
Nabila terkejut dengan apa yang ia dengar, jujur ia merasa bersalah karena telat berucap seperti tadi
" Rey..." panggil Nabila yang kini berada didepan Reyhan
" Maaf Nab maaf gue udah banyak nyakitin lo, maaf gue jahat, maaf karena gue ini brengsek maaf gue—"
Nabila langsung memeluk Reyhan, Nabila menumpahkan air matanya didalam pelukan Reyhan.
" Nab.. Jangan nangis gue bakal lakuin apapun Nab agar Lo bahagia, kalau dengan perpisahan ini bikin lo bahagia gue ga apa apa Nab gue udah jahat ke lo Nab " Reyhan membalas pelukan Nabila
" Lo mau lakuin apapun kan buat gue..?" Nabila melepaskan pelukannya dan menatap Reyhan
" Iyah gue akan lakukan apapun buat Lo "
" Gue mau jalan jalan sekarang, gue mau keluar dan itu sama lo "
Reyhan menatap wajah Nabila, ia mencoba meyakinkan ucapan Nabila .
" Serius..?" tanya Reyhan
" Iyah, ayo tapi Lo bilang dulu ke Om Hartono"
" Tapi Nab gue udah jahat ke lo "
" Tadi katanya mau ngelakuin apapun yang gue mau, yaudah gue nangis nih "
" Iyah Iyah, yaudah gue izin ke Papah dulu yah "
Reyhan dan Nabila langsung bangkit bersama, mereka keluar dari ruangan itu dan pergi keruangan Reyhan.
Saat Reyhan dan Nabila masuk keruangan Reyhan, mereka melihat Viona yang masih berada disana menunggu kedatangan Reyhan.
" Rey Lo darimana sih " ucap Viona dengan kesal menunggu
Reyhan dan Nabila tak menjawab keduanya mengambil tas dan segera pergi dari sana.
" Rey.. Rey.. Reyhaaan " panggil Viona namun Reyhan tak menjawab
Reyhan keluar dari ruangan dengan menggenggam tangan Nabila, melihat hal itu Viona menjadi kesal.
Tak lama security datang dan membaw Viona keluar dari ruangan Reyhan.
***
Sekarang Nabila dan Reyhan sudah berada didalam mobil, Reyhan juga sudah meminta izin kepada sang ayah untuk keluar dengan Nabila
" Lo mau kemana..?" tanya Reyhan sambil fokus menyetir
" Mau nonton film horor " jawab Nabila asal padahal ia sendiri takut
" Okee " Reyhan menyetujui
" Emang Lo berani Rey..?" tanya Nabila ia berharap Reyhan juga takut
" Berani lah di apartemen gue banyak novel horor, nih Lo buka hp gue banyak podcast horor yang gue dengerin. Kenapa Lo takut yaa "
" Engga gue ga takut gue juga berani "
" Iya iya gue percaya"
__ADS_1
Reyhan terus mengendarai mobilnya hingga sampai disalah satu Mall, dan mereka pun segera masuk kedalam.
" Ayo " ajak Reyhan
" Iyah "
Sejak pertengkaran tadi Nabila dan Reyhan menjadi canggung, tak banyak yang mereka bicarakan dan jalan pun mereka berjarak.
Sesampainya di bioskop, Reyhan mengantri tiket dan Nabila menunggu Reyhan.
" Siaall kayaknya gue salah nih " gumam Nabila sendiri
" Ayoo filmnya udah mau mulai " ajak Reyhan
" Ayo " ajak Nabila
Sebelum masuk kedalam bioskop Reyhan membeli makanan untuk mereka nikmati nanti.
Reyhan dan Nabila duduk di kursi tengah, posisi yang pas untuk mereka nonton.
Nabila melihat bioskop yang tak ramai, mungkin karena hari kerja hanya ada beberapa anak sekolah yang menonton.
" Sepi banget " gumam Nabila melihat sekitar
" Kenapa..? Takut..?" tanya Reyhan mengejek
" Engga ngapain takut cuma film " jawab Nabila
Lampu segera padam dan filmpun segera dimulai, awal awal film Nabila masih dapat menikmati.
" Aaa " Nabila berteriak pelan dan menutup matanya
" E..eengga gue ga takut" jawab Nabila sambil menutup wajahnya dengan tangan
" Buka kali tangannya" Reyhan menarik tangan Nabila
" Reeyy ahh diem "
Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah Nabila, padahal tadi dia yang mengajak tapi dia sendiri yang takut.
Reyhan menarik pelan kepala Nabila agar bersandar dipundak Reyhan, tak ada penolakan dari Nabila dan iapun bersembunyi di lengan Reyhan.
" Dih Lo yang ngajak Lo yang takut " gumam Reyhan
" Berisik Lo, bisa diem ga " jawab Nabila dengan ketus
Akhirnya film yang mereka tonton selesai, Reyhan puas menertawakan Nabila.
" Ah males sama Lo Rey sumpah " ucap Nabila
" Habis Lo yang ajak tapi Lo sendiri yang takut gimana sih "
" Udah ah mau makan laper "
" Yaudah Iyah mau makan apa..?"
" Terserah "
Reyhan menarik nafas, selama jalan bersama dengan Nabila inilah kali pertama ia mendengar terserah dari Nabila.
__ADS_1
" Makan nasi aja yah gue tau Lo pasti laper banget " ucap Reyhan
" Hmm " gumam Nabila
Reyhan dan Nabila masuk kesebuah tempat makan, karena jam makan siang kondisinya pun ramai.
" Nab.. " panggil Reyhan
" Apa..?" saut Nabila sambil meletakkan ponselnya
" Gue minta maaf kalau ternyata emang gue nyakitin Lo, gue juga minta maaf karena gue udah jahat sama Lo Nab. Kalau emang Lo mau kita berakhir gue ga apa apa, Lo berhak bahagia Nab "
Reyhan meraih tangan Nabila yang berada di meja, dan ia menggenggamnya.
" Jangan benci gue yah Nab, maaf ga seharusnya gue bikin Lo tersiksa karena gue. Gue sadar selama ini gue egois, bahkan gue yang udah bawa Lo kedalam hubungan ini sampai jauh "
" Gue bodoh yah Nab, bodoh banget, gue juga jahat banget sama Lo pasti setiap malam Lo nangis karena gue ya Nab brengsek banget ya gue "
Nabila hanya diam mendengarkan ucapan Reyhan, Reyhan menundukkan wajahnya tak berani menatap Nabila.
" Rey " Nabila mengangkat wajah Reyhan yang menunduk
" Lo serius mau udahan sama gue..?" Nabila menatap wajah Reyhan
Reyhan hanya diam tak menjawab bahkan ia juga tak berani menatap wajah Nabila.
" Gue anggap diem Lo tanda setuju Rey " ucap Nabila dengan tersenyum
Makanan yang mereka pesanpun akhirnya datang, Nabila dan Reyhan menikmati makanan mereka.
Tak ada obrolan diantara keduanya, Reyhan juga tak berani menatap wajah Nabila.
" Yaudah yu kita pulang " ajak Nabila dan Reyhan hanya mengangguk
Sepanjang jalan menuju parkiran tak ada obrolan diantara keduanya, hingga mereka sampai didepan mobil Reyhan.
Reyhan membukakan pintu mobil untuk Nabila, setelah Nabila masuk Reyhan menyusul kedalam.
" Ayo Rey kita pulang " ucap Nabila karena sejak tadi Reyhan belum menjalankan mobilnya
Reyhan melepas seatbelt nya dan memeluk Nabila, air mata yang ia tahan kini ia tumpahkan dipelukan Nabila.
" Reyhan Lo kenapa nangis..?"
Reyhan tak menjawab ia hanya diam dan masih memeluk Nabila.
" Rey ngomong dong kenapa diem aja "
Reyhan melepaskan pelukannya dan memegang tangan Nabila.
" Nab jangan pergi " ucap Reyhan dengan tatapan memohon
" Lo boleh Nab marah sama gue, ngomong apapun tentang gue, maki maki gue , please gue gamau Nab Lo pergi "
Nabila tersenyum mendengar ucapan Reyhan, ia mengusap air mata Reyhan dengan jarinya.
" Ayo pulang " Nabila tak menjawab ucapan Reyhan ia mengalihkan pembicaraan
" Ga bisa yah Nab..? Lo beneran udah benci sama gue Nab..? " tanya Reyhan
__ADS_1
" Jadiin semua ini pelajaran buat Lo yah Rey, gue minta maaf " ucap Nabila dengan tersenyum