
Reyhan duduk di kursi tunggu sambil membuka ponselnya, ia melihat lihat foto foto dirinya bersama dengan Nabila
" Gue udah ngebayangin Nab setelah kita nikah nanti, tapi semuanya gagal Nab " gumam Reyhan sendiri
Reyhan melihat jam ditangannya menunjukkan pukul setengah 8 pagi, 30 menit lagi ia akan benar benar pergi meninggalkan Nabila.
" Jangan pergi Nabila butuh lo " ucap seseorang dari belakang
Reyhan menoleh dan melihat Arga yang berdiri di belakangnya.
Arga duduk di sebelah Reyhan, dan Reyhan sedikit menggeser.
" Gue pikir Nabila bisa Nerima gue setelah apa yang dia tau tentang rahasia Lo, ternyata gue salah Rey dia tetap cinta sama Lo " ucap Arga menceritakan semuanya
" Gue bisa liat Rey dari sorot mata Nabila saat dia nyebut nama Lo, cerita tentang perasaannya buat Lo " ucap Arga kembali
" Lo ga ada hubungan apapun sama Nabila..? " tanya Reyhan setelah mendengar cerita Arga
" Engga ada gue sebatas sahabat sama dia Rey, saran gue mending Lo temuin Nabila sebelum semua terlambat. Dia sayang sama Lo Rey, dia cinta sama Lo " ucap Arga meyakinkan Reyhan
" Gue titip Nabila ya tolong jagain dia Rey, jangan kayak gue yang ninggalin dia dulu " ucap Arga sebelum pergi meninggalkan Reyhan
" Lo mau kemana Ga..? " tanya Reyhan yang ikut bangun
" Gue ..? Gue ada kerjaan hari ini, lusa juga gue balik. Yaudah gue duluan ya byee " Arga meninggalkan Reyhan
__ADS_1
Reyhan pun tersenyum mengetahui kebenaran tersebut, namun bagi Reyhan ia tetap luka bagi Nabila
****
Saat Nabila menoleh ia melihat Albian dan Ayumi, dengan cepat Nabila memeluk tubuh Ayumi dan menangis dipelukan Ayumi.
" Gue terlambat Yum gue terlambat " ucap Nabila sambil menangis
" Kita pulang yuk " ajak Ayumi
" Gue mau pulang sendiri aja Yum, gue mau sendiri " ucap Nabila melepaskan pelukannya
" Tapi Nab " ucap Ayumi
" Gue ga apa apa serius" jawab Nabila meyakinkan keduanya
" Jalan Pak " ucap Nabila pelan
Sepanjang jalan Nabila menatap ponsel yang Reyhan berikan kepadanya.
Ia benar benar mencintai laki laki itu, jika saja ia mau mendengarkan penjelasan Reyhan lebih dulu pasti semuanya tak akan seperti ini
Nabila memutuskan untuk pulang kerumahnya, hari ini ia tak ingin bertemu dengan siapapun.
Sesampainya dirumah Nabila langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Nabila kembali menumpahkan tangisnya, untungnya saat ini Nabila hanya sendiri dirumahnya.
Ia bingung akan menjelaskan apa kepada kedua orangtuanya, apa mereka akan membenci Reyhan dan apa orangtua Reyhan juga akan membenci dirinya dan Reyhan.
Tok.. Tok.. Tok..
Nabila mendengarkan suara ketukan dari luar, ia ingin mengabaikannya karena ia pikir pasti Ayumi dan Albian sebab jika orangtuanya pasti kedua orangtuanya memiliki kunci rumah.
Tok.. Tok.. Tok..
Kembali terdengar suara ketukan pintu, dengan segera Nabila mencuci wajahnya dan berjalan keluar.
" Sebentar" teriak Nabila dari dalam
Nabila langsung membuka pintu rumahnya.
" Reyhan " ucap Nabila saat melihat Reyhan yang berdiri didepan rumahnya
" Hai Nab " sapa Reyhan dengan senyuman diwajahnya
Nabila langsung memeluk Reyhan, begitu juga dengan Reyhan yang langsung memeluk tubuh Nabila.
Nabila tak menyangka dengan sosok yang bersamanya kini, ia berfikir jika ia tak bisa kembali bertemu dengan Reyhan.
" Jangan pergi Rey " ucap Nabila yang masih memeluk Reyhan
__ADS_1
" Engga Nab " jawab Reyhan yang juga masih memeluk Nabila