JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Tidak Salah Memilih


__ADS_3

Reyhan dan Nabila sudah sampai di apartemen milik Reyhan, kedua duduk di sofa karena rasa merasa lelah.


" Rey Lo mau ngelakuin apa besok ke Pak Rohman "


" Mau gue kebiri hahaha "


" Yee serius gue, Lo mau pecat dia..?"


" Belum ada ide sih, tapi gue mau bahas ini sama Papah "


" Yaudah gue mandi duluan yah, udah ga nyaman "


" Ga nyaman apa..? Ga nyaman sama gue..?"


" Iya Lo bau hahaha "


" Yaudah gue duluan aja kalau gitu yang mandi "


" Engga apa apaan sih, gue duluan udah sana Lo ngapain kek "


" Yaudah barengan aja kalau gitu gimana "


" Lo mau gue lempar dari sini kebawah..?"


" Hehehe iyaudah iya sana Lo duluan yang mandi deh "


Reyhan pun akhirnya pasrah, ia memilih untuk beristirahat dulu karena tubuhnya yang lelah.


" Duh lama lama sakit juga nih tangan, mana biru lagi " ucap Reyhan


Karena pukulan keras tadi mengakibatkan memar, ia pun mengambil batu es dan memasukan tangannya.


" Dingiin " gumamnya sendiri yang merasa dingin


Reyhan memejamkan matanya sambil merendam kedua telapak tangannya.


Nabila yang sudah selesai langsung menghampiri Reyhan, dan ia melihat Reyhan yang sedang merendam tangannya di dalam air berisi es batu.


" Mau jadi manusia es yah " ledek Nabila


Reyhan membuka matanya dan menatap sinis Nabila


" Diem lo, gara gara si Arga nih "


" Dih nyalahin Kak Arga ga boleh gitu tau, kan salah Lo yang mukul mukul "


" Hilih belain aja sana gih hus hus hus "


Nabila tertawa melihat raut wajah Reyhan yang kesal, ia duduk di sebelah Reyhan dan mencubit kedua pipinya.


" Aduuuhh malah cubit cubit lagi, gue mau visum ah biar bisa nuntut Lo 1 M " ucap Reyhan mengundang gelak tawa Nabila


" Hahaha yaudah gih, paling nanti gue cari om om dulu buat dapet 1 M nya "


" Gue aja deh yang jadi om omnya '


" Ga lah ga cocok '


" Cocoknya jadi apa gue..?"


" Supir pribadi gue cocoknya"


" Cih orang tuh gini, 'kamu cocoknya jadi suami dan ayah dari anak anak aku' gitu Nab coba coba "


" Engga mau males banget gue "


" Yaudah gue ngambek aja kalau gitu "


" Ih udah gede ngambek terus, gimana mau mimpin perusahaan nanti baper dikit ngambek lagi '


" Beda dong itu mah "


" Dah sana mandi Lo "


" Iyah sayang bawel, dah gue mau mandi dulu "


Reyhan pun segera pergi ke kamar mandi, sedangkan Nabila menunggu di sofa.

__ADS_1


Karena merasa jenuh, Nabila pun iseng membuka buku yang tersusun rapih di sudut ruangan Reyhan.


" Buset banyak juga bukunya" gumam Nabila memperhatikan buku buku Reyhan yang tersusun rapih


Disemua buku ada satu buku yang mencuri pandangan Nabila, namun saat ia mengambilnya ternyata itu adalah buku catatan milik Reyhan


" Penasaran kayak gimana isinya" gumam Nabila


Ia pun membuka halaman buku tersebut, namun saat ia membuka ia terkejut dengan halaman buku itu


Tentang Nabila Cewe Galak


Nabilapun membalik halaman buku tersebut.


Makanan Kesukaan Nabila :


1. Bakso ( Bakso Telur, Baksonya aja, Gapakai seledri, sambel dua sendok dipinggir, sambel dan kecap)


2. Bubur Ayam ( Bubur setengah porsi, gapakai daun bawang, banyakin kacang, kerupuk dipisah, sate telur 1, sate usus satu tempat Favoritnya di depan sekolah xxx)


3. Martabak Manis ( Keju + Coklat )


4. Martabak Telur ( Telur 4 )


5. Mie Ayam ( Ceker, Pangsit, Bakso, ga pakai daun bawang, sambel 2 sendok, saus sedikit )


Dan masih banyak lagi yang Reyhan tulis disana tentang makanan kesukaan Nabila.


Saat Nabila hendak membaca halaman selanjutnya, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dengan cepat Nabila meletakkan buku itu kembali.


" Ngapain Lo disana mau baca ..?" tanya Reyhan


" Iyah tapi buku Lo psikopat semua kayaknya "


" Haha mending Lo nonton aja film Drakor Lo, bukannya lo lagi ngikutin satu film yang baru keluar..?"


" Hmm belum update lagi "


" Kasian hahaha "


" Sial Lo "


" Rey gue boleh Nanya ga..?'


" Nanya aja, emang mau nanya apa..?"


" Hmm lo bilang katanya Lo ga suka di bohongin kan, apa lo pernah bohong sama orang Rey..? "


Reyhan terkejut mendengar pertanyaan Nabila, tentu ada kebohongan yang Reyhan sembunyikan namun jika Reyhan jujur sekarang kemungkinan Nabila akan pergi meninggalkannya.


" Ih ko bengong sih Rey " Nabila menepuk lengan Reyhan


" Engga gue lagi mikir "


" Mikir apaan kayak punya otak aja "


" Gue laper terus mikir makan apa yang enak yah "


" Makan Lo..!!" jawab Nabila asal


Saat Nabila sadar dengan jawabannya, ia langsung menutup mulutnya dan menatap Reyhan


" Yuk " ucap Reyhan dengan menaikkan kedua alisnya


" Reyy bukan gitu maksud gue Rey, maksudnya kayak si Sumanto Loh hehe "


" Mau pakai gaya apa nih ...?" Reyhan masih asik menggoda Nabila


" Au ah bt sama lo Rey, gue ke kamar aja deh "


Baru Nabila bangkit dari duduknya, dengan cepat Reyhan ikut berdiri dan memeluknya dari belakang.


" Gue pikir hari ini gue ga bakal kehilangan Lo Nab, kacau banget hati gue tadi Nab "


" Emang sesayang itu lo sama gue..?"


" Banget Nab, sayang banget gue sama lo"

__ADS_1


Nabila membalikkan tubuhnya yang kini berhadapan dengan Reyhan.


" Gue juga sayang sama Lo Rey, dan gue ngerasa gue ga salah milih Lo sebagai pasangan gue yaa walaupun kadang lo nyebelin, ngeselin tapi makasih atas semua perhatiannya yang Lo kasih "


" Ah tapi Lo aja ngelanggar perjanjian kita Nab "


" Lo sendiri juga, sampe cium ciuman pangku pangkuan "


" Nab gue bener bener gatau orang gue lagi kerja eh dia kayak gitu "


" Gatau gue jadi kesel lagi sama lo, awas awas "


Nabila melepaskan tangan Reyhan dari pelukannya, ia pun langsung masuk kedalam kamar, sedangkan Reyhan hanya tertawa melihat kelakuan Nabila


Didalam kamar Nabila terus tersenyum, ia mengingat hal hal manis yang Reyhan lakukan untuknya


Dulu saat ia menjalin hubungan dengan Valen, walaupun Valen romantis rasanya tak seperti ini


Dan Kak Arga, ia juga romantis, bahkan sikapnya sangat manis sekali membuat Nabila jatuh cinta namun saat bertemu dengan Reyhan justru Reyhan lebih dari yang ia ekspetasikan.


Jika diingat dulu pertemuan mereka, semuanya aneh bahkan tak pernah terlintas jika Ia akan memiliki perasaan kepada Reyhan.


" Nab... Woy Nab.. " panggil Reyhan dari luar kamar


" Apaan sih way woy way woy " Nabila membuka pintu kamarnya


" Makan yuk gue laper, mau ojol atau keluar...?"


" Keluar aja yuk bosen gue, apalagi berduaan terus sama Lo bosen gue Rey "


" Asli ini orang udah numpang nginep ngomong asal, belum aja gue kunciin lo "


" Yaudah gue pulang nih kalau ga ikhlas "


" eeehh jangan jangan ikhlas gue ikhlas banget, lagian emang Lo berani tidur sendirian dirumah nanti di pojokan ada putih putih mau lo "


" Kata siapa sendirian..? Gue minta temenin sama Ka Arga, terus nanti kalau takut gue meluk dia, duduk dipangkuan dia, yaa paling nyium dan —" Nabila menjeda ucapannya


" Dan apa..? Hah ..?' tanya Reyhan dengan ketus


" Dan gue foto kirim deh ke lo haha "


" Ga lucu, dah lah ga jadi ga nafsu makan gue jadinya" Reyhan berbalik badan meninggalkan Nabila yang masih asik tertawa


" Iihh ngambek hahaha padahal dia yang mulai, tapi dia yang ngambek haha "


" Hmm " gumam Reyhan sambil memainkan ponselnya


" Ayo makan laper Rey " Nabila duduk dipangkuan Reyhan, karena ia tau Reyhan akan berhenti marah


" Nabilaaaa kenapasih lo tuh nyebelin, biarin gue marah atau ngambek dulu dong seminggu aja "


" Yaudah kalau gitu gue juga mau ngambek dan marah sama Lo sebulan "


" Yaudah gajadi ngambek, ayo makan laper gue udah mau pingsan "


" Dih lebay, yaudah ayo ayo "


Nabila dan Reyhan segera pergi, mereka menaiki mobil dan segera mencari tempat makan.


****


Kemudian mereka berhenti disalah satu tempat makan yang bertema makanan khas Sunda, setelah memilih lauk mereka segera duduk untuk menunggu makanan mereka


" Lo kayak kambing makan daun banyak banget " ucap Reyhan melihat lalapan yang diambil Nabila banyak


" Dih makan kayak gini ga ada lalapan ga lengkap Rey "


" Masa ..?"


" Iyah Rey cobain makanya "


" Ya tapi dikit "


Saat keduanya asik ngobrol dan bercanda, tiba tiba ada seseorang yang ikut bergabung bersama mereka.


" Gue ikut gabung boleh kan..?" ucap laki laki itu

__ADS_1


Nabila terkejut dengan sosok laki laki yang baru saja duduk di depan bangkunya, sedangkan Reyhan menahan amarahnya ia mengepalkan tangannya dengan kencang dibawah meja


__ADS_2