
Setelah selesai dari minimarket keduanya pun kembali ke dalam apartemen, sejak tadi Reyhan maupun Nabila hanya saling diam.
Nabila langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan Reyhan tidur diatas sofanya.
Nabila merasa tidak salah karena ia dan Rian tidak melakukan macam macam, tapi sisi lain ia juga tidak enak kepada Reyhan.
" Gue harus apa yah " gumam Nabila sendiri
Karena merasa gelisah akhirnya Nabila memutuskan untuk menjelaskan kepada Reyhan, pelan pelan ia membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju sofa Reyhan.
Nabila sedikit melirik Reyhan dan ia melihat Reyhan yang sudah tertidur.
Nabila duduk di lantai dekat sofa, ia memandangi wajah Reyhan yang sedang tertidur.
" Beneran udah tidur apa yah " gumam Nabila sendiri
Nabila pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya, ia berharap esok semua akan kembali baik baik saja.
Setelah menyadari Nabila kembali ke kamar, Reyhan membuka matanya dan ia langsung kembali menatap layar ponselnya.
" Apa bedanya coba dia aja berduaan sama cowo lain, gue juga dibilang cuma temen " gumam Reyhan pelan
****
Esok paginya Nabila bangun lebih pagi dibandingkan sebelumnya, ia melihat Reyhan yang masih tertidur dengan pulas.
Nabila membuatkan kopi untuk Reyhan dan di letakkan diatas meja makan, tak lupa ia juga menyiapkan dua roti untuk sarapan nanti.
" Oke selesai " ucap Nabila melihat makanannya Sudan siap
Ia pun kembali ke kamar dan segera bersiap siap untuk bekerja.
Reyhan terbangun karena Alarm miliknya yang terus berbunyi, akhirnya ia membuka paksa matanya dan bangun dari sofanya.
Reyhan berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air, namun ia melihat sebuah kopi dan roti yang tertata di meja.
Disana ada sebuah note yang ditujukan untuk Reyhan, dengan segera ia membaca note itu.
Ini Kopi Susu sama Roti buat Lo sarapan, kalau udah ga panas maaf yah tapi ya salah Lo kenapa bangun siang. Oiya gue udah pergi duluan , sorry buat kemarin..
Dengan cepat Reyhan masuk kedalam kamarnya, disana sudah rapih bahkan tak ada koper milik Nabila.
" Ko jadi gini sih " gumam Reyhan
Dengan segera Reyhan bergegas mandi, untuk Roti dan Kopi akan ia habiskan di kantor.
**
Saat ini Nabila sedang berada dirumahnya, ia meletakkan barang barang yang kemarin ia bawa saat menginap dirumah Reyhan.
Nabila mengecek ponselnya dan tak menemukan pesan atau panggilan dari Reyhan.
" Nanti aja kali ya gue berangkatnya, masih pagi juga " Nabila pun merebahkan tubuhnya dikasur miliknya.
" Hoaamm ko jadi ngantuk yah, tidur bentar ga masalah kali yah " gumam Nabila akhirnya ia pun memejamkan matanya untuk sejenak
***
Setibanya di kantor Reyhan langsung pergi keruangannya, namun sesampainya disana ia tak melihat Nabila mejanya pun masih kosong.
" Kemana yah apa dia pulang yah " gumam Reyhan sendiri
Reyhan mengambil ponselnya, namun saat ia hendak menghubungi Nabila papahnya menghampiri dirinya.
__ADS_1
" Rey kebetulan kamu udah Dateng, ada yang mau papah bahas sama kamu " ucap Pak Hartono
" Oo Iyah Pah, mau dimana..? " Reyhan memasukan kembali ponselnya
" Diruangan papah aja, ayo papah tunggu "
" Iyah Pah, Reyah taruh tas dulu yah "
Setelah Reyhan meletakkan tasnya ia pun langsung mengikuti Pak Hartono keruangannya.
" Duduk Rey " ucap Pak Hartono meminta Reyhan duduk di sofa ruangannya
" Hmm iya pah " jawab Reyhan mengangguk
" Jadi gini Rey, Papah sudah memutuskan untuk pengganti Rohman "
" Hmm siapa Pah..? "
" Rian, kamu pasti mengenalnya kan..? "
" Yaa kenal, tapi kenapa harus dia Pah..? "
" Ya Papah ngerasa dia pantas dan cocok, ditambah dia sudah lama bekerja disini "
" Kalau memang itu keputusan Papah, Reyhan ikut saja "
Reyhan dan sang Papah mulai membahas hal hal pekerjaan lainnya.
***
Setelah rasa kantuknya hilang Nabila langsung membuka matanya, namun ia terkejut saat jam menunjukkan pukul 10.
" Duh mampus gue " dengan segera Nabila merapihkan pakaiannya dan bergegas untuk ke kantor
" Duuh mampus gue mampus " gumam Nabila sambil menunggu ojek online yang tak kunjung tiba
Setelah ojek online yang ia pesan sampai, dengan segera ia bergegas menuju kantor.
..
Reyhan yang telah selesai dengan sang Papah langsung kembali keruangan, namun saat ia hendak masuk seorang wanita menghampiri dirinya.
" Reyy "
" Duuh dia lagi " gumam Reyhan pelan
" Hai Rey kamu lagi sibuk..? " tanya Kia wanita yang semalam menemui dirinya
" Lumayan, ada apa kamu kesini..? " tanya Reyhan
" Oo tadi aku ikut teman, katanya mau ketemu siapa yah lupa eeh ga sengaja liat kamu "
" Oo gitu "
Karena merasa tak enak dilihat karyawan lain, akhirnya Reyhan mengajak Kia untuk masuk kedalam ruangannya
" Ngobrol di dalem aja Ki, ga enak diliat yang lain " ucap Reyhan dengan terpaksa
" Oo oke deh "
Keduanya pun melanjutkan pembicaraan mereka di dalam ruangan Reyhan
**
__ADS_1
Nabila yang baru saja tiba di kantor langsung mengatur nafasnya.
" Huuhh huuh cape banget " gumam Nabila mengatur nafasnya
Baru saja Nabila hendak menduduki kursi nya, Rian datang menghampiri dirinya membawa sebuah berkas.
" Nab, baru Dateng..? " tanya Rian
" Iyah kesiangan hehehe " jawab Nabila sambil mengatur nafasnya
" Oo tunggu sebentar ya " Rian berjalan pergi meninggalkan Nabila
Nabila pun segera duduk di kursinya, ia langsung mengeluarkan laptop dan lainnya.
Nabila mengecek ponselnya namun lagi lagi tak ada panggilan maupun pesan dari Reyhan
" Minum dulu " Rian memberikan sebotol air mineral isotonic
" Makasih Ian " Nabila langsung meneguk minumannya karena memang haus
" Oiya Nab, gini gue kan diminta sama Pak Hartono buat gantiin posisi Pak Rohman. Terus Pak Rian minta data diri gue, dan kinerja kerja ini gue titip yah ke Lo " ucap Rian memberikan sebuah map
" Wiihh akhirnya yah, oke deh nanti gue kasih ke Pak Reyhan "
" Hehehe Iyah, yaudah gue balik keruangan dulu yah "
" Iyah, makasih ya Rey minuman nya "
Setelah Rian pergi Nabila pun segera merapikan penampilannya, dan setelah dirasa sudah rapih ia langsung menemui Reyhan.
" Hmm gue langsung buka aja kali yah biar dia kaget " gumam Nabila saat bersiap siap
**
" Oiya Rey ngomong ngomong di kantor kamu ada posisi kosong ga..? atau jadi sekretaris kamu " ucap Kia yang masih berada diruangan Reyhan
" Belum ada dan bukan ranah aku, aku sudah punya sekretaris Ki" jawab Reyhan
" Eeh Rey bentar kayaknya dasi Lo berantakan deh " Kia mencoba merapikan dasi Reyhan
" Ki gausah gue bisa Ki " tolak Reyhan
" Engga apa apa sebentar doang ko " Kia tetap saja ingin merapihkan dasi Reyhan
" Rey ini—" ucap Nabila yang baru saja membuka pintu ruangannya
" Nab " ucapan Reyhan terhenti
" Sorry ganggu cuma mau ngasih berkas dari Rian " Nabila masuk dan memberikan berkas tersebut
" Saya permisi Pak Reyhan " Nabila mencoba seramah mungkin
Dengan cepat Nabila pergi dan menutup kembali pintu tersebut.
Nabila langsung duduk di kursinya, ia mengangkat kepalanya keatas menahan air matanya agar tak jatuh.
" Ga apa apa Nab ga apa apa " ucap Nabila kepada dirinya sendiri
Tak lama Kia dan Reyhan keluar.
" Makasih Yah Rey buat tadi, byee " Kia sengaja memanasi Nabila
" Nab biar gue jelasin yah " Reyhan langsung menghampiri Nabila
__ADS_1
Namun Nabila memasang earphonenya ia menyetel lagi sekencang mungkin, ia tak ingin mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Reyhan