JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Mamah ...


__ADS_3

Nabila mengutuk dirinya sendiri dengan kelakuannya tadi, ia benar benar tak tau harus berkata apa nantinya.


" Nab kenapa..? Lo ga ngomong macem macem kan... ? " tanya Reyhan yang khawatir


" Kata siapa Nabila ga ngomong macam macam " sang ibu keluar dari dalam kamar


" Ta..tantee " Ucap Nabila dengan gugup


" Jadi apa kamu selalu seperti itu Nabila jika tau Reyhan membawa teman perempuannya..? " tanya Mamah Reyhan dengan sinis


" Mah.." Reyhan ingin membela namun mamahnya menolak


" Tante maaf.." ucap Nabila pelan


" Pertahankan seperti itu, jika perlu kamu Jambak rambutnya Nabila " raut wajah yang sedari tadi sinis berubah menjadi tersenyum


" Maksudnya Mah ..? " tanya Reyhan yang bingung


" Ya Iyah kalau Mamah jadi Nabila sudah mamah Jambak rambut wanita itu, dan kamu mamah sudah pukulin tanpa minta ampun " ucap Sang Mamah


" Sini Nabila sama Mamah, jangan dekat dekat sama dia "


Nabila pun segera mendekati kearah calon ibu mertua nya


" Tante maafin Nabila yah, sumpah Nabila gatau kalau dikamar itu Tante " ucap Nabila penuh sesal


" gausah panggil Tante, mulai sekarang panggil Mamah Oke sayang "


" Iyah Mah "


Kedua wanita itu saling berpelukan, Reyhan yang melihat hal itu ikut merasa senang


" Kata Reyhan kamu sakit, kamu sakit apa sayang..? " tanya Mamah Reyhan penuh khawatir


" Sakit..? Engga Mah Aku ga sakit "


Reyhan pun hanya tersenyum saat Mamahnya menatap sinis kearah Reyhan.


" Kamu tau anak itu izin ke Papahnya pulang cepat dengan alasan kamu sakit "


" Bohong Mah, Mamah tau tadi aku di suruh nyetir mobil terus dia duduk di belakang aku kayak supir banget kan Mah " Nabila menambahkannya


" Reyhaaan sini " panggil Bu Nabila


" Mampus gue " gumam Reyhan pelan


Reyhan berjalan mendekat kearah wanita itu, terlihat jelas raut wajah bahagia Nabila Karena sebentar lagi Reyhan akan mendapat hukuman


" Bagus kamu yah, udah bohong, bawa cewe lain kesini, jadiin Nabila supir bangus kamu yah " Mamah Reyhan menjewer telinga Reyhan dengan kencang


" Aampun Mahh sakit, iya iya Reyhan salah Iyah " ucap Reyhan meringis kesakitan


" Ada lagi Mah, Reyhan pelukan sama cewe itu, dulu di kantor bahkan pernah tuh mangku cewe sampe ciuman pula Mah " Nabila terus mengompori


" Ooo bagus kamu ya Reyhan bagus, Mamah sama Papah ga pernah ngajarin kamu kayak gitu yah "


" Aduuh sakit Iyah engga engga lagi kayak gitu ampun Mah "


Mamahnya pun melepaskan jewerannya, Reyhan langsung memegangi telinganya yang panas


" Yaudah Mamah mau pulang dulu, nanti Mamah akan adukan sama Papah "


" Mah jangan dong "


" Nabila kalau anak ini macam macam kamu bilang ke Mamah yah "


" Iyah Mah "


Mamah Reyhanpun segera pamit dan pergi dari sana, sehingga kini hanya tersisa Nabila dan Reyhan.


" Sukurin enak kan , sakit kan " ledek Nabila

__ADS_1


" Sakit sayang " Ucap Reyhan dengan manja


" Dah ah gue mau pulang aja, biar Lo bisa berduaan tuh sama si Kiamat " ketus Nabila sambil masuk kedalam kamar.


" Eee jangan jangan sayang jangan gitu, kita damai aja gimana "


" Gamau gue gamau damai sama Lo, awas gue mau ganti baju "


" Engga engga engga, Lo ga akan kemana mana udah tidur " ucap Reyhan


" Dasar nyebelin banget sih "


Nabila pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia menutup seluruh tubuh hingga wajahnya dengan selimut.


" Lo lucu ya kalau lagi ngambek gini " ucap Reyhan yang masih berdiri di samping ranjang


" Gue jadi tambah sayang sama Lo Nab " ucap Reyhan kembali


Nabila membuka selimutnya dan menatap sinis kearah Reyhan.


" Apaa natap gue kayak gitu..? " tanya Reyhan kembali


" Gue laper..!! " jawab Nabila dengan ketus


Reyhan hanya tertawa mendengar ucapan dari Nabila, dan memang benar malam ini mereka belum membeli makanan apapun.


" Mau beli apa..? " tanya Reyhan


" Engga tau terserah " jawab Nabila dengan ketus


" Udah jam 10 kalau kita makan di restoran pasti udah close order, hmm apa yah " Reyhan mencoba berfikir


" Gue mau ketoprak aja " ucap Nabila


" Oke ayo " jawab Reyhan dengan semangat


Nabila merentangkan tangannya dengan lebar, sedangkan Reyhan menatap penuh bingung.


" No " Nabila menggelengkan kepalanya


" Lo minta gue gendong Lo..? " tanya Reyhan kembali dan kali ini Nabila menganggukkan kepalanya


" Yaudah ayo bangun " Reyhan ikut merentangkan tangan


" Lo balik badan " ucap Nabila


Reyhan langsung menuruti permintaan Nabila, ia langsung berbalik badan dan sedikit membungkuk.


" Oke ayo " ucap Nabila yang kini sudah berada di punggung Reyhan


Reyhan menggendong Nabila hingga parkir mobil mereka.


" Ayo turun " ucap Reyhan ketika didepan mobilnya


" Yaudah Lo agak sedikit turun badannya, Lo mau gue jatoh "


Lagi lagi Reyhan pun hanya bisa menuruti permintaan Nabila.


" Masuk" Reyhan membuka pintu mobilnya


" Gamau gue gamau duduk di sebelah Lo "


Nabila membuka pintu kursi belakang dan langsung duduk di sana .


" Sabar Rey sabar " ucap Rey kepada dirinya sendiri


***


Setelah berkeliling jalan akhirnya mereka menemukan penjual ketoprak, Reyhan pun segera turun untuk memesan sedangkan Nabila menunggu didalam mobil.


" Nab sini dong pindah di depan gue " ucap Reyhan yang kini sudah kembali kedalam mobilnya

__ADS_1


" No " jawab Nabila cepat


" Nyebelin banget sih jadi cewe "


" Yaudah kalau gue nyebelin gue pulang aja kerumah gue "


" Iyah engga engga "


Dengan terpaksa akhirnya Reyhan membiarkan Nabila duduk di belakang.


Setelah makanan yang mereka pesan datang, Nabila dan Reyhan mulai menikmati makanan mereka


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk langsung kembali.


" Nab.. " panggil Reyhan sambil fokus menyetir


" Hmm " gumam Nabila


" Ngomong ngomong Lo tadi dimana..? Gue nyari nyari ko ga ada "


Nabila bingung harus menjawab apa, apa ia harus jujur mengatakan dia bersama Rian.


" Nab ko diem sih " tanya Reyhan kembali


" Rahasia " jawab Nabila


" Yaelah pake rahasia rahasiaan sama gue, ya kan gue cuma mau tau aja Nab "


" Sekali rahasia tetap rahasia "


" Terserah Lo deh yaah gue males debat sama Lo " ucap Reyhan dengan pasrah


Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara keduanya hingga akhirnya mereka sampai.


" Rey gue mau ke minimarket dulu " ucap Nabila setelah Rey memarkirkan mobilnya


" Iyah "


Reyhan dan Nabila segera pergi ke minimarket.


" Lo tunggu sini aja " ucap Nabila saat hendak masuk


" Gue mau beli juga kenapa Lo ngatur " jawab Reyhan dengan ketus


Nabila pun masuk lebih dulu dan di susul oleh Reyhan, Nabila membeli beberapa kebutuhan nya yang sudah habis.


" Hmm yang mana yah, ini wanginya enak ini juga " gumam Nabila mencium wangi handbody ditangannya


" Dua duanya aja "


" Yakali enggalah buat a—" Nabila terkejut dengan sosok yang berdiri di sebelahnya


" Rian Lo ngapain disini..? " tanya Nabila dengan gugup


" Biasa ada yang ketinggalan, gimana temen Lo pacarnya udah balik..? " tanya Rian


" UU..udah udah "


Reyhan menghampiri Nabila dan ia melihat Nabila tengah berbicara dengan Reyhan.


" Pak Reyhan " ucap Rian dan dengan cepat Nabila menoleh


" Kamu tinggal disini atau sedang main " tanya Reyhan dengan datar


" Saya tinggal disini pak, oiya Nab ini tadi kayaknya iket rambut Lo ketinggalan di sofa. Gue tadi mau balikin ke apartemen temen Lo, tapi gue gatau dimana "


" O..oo Iyah bener punya gue, makasih yah "


" Yaudah Pak Rey, Nab duluan yah "


" Iyah " jawab Nabila

__ADS_1


Nabila bisa melihat jelas raut wajah Reyhan yang marah, ahh sudah sangat jelas Reyhan pasti akan marah kepadanya..


__ADS_2