
Reyhan tak menginginkan perpisahan dengan Nabila, namun ia berfikir jika ia hanya luka untuk Nabila bagaimana Nabila akan bahagia nantinya.
Reyhan mencoba memposisikan dirinya untuk duduk.
" Lo gausah mikirin soal pernikahan kita yang gagal Nab, biar itu jadi urusan gue. Yang terpenting gue mau lo bahagia, bisa kan Nab..? " ucap Reyhan dengan sesak dihatinya
" Jangan nangis lagi yah Nab, cowo brgsk kayak gue ga pantes buat lo tangisin Nab. " Reyhan menghapus air Nabila dengan jarinya.
" Rey gue- " ucapan Nabila terhenti
" Gue mau istirahat dulu ga apa apa kan Nab..? " tanya Reyhan memotong ucapan Nabila
" Hemm gue pulang dulu yah, cepet pulih " Nabila pun segera mungkin keluar
Reyhan menatap punggung Nabila dari ranjangnya, sejujurnya ia tak ingin melepaskan Nabila tapi semua akan terasa sakit jika terus di paksa.
Saat Nabila keluar dari ruangan Reyhan, Nabila langsung memeluk Ayumi dengan erat ia menangis di pelukan Reyhan.
" Nab kenapa cerita sama gue Nab " ucap Ayumi yang khawatir kepada sahabatnya itu
Nabila tak menjawab ia masih menangis di pelukan Ayumi
" Lo berantem lagi sama Reyhan atau apa..? " tanya Albian yang juga penasaran
" Gue udahan sama Reyhan " gumam Nabila sambil menangis
Ayumi menatap Albian seoalah memberi kode, Albian yang paham langsung masuk kedalam ruangan Reyhan.
" Rey.. " panggil Albian yang kini sudah berada diruangan Reyhan
" Hemm " gumam Reyhan tanpa menoleh kearah Albian
" Lo beneran udahan sama Nabila..? kenapa Rey, bukannya lo sayang banget sama dia " ucap Albian yang tak percaya dengan kabar tersebut
" Gue ga pantes buat dia Al, yaudah lah lagian mau di pertahanin kayak apapun ga baik hubungan gue sama dia " ucap Reyhan sambil menahan air matanya
" Rey jangan gitu lah, kalian berdua cuma lagi panas aja "
" Lusa gue mau balik ke Belanda Al, tolong bantu gue ya "
Albian semakin terkejut dengan ucapan Reyhan, ia tak menyangka sebegini rumitnya hubungan Reyhan dan Nabila
******
Nabila pulang kerumah dengan perasaan hancur, ia tak menyangka jika ternyata hubungannya dengan Reyhan harus berakhir seperti ini.
Ia memang kecewa kepada Reyhan sangat kecewa, tapi mendengar cerita Ayumi dan Albian membuat dirinya juga bersalah kepada Reyhan.
Nabila meraih ponselnya dan membuka roomchat Reyhan, ia kembali membuka nomor Reyhan yang sempat ia blokir sebelumnya.
Ia ingin mengirim pesan kepada Reyhan namun setelah ia mengetik pesan tersebut, ia mengurungkannya.
Nabila meletakkan ponselnya di sebelahnya, dalam lamunannnya ia teringat akan kebersamaannya bersama dengan Reyhan.
" Gue kangen lo Rey " gumam Nabila sambil memeluk guling di sebelahnya
..
Karena luka yang tak cukup parah dokter pun mengizinkan Reyhan untuk pulang, namun Reyhan memilih untuk pulang ke apartemennya.
Awalnya Albian ingin menemani Reyhan, namun ia menolaknya karena ia ingin sendiri untuk beberapa waktu.
Reyhan masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasurnya, kasur itu sama masih sama dengan terakhir Nabila tempati.
Ia megambil foto yang terpanjang di meja kamarnya, foto yang diambil saat ia dan Nabila lamaran saat itu.
" Gue sayang banget Nab sama lo, sayang banget " ucap Reyhan sambil menatap foto tersebut.
Reyhan bangkit dari kasurnya dan mengambil kopernya yang berada diatas lemari, ia mulai menyusun semua pakaian miliknya di dalam koper sambil sesekali menghapus air matanya yang takk dapat lagi ia tahan.
__ADS_1
Setelah selesai mengepack semua barang barangnya, Reyhan keluar dari kamarnya dan pergi menuju balkon. Dengan gitar ditangannya Reyhan berencanda untuk merekam dan memberikan lagu yang nantinya ia kirimkan untuk Nabila.
Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan kusia-siakan hidupku
Dan kubawa kau s'perti diriku
Walau hati ini t'rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi kulakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus kurelakan
Kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t'lah kuberikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
'Kan kut'rima semua demi cinta, wo-wo
Jujur, aku tak kuasa
Saat terakhir kugenggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Kutemukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan
Jujur, aku tak kuasa
Saat terakhir kugenggam tanganmu (tanganmu)
Namun yang pasti terjadi (yang pasti terjadi)
Kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari (nanti esok hari)
Kutemukan dirimu bahagia (dirimu bahagia)
Ijinkan aku titipkan
Kisah cinta kita (kisah cinta kita)
Reyhan berencana untuk memberikan ponselnya kepada Nabila, namun ponsel itu hanya berisi tentang foto dirinya bersama dengan Nabila dan semua kenangan kenangannya bersama Nabila.
Ia juga membuat surat untuk kedua orangtuanya, orangtua Nabila dan juga Nabila. Jika ada pihak yang harus disalahkan, Reyhan tak masalah menjadi pihak tersebut yang terpenting Nabila bahagia.
Reyhan meletakkan gitarnya dan membuka ponselnya, ia membuka roomchat Nabilam ia membaca kembali pesan terakhir yang Nabila kirimkan kepadaya.
Dan ia juga kembali membaca pesan pesannya bersama Nabila, ada rasa rindu yang kini ia rasakan.
****
__ADS_1
Hari ini Nabila kembali bekerja ke kantor, setelah kemarin ia habis waktunya dikamar seharian.
Ia juga membatalkan janjinya untuk pergi bersama dengan Rian, dan orangtuanya pun memberikan kabar jika tak jadi pulang kemarin.
Karena seharian menangis mata Nabila pun sembab, namun ia tak perduli.
Nabila duduk di kursi kerjanya dan merapikan meja kerjanya.
" Pagi Nab " sapa seorang laki laki
" Pagi Ian " sapa Nabila balik
" Lo kenapa Nab..? Mata Lo sembab gitu, ada apa..? " tanya Rian panik
" Engga gue ga apa apa ko " jawab Nabila menggelengkan kepalanya
Saat Nabila dan Rian tengah berbincang, Reyhan yang baru saja datang langsung masuk kedalam ruangannya.
Nabila melirik kearah Reyhan yang masuk begitu saja tanpa menyapa dirinya, rasanya sakit.
" Gue keruangan dulu yah Nab " ucap Rian berpamitan
" Iyah Ian " jawab Nabila mengangguk
Nabila mencoba masuk keruangan Rian dengan membawa schedule hari ini.
Tok.. Tok.. Tok..
Setelah menarik nafas dalam dalam, Nabila memegang handle pintu dan mendorongnya.
" Pagi Pak " sapa Nabila yang begitu canggung
" Ya pagi " sapa balik Reyhan yang tengah sibuk merapikan mejanya
" Ini untuk schedule hari ini, dan ini juga ada beberapa berkas untuk diperiksa" ucap Nabila meletakkan diatas meja Reyhan
" Makasih, oiya mulai besok kamu bisa gabung kembali dengan team kamu yah. Saya bisa mengurus keperluan saya sendiri " ucap Reyhan yang enggan menatap Nabila
" Tapi Rey " gumam Nabila
" Saya yang jelasin ke Papah, Saya tau itu kan yang ingin kamu bicarakan..? " jawab Reyhan
" Apa harus seperti ini Rey..? " Nabila memberanikan dirinya untuk bertanya
" Seperti ini gimana..? " Tanya Reyhan yang seolah tak mengerti pertanyaan Nabila
" Ya kita saling berjarak, dan saling menjauh kayak gini Rey. " jawab Nabila
Reyhan bangun dari kursinya dan mendekat kearah Nabila.
" Ya memang seharusnya kan..? " tanya Reyhan
" Kenapa..? " jawab Nabila
" Ga apa apa, tapi emang seharusnya kita jaga jarak. Lupain kemarin kemarin, anggap aja itu ga pernah terjadi diantara kita. Anggap aja semua yang gue lakuin buat Lo itu semata karena agar Lo mau lakuin perjanjian kita, dan sekarang semuanya udah selesai jadi yah lebih baik kita saling jauh " ucap Reyhan
" Bilang sama gue Rey kalau emang Lo ga pernah cinta dan sayang sama gue " ucap Nabila dengan suaranya yang mulai bergetar
Reyhan diam tak berani menjawab ataupun menatap Nabila
" Rey " panggil Nabila
" Gue ga pernah cinta dan sayang sama Lo Nab. " ucap Reyhan dengan lantang
Plaakk
Nabila menatap wajah Reyhan dengan keras.
" Gue benci sama Lo " ucap Nabila kemudian ia berlari keluar dari ruangan Reyhan
__ADS_1
Reyhan mengepalkan tangannya lalu memukul dinding sekeras mungkin.
" Maafin gue Nab maafin gue " ucap Reyhan sambil menangis