
Nabila terbangun karena alarm ponselnya, ia membuka mata dan tercium wangi aroma masakan dari luar.
" Siapa yang masak pagi pagi gini yah " gumam Nabila sendiri
Nabila keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, kemudian ia terkejut melihat Reyhan yang tengah memasak.
" Rey.." panggil Nabila yang berjalan mendekat
" Heei morning"
" Morning too "
" Dah sana Nab mending Lo mandi deh, gue takut Lo terpesona doang sama gue hehe "
" Dih Pede banget, yaudah gue mandi dulu deh "
Nabila pun segera kembali masuk kedalam, ia langsung mandi dan memakai baju kerjanya.
Setelah Nabila selesai dan kembali ke dapur, ia melihat meja makan yang sudah tersusun masakan Reyhan.
" Beli dimana nih " Nabila menggeser kursi dan duduk
" Hmm dimana yah, ga jauh sih dari sini "
" Oo Lo bisa apa lagi Rey.."
" Banyak, salah satunya bisa bikin lo bahagia haha"
" Pagi pagi gombal "
" Nab.." panggil Reyhan
" Iya apaa..?"
" Yang kemarin, kan lo bilang gue boleh minta apapun kan..?"
" Iyah terus kenapa..?"
" Gue pengen minta satu hari ini full lo jadi cewe manja "
" Ah permintaan Lo aneh nih, ga ah gabisa gue nanti yang ada Lo ilfil "
" Engga akan, ayolah dan lo ga boleh pakai gue Lo hari ini ke gue "
Nabila mencoba menimbang permintaan Reyhan, sejujurnya Nabila memang suka manja kepada orangtuanya maupun pasangan nya namun semenjak bersam Reyhan ia tak pernah melakukan itu.
" Lama banget mikirnya, ayolah "
" Yaudah Iyah Iyah " Nabila akhirnya setuju permintaan Reyahan
Reyhan tersenyum dengan senang.
" Yaudah ayo sarapan, ini air anget kamu minum dulu " ucap Reyhan dengan membawa satu gelas air hangat
" Yaudah aku mau sarapan asal kamu yang suapin "
" Iyah aku suapin ya "
Reyhan mulai meletakkan nasi beserta lauk yang sudah ia masak, ia pun mendekatkan kursinya ke milik Nabila.
" Ayo aaaa " Reyhan mulai meyuapi Nabila, dan Nabila pun membuka mulutnya
" Emmm, enak banget " puji Nabila merasakan masakan Reyhan yang memang enak
Reyhan tersenyum senang mendengar pujian yang ia terima dari Nabila.
" Kamu ga makan.." tanya Nabila melihat Reyhan yang hanya menyuapi dirinya
" Nanti yang penting kamu makan dulu " jawab Reyhan, namun Nabila menggelengkan kepalanya
" Mending barengan, jadi satu piring ini berdua "
" Yaudah Iyah "
Kini Nabila bergantian memegang sendok dan mulai menyuapi Reyhan
Setelah selesai sarapan Nabila membatu Reyhan untuk membersihkan bekas masak, dan Reyhan mencuci piring kotor bekas mereka makan.
__ADS_1
" Makasih Rey " Nabila memeluk Reyhan
" Sama sama sayang" Reyhan membalas pelukan Nabila
" Yaudah ayo berangkat " ajak Nabila
" Nab, ini masih jam 6 kamu mau bantuin ob disana..?"
Nabila melihat jam di dinding dan benar saja jam masih menunjukkan pukul 6 pagi
" Sini duduk" Ucap Reyhan yang sudah lebih dulu duduk di sofa
" Iyah " Nabila duduk disebelah Reyhan dan menyandarkan kepalanya dibahu Reyhan
" Nab sebentar aku mau nunjukin sesuatu"
Nabila mengangkat kepalanya, dan Reyhan berjalan menghampiri gitar miliknya.
" Aku mau nunjukin sesuatu ke kamu, semoga kamu suka yah " ucap Reyhan dan Nabila mengangguk
Reyhan mulai memetik gitarnya, dan ia pun menyanyikan lagu tersebut
Reyhan : Bahagianya diriku telah milikimu
Tak pernah ku meragu
Tak lagi ku mencari cinta selainmu
Takkan kutinggalkan kamu
Jika ku dapat menata jalanku
Kuingin kau selamanya denganku
Engkau wanita tercantikku
Kuingin kau tahu
Maukah kau jadi teman cintaku
Nabila : Tak akan ku mencari cinta selainmu
Takkan kutinggalkan kamu
Kuingin kau selamanya denganku
Engkau lelaki terbaikku
Kuingin kau tahu
Kuingin kau jadi teman cintaku
Reyhan : Jangan pergi dari hidupku
Nabila : Tetap disini temaniku
Reyhan & Nabila : Sungguh ku tak mau kamu jauh dariku
Jangan tak setia padaku
Kau hanya untukku
Reyhan : Engkau wanita tercantikku
Kuingin kau tahu
Kau merubah warna hidupku oh
Nabila : Engkau lelaki terbaikku
Kuingin kau tau
Kau merubah warna hidupku
Reyhan : Dan aku jatuh cinta kepadamu (kepadamu)
Tanpa batas waktu
Reyhan & Nabila : Maukah kamu jadi teman cintaku
__ADS_1
Setelah lagu selesai Nabila menghadiahi Reyhan dengan satu kecupan di pipi Reyhan.
" I love you Rey" ucap Nabila dengan raut wajah bahagia
" I love you to Nab, i love you to" Reyhan meletakkan gitarnya dan memeluk Nabila
Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap penuh arti kepada Nabila.
" Kenapa masih pagi segemes ini sih Nab " Reyhan mencubit kedua pipi Nabila
" Duuh jangan cubit iih sakit" Nabila memegang kedua pipinya yang dicubit Reyhan
" Bulan depan kenapa lama banget sih yaampun " ucap Reyhan sambil menyandarkan kepalanya ke sofa
" Emang kenapa..? "
" Nab.. Kamu ga inget bulan depan kita mau nikah, ih parah sih "
" Oo inget lah, emang udah ga sabar ? "
" Engga aku udah ga sabar gimana dong " ucap Reyhan dengan menggoda
" Kamu ini bukan aku "
" Nab.." panggil Reyhan
" Apa Rey..?"
" Apa yang kamu minta untuk mahar nanti..?"
Nabila menggelengkan kepalanya, tentu membuat Reyhan bingung
" Kenapa..?" tanya Reyhan kembali
" Apapun mahar yang kamu berikan aku menerima, asal mahar itu tidak memberatkan kamu dan tidak merendahkan ku Rey " jawab Nabila
Reyhan tak menyangka jika Nabila akan menjawabnya seperti itu, dulu ia selalu mendengar cerita temannya yang mengatakan perempuannya meminta mahar cukup besar.
" Iyah Nab " Reyhan mengangguk
" Sudah jam setengah tujuh mau berangkat sekarang..?" tanya Nabila
" Jam tujuh saja, aku mau mempersiapkan diri bertemu dengan Rohman "
" Kayaknya itu butuh ekstra kesabar Rey "
" Iyah harus sangat ekstra, kamu gamau kasih aku amunisi dulu kedua pipi aku nganggur "
" Sekarang..?" tanya Nabila dengan tersenyum
" Tahun depan ga apa apa aku tungguin "
" Yaudah merem, sini pipinya aku ga sampai "
Reyhan menuruti permintaan Nabil, ia mendekatkan wajahnya ke Nabila.
Setelah Reyhan memejamkan matanya, Nabila bangun dari sofa dan beralih duduk dipangkuan Reyhan dan ia mendaratkan ciuman di bibir Reyhan
Reyhan merasakan hangatnya bibir Nabila yang berada diatas bibir, ia pun membalas ciuman itu dengan sangat lembut.
Reyhan mengangkat tubuh Nabila dan merebahkannya diatas sofa, ia mengendurkan dasinya yang sudah rapih dikemeja putihnya.
Kini Reyhan berada diatas tubuh Nabila, ia masih menciumi bibir Nabila.
Tangan Reyhan perlahan mulai turun hingga tepat dikemeja kerja Nabila, perlahan ia membuka satu persatu kancing baju yang tengah Nabila pakai.
Ciuman Reyhan mulai turun ke bagian leher putih Nabila, Nabila merasakan sesuatu yang beda ia tak ingin berhenti.
Triiing...
Ponsel milik Nabila berbunyi, dengan segera keduanya menghentikan aktivitas mereka.
" Sebentar ibu telpon" ucap Nabila
Nabila : Hallo Assalamualaikum Bu
Ibu : Waalaikumsalam, kamu sudah berangkat.?
Nabila : Ini mau berangkat Bu
__ADS_1
Ibu : Gini Nab ibu cuma ingin bertanya dan memastikan, apa benar kamu dan Reyhan hanya menjalin hubungan palsu..? Dan apa benar pernikahan kalian hanya sebatas perjanjian
Nabila menatap Reyhan yang juga mendengar percakapan Nabila dan sang ibu, kedua terkejut dengan ucapan ibunya