
Teriakan itu berhasil mengejutkan semua orang yang berada diruangan, namun Rohman semakin senang mendengar ucapan itu dari Reyhan.
" Lepasin Nabila apa kamu tidak dengar Rohman..!! " ucap Pak Hartono
" Kenapa..? Apa wanita sangat berarti..? " ucap Rohman
Reyhan mendekat kearah Rohman, sedangkan Nabila menggelengkan kepalanya.
" Rey jangan Rey " ucap Nabila memohon namun Reyhan tetap berjalan
" Oo jadi kamu berani ternyata yah " Ucap Rohman yang mundur sambil menarik Nabila
" Lepasin gue Rohman " ucap Nabila sambil menahan sakit di lehernya, ia pun juga sudah kesulitan nafas
Dengan sisa sisa tenaga yang Nabila miliki, ia mencoba untuk menendang milik Rohman
" Arrgghhh " Rohman melepaskan lingkaran tangannya di Nabila
Reyhan langsung menarik Nabila menjauh dari Rohman.
BRUK..!!
Pintu terbuka sudah ada polisi yang masuk kedalam ruangan mereka
" Angkat tangan " polisi tersebut melayangkan tembakan
Rohman menjatuhkan pisau ditangannya, polisi langsung membawa Rohman.
Nabila merasa tubuhnya lemas, dan akhirnya ia pun tak sadarkan diri.
" Nab.. Bangun Nab.. " Reyhan menggoyangkan tubuh Nabila
" Pah tolong panggil dokter, kalian bantu saya " ucap Reyhan dengan panik
" Baik Pak "
***
Nabila perlahan membuka matanya, ia menatap sekeliling dan ia menemukan Reyhan yang duduk di sebelahnya.
" Rey.." panggil Nabila dengan pelan
" Sayang kamu udah sadar "
" Gimana dengan Rohman..? "
" Kamu gausah khawatir dia sudah di bawa, dan papah sedang berada disana "
" Kamu ga apa apa kan Rey...? "
" Aku ga apa apa sayang, justru aku khawatir sama kamu "
" Aku juga ga apa apa ko Rey "
Nabila mencoba untuk bangun dan dibantu oleh Reyhan.
" Kenapa kamu masih lemas " ucap Reyhan
Nabila merentangkan kedua tangannya seolah memberikan kode.
" Sini " ucap Nabila dengan tersenyum
Reyhan yang mengerti langsung memeluk Nabila.
" Maaf aku gagal jaga kamu Nab " ucap Reyhan
" Engga aku ga apa apa Rey "
Nabila melepaskan pelukannya dan begitu juga dengan Reyhan.
" Yaudah kita pulang yah, biar kamu istirahat dirumah " ucap Reyhan
__ADS_1
" Pulang..? masih jam kerja Rey "
" Udah jam 5 Nabila sayang, nih lihat " Reyhan menunjukkan dari ponselnya
" Oo hehehe yaudah ayo "
Nabila turun dari kasur dibantu oleh Reyhan, keduanya pun keluar dari ruangan kesehatan yang memang tersedia di kantor.
***
Sesampainya di apartemennya Nabila dan Reyhan duduk di sofa.
" Aku ambilin minum dulu yah " ucap Reyhan dan Nabila mengangguk
Reyhan membawa dua gelas air, satu gelas itu ia berikan kepada Nabila.
" Rey gimana ya nasib dengan perempuan korban Rohman, apa mereka memiliki trauma " ucap Nabila yang memikirkan korban Rohman
Korban Rohman sendiri sekitar 20 orang, diantaranya ada yang masih gadis mereka melakukan hal itu terpaksa agar tetap bisa bekerja.
" Ya walaupun memang ada yang menikmati, ada yang memiliki perasaan tapi tetap aja ga sih Rey itu sudah termasuk pelecehan " ucap Nabila kembali
" Kayak gitu tuh cowo brgsk, buat dapetin apa yang dia mau ya dia ngehalalin semua cara. " sambung Nabila
" Apa aku termasuk cowo seperti itu Nab..? "
" Ehh " Nabila langsung menoleh ke arah Reyhan
" Aku juga memaksa kamu buat nikah sama aku "
" Rey maksud aku "
" Maafin aku yah Nab, cara aku mendapatkan kamu salah "
" Rey lagian aku yang minta kan..? Udah lah gausah kayak gitu, lagipula kamu juga mau bertanggung jawab sebentar lagi kita nikah dan.." Nabila menjeda ucapannya
" dan apa..? "
" Aku juga cinta sama kamu Nab "
Mereka sama sama tersenyum, Reyhan benar benar bahagia memiliki Nabila sekarang.
" Aku mau mandi dulu yah, gerah " ucap Nabila
" Iyah Nab "
Nabila masuk kedalam kamarnya, sebenarnya mandi adalah alasan lain agar ia bisa menjauh dari Reyhan.
" Duhh kenapa degdegan gini sih aduh " Nabila memegang dadanya sambil tersenyum
**
Masih di sofa Reyhan masih tersenyum mendengar Nabila mengatakan cinta kepadanya, ahh sungguh Reyhan benar benar jatuh cinta kepada wanita itu.
Tapi ia kembali mengingat tentang kebohongannya, apa nanti Nabila akan marah jika mengetahui semuanya.
Cukup lama menunggu Reyhan keluar dari dalam kamar, dengan rambut yang masih basah dan baju yang memperhatikan lekuk tubuhnya membuat Reyhan betah menatapnya.
" Rey bantu keringin dong " Nabila memegang hairdryer ditangannya namun Reyhan masih saja melamun
" Rey... Reyhaaan " Nabila menepuk pelan pundak Reyhan
" Eehh.. emm iya kenapa Nab " saut Reyhan
" Tolong hehe " Nabila memberikan hairdryer tersebut kepada Reyhan
" Iyah sini "
Reyhan mulai menyalakan hairdryer tersebut, sebelumnya Nabila sudah memberikan vitamin untuk rambutnya.
Reyhan menyukai wangi Nabila, wangi yang membuat Reyhan ingin berlama lama bersama Nabila.
__ADS_1
" Kita mau makan apa..? " tanya Reyhan
" Makan dirumah aja, kamu mau makan apa..?"
" Aku mau makan kamu hehe " jawab Reyhan yang dibalas tatapan sinis oleh Nabila
" Hehehe bercanda Nab, tapi kalau kamu kasih aku ga nolak "
" Reyhan ih " Nabila mencubit perut Reyhan
" Iihh iya iya engga bercanda "
Sambil rambut Nabila dikeringkan, ia memainkan ponsel membuka aplikasi belanja online.
" Kalau mau beli aja " ucap Reyhan memperhatikan
" Engga aku gamau beli, aku cuma liat liat aja "
" Kamu kenapa ga pernah minta beliin barang sama aku Nab..? Padahal aku sering denger temen aku yang pacarnya minta ini minta itu "
" Selagi aku bisa beli sendiri kenapa aku minta dari kamu Rey..? Lagian kita belum nikah, justru itu jadi beban buat aku "
" Tapi engga buat aku, aku seneng beliin nya "
" Mending uangnya kamu tabung, terus kamu beli rumah, beli mobil, beli saham, beli emas yah yang berguna lah atau mungkin kamu investasi "
Reyhan mengangguk anggukkan kepalanya, ia tak pernah berfikir jika ia bertemu dengan orang yang salah apa masih ia mendengar kalimat itu.
" Oke sudah selesai" Reyhan mematikan hairdryer
" Terimakasih calon suami " ucap Nabila sambil mencium pipi Reyhan
Nabila mengambil hairdryer dan berlari kedalam kamar.
" Jangan kabur " ucap Reyhan mengikuti Nabila
Reyhan masuk kedalam kamar dan melihat Nabila yang tengah merapihkan bekas hairdryer yang ia pakai.
Dengan segera Reyhan mengangkat tubuh Nabila dan merebahkan diatas kasur.
" Kenapa buru buru masuk kamar ." ucap Reyhan yang kini berada diatas Nabila
" Engga apa apa " jawab Nabila
" Kamu kenapa cantik sih Nab " Reyhan merapihkan rambut Nabila
" Kamu sendiri kenapa ganteng, keren, pinter " Nabila ikut memuji Reyhan
" Lebay aku ga seperti itu Nab "
" Seperti itu Rey, banyak ko wanita yang suka sama kamu. Apa kamu ga sadar setiap kamu datang ke kantor semua perempuan itu langsung menatap kamu "
" Tapi aku ga perduli, aku cuma ingin di tatap sama kamu kalau bisa 24 jam "
" Ga tidur dong aku Rey "
" Oiya yah hehehe "
Nabila memegang wajah Reyhan dan dengan lembut ia mengelus wajah itu.
" Jangan pergi ya Nab dari aku "
" Kamu juga ya Rey, jangan pergi "
Reyhan mencium kening Nabila dan bangun dari posisi nya, ia takut tak bisa menahan dirinya.
" Aku mandi dulu habis itu kita makan yah " ucap Reyhan
" Iyah Rey aku tunggu luar yah "
Nabila pun segera keluar dari kamar, sedangkan Reyhan segera masuk kedalam kamar mandi di kamarnya.
__ADS_1