
Nabila mengutuk dirinya sendiri dengan kelakuannya tadi, ia benar benar tak tau harus berkata apa nantinya.
" Nab kenapa..? Lo ga ngomong macem macem kan... ? " tanya Reyhan yang khawatir
" Kata siapa Nabila ga ngomong macam macam " sang ibu keluar dari dalam kamar
" Ta..tantee " Ucap Nabila dengan gugup
" Jadi apa kamu selalu seperti itu Nabila jika tau Reyhan membawa teman perempuannya..? " tanya Mamah Reyhan dengan sinis
" Mah.." Reyhan ingin membela namun mamahnya menolak
" Tante maaf.." ucap Nabila pelan
" Pertahankan seperti itu, jika perlu kamu Jambak rambutnya Nabila " raut wajah yang sedari tadi sinis berubah menjadi tersenyum
" Maksudnya Mah ..? " tanya Reyhan yang bingung
" Ya Iyah kalau Mamah jadi Nabila sudah mamah Jambak rambut wanita itu, dan kamu mamah sudah pukulin tanpa minta ampun " ucap Sang Mamah
" Sini Nabila sama Mamah, jangan dekat dekat sama dia "
Nabila pun segera mendekati kearah calon ibu mertua nya
" Tante maafin Nabila yah, sumpah Nabila gatau kalau dikamar itu Tante " ucap Nabila penuh sesal
" gausah panggil Tante, mulai sekarang panggil Mamah Oke sayang "
" Iyah Mah "
Kedua wanita itu saling berpelukan, Reyhan yang melihat hal itu ikut merasa senang
" Kata Reyhan kamu sakit, kamu sakit apa sayang..? " tanya Mamah Reyhan penuh khawatir
" Sakit..? Engga Mah Aku ga sakit "
Reyhan pun hanya tersenyum saat Mamahnya menatap sinis kearah Reyhan.
" Kamu tau anak itu izin ke Papahnya pulang cepat dengan alasan kamu sakit "
" Bohong Mah, Mamah tau tadi aku di suruh nyetir mobil terus dia duduk di belakang aku kayak supir banget kan Mah " Nabila menambahkannya
" Reyhaaan sini " panggil Bu Nabila
" Mampus gue " gumam Reyhan pelan
Reyhan berjalan mendekat kearah wanita itu, terlihat jelas raut wajah bahagia Nabila Karena sebentar lagi Reyhan akan mendapat hukuman
" Bagus kamu yah, udah bohong, bawa cewe lain kesini, jadiin Nabila supir bangus kamu yah " Mamah Reyhan menjewer telinga Reyhan dengan kencang
" Aampun Mahh sakit, iya iya Reyhan salah Iyah " ucap Reyhan meringis kesakitan
" Ada lagi Mah, Reyhan pelukan sama cewe itu, dulu di kantor bahkan pernah tuh mangku cewe sampe ciuman pula Mah " Nabila terus mengompori
" Ooo bagus kamu ya Reyhan bagus, Mamah sama Papah ga pernah ngajarin kamu kayak gitu yah "
" Aduuh sakit Iyah engga engga lagi kayak gitu ampun Mah "
Mamahnya pun melepaskan jewerannya, Reyhan langsung memegangi telinganya yang panas
" Yaudah Mamah mau pulang dulu, nanti Mamah akan adukan sama Papah "
" Mah jangan dong "
" Nabila kalau anak ini macam macam kamu bilang ke Mamah yah "
" Iyah Mah "
Mamah Reyhanpun segera pamit dan pergi dari sana, sehingga kini hanya tersisa Nabila dan Reyhan.
" Sukurin enak kan , sakit kan " ledek Nabila
__ADS_1
" Sakit sayang " Ucap Reyhan dengan manja
" Dah ah gue mau pulang aja, biar Lo bisa berduaan tuh sama si Kiamat " ketus Nabila sambil masuk kedalam kamar.
" Eee jangan jangan sayang jangan gitu, kita damai aja gimana "
" Gamau gue gamau damai sama Lo, awas gue mau ganti baju "
" Engga engga engga, Lo ga akan kemana mana udah tidur " ucap Reyhan
" Dasar nyebelin banget sih "
Nabila pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia menutup seluruh tubuh hingga wajahnya dengan selimut.
" Lo lucu ya kalau lagi ngambek gini " ucap Reyhan yang masih berdiri di samping ranjang
" Gue jadi tambah sayang sama Lo Nab " ucap Reyhan kembali
Nabila membuka selimutnya dan menatap sinis kearah Reyhan.
" Apaa natap gue kayak gitu..? " tanya Reyhan kembali
" Gue laper..!! " jawab Nabila dengan ketus
Reyhan hanya tertawa mendengar ucapan dari Nabila, dan memang benar malam ini mereka belum membeli makanan apapun.
" Mau beli apa..? " tanya Reyhan
" Engga tau terserah " jawab Nabila dengan ketus
" Udah jam 10 kalau kita makan di restoran pasti udah close order, hmm apa yah " Reyhan mencoba berfikir
" Gue mau ketoprak aja " ucap Nabila
" Oke ayo " jawab Reyhan dengan semangat
Nabila merentangkan tangannya dengan lebar, sedangkan Reyhan menatap penuh bingung.
" No " Nabila menggelengkan kepalanya
" Lo minta gue gendong Lo..? " tanya Reyhan kembali dan kali ini Nabila menganggukkan kepalanya
" Yaudah ayo bangun " Reyhan ikut merentangkan tangan
" Lo balik badan " ucap Nabila
Reyhan langsung menuruti permintaan Nabila, ia langsung berbalik badan dan sedikit membungkuk.
" Oke ayo " ucap Nabila yang kini sudah berada di punggung Reyhan
Reyhan menggendong Nabila hingga parkir mobil mereka.
" Ayo turun " ucap Reyhan ketika didepan mobilnya
" Yaudah Lo agak sedikit turun badannya, Lo mau gue jatoh "
Lagi lagi Reyhan pun hanya bisa menuruti permintaan Nabila.
" Masuk" Reyhan membuka pintu mobilnya
" Gamau gue gamau duduk di sebelah Lo "
Nabila membuka pintu kursi belakang dan langsung duduk di sana .
" Sabar Rey sabar " ucap Rey kepada dirinya sendiri
***
Setelah berkeliling jalan akhirnya mereka menemukan penjual ketoprak, Reyhan pun segera turun untuk memesan sedangkan Nabila menunggu didalam mobil.
" Nab sini dong pindah di depan gue " ucap Reyhan yang kini sudah kembali kedalam mobilnya
__ADS_1
" No " jawab Nabila cepat
" Nyebelin banget sih jadi cewe "
" Yaudah kalau gue nyebelin gue pulang aja kerumah gue "
" Iyah engga engga "
Dengan terpaksa akhirnya Reyhan membiarkan Nabila duduk di belakang.
Setelah makanan yang mereka pesan datang, Nabila dan Reyhan mulai menikmati makanan mereka
Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk langsung kembali.
" Nab.. " panggil Reyhan sambil fokus menyetir
" Hmm " gumam Nabila
" Ngomong ngomong Lo tadi dimana..? Gue nyari nyari ko ga ada "
Nabila bingung harus menjawab apa, apa ia harus jujur mengatakan dia bersama Rian.
" Nab ko diem sih " tanya Reyhan kembali
" Rahasia " jawab Nabila
" Yaelah pake rahasia rahasiaan sama gue, ya kan gue cuma mau tau aja Nab "
" Sekali rahasia tetap rahasia "
" Terserah Lo deh yaah gue males debat sama Lo " ucap Reyhan dengan pasrah
Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara keduanya hingga akhirnya mereka sampai.
" Rey gue mau ke minimarket dulu " ucap Nabila setelah Rey memarkirkan mobilnya
" Iyah "
Reyhan dan Nabila segera pergi ke minimarket.
" Lo tunggu sini aja " ucap Nabila saat hendak masuk
" Gue mau beli juga kenapa Lo ngatur " jawab Reyhan dengan ketus
Nabila pun masuk lebih dulu dan di susul oleh Reyhan, Nabila membeli beberapa kebutuhan nya yang sudah habis.
" Hmm yang mana yah, ini wanginya enak ini juga " gumam Nabila mencium wangi handbody ditangannya
" Dua duanya aja "
" Yakali enggalah buat a—" Nabila terkejut dengan sosok yang berdiri di sebelahnya
" Rian Lo ngapain disini..? " tanya Nabila dengan gugup
" Biasa ada yang ketinggalan, gimana temen Lo pacarnya udah balik..? " tanya Rian
" UU..udah udah "
Reyhan menghampiri Nabila dan ia melihat Nabila tengah berbicara dengan Reyhan.
" Pak Reyhan " ucap Rian dan dengan cepat Nabila menoleh
" Kamu tinggal disini atau sedang main " tanya Reyhan dengan datar
" Saya tinggal disini pak, oiya Nab ini tadi kayaknya iket rambut Lo ketinggalan di sofa. Gue tadi mau balikin ke apartemen temen Lo, tapi gue gatau dimana "
" O..oo Iyah bener punya gue, makasih yah "
" Yaudah Pak Rey, Nab duluan yah "
" Iyah " jawab Nabila
__ADS_1
Nabila bisa melihat jelas raut wajah Reyhan yang marah, ahh sudah sangat jelas Reyhan pasti akan marah kepadanya..