
" Reyhaan kenapa berhenti dadakan " Nabila terkejut karena mobil yang Reyhan bawa berhenti mendadak.
" Kenapa Lo nanya itu ke gue Nab..?"
" Ga apa apa gue cuma nanya aja, Lo sendiri kenapa tiba tiba berhenti..?"
" Maaf gue ga sengaja "
Reyhan kembali melajukan mobilnya, untung saja kondisi jalan sedang tidak ramai.
" Rey Lo belom jawab pertanyaan gue.."
" Gatau, gue setia "
" Setia tapi ciuman sama cewe lain "
" Engga dia aja yang nyium gue, terus dia gue dorong jatoh deh habis itu gue tinggal"
" Kalau gue lakuin itu Lo juga gituin gue..?"
" Ya enggaklah, malah gue kunci pintu ruangan gue "
" Masaa "
" Mau bukti..?"
" Hehe engga engga bercanda Rey "
Setelah menempuh perjalanan Reyhan dan Nabila sampai di kantor, mereka pun langsung menaiki lift khusus petinggi.
" Jauh jauh amat sih kayak orang berantem tau ga " ucap Reyhan menarik tangan Nabila
" gamauu nanti ada yang liat "
" Tenang aman "
Reyhan menggenggam jari Nabila dan menutup dengan jasnya.
Setelah pintu lift terbuka dengan cepat Nabila melepaskan genggaman tangan Reyhan, ia juga lebih dulu keluar dari lift.
" Waaah ini meja kerja gue " Nabila senang melihat meja kerjanya sudah tersusun rapih
" Gimana suka..? "
" Bangeett kalau gini gue kan semangat kerjanya"
" Ikut dulu ke dalem " Reyhan menarik pelan tangan Nabila
" Mau ngapain Rey, ini kan mau kerja "
" Masih ada waktu 15 menit lagi untuk masuk kerja, jadi gue masih punya waktu berduaan "
" Astaga Rey, kemarin kita tuh kayaknya 24 jam deh bareng nanti juga bareng lagi "
" Biarin gue tetep mau berduaan dulu "
" Ih Reeyy nanti ada yang liat ah, udah Lo mending siap siap sana gue juga mau siap siap "
" Hmm "
Nabila pun keluar dari ruangan Reyhan, dan dengan malas Reyhan pergi ke meja kerjanya.
**
Nabila mulai melakukan pekerjaan sebagai sekretaris Reyhan, walaupun ini adalah pengalaman pertama baginya namun ia tak khawatir karena ia pernah pelajari dasar sebagai sekretaris.
" Widiihh Bu Sekretaris "
" Ehh Pak Rohman, bapa mau ketemu Pak Reyhan..?"
" Iya ini mau ngasih berkas yang dia minta, ada kan Pak Reyhannya "
" Ada Pak, mari saya antar masuk "
Nabila mengetuk pintu terlebih dulu sebelum membuka pintu, setelah itu ia langsung mendorong handle pintu.
" Permisi pak Rey, ini ada Pak Rohman yang ingin memberikan berkas yang bapa minta"
" Oke duduk "
Roham duduk di sebrang kursi Reyhan, sedangkan Nabila berdiri disebelah Reyhan sambil membantu Reyhan menandatangani berkas.
" Pak Rohman boleh keruangan dulu, saya ingin membaca lebih dulu dokumen ini "
" Baik Pak Reyhan saya permisi "
Rohman pun keluar dari ruangan Reyhan, sekarang hanya ada Nabila dan Reyhan didalam ruangan.
" Berapa lama kamu kerja sama Pak Rohman " ucap Rey dengan serius
" Hmm kayaknya dua tahun Pak, ada apa yah..?"
" Jujur sama saya, apa semua laporan yang Pak Rohman itu dia yang buat..? atau dia hanya mengcopy tanpa mempelajari "
Nabila bingung harus menjawab apa, sebenarnya sejak lama Pak Rohman memang tak pernah membuat laporan sendiri ia selalu meminta kepada yang lain untuk membuatkan laporan miliknya.
" Nab jawab jujur, saya ga suka kebohongan " ucap Reyhan dengan nada tegas
__ADS_1
" Hmm dulu sewaktu saya masih satu devisi sama Pak Rohman, Pak Rohman selalu menyuruh saya dan yang lain untuk membuat laporan miliknya pak. Karena beliau bilang beliau ini spv jadi beliau berhak menyuruh bawahannya "
" Kamu pernah ikut hal itu..?"
" Iyah Pak " Nabila mengangguk pelan
Reyhan bangkit dari kursinya dan memegang dokumen yang Rohman bawa.
" Tunggu Pak Rey mau kemana.." Nabila menghalangi jalan Reyhan
" Tenang, ikut saya "
Dengan rasa takut Nabila mengikuti langkah kaki Reyhan dari belakang, ia takut jika Reyhan berkata apa yang ia dengar dari mulutnya.
Sesampainya didepan ruangan Rohman, semua langsung terdiam namun Reyhan tak menemukan keberadaan Rohman.
" Dimana Pak Rohman " tanya Reyhan
" Tadi katanya keruangan bapa " jawab Chika sambil melirik yang lain
" Sejak tadi belum kembali keruangan..?" tanya Reyhan kembali
" Belum Pak " jawab Yaya
" Kalian bertiga ikut saya keruangan " ucap Reyhan dan ia pun pergi
Yaya, Chika dan Jesika seolah memberi kode kepada Nabila namun Nabila hanya mengangkat kedua bahunya.
" Ayo " ucap Nabila
Nabila berjalan lebih dulu mengejar Reyhan, sedangkan ketiganya berjalan lebih pelan.
" Duh kenapa yah, kayaknya ada yang salah deh dari laporan yang gue buat " ucap Chika ketakutan
" Ya lagian itu kan juga bukan kerjaan Lo Chik, bahkan Lo aja ga paham " jawab Yaya menenangkan Chika yang panik
" Lagian si Rohman kemana sih, ngilang Mulu kerjanya" timpal Jesika
Ketiganya pun sampai didepan pintu Reyhan, Yaya memimpin untu masuk kedalam
" Permisi Pak " ucap Yaya sembari menundukkan tubuhnya
" Duduk " jawab Reyhan singkat
" Nab tolong bawa beberapa dokumen dimeja saya dan bawa kesini " perintah Reyhan
" Baik Pak " Nabila pun segera mengambil berkas yang Reyhan maksud dan langsung memberikan kepada Reyhan.
" Kalian ingin berkata jujur kepada saya atau kalian ingin saya mengakhiri kontrak kerja saya " ucap Reyhan dengan dingin
" Jujur Pak " jawab ketiganya bersamaan
Ketiganya saling berpandangan, mereka saling menyuruh untuk menjawab.
" Jawab pertanyaan saya..!! Saya ga suka di bohongi" Ucap Reyhan dengan tegas
" Iyah Pak " Jawab ketiganya
" Jadi tak pernah ada yang Rohman kerjakan satupun laporannya..?"
" Tidak ada pak, Pak Rohman hanya memberikan kertas coretan dan menyuruh kita untuk menyusun " jawab Chika
" Apa sering Rohman menghilang dari ruangan..?"
" Iyah Pak " jawab Yaya
" Kalian tau dimana biasanya dia pergi..?"
" Tangga darurat lantai 4 Pak " jawab Jesika dengan hati hati
Sebenarnya bukan hanya Jesika yang tau, Nabila, Yaya dan Chika pun tau. Beberapa kali tanpa disengaja, mereka bertemu dengan Roham dengan seorang wanita sedang bercumbu.
Bahkan pernah sekali Nabila melihat Rohman keluar dari gudang bersama dengan seorang wanita, Nabila pun bercerita kepada Yaya dan lainnya saat itu.
" Dimana lagi selain disana..?"
" Gudang lantai 3 Pak, karena disana jarang di lalui orang " kali ini Nabila menjawab
" Kalian ikut saya, dan kalian tidak perlu khawatir saya tidak akan membocorkan jika informasi ini saya terima dari kalian "
" Baik Pak " Yaya dan keduanya mengangguk
Reyhan sudah menyusun semua rencana, untuk hal ini sudah tidak perlu lagi diragukan Reyhan ahlinya.
Reyhan pergi menuruni anak tangga satu persatu, namun hingga di lantai yang dimaksud Reyhan tak menemukan keberadaan Rohman.
" Hmm okelah " Reyhan kembali naik dan pergi ketempat gudang yang Nabila ucapkan
Baru Reyhan ingin membuka pintu tersebut, Reyhan mendengar suara dshn dari dalam.
" Mmmhh Pak pelan pelan pak "
" Iyaah kamu nikmati saja "
Reyhan langsung memberi kode kepada empat perempuan itu, dan mereka langsung menjalankan aksi mereka
Reyhan meminta kuci cadangan kebagian gudang dengan alasan ingin menyimpan berkas yang tak terpakai, setelah mendapat kunci keempat perempuan itu membawa masing masing dus kosong.
Reyhan membuka pelan pintu tersebut, dan setelah berhasil ia langsung menyalakan lampu gudang tersebut.
__ADS_1
" Aaaaa " teriak perempuan dan diikuti oleh Rohman
" Sedang apa kalian disini " bentak Reyhan
" Paak.. Rey saa..saya bisa jelasin pak " ucap Rohman dengan gugup sambil merapihkan pakaian
Seorang perempuan yang bersama dengan Rohman adalah petugas kebersihan, setelah pakaiannya rapih ia bergegas keluar meninggalkan Rohman.
" Kalau saya tidak kesini untuk menyimpan dokumen saya tidak pernah tau kelakuan kamu Rohman "
" Sa..saya bisa jelasin pak maafin saya Pak " Rohman memegang kaki Reyhan
Rohman menatap keempat perempuan yang datang bersama dengan Reyhan dengan membawa kardus.
" Bangun kamu " ucap Reyhan dengan tegas
Rohman bangun dan berdiri tepat dihadapan Reyhan.
" Tadi saya pergi keruang kerja kamu namun kamu tidak ada, saya akhirnya menunggu kamu karena laporan yang kamu berikan ini banyak revisi. Akhirnya saya mencoba mencari file tersebut dikomputer kamu, tapi saya tak menemukan file tersebut. "
" Maaf pak komputer saya memang ada virus jadi saya tidak menyimpan di komputer saya, saya biasa meminjam komputer yang lain pak "
" Kenapa kamu tidak membuat laporan..? Dan kenapa hanya komputer kamu saja yang bermasalah..? Tapi tadi saya cek komputer kamu aman aman saja "
" Tapi Pak saya—" ucapannya Rohman terhenti
" Kamu boleh pulang kerumah sekarang, besok pagi temui saya diruangan dan untuk kalian bertiga kalian juga saya tunggu besok pagi diruangan. Sekarang saya minta ponsel milik kalian serahkan kepada saya, saya tidak ingin ada kebohongan atau drama apapun lagi "
" Baik Pak " jawab ketiga perempuan itu
***
Reyhan kembali keruangan dengan membawa empat ponsel, ia pun langsung menyimpan didalam laci.
" Pulang nanti kembalikan ponsel mereka " ucap Reyhan
" Oke Pak Rey "
Nabila melihat jam didinding menunjukkan waktu makan siang, Nabila pun meminta izin kepada Reyhan untuk pergi.
" Hmm Rey.." panggil Nabila ragu
" Kenapa..?" saut Reyhan yang tengah menyusun berkas dimejanya
" Gue izin keluar boleh kan..? Jam 1 gue balik ke kantor "
" Iyaah silahkan "
" Makasih Reyhan "
Dengan segera Nabila keluar dari ruangan Reyhan, namun karena rasa penasaran Reyhan pun mencoba mengikuti Nabila diam diam.
**
Nabila yang sudah sampai dicafe langsung mencari orang yang dimaksud, dan setelah ia melihat ia langsung menghampiri meja tersebut.
" Maaf kak lama " ucap Nabila yang sudah duduk
" Engga apa apa, mau pesan apa..? "
" Apa aja kak, tapi minumnya air putih aja "
" Oo oke "
Saat ini Nabila tengah bertemu dengan Arga, laki laki yang sempat singgah di hatinya namun Arga selalu berkata ia hanya menganggap Nabila sebagai adiknya.
" Kamu apa kabar Nab..?" tanya Arga
" Baik kak, Kaka sendiri gimana kabarnya..?"
" Baik setelah bertemu kamu Nab "
" Kak Arga beneran pindah ke Jakarta..?"
" Iyah, baru hari ini senggang jadi baru bisa ngabarin kamu "
" Ooo Maaf yah Kak aku ga bisa ketemu malem "
" Iyah ga apa apa ko "
Arga meraih tangan Nabila yang berada diatas meja, Nabila terkejut dengan hal itu
" Nab, selama ga ada kamu kemarin hidup aku bener bener kosong, hampa, warna warni yang kamu berikan menghilang Nab bersama tanpa adanya kamu. Dulu jika orang tanya kamu itu siapa, aku selalu bisa menjawab tegas kamu adik aku tapi ternyata aku salah Nab perpisahan itu memberikan aku sebuah tamparan, ternyata aku sayang dan cinta sama kamu lebih dari seorang adik Nab " ucap Arga sambil menatap Nabila
" Kak.." Nabila terkejut dengan apa yang ia dengar
" Menikahlah dengan aku Nab, aku janji akan menjadikan kamu wanita yang paling berharga" Arga berlutut dan mengeluarkan kotak yang berisi cincin
" Kak Arga serius..? Kak Arga ga bercanda..?" Nabila menatap wajah Arga
" Iyah Nab aku serius " jawab Arga
Nabila tak menjawab, ia mengulurkan jarinya kepada Arga namun tiba tiba keduanya mendengar suara bising dikejauhan.
" Maaf Maaf saya tidak sengaja " ucap seorang laki laki yang menabrak pelayan
Laki laki itu langsung keluar dari cafe dengan cepat.
__ADS_1
" Nab..." panggil Arga dengan wajah kecewa