
Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur dan menutupnya dengan selimut, melihat hal itu Nabila menjadi panik.
" Ko lo malah rebahan sih Rey, koper lo juga ga ada loh " ucap Nabila panik
" Gampang gue coba tanya Mamah tau Albian aja, lo juga laper kan biar sekalian gue pesenin makan " ucap Reyhan sambil memegang ponselnya
" Iiih Rey, mending lo keluar dulu aja deh " ucap Nabila kembali
Akhirnya Reyhan mengalah, ia pun bangkit dan memakai kaos putih polos dan celana hitam saat acara tadi.
" Kunci gue yang pegang yaaa " ucap Reyhan sambil berjalan keluar
Setelah memastikan Reyhan pergi, Nabila segera bergegas mandi dan mencari baju yang cukup menutup. Ia segera masuk ke kamar mandi dan bergegas mandi.
Reyhan menunggu cukup lama, hingga akhirnya ia kembali masuk kedalam kamar dan benar saja ia melihat Nabila yang sudah berada di kamar mandi.
" Oke saatnya gue ngumpet " ucap Reyhan yang bersembunyi diantara tirai
Nabila keluar dari toilet, dan memastikan Reyhan belum kembali ke kamar.
" Rey.. Reyhan .." panggil Nabila namun tak terdengar sautan dari Reyhan
Dengan segera mungkin Nabila keluar dari toilet memakai lingeri yang ada didalam lemari, Reyhan yang melihat itu langsung menelan ludahnya.
Namun sialnya Reyhan lupa mengaktifkan mode ponselnya, sehingga ketika pesan masuk bisa terdengar jelas dari ponsel Reyhan.
" Rey.. " panggil Nabila dengan gugup
Nabila dengan segera mengambil handuk kimononya dan memakainya, ia berjalan mencari keberadaan Reyhan. Dan begitu ia menyikap tirai, ia melihat Reyhan yang tengah bersembunyi.
" Re..Reyhaann iih bohong dasar nyebelin banget " Nabila mencubit lengan tangan Reyhan
" Iyah iya ampun Nab ampuun hehehe " ucap Reyhan yang meringis kesakitan
Nabila menahan malu sebab pasti Reyhan sudah melihatnya tadi.
" Kenapa sih kan gue suami lo Nab, udah sih santai aja "
" Santai santai pala lo, aahh Rey nyebelin " ucap Nabila yang kemudian berjalan meninggalkan Reyhan
Reyhan mengikuti Nabila, ia memeluk tubuh Nabila dari belakang.
" Makasih udah jadi istri gue Nab " bisik Reyhan
Nabila membalikkan tubuhnya, ia menatap wajah Reyhan.
" Gue juga mau bilang makasih Rey, karena lo udah mau jadi suami gue " ucap Nabila
" Lo beneran lagi pms Nab " tanya Reyhan dengan wajah serius dan Nabila menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Jadi boleh malam ini..? " Reyhan kembali meminta izin, dan dengan malu Nabila menganggukkan kepalanya
Reyhan langsung mencium bibir Nabila, begitu juga dengan Nabila yang langsung membalas ciuman Reyhan. Reyhan menggendong Nabila tanpa melepaskan ciumannya, ia merebahkan tubuh Nayla ke atas ranjang yang cukup besar.
Perlahan Reyhan membuka handuk kimono yang dipakai oleh Nabila, hingga terliha lingeri yang Nabila gunakan. Ciuman Reyhan perlahan mulai turun kebagian leher Nabila, ia juga meninggalkan beberapa bekas kissmark disana.
" Mmmhh Rey " Lengguhan mulai keluar dari mulut Nabila
Mendengar hal itu Reyhan semakin panas, ia merobek lingeri yang Nabila gunakan saat itu. Hingga kini Reyhan bisa melihat jelas tubuh Nabila tanpa sehelai benang apapun.
Reyhan mulai memainkan boba milik Nabila, ia memasukannya kedalam mulut hingga membuat Nabila semakin meracau.
" Ahh Rey mmhhh "
Tangan Reyhan juga tak tinggal diam, ia mulai memaikan satunya dan satu tangan lain mualai menjamah bagian tubuh lainnya.
" Mmmhhh ahhh Rey " ******* terus keluar dari mulut Nabila
Reyhan yang sudah tak kuat menahannya langsung melepaskan kain yang menempel di tubuhnya, Nabila yang melihat sedikit malu dan mengalihkan pandangannya.
Reyhan meraih tangan Nabila dan menuntunnya hingga ke junior Reyhan.
" Emang muat Rey..? " tanya Nabila dengan gugup
" Kita coba ya sayang " ucap Reyhan dan Nabila mengangguk
Reyhan mencari posisi yang pas, perlahan ia mendorongnya.
" Iyah Nab ahh sempit banget " ucap Reyhan yang masih berusaha
Akhirnya sekali dorongan milik Reyhan berhasil masuk dengan sempurna, ia merasakan merobek sesuatu.
" Sakit Rey shh " kembali terdengar dari Nabila
Reyhan mendiamkan sejenak miliknya di dalam milik Nabila, dan setelah beberapa saat Reyhan mulai memainkan miliknya.
" Mhhh ahhh Rey " Nabila mulai merasa lebih baik
" Ahh Nab ahh " Reyhan pun ikut merasakan kenikmatan
Reyhan terus memompa miliknya dengan cepat, hingga membuat keduanya saling merasa nikmat.
" Faster Rey ahh " ucap Nabila yang merasa akan sampai
Dan benar saja tak lama Nabila sampai lebih dulu, Reyhan yang belum sampai kembali mempercepat pompanya.
" Nab ahhh gue mau ahhh " ucap Reyhan yang sampai pada puncaknya
Dan tak lama Reyhan pun mengeluarkan cairan didalam milik Nabila, keduanya mengatur nafas mereka karena rasa lelah.
__ADS_1
Reyhan merebahkan tubuhnya di samping Nabila, ia juga memberikan sebuah kecupan di kening Nabila.
" Cape Rey huh huh huh " Ucap Nabila sambil mengatur nafasnya
" Sama gue juga Nab, tapi gue mau lagi gimana dong hehehe " jawab Reyhan sambil memejamkan matanya
" Gue juga Rey " ucap Nabila dengan malu
Reyhan membuka matanya dan menoleh kearah Nabila disampingnya.
" Gimana kalau gue yang diatas " ucap Nabila dan Reyhan mengangguk
Nabila pun langsung memposisikan dirinya diatas, dan Reyhan hanya mengikuti permainan Nabila.
" Ahh Reyy " desah Nabila kembali
" Ahhh Nab terus Nab ahh " balas Reyhan yang menikmati
Nabila dan Reyhan sama sama menikmatinya, ruangan yang awalnya dingin kini terasa panas karena permainan mereka. Keduanya saling memberikan kenikmatan masing masing, hingga akhirnya mereka merasa lelah.
" Makasih sayang, aku mencintaimu " ucap Reyhan
" Aku juga mencintaimu " balas Nabila
Karena merasa lelah akhirnya mereka memilih untuk segera beristirahat, Reyhan memeluk tubuh Nabila hingga akhirnya tertidur pulas.
***
Albian duduk bersama dengan Ayumi di pinggir kolam renang, keduanya nampak menikmati malam bersama.
" Kamu masih ingin nunggu aku..? " tanya Albian kepada Ayumi
" Jika menunggu kamu mendapatkan kebahagiaan, aku rela menunggu " jawab Ayumi dengan senyuman diwajahnya
" Aku cinta sama kamu yum, mungkin saat pertama kali kita ketemu aku udah jatuh cinta sama kamu " ucap Albian dengan serius
Ayumi mengangguk ia percaya apa yang Albian katakan, walaupun Albian jarang memiliki waktu untuknya namun Ayumi tau Albian bekerja keras.
" Minggu depan Aku harus pergi selama satu bulan, Albian " ucap Ayumi sontak mendapatkan tatapan bingung dari Albian
" Kamu mau kemana..? Kenapa kamu baru bilang sekarang ke aku..? "
" Aku cuma nunggu waktu yang pas, aku ingin setelah acara sahabat kita aku menyampaikan saama kamu " jawab Ayumi
" Tapi kemana..??"
" Nanti setelah aku pulang akan aku beritahu "
Ayumi menyandar kan kepalanya di bahu Albian, ia juga melingkarkan tangannya di tubuh Albian.
__ADS_1
" Jaga diri kamu baik baik, jangan terlalu cape, jangan lupa istirahat, jangan lupa dengan ibadah kamu yah, Albian " ucap Ayumi
Ayumi menahan air matanya agar tak jatuh di depan Albian.