
Nabila duduk di meja kerjanya dan melihat Reyhan masuk kedalam ruangan tanpa menoleh sedikitpun
" Mampus gue kayaknya dia marah " gumam Nabila
Tak lama Reyhan kembali keluar dengan membawa tas kerjanya
" Pak Reyhan mau kemana..? " tanya Nabila panik
" Pulang " jawab Reyhan singkat
" Pu..pulang..? Tapi kan ini masih jam kerja pak "
" Kamu Sekretaris saya kan..? Kenapa masih diam disana, ayo "
" I..iya pak "
Nabila segera mematikan laptopnya, setelah berkemas ia langsung mengikuti Reyhan.
" Reyhaaan Lo marah yah " ucap Nabila
" Hmm " gumam Reyhan
" Yaudah kalau Lo marah "
Setelah pintu lift terbuka, Reyhan dan Nabila pun segera masuk kedalam mobil
Reyhan duduk di bangku penumpang, Nabila pun bingung siapa yang akan menyetir mobilnya.
" Rey ini lo nyuruh gue nyetir... ? " tanya Nabila dengan raut wajah yang bingung
" Hmm " gumam Reyhan sambil memainkan ponselnya
Nabila pun berpindah posisi di bagian kemudi, setelah itu ia mulai mengemudikan mobil Reyhan.
Untuk menghilangkan rasa jenuhnya Nabila memutar musik.
" Kekasihku mendekat padaku
Saat ini ku ingin secara kita berdua
Telah lama disini
Andai saja aku pengantinmu bahagia pasti di hati
Rengkuh aku bersamamu malam ini milik berdua
Dan ku tlah jatuh cinta
Ku wanita dan engkau lelaki
Perasaanku berkata I'm fallin in love
Sang cinta mendekatlah malam menyanggupi jadi saksi
Hati kecilku berkata I'm fallin in love I'm fallin in love " Nabila mulai bersenandung sendiri
Reyhan hanya diam mendengarkan Nabila bernyanyi.
Mobil yang Nabila kendarai sampai di apartemen milik Reyhan, setelah selesai memarkirkan mobil mereka pun segera turun.
" Duluan saja saya mau ke minimarket" ucap Reyhan memberikan kunci apartment miliknya
" oo oke " Nabila mengambil kunci tersebut dan langsung berjalan menuju lift
__ADS_1
Sepanjang jalan Nabila merasa kesal, padahal ia mengatakan hal seperti itu agar teman temannya tak menyukai Reyhan.
" Dasar nyebelin, ngeselin awas aja gue juga bisa diemin " gumam Nabila sendiri
Nabila pun kini sudah berada didalam, ia masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.
" Dah lah mending gue mandi aja " Nabila beranjak dari kasur menuju kamar mandi.
**
Reyhan yang sudah selesai membeli langsung pergi ke apartemennya.
" Tuh cewe ga ada ya ngerasa bersalah apa yah, rayu gue kek biar gue ga marah " gumam Reyhan
Reyhan membuka pintu apartemennya yang tak di kunci oleh Nabila, ia tak melihat Nabila disana.
" Kemana itu orang yah, apa lagi mandi yah " gumam Reyhan
Saat Reyhan hendak masuk kedalam kamar, lebih dulu pintu itu terbuka.
Saat keduanya berhadapan Nabila lebih dulu membuang mukanya dan mengurungkan untuk keluar, sedangkan Reyhan tetap masuk kedalam kamar.
Reyhan merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan cepat.
" Ish ngeselin" gumam Nabila, ia pun langsung keluar dari kamar
" Dasar cowo ngeselin, nyebelin, emang dia pikir gue ga bisa apa kayak dia " Nabila terus bergumam sendiri
Nabila memiliki ide agar Reyhan lebih dulu mengajaknya berbicara.
Nabila kembali masuk kedalam, mengambil kopernya dan memasukan baju bajunya.
Reyhan yang sejak tadi memainkan ponselnya melihat apa yang Nabila kerjakan langsung melempar ponselnya.
Reyhan langsung turun dari kasur dan menghampiri Nabila.
" Mau kemana..? Ngapain sama Kak Arga..? " tanya Reyhan dengan panik
Nabila tak menjawab ia terus merapihkan baju bajunya kedalam koper
" heeyy perempuan saya ini calon suami anda bukan teman anda " ucap Reyhan kembali
Nabila tetap tak menjawab ucapan Reyhan, kini justru ia menarik kopernya keluar dari kamar.
" Nab heyy mau kemana " Reyhan menahan Nabila
" Ga denger tadi gue ngomong apa sama Kak Arga, awas " ucap Nabila dengan ketus
" Astaghfirullah ko jadi gini sih, Gue tuh ya berharap Lo minta maaf karena udah ngejelekin gue didepan temen temen Lo"
" Bodo gue ga perduli, awas gue mau pergi "
Reyhan melepaskan koper yang dibawah oleh Nabila, dan dengan cepat Reyhan mengangkat tubuh Nayla dan membawa kedalam kamar
" Reyyy lepasin ihh kasian kak Arga udah nunggu " ucap Nabila sambil memukul Reyhan
" Bodo " jawab Reyhan singkat
Setelah dikamar Reyhan merebahkan tubuh Nayla di atas kasur, dan ia mengurung dengan tubuh diatas Nayla.
" Ko Lo bisa bisanya ngomong gue temen Lo sih Nab "
" Emang Lo siapa gue..? pacar..? Kan Lo ga pernah ngajak gue pacaran, atau Abang gue..? "
__ADS_1
" Eehh gue calon suami Lo, ga inget dua Minggu lagi kita nikah "
" Mana ada calon suami diemin calon istrinya "
" Ya kan tadi gue udah jelasin sayang, gue tuh berharap lo minta maaf ke gue atau apa gitu "
" gamau gamau gamau, lagian gue tuh ngomong gitu biar temen temen gue ga ngebayangin Lo jadi pacar mereka lagi tau ga " Nabila yang sejak tadi bertatapan dengan Reyhan langsung membuang mukanya karena malu
" Oo jadi Lo cemburu nih ceritanya " ledek Reyhan
" Engga "
" Coba sini liat gue, bilang kalau Lo ga cemburu " Reyhan mencoba menarik wajah Nabila
" Engga mauu Rey ih "
" Kalau kayak gitu gimana gue mau liat wajah Lo, terus gimana gue mau nyium Lo..? "
Nabila tak menjawab dan masih membuang wajahnya dari Reyhan
" Yaudah kalau Lo gamau liat gue, jangan salahin gue " ucap Reyhan
" Lo mau ngapain..? " tanya Nabila panik ia namun ia tetap tak ingin menoleh kearah Reyhan
Reyhan mencium leher mulus milik Nabila, Nabila mencengkram bahu Reyhan.
" Mmhh Rey.. " Tanpa sadar Nabila memejamkan matanya karena menikmati sentuhan Reyhan
Reyhan mengendurkan dasinya yang masih terpasang di kemejanya.
Perlahan tangan Reyhan mulai membuka kancing piyama tidur milik Nabila.
" Liat sini sayang " Reyhan menarik dagu Nabila sehingga kini Reyhan dapat melihat wajah Nabila
" Lo lucu kalau cemburu Nab, Lo juga cantik " ucap Reyhan
Nabila pun menarik leher Reyhan sehingga ia dapat mencium bibir milik Reyhan.
Tangan Nabila mulai melepaskan dasi milik Reyhan dan melemparnya asal, ia juga membuka kancing kemeja kerja Reyhan.
" Kita udah pernah kan Rey...? " ucap Nabila dengan menatap Reyhan
" Iya kenapa..? " tanya Reyhan gugup
Nabila tak menjawab pertanyaan Reyhan, ia kembali mencium bibir milik Reyhan.
Seolah mendapatkan izin Reyhan melajukan permainannya, kini kancing piyama Nabila dan baju Rey sudah berhasil terlepas.
Tangan milik Rey mulai menyusuri tubuh Nayla, hingga berhenti di dua benda milik Nabila
Karena sudah diliputi rasa gairah Nabila membiarkan Reyhan melakukan apapun.
" Mmhh " desah kembali keluar dari mulut Nabila
Tok.. Tok.. Tok ..
Terdengar suara ketukan dari depan pintu kamar Reyhan, keduanya sama sama terkejut. Nabila mendorong tubuh Reyhan hingga jatuh ke sampingnya.
Dengan segera Nabila dan Reyhan memakai kembali pakaiannya.
" G..gue keluar dulu " ucap Reyhan gugup
Reyhan langsung membuka pintu apartemennya, dan ia melihat sosok wanita berdiri didepan pintu tersebut.
__ADS_1