
Sejak kejadian tadi Nabila tak sama sekali merespon ucapan Reyhan, ia juga menolak untuk makan siang bersama.
Nabila hanya berbicara dengan sebatas pekerjaan tak lebih dari itu, Reyhan menjadi sangat menyesal melakukan kesalahan yang sama.
Reyhan berencana untuk membahas masalahnya dengan Nabila saat pulang kerja, dengan segera mungkin Reyhan bergegas untuk bersiap pulang.
..
Nabila merenggangkan ototnya yang pegal, tak lama ia melihat Rian yang menghampiri dirinya.
" Nab udah mau pulang..? " tanya Rian yang sudah siap untuk pulang
" Udah nih mau pulang, tinggal pesen ojek online" jawab Nabila yang baru saja selesai merapihkan mejanya
" Lo pulang kemana..? Mau bareng ga sama gue..? " ucap Rian memberikan tawaran
" Gue pulang kerumah Ian, kayaknya ga searah sama apartemen Lo " jawab Nabila
" Engga apa apa, yuk lagian ojek online kalau jam jam segini tuh lagi tinggi harganya "
" Hmm yaudah deh, makasih yah "
Baru saja Nabila dan Rian akan pergi, tiba tiba Reyhan keluar dari ruangannya.
" Sore Pak " sapa Rian dan diikuti Nabila
" Hmm sore " sapa Reyhan balik
" Kita duluan yah pak, permisi" ucap Nabila mengajak Rian untuk berjalan
Reyhan hanya diam melihat keduanya pergi bersama, ia berniat untuk mengajak Nabila pulang tapi mengapa Nabila pulang bersama dengan Rian.
Reyhan pun berjalan dengan cepat agar bisa mengikuti langkah keduanya.
" Oiya Nab, gimana Minggu bisa ga..? " tanya Rian mengenai ajakannya
" Hmm boleh Ian, nanti Lo jemput gue aja bisa ga..? " tanya Nabila yang sengaja memanasi Reyhan, sebab Nabila tahu jika Reyhan pasti mendengarkan percakapan mereka
" Bisa dong " jawab Rian
Mereka menunggu di depan pintu lift bersama dengan karyawan lainnya, kali ini Reyhanpun ikut memilih menaiki lift karyawan.
Setelah pintu lift terbuka mereka pun masuk bersama, namun dengan cepat Reyhan menarik tangan Nabila untuk berdiri disebelahnya.
Karena kondisi lift yang penuh, tak ada yang menyadari jika Reyhan menggenggam tangan Nabila.
__ADS_1
Reyhan terus memperhatikan Nabila dari samping, sedangkan Nabila memilih membuang muka enggan menatap Reyhan.
Setelah pintu lift terbuka dengan cepat Nabila melepaskan tangannya, ia berjalan lebih dulu dan di susul oleh Reyhan.
" Mobil Lo dimana Ian..? " tanya Nabila yang masih mengabaikan Reyhan dibelakangnya
" Disana agak jauh ga apa apa kan..? " tanya Rian
" Engga apa apa ko santai aja " Nabila mengangguk setuju
Reyhan menatap sinis kearah Rian, ingin sekali Reyhan menarik tangan Nabila dan mengatakan jika Nabila adalah calon istrinya.
Reyhan tiba di depan mobilnya, sedangkan Nabila dan Rian masih terus berjalan lurus.
Dengan cepat Reyhan masuk kedalam mobilnya ia akan mengikuti Nabila.
" Masuk Nab " ucap Rian yang sudah membukakan pintu mobilnya
" Makasih Rey " jawab Nabila
" Rey..? " tanya Rian bingung
" Eeh maksudnya Rian hehe " Nabila langsung masuk, ia mengetuk keningnya karena salah memanggil
" Bodoh banget sih bodoh " gumam Nabila pelan
" Udah Ian " Nabila mengangguk
Rian pun langsung mengendarai mobilnya meninggalkan basemen kantor nya, setelah menyadari mobil Rian sudah pergi Reyhan pun langsung mengikuti dari belakang.
" Mau langsung pulang atau mau makan dulu Nab..? " tanya Rian sambil fokus menyetir
" Langsung pulang aja Ian " jawab Nabila yang tengah menatap jalanan
" Oo oke " Rian mengangguk paham
Pikirannya Nabila saat ini benar benar berantakan, kenapa bisa bisanya Reyhan mengulang kesalahan dengan membawa Kia
Entah apa yang Reyhan pikir, apa ia sudah jenuh dengan hubungan ini apa dia memang mencari alasan untuk mengakhiri hubungan mereka.
Nabila menjadi ragu kepada Reyhan, apa Reyhan benar benar mencintai dirinya atau memang agar Nabila bertahan dengan pernikahannya nanti.
" Ian gue boleh Nanya sesuatu ga sama Lo..? " tanya Nabila
" Boleh mau nanya apa..? " Tanya Rian sambil menoleh kearah Nabila
__ADS_1
" Lo kan cowo yah Ian, misalkan nih Lo sayang sama cewe Lo apa mungkin Lo ngebiarin wanita lain deketin Lo..? " tanya Nabila sambil menatap Rian
" Ya enggalah Nab, gini yah Nab kalau laki laki udah sayang sama satu perempuan ya ga mungkin lah dia ngebiarin wanita lain ngedeketin dirinya. Apalagi kalau laki laki itu udah komitmen buat nikah, pasti dia bener bener nutup itu. Ya kalau itu sih pendapat gue yah dari sisi laki laki, kenapa lo nanya kayak gitu..? "
" Ga apa apa nanya aja, soalnya temen gue curhat gitu masalah pacar nya. Jadi dulu tuh temen gue awalnya kenal sama nih cowo dari app gitu Ian, mereka tuh kerjasama buat saling nolongin tapi ternyata orang tua si cowo nganggep beneran dan minta si cowo buat nikahin tuh cewe. Si cowo tuh ngelakuin apapun lah sampai akhirnya si cewe mau, dan sekarang giliran si cewe udah bener bener mau eh si cowo malah Deket sama cewe lain. Tapi cowo itu beneran perhatian sama si cewe, dan katanya si cowo sayang banget sama si cewe itu "
Rian mendengarkan semua cerita Nabila sambil sesekali menoleh kearah Nabila, Sambil mendengarkan cerita Nabila tangan Rian yang menyetir sesekali jarinya mengetuk gagang stir.
" Ini cerita lo atau cerita temen Lo Nab hehe " ucap Rian
" Temen gue Ian, sahabat gue namanya Arum " jawab Nabila mengasal
" Ya Yang tadi gue udah bilang Nab, cowo kalau udah komitmen sama satu perempuan dan udah mau ke jenjang pernikahan pasti akan menghargai perasaan pacarnya. Tapi ya kalau awalnya terpaksa gitu, ya bisa jadi si cowo emang ngelakuin apapun agar si cewe luluh dan mau Nerima dirinya Nab. Tapi yah cowo juga kan beda beda Nab, ada yang emang friendly jadi Deket sama siapapun jadi gabisa kita pukul rata. Yang jelas itu harus bener bener di omongin berdua, sekali oke, dua kali yaa pertanyaan, kalau sampai ketiga kali yaa berarti emang dia ga serius. Laki laki pemain bisa ngelakuin apapun Nab buat bikin wanita jatuh cinta dan sampai jadi miliknya, beda sama laki laki yang tulus kalau emang dia ga bisa milikin ya yaudah berarti emang dia bukan jodohnya " Rian menjelaskan dengan raut wajah yang serius
Nabila benar benar mendengarkan ucapan Rian, dan ada rasa sesak di hatinya.
Tanpa terasa mobil yang Rian kendarai sudah sampai di halaman rumah Nabila.
" Mau mampir..? " tanya Nabila menawarkan kepada Rian
" Lain kali aja Nab, kayaknya Lo cape banget butuh istirahat gue langsung pulang aja " jawab Rian
" Hmm makasih yah " Nabila membuka seatbelt nya dan membuka pintunya
" Nab tunggu " Rian dengan cepat keluar dari dalam mobil
" Kenapa Ian..? Ada yang ketinggalan ya punya gue " tanya Nabila bingung
" Engga gue cuma mau bilang sesuatu" ucap Rian yang kini berdiri dihadapan Nabila
" Bilang apa Ian..? "
" Engga jadi deh, gue pulang dulu yah byee " Rian kembali masuk
" Hati hati " Nabila melambaikan tangannya
Mobil Rian pun meninggalkan rumah Nabila, Nabila berjalan masuk kedalam rumah.
" Nab " panggil seorang pria yang sangat Nabila kenali suaranya
" Gue mau istirahat" ucap Nabila tanpa menoleh
" Sampai kapan Lo mau kayak gini ngehindar dari gue Nab, gue mau selesaikan masalah kita Nab " ucap Reyhan yang kini sudah berdiri di belakang Nabila
Nabila pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan menoleh ke laki laki tersebut.
__ADS_1
" Apa Rey yang mau di selesaikan...? Masalah kita..? Atau hubungan kita yang mau di selesaikan..? " tanya Nabila dengan nada serius
Reyhan terkejut dengan apa yang ia dengar sekarang