen sama kamu Nab]


[Arga : Aku harap perasaan kamu masih ada buat aku Nab]


[Arga : Love you]


Setelah membaca semua pesan tersebut Reyhan kembali meletakkan ponsel milik Nabila, dan ia pun segera keluar dari kamar.


" Lama banget sih Lo Rey, dandan dulu yah " ucap Nabila yang sejak tadi menunggu


" Iyah biar sama kayak lo "


" Yaudah ayo makan, itu gue udah siapin buat Lo "


" Makasih "


Reyhan langsung menyantap makanan tersebut sambil menatap layar ponselnya.


" Rey, gimana enak..?" tanya Nabila karena sejak tadi tak ada respon apapun yang keluar dari mulut Reyhan

__ADS_1


" Enak ko enak " jawab Reyhan dengan tersenyum kemudian ia kembali fokus menatap ponselnya


" Oo oke " Nabila ikut tersenyum


Nabila merasa tak berselera makan tiba tiba, ia pun langsung membawa piringnya ke wastafel.


" Nab udah gue aja yang cuci " Ucap Reyhan


" Ga apa apa punya gue doang ko "


" Udah sini duduk aja "


" Ga apa apa Rey, udah Lo lanjut makan aja "


Nabila mencuci piring dan peralatan bekas ia masak, saat mencuci piring tiba tiba ia merasa ada yang beda dari Reyhan.


" Kenapa yah, perasaan tadi biasa aja apa karena ucapan gue yah "


Karena tidak fokus tanpa Tasya sadar ia salah memegang pisau, alhasil tangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah


" Aww " teriak Nabila dengan Reflek


" Nab kenapa..?" Reyhan langsung berlari kearah dapur


" Ga apa apa Rey gue cuma ga fokus aja " ucap Nabila yang masih tenang, sedangkan tangannya sudah mengeluarkan darah


" Ga apa apa gimana lo ga liat tangan Lo berdarah gini, kan gue udah bilang udah gue aja yang cuci piring. Ini pasti dalem banget lukanya sampe banyak gini darahnya, udah pokoknya gue ga izinin Lo masak atau apapun dulu disini juga lo bukan pembantu jadi ga harus ngelakuin itu "


Ini kali pertama Reyhan memarahinya seperti ini, dan baru pertama kali Nabila melihat raut wajah Reyhan yang begitu khawatir.


Reyhan mengajak Nabila untuk duduk di sofa, ia mengambil kotak obat yang memang ia miliki.


" Tahan yah pasti sakit " ucap Reyah yang bersiap untuk mengobati


" Aduuh duh perih "


" Belum Nab belum, jangan gitu ah "


" Oo belum ya gue kira udah "


" Tahan yah Nab "


" Iyah tapi pelan pelan "


Reyhan mulai mengobati luka ditangan Nabila dengan hati hati, sesekali Reyhan melihat raut wajah Nabila yang menahan rasa sakit.


" Gue perban aja yah, takut kotor "


" Iyah kayak otak Lo hehe "


" Cih otak gue kotor juga karena Lo Nab "


" Salah Lo sendiri punya otak kotor "


Reyhan sudah selesai memberikan perban diluka Nabila, Ia pun langsung merapikan kotak obat itu kembali.


" Dengerin gue makanya, jadi luka kan. Nurut kek sama gue sesekali, jangan batu jadi orang "


" Iyah makasih sayang " ucap Nabila


" apa apa ulang ulang mau gue rekam " Reyhan bahagia saat Nabila memanggilnya sayang


" Maaf ga ada pengulangan "


" Cih ngeselin, yaudah gue cuci piring dulu Lo duduk tunggu sini "


" Gue ke kamar dulu Rey mau ngambil hp sama tas "


" Yaudah habis itu duduk lagi disini "


" Iyaah iyaah "


Nabila pun segera pergi ke kamar untuk mengambil tas dan ponselnya, sedangkan Reyhan pergi ke dapur untuk mencuci piring yang belum selesai.


***


Kini Nabila dan Reyhan sudah berada di dalam perjalan, sejak tadi Nabila fokus menatap layar ponselnya.


Ah.. Sudah jelas Nabila pasti sedang membalas pesan dari laki laki yang tadi sempat Reyhan baca pesannya.


" Rey.." panggil Nabila


" Iyah kenapa Nab ..?" saut Reyhan yang sedang fokus menyetir


" Gue.. Boleh ga izin keluar sebentar nanti "


" Kemana..? Mau gue temenin..?"


" Engga usah kayaknya, cuma sebentar ko pas istirahat cuma mau ketemu orang di cafe sebrang kantor "


" Oo yaudah " jawab Reyhan singkat


" Rey boleh gue nanya sesuatu sama Lo..?"


" Boleh, tanya aja.."

__ADS_1


" Apa yang bakal Lo lakuin ketika orang dari masa lalu Lo datang..? Apa Lo bakal kembali sama orang itu..? Sedangkan saat ini Lo udah punya komitmen dengan orang baru "


Mendengar hal itu Reyhan terkejut, ia pun langsung mengerem secara mendadak


__ADS_2