JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Menjadikan Yang Kedua


__ADS_3

Reyhan mengikuti Nabila ke cafe yang dimaksud, ia mencari tempat yang aman untuk memantau Nabila.


Ia juga meminjam topi dan jas milik sekretaris sang ayah, berbekal keberanian Reyhan duduk dan memperhatikan.


" Oo itu yang namanya Arga, masih ganteng gue " gumam Arga pelan


Arga memperhatikan semuanya tanpa menoleh sedikit pun, ia juga mendengarkan apa Nabila dan Arga ucapkan.


Reyhan terkejut saat Arga mengungkapkan perasaannya kepada Nabila, dan hal paling mengejutkan ialah saat Arga berlutut dan Nabila mengulurkan jarinya.


" Sial sial sial " ucap Reyhan dengan kesal ia pun tak ingin lagi melihat hal selanjutnya, saat ia hendak pergi tanpa sengaja ia menabrak seorang pelayan.


" Maaf maaf saya ga sengaja " ucap Reyhan sambil menutup wajahnya


Reyhan segera keluar dari cafe tersebut dan masuk kedalam mobil, didalam mobil Reyhan memukul dengan kencang stir mobil tersebut.


" Aaaarggghh " teriak Reyhan


Reyhan menangis untuk kedua kalinya karena perempuan, hatinya sakit sangat sakit.


" Kalau Lo emang ga bisa Nerima gue kenapa Lo ga jujur Nab kenapa " Reyhan kembali memukul stir mobil.


Reyhan mencoba menenangkan dirinya sendiri, setelah merasa tenang ia pun segera menyetir mobilnya dan kembali ke kantor.


****


" Kak Arga Maaf " ucap Nabila melihat raut wajah kecewa Arga


" Cincin ini adalah cincin tunangan aku kak, bulan depan aku akan menikah "


" Sama siapa Nab..? Siapa laki laki itu..?"


" Laki laki itu namany Reyhan, dia laki laki yang membuat ku istimewa dan berharga kak. "


" Jadi aku telat yah Nab, bodoh banget yah haha bodoh banget "


" Kak, mungkin emang kita ga berjodoh kak. Tapi aku akan selalu menganggap kakak seperti Kaka aku sendiri "


" Aku rela Nab menjadi pilihan kedua kamu, aku bener bener rela Nab "


" Kak Maaf banget aku ga bisa, aku yakin ada perempuan yang jauh lebih baik dari aku. Maafin aku yah kak "


" Iyah Nab maaf aku emang bodoh "


" Kak kayaknya aku udah harus balik ke kantor, aku lupa ada meeting setelah istirahat ga apa apa kan..? Nanti kita ketemu lagi deh aku janji "


" Iyah Nab ga apa apa "


" Permisi kak "


Nabila berjalan keluar dari cafe tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali ke kantor.


Sebelum naik ke ruang kerjanya, Nabila melewati toko roti yang wanginya membuat Nabila tergoda.


" Hemm kayaknya Rey juga suka deh "

__ADS_1


Akhirnya Nabila membeli dua roti coklat untuk dirinya dan Rey, setelah itu ia langsung masuk kedalam lift ia tak sabar ingin memberikan roti itu kepada Reyhan.


Sesampainya di lantai kerjanya, Nabila langsung menuju ruangan Reyhan.


Ia lebih dulu merapikan pakaiannya, dan langsung membuka pintu tersebut.


" Reyy " sapa Nabila dengan ceria namun tak ada sautan dari Reyhan


" Rey ini gue beliin roti buat Lo, tadi dibawah gue beli abis aromanya bikin gue tergoda "


Tak ada jawaban dari Reyhan, Reyhan masih fokus membaca dokumen ditangannya


" Rey ko Lo diem aja sih, kenapa masih kesel ya sama Pak Rohman " ucap Nabila kembali namun Reyhan masih diam


" Reyhan Lo kenapa diem aja sih " Nabila memegang tangan Reyhan namun Reyhan menepisnya


" Kenapa Rey, Lo marah sama gue..? "


Reyhan menutup dokumen dari tangannya dan menatap wajah Nabila.


" Gimana Nab berhasil..?"


" Berhasil..? Berhasil apanya sih Rey gue ga ngerti "


" Berhasil ga lamarannya sama Arga " ucap Reyhan tersenyum sinis


" Rey gue bisa jelasin Rey " Nabila terkejut dengan ucapan Reyhan


" Mau jelasin apa..? Mau jelasin kalau Lo milih Arga kan..? "


" Apanya yang salah apanya..? Jelas jelas gue liat Lo ngulurin jari Lo saat Arga buka kotak cincin "


Nabila meraih tangan Reyhan, ia menunjukkan jarinya yang masih tersemat cicin lamaran Reyhan.


" Ada Lo liat cincin lain di tangan gue, ooo atau Lo mau cek kantong gue kalau gue bohong silahkan, apa apalagi biar Lo percaya Rey. Oo yaa Lo bisa cek cctv gih di cafe sana " ucap Nabila dengan tegas


" Apaa Lo mau bukti apa Rey biar percaya..?"


Reyhan hanya diam ia tak tau harus menjawab apa.


" Gue milih Lo Rey gue milih Lo, bukan kak Arga atau laki laki lain tapi Lo Rey yang gue pilih. Oke gue salah karena ga jujur sama Lo kalau gue ketemu Kak Arga, tapi apa kalau gue jujur Lo bakal izinin gue gitu aja..? "


Nabila tak dapat menahan tangisannya, ia pun langsung menumpahkan dihadapan Reyhan.


" Nab.." Reyhan menarik Nabila kedalam pelukannya


" Gue sayang sama Lo Rey gue sayang " Nabila memukul.pelan pundak Reyhan


" Iya ga apa apa pukul aja, pukul yang kenceng yah " ucap Reyhan dengan pasrah


" Gue cuma takut Nab, gue takut kehilangan Lo " Reyhan memperat pelukannya


Tak ada jawaban dari Nabila, Nabila hanya menangis di pelukan Reyhan.


" Udah jangan nangis yah " Reyhan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Nabila

__ADS_1


" Duduk gue ambil minum dulu, pasti Lo haus kan habis nangis " Reyhan mengambil air yang tidak dingin untuk Nabila


Reyhan membuka tutup botol air tersebut, namun saat Reyhan membuka Nabila memperhatikan luka memar di punggung jari Reyhan.


" Rey tangan Lo kenapa..?"


" Ga apa kepentok meja tadi, minum "


" Jujur sama gue "


" Hmm yaa biasa laki laki, gue lagi ngetes stir mobil gue kuat ga "


" Gara gara gue yah Rey..?"


" Engga bukan Nab, gara gara si Rohman kesel banget gue ga modal dia mesum di kantor "


" Lo juga "


" Kapan..?"


" Kemarin kemarin "


" Dih gue modal apartemen keles, Lo ga inget apa "


" Dimana kotak obat, sini biar gue obatin "


" Ga sakit Nab, obatnya disini aja nih " Reyhan menunjuk pipinya


" Apaan sih yang sakit tangan ko yang di cium pipi "


" Ga apa apa kan masih satu tubu, cepet nih gue merem nih "


" Nanti ada yang masuk gamau "


" Yaudah gue kunci dulu " Reyhan langsung bangkit dan mengunci pintu


" Udah ayo jangan alesan lagi " Ucap Reyhan yang sudah kembali duduk dan memejamkan mata


Nabila pun langsung mendaratkan ciuman, namun bukan di pipi melainkan di bibir Reyhan.


Reyhan memposisikan dirinya senyaman mungkin, ia membalas ciuman yang Nabila berikan.


Nabila meletakkan kedua tangannya di belakang leher Reyhan, perlahan Reyhan memposisikan Nabila untuk tidur diatas sofa.


" Jangan disini Rey " pinta Nabila karena ia takut ada orang yang curiga


" Oke " Reyhan menarik tangan Nabila sehingga kini Nabila sudah seperti posisi awal.


" Mulai nakal dia berani memulai hehe " Reyhan menggoda Nabila


" Apaan sih Rey udah ah gue mau meja kerja gue "


" Itu rotinya gratis ga..?"


" Gratis ko aman, Byee "

__ADS_1


Nabila pun keluar dari ruangan Reyhan, perasaan Reyhan kini lega karena Nabila memilih dirinya.


__ADS_2