
Nabila tengah asik berbaring di kasur sambil menonton film dari ponselnya, setelah Reyhan mengabarkan akan pergi ia pun tak lagi mengirim pesan kepada Reyhan
Tingg..!!
Terdapat notifikasi pesan dari Arga masuk ke ponselnya.
" Kak Arga ngirim Vidio apa yaa " gumam Nayla membaca dari notifikasi.
Nabila pun menjeda film yang tengah ia putar, ia langsung mengalihkannya ke roomchat Arga.
[Arga : *Vidio Reyhan*]
[Arga : Aku lagi di cafe dan ga sengaja ngederin, mungkin kamu sendiri belum tau tentang ini]
Nabila dengan segera memutar vidio tersebut.
" Jadi selama ini Rey bohong sama gue..? " gumam Nabila sambil terus memutar vidio tersebut
Nabila bukan hanya marah kepada Reyhan, ia juga kecewa bahkan sangat kecewa.
Sebuah rahasia yang tak pernah ia tau, bahkan mungkin ia juga tak akan pernah tau jika Reyhan tak pernah mengatakannya.
Setelah vidio telah selesai, dengan segera Nabila mengirim pesan kepada Reyhan.
[Nabila : *Vidio yang Arga kirim]✓✓
[Nabila : Makasih buat semuanya Rey]✓✓
[Nabila : Sorry Rey gue ga bisa lanjutin hubungan ini, dan mulai sekarang ga ada apa apa lagi diantar kita]✓✓
[And Memblokir Nomor Ini]
Nabila langsung melempar ponselnya ke lain arah, belum sembuh luka kemarin kini sudah hadir luka baru di hatinya.
" Lo egois Rey, Lo jahat, pembohong besar " ucap Nabila sambil menangis
(Biar lebih galaauu sambil puter lagunya sih seru 🤫)
****
Sore hari Reyhan dan temen temannya masih asik berkumpul, ia juga belum membaca pesan yang Nabila kirimkan.
Reyhan membuka ponselnya untuk memastikan adanya chat dari Nabila, dan benar saja ia menerima pesan dari Nabila.
Namun bukan pesan yang biasa Nabila kirimkan seperti biasanya, melainkan sebuah pesan yang tak pernah ia harapkan.
" Lo kenapa Rey " tanya Albian melihat raut wajah Reyhan yang panik
Reyhan melihat kesekitar cafe, dan benar saja ia melihat Arga yang baru saja hendak keluar meninggalkan cafe
" Siaaal " umpat Reyhan saat mengetahui adanya Arga
" Kenapa sih ..? " tanya Albian
Reyhan menunjukkan pesan itu kepada teman temannya, dan mereka juga terkejut dengan apa yang mereka lihat
" Lo tau orangnya Rey yang ngirim..?? kita habisin aja " ucap Albian yang juga emosi
" Gue pergi dulu " Dengan segera Reyhan pergi meninggalkan cafe
Reyhan mencoba menghubungi Nabila, namun nomor tersebut tidak dapat di hubungi.
__ADS_1
" Aarrgghh " Reyhan memukul stir mobilnya dengan kencang
Dengan segera ia melajukan mobilnya menuju rumah Nabila, ia harus menjelaskan semuanya kepada Nabila.
Reyhan memang berniat untuk jujur tentang ini, namun Reyhan menunggu waktu yang tepat.
Sepanjang jalan Reyhan masih mencoba menghubungi Nabila, namun tetap saja nomor itu tidak bisa dihubungi.
Sesampainya di halaman rumah Nabila, dengan segera Reyhan mengetuk pintu rumah Nabila.
" Nab.. Buka Nab " ucap Reyhan sambil terus mengetuk pintu
" Orangnya kalau ga salah belum lama pergi mas " ucap salah satu ibu ibu yang kebetulan melihat
" Naik apa ya Bu perginya..? " tanya Reyhan menghampiri ibu ibu tersebut
" Kalau ga salah naik mobil mas, yaudah saya permisi yah " ucap ibu ibu tersebut yang kemudian pergi meninggalkan Reyhan
Tubuh Reyhan melemas inilah yang ia takutkan, dan semuanya terjadi dihari ini.
Belum selesai dengan masalah yang sebelumnya kini Reyhan harus di hadapkan dengan masalah baru di hubungan mereka.
" Gue emang luka buat Nabila " gumam Reyhan pelan
Reyhan kembali masuk kedalam mobilnya, dan pergi meninggalkan halaman rumah Nabila.
***
" Lo tenangin diri lo dulu Nab, gue tau lo lagi marah sama Reyhan " ucap Ayumi
Ayumi langsung menghampiri Nabila saat Nabila mengirim pesan kepadanya.
" Gue bukan cuma marah Yum, gue benci sama dia, gue kecewa sama dia " ucap Nabila yang masih menangis
" Nab lo tenangin diri lo dulu, coba deh lo berdua nih ngomong berdua cari solusinya " Ayumi mencoba memberikan masukan kepada Nabila
" Ya solusinya udahan Yum,ga ada solusi lain " ucap Nabila
" Mungkin setelah lo denger dari gue, lo juga bakal benci sama gue Nab " ucap Ayumi
" Maksudnya..? " tanya Nabila yang bingung
" Gue juga tau Nab kejadian itu, Albian dia cerita ke gue tentang rencana malam itu. Gue juga marah saat itu, gue juga kecewa banget kenapa sih harus pakai cara kotor kayak gitu. Tapi Albian bilang, desakan dari keluarga yang bikin Reyhan nekat. Dan setelah malam itu Reyhan ngehubungin gue, dia nanya tentang makanan kesukaan Lo, tempat Lo yang suka, pokoknya segala hal tentang lo. Dia bilang kalau lo itu rumah buat dia Nab, dia bener bener sayang sama lo " ucap Ayumi menjelaskan semuanya kepada Nabila
" Lo ga apa apa Nab kalau mau marah sama gue karena hal ini, gue tau gue juga salah. Dan lo tau Valen ..? Dia yang udah ngomong ke orangtua Lo masalah hubungan lo " ucap Ayumi kembali
Nabila memeluk Ayumi dengan erat, ia benar benar ingin menumpahkan semua masalahnya dalam tangisnya.
" Gue sayang Yum sama dia, gue juga cinta sama dia, tapi gue juga benci, gue kecewa Yum " ucap Nabila sambil memeluk tubuh Ayumi
" Iyah gue paham ko Nab gue paham apa yang lo rasain, ga apa apa Lo butuh waktu" ucap Ayumi
Tiba tiba ponsel milik Ayumi berbunyi, dan Nabila pun melepaskan pelukannya.
" Bentar Albian telpon Nab " ucap Ayumi melihat panggilan itu dari Albian
Ayumi : Ya Al, kenapa...?
Albian : Kamu lagi sama Nabila..?
Ayumi : Hmm aku sama Nabila, ada apa..?
Albian : Kamu kerumah sakit sekarang yah, Reyhan kecelakaan
__ADS_1
Ayumi : Rumah sakit mana Al..?
Albian : Rumah sakit xxx
Ayumi : Yaudah aku kesana sekarang sama Nabila
Albian : Iyaah
" Nab kita kerumah sakit sekarang yah " ucap Ayumi yang panik
" Siapa yang masuk rumah sakit..? Albian..? " tanya Nabila
" Reyhan Nab, dia kecelakaan " jawab Ayumi
" Bohong kan Yum, pasti dia bohong kan " ucap Nabila yang masih tak percaya
" Kalau lo disini dan ga kesana ga akan tau, ayo cepet " ucap Ayumi
Dengan malas akhirnya Nabila pun tetap pergi bersama Ayumi.
Nabila masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ayumi, namun ia tetap datang untuk memastikan dan jika terbukti tidak benar Nabila tak akan lagi percaya kepada siapapun.
Kini keduanya sudah sampai di halaman rumah sakit, Ayumi langsung mengajak Nabila untuk masuk kedalam.
Mereka pergi keruang IGD , disana sudah ada Albian dan kedua temannya.
" Gimana kondisi Reyhan Al..? " tanya Ayumi
" Masih di periksa dokter " jawab Albian
" Gimana kejadiannya..? Terus kenapa lo tau..? " tanya Ayumi kembali
" Tadi pas di cafe setelah dia bilang mau pergi kerumah Nabila gue ngikutin dia, soalnya dia bilang ga enak badan. Terus mungkin karena ngelamun atau apa gue gatau, dia ngihandarin motor dan nabrak pohon besar " ucap Albian menceritakan
Nabila hanya mendengarkan cerita Albian, sejujurnya ia juga khawatir dengan kondisi Reyhan sekarang.
Dokter keluar dan menghampiri lainnya
" Gimana dok kondisi teman saya..? " tanya Albian
" Pasien mengalami beberapa jahitan karena luka di kepalanya, dan untungnya tak ada luka parah. Tapi kita sudah melakukan scan untuk memastikan tak ada cedera di dalam " ucap sang Dokter menjelaskan
" Sudah bisa di jenguk dok..? " tanya Nabila yang sejak tadi hanya diam
" Boleh kebetulan pasien juga sudah sadar, tapi saya minta jangan ramai ramai yah. kalau gitu saya permisi dulu " ucap Sang Dokter
" Sana Nab masuk, nanti biar kita gantian " ucap Albian dan Ayuma mengangguk
Nabila pun masuk sendiri keruangan Reyhan, saat ia membuka pintu ia mencoba menahan air matanya agar tak jatuh di hadapan Reyhan.
" Rey " panggil Nabila
" Nabila " saut Reyhan menoleh kearah Nabila
Nabila berdiri disebelah kasur Reyhan, ia melihat beberapa luka memar pada tubuh Reyhan dan juga perban di bagian kepala.
" Nab gue minta maaf udah bikin lo marah, mungkin juga lo udah kecewa sama gue kan, gue tau gue salah ya mungkin kata maaf gue udah ga ada artinya kali ya buat lo. Seperti yang Lo bilang tadi di pesan, mungkin benar hubungan kita emang udah gabisa buat di lanjut Nab. Kita selesai sampai disini yah Nab, kita akhirin semuanya " ucap Reyhan meraih tangan Nabila yang berada di kasurnya
Entah apa yang Nabila akan jawab, lidahnya terasa kaku untuk menjawab sedangkan air mata yang sejak tadi ia tahan kini mengalir begitu saja seiring dengan perkataan yang Reyhan ucapkan.
...****************...
__ADS_1