JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Sarapan istimewa


__ADS_3

" Nabila bangun sayang Nab " ucap sang Ibu membangunkan Nabila


" Hmm nanti 5 menit lagi " ucap Nabila yang masih mengantuk


" Nabila sudah jam 10 kamu ga kerja " ucap sang Ibu yang membohongi Nabila


Nabila langsung bangun dan segera memposisikan dirinya untuk duduk


" Ibu.. Ibu sama bapa kapan pulang..? " tanya Nabila dengan terkejut


" Semalam tapi kamu sudah tidur, ibu liat kamu Kayaknya cape banget jadi ga tega banguninnya "


" Yaudah Nabila mandi dulu ya Bu, duh udah kesiangan banget ini " ucap Nabila yang langsung turun dari kasurnya dan bergegas mandi


Sang ibu hanya menggelengkan kepalanya menatap kelakuan anaknya.


" Nab.. Nab padahal sudah mau menikah tapi masih saja seperti anak kecil " gumam sang Ibu yang kemudian meninggalkan kamar Nabila


Setelah selesai mandi Nabila pun langsung bersiap, ia tak memperdulikan dirinya yang belum make up


" Duh pake laper lagi " gumam Nabila merasakan perutnya yang sangat lapar


" Buuu Nabila laper, Nabila bungkus aja ya sarapannya Nabila udah kesiangan banget nih " Nabila berteriak sambil merapihkan pakaiannya


Nabila berlari menuju meja makan, namun ia terkejut saat melihat Reyhan tengah berada di meja makan bersama dengan bapa dan ibunya.


" Reyhan " ucap Nabila terkejut


" Sini duduk sarapan " Reyhan mengajak Nabila untuk duduk disebelahnya


" Dari kapan..? " tanya Nabila yang benar benar tak tau jika Reyhan akan menjemput nya


" Dari tadi dari kamu masih tidur " Jawab Reyhan dengan tersenyum


Nabila melirik jam di dinding yang tepat dihadapannya, jam tersebut masih menunjukkan pukul 7 pagi.


" Bu ini masih jam 7 kenapa Ibu bilang udah jam 10 " ucap Nabila yang sudah panik


" Ya siapa suruh kamu tuh dibangunin susah, yaudah ibu bohongin aja " ucap sang Ibu sambil menyiapkan sarapan untuk Nabila


" Kamu ga makan Rey..? " tanya Nabila melihat Reyhan yang tengah meminum teh


" Dia sudah makan tadi Nab sama Bapa, memang kamu yang masih asik tidur " jawab sang ayah yang tengah menyeruput kopi hitamnya


" Berarti nanti malam Reyhan jemput aja ya Bu, Pa sekalian pulang kerja " ucap Reyhan kepada orangtua Nabila


" Mau kemana..? " tanya Nabila sambil memasukan sendok yang berisi nasi goreng kedalam mulutnya


" Kerumah aku buat bahas masalah nikah Nab " jawab Reyhan, padahal semalam mereka sudah membahasnya


" Oo yayaya " Nabila menjawab sambil mengangguk


Nabila pun segera menghabiskan sarapannya, sebab hanya tinggal dirinya yang masih memakan nasi goreng.


" Pelan pelan sayang " ucap Reyhan yang sejak tadi melihat Nabila

__ADS_1


" Uhuk uhuk uhuk " Nabila tersedak saat mendengar ucapan dengan lembut dari Reyhan didepan orangtuanya


" Minum minum " ucap sang Ibu mengarahkan teh hangatnya


Nabila langsung meneguk habis air tersebut, kemudian ia melirik kearah Reyhan namun lali laki itu hanya tersenyum.


Setelah selesai sarapan keduanya pamit untuk pergi ke kantor, dan seperti biasa Reyhan akan lebih dulu membukakan pintu untuk Nabila barulah ia masuk.


" Rey " panggil Nabila sambil dirinya bercermin


" Ya kenapa sayang " saut Reyhan sambil memarkirkan mobilnya


" Ini serius aku ga jadi sekretaris kamu lagi..? " tanya Nabila sambil mempoles dirinya dengan make up


" Hemm kamu maunya gimana..? " Reyhan berbalik bertanya


" Yaa terserah kamu lah Rey "


" Yaudah kalau terserah aku kamu tetap jadi Sekretaris aku aja "


" Oke "


Reyhan terkejut dengan jawaban Nabila yang begitu singkat.


" Udah gitu doang..? " tanya Reyhan dengan kesal


" Terus apa dong..? " Nabila memasukan makeup kedalam tasnya


" Gatau ah Nab jadi bt "


" Emang ya sekali Lo nyebelin tuh emang Lo nyebelin Nab, merusak keromantisan gue " ucap Reyhan tanpa menoleh kearah Nabila


Nabila hanya tersenyum mendengar ocehan Reyhan, sebab ia senang jika Reyhan mengoceh seperti ini.


Keduanya pun sampai di kantor, Nabila kembali bercermin untuk memastikan dirinya sudah rapih.


" Lipstik nya terlalu merah " ucap Reyhan sambil melepas seatbelt nya


" Masa..? " Nabila mencoba memperhatikan dari cermin namun ia merasa tak berlebihan


Reyhan melihat situasi dan setelah dirasa cukup aman, ia pun langsung menarik dagu Nabila dan mengecup bibirnya


Kecupan itu pun dibalas oleh Nabila, hingga akhirnya keduanya saling melepaskan perasaan mereka dipagi ini.


Reyhan menciumi bibir atas bawah bergantian, begitu juga dengan Nabila yang mengimbangi ciuman Reyhan.


Nabila melepaskan lebih dulu tautan bibirnya dan menatap wajah Reyhan yang selalu tampan baginya.


" I love you Reyhan ' ucap Nabila sambil mengelus wajah Reyhan


" I love you to Nabila " Balas Reyhan dengan wajah yang bahagia


" Ayo turun Rey " ajak Nabila setelah selesai bercermin


" Iyah " Dengan segera Reyhan turun dan diikuti oleh Nabila

__ADS_1


Nabila berjalan bersama dengan Reyhan, Sampai saat ini hubungan keduanya masih menjadi rahasia walaupun Rian sudah mengetahuinya.


Keduanya menaiki lift untuk menuju ruangan, karena di dalam lift hanya ada mereka berdua Reyhan pun lebih leluasa memegang tangan Nabila


Setelah pintu hendak terbuka dengan cepat keduanya melepaskan genggaman tangan mereka.


Reyhan jalan lebih dulu dan di susul oleh Reyhan di belakangnya.


Reyhan mengajak Nabila lebih dulu keruangannya, dan Nabila pun mengangguk.


Begitu masuk kedalam ruangan dengan cepat Reyhan kembali mencium bibir Nabila dan Nabila membalas ciuman mereka.


" Ekhm " gumam seseorang yang membuat keduanya terkejut


" Kalian baru sampai..? " ucap kembali seseorang dan keduanya pun segera menjauh


" Papah " ucap Reyhan terkejut dan begitu juga dengan Nabila


" Rey, Om Saya keruangan dulu ya permisi " dengan segera Nabila keluar dari ruangan Nabila


Kini hanya tinggal Reyhan dang sang Ayah yang berada diruangan, dengan tersenyum Reyhan menghampiri sang Ayah.


" Rey Rey kamu ga bisa tahan seminggu lagi " ucap sang Ayah sambil menggelengkan kepalaku


" Cuma kiss aja pah serius " Jawab Reyhan dengan hati hati


" Gimana nanti malam jadi kan Nabila dan orangtuanya kerumah " tanya kembali papah nya


" Jadi nanti sekalian Reyhan pulang kerja Reyhan jemput " jawab Reyhan


" Lebih baik Minggu ini kalian habiskan untuk mengurus pernikahan, kalian ga prewedding..? "


" Mau Reyhan udah ngerencanain sama Nabila "


" Yaudah mulai besok kalian urus apa yang belum kami urus, awas sampai macam macam " ancam sang ayah


" Dikit Pah hehe " jawab Reyhan sambil memberikan senyuman


" Masih sama sama cinta so soan mau putus, pake mau pergi ke Belanda lagi " ucap sang Ayah sambil memainkan ponselnya


Reyhan terkejut ia membulatkan kedua matanya.


" Pa..papah tau darimana...? " tanya Reyhan terkejut


" Rey Rey kamu lupa siapa papah mu ini " jawab Sang Ayah sembari meletakkan ponselnya


" Papah tau kalian hampir putus kan kemarin..? Kamu juga kecelakaan kemarin kamu pikir kami gatau " ucap Sang Ayah yang terdengar marah


" Maaf Pah " Reyhan menundukkan kepalanya karena bersalah.


" Rey jangan mengakhiri sebuah hubungan jika memang kamu belum siap untuk kehilangan, lebih baik bertahan daripada kehilangan hanya karena salah paham. Kamu ngerti..? " ucap Sang Ayah sambil menepuk pelan lengan putranya


" Iyah Pah " Reyhan mengangguk


" Yaudah Papah keruangan dulu, jangan lupa nanti malam "

__ADS_1


Reyhan benar benar terkejut darimana kedua orangtuanya tau akan hal ini.. Albian..? Apa Albian sudah memberikan surat tersebut kepada sang Ayah


__ADS_2